Tendinitis

Ditulis oleh Olivia
Ditinjau dr. Widiastuti
Tendinitis adalah peradangan pada jaringan yang mengikat otot pada tulang
Orang yang sering melakukan pekerjaan fisik yang berat lebih berisiko mengalami tendinitis.

Pengertian Tendinitis

Tendinitis merupakan peradangan pada tali jaringan ikat tebal yang mengikat otot pada tulang (tendon). Tendon bertindak sebagai katrol yang membantu otot menggerakkan sendi. Kondisi ini dapat menyebabkan rasa sakit dan nyeri di luar sendi. Kondisi ini umum terjadi pada siku, bahu, lutut, pergelangan tangan, dan tumit. Tendinitis dapat diatasi dengan terapi fisik, obat-obatan, operasi, dan juga beristirahat.

Beberapa jenis tendinitis diberi nama sesuai dengan olahraga yang meningkatkan risikonya Misalnya tennis elbow, jumper’s knee, pitcher’s shoulder, golfer’s elbow, dan swimmer’s shoulder.

Penjelasan Lebih Lanjut

Gejala

Gejala yang biasanya timbul pada titik lokasi tendon melekat pada tulang dan biasanya berupa:

  • Kondisi bahu yang tidak dapat digerakkan, yang dikenal dengan frozen shoulder atau adhesive capsulitis.
  • Rasa nyeri pada daerah sekitar sendi yang terdampak seperti tendon, ligamen dan otot. Rasa sakit yang dialami dapat terjadi secara bertahap, tiba-tiba, maupun menjadi berat terutama ketika terdapat simpanan kalsium. Rasa nyeri yang dirasakan biasanya digambarkan sebagai rasa nyeri yang tumpul.
  • Pembengkakan ringan

Penyebab

Tendinitis paling sering disebabkan oleh gerakan berulang pada saat bekerja atau berolahraga. Risiko akan meningkat jika ada gerakan tidak benar yang dilakukan secara berulang kali. Selain itu, tendinitis dapat pula disebabkan oleh cedera dan proses penuaan, yang mengakibatkan tendon akan menjadi semakin kurang fleksibel. Sehingga, tendon lebih rentan terhadap cedera.

Atlet yang berpartisipasi dalam cabang olahraga tertentu seperti tenis, golf, bowling, basket, lari, berenang atau baseball, mempunyai risiko yang tinggi terhadap tendinitis.  Selain itu, risiko tinggi juga akan dialami oleh orang-orang dengan pekerjaan yang membutuhkan pengerahan tenaga fisik, mengangkat barang di atas kepala, atau yang membutuhkan gerakan atau tugas repetitif (berulang).

Selain itu, tendinitis dapat disebabkan oleh beberapa hal lain, meliputi:

  • Postur tubuh yang tidak benar pada saat bekerja atau melakukan beberapa aktivitas di rumah, dan kebiasaan berjalan yang buruk.
  • Infeksi yang biasanya berasal dari gigitan kucing atau anjing pada tangan atau jari, walaupun jarang.
  • Stres yang didapat dari kondisi kesehatan lain, seperti gout, rheumatoid arthritis, psoriasis arthritis, gangguan tiroid, dan reaksi obat yang tidak biasa.
  • Tulang dan persendian yang letaknya tidak normal (seperti radang sendi atau panjang kedua kaki yang tidak sama) yang menekan struktur jaringan lunak.
  • Melakukan aktivitas berlebihan atau terlalu banyak dan terlalu cepat ketika tendon  tidak biasa melakukan pergerakan tertentu, maupun tugas tertentu. Kondisi ini sering terjadi pada mereka yang berolahraga dengan serius dan berat, hanya pada akhir pekan.

Diagnosis

Dokter biasanya dapat mendiagnosis tendinitis melalui pemeriksaan fisik dan riwayat penyakit pasien. Dokter akan melakukan pemeriksaan dengan sinar X (foto rontgen) maupun pencitraan lain, untuk mendukung diagnosis dan mengeliminasi kemungkinan lain dari tanda dan gejala yang muncul.

Pengobatan

Tendinitis dapat hilang dengan sendirinya seiring berjalannya waktu. Jika tidak, maka pasien disarankan untuk menjalani pengobatan untuk mengurangi rasa sakit dan peradangan, serta mempertahankan mobilitas serta mencegah kecacatan maupun kekambuhan. Apabila ditangani dengan benar, sebagian besar kondisi dari tendinitis tidak akan menyebabkan kerusakan permanen pada sendi atau kecacatan.

Untuk mengobati tendinitis, pasien direkomendasikan untuk menjalani:

  • Istirahat dan bebat. Banyak kondisi pada jaringan lunak disebabkan oleh penggunaannya yang berlebihan. Jadi, penanganan pertama antara lain dengan mengistirahatkan area yang sakit, dengan menghindari aktivitas tertentu untuk sementara waktu. Splint (bebat), penyangga atau sling dapat membantu area tertentu untuk beristirahat sampai rasa sakit mereda.
  • Terapi panas dan dingin. Kompres dingin (es) dapat membantu meringankan bengkak dan nyeri di masa awal peradangan. Terapi dingin biasanya paling efektif pada 48 jam pertama setelah dimulainya cedera atau pembengkakan. Setelah 48 jam atau untuk jangka panjang, terapi panas yang kering atau lembap (seperti mandi hangat akan lebih membantu dibandingkan dengan kompres dingin).
  • Obat penghilang rasa sakit dan anti radang seperti parasetamol (asetaminofen), atau obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) seperti aspirin, naproxen sodium, atau ibuprofen.
  • Plasma yang kaya akan trombosit, atau biasa disebut sebagai perawatan PRP platelet rich plasma (PRP) melalui pengambilan sampel darah yang kemudian diproses untuk memisahkan trombosit. Larutan ini lalu akan disuntikkan ke dalam area yang terkena iritasi kronis tendon.
  • Kortikosteroid yang disuntikkan disekitar tendon untuk meringankan tendinitis, atau menggunakan suntikan cortisone untuk mengurangi peradangan dan meringankan rasa sakit.
  • Terapi fisik, untuk meregangkan dan memperkuat otot-otot tendon
  • Perawatan ultrasonik, sebagai prosedur invasif minimal, dengan menggunakan sayatan kecil untuk memasukkan perangkat khusus yang mampu menghilangkan jaringan parut tendon dengan gelombang suara ultrasonik.
  • Dry needling, untuk merangsang faktor yang terlibat dalam penyembuhan tendon, dengan membuat lubang kecil di tendon dengan jarum halus.
  • Operasi, berdasarkan beratnya cedera pada tendon. Tindakan operasi akan disarankan dokter jika tingkat cedera tendon berat, terutama pada tendon yang telah terlepas dari tulang.

Pencegahan

Anda dapat mencegah terjadinya tendinitis dengan melakukan beberapa hal, antara lain:

  • Menggunakan kekuatan secara terbatas dan membatasi pengulangan gerakan.
  • Meningkatkan kekuatan atau aktivitas yang melibatkan pergerakan secara bertahap untuk menghindari stres pada tendon.
  • Menghentikan aktivitas apapun jika terasa sakit. Anda dapat mencoba kembali saat rasa sakit sudah berhenti atau hentikan aktivitas tersebut pada hari yang sama jika rasa sakit tersebut timbul kembali.
  • Melakukan pemanasan sebelum berolahraga, dan mengurangi gerakan otot yang sering dan digunakan secara berulang-ulang.
  • Menggunakan teknik yang tepat dan benar selama kegiatan olahraga atau pekerjaan.

Informasi Dokter

Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?

Tendinitis merupakan kondisi yang dapat ditangani sendiri tanpa bantuan dokter. Namun, berkonsultasilah dengan dokter jika mengalami gejala yang tidak kunjung sembuh serta mengganggu aktivitas keseharian Anda selama lebih dari beberapa hari.

Jika Anda memiliki gejala tendinitis, berkonsultasilah ke dokter, sehingga dokter dapat melakukan pemeriksaan untuk mengeliminasi kondisi lain yang dapat menyebabkan sakit, seperti tendon yang sobek, infeksi selubung tendon, bursitis, arthritis degeneratif atau arthritis inflamasi.

Segera kunjungi ruang gawat darurat jika mengalami demam, peningkatan kemerahan, maupun gejala yang memburuk, meski sudah melakukan perawatan di rumah.

Apa yang Perlu Dipersiapkan Sebelum Berkonsultasi dengan Dokter?

Sebelum berkonsultasi, sebaiknya Anda mempersiapkan terlebih dahulu daftar mengenai gejala yang dialami, informasi medis, informasi pribadi, obat-obatan, suplemen, maupun vitamin yang dikonsumsi beserta dosisnya, dan pertanyaan yang akan diajukan kepada dokter, seperti:

  • Apa penyebab dari gejala yang saya alami?
  • Apa perawatan dan pengobatan yang cocok dengan kondisi saya?
  • Apakah saya perlu menjalani pantangan? Apa saja pantangan yang harus saya patuhi?
  • Apakah saya perlu menjalani tes?
  • Jika saya memiliki masalah medis lain, apa yang harus saya lakukan agar dapat mengatasinya?
  • Apakah ada rekomendasi bacaan mengenai kondisi yang saya alami?

Apa yang Akan Dilakukan Dokter pada Saat Konsultasi?

Saat melakukan konsultasi, dokter akan menanyakan beberapa pertanyaan, antara lain:

  • Apa saja gejala yang Anda alami?
  • Sejak kapan Anda mengalami gejala tersebut?
  • Apakah Anda merasa nyeri? Kapan rasa nyeri tersebut mulai Anda rasakan
  • Apakah rasa nyeri tersebut timbul mendadak atau bertahap?
  • Bagian tubuh mana yang terasa sakit?
  • Apa jenis pekerjaan yang Anda lakukan?
  • Apakah baru-baru ini Anda mengalami jatuh atau cedera lainnya?
  • Perawatan rumah apa yang Anda coba lakukan? Apa efek dari perawatan tersebut?
  • Hobi atau kegiatan rekreasi apa yang Anda ikuti?
  • Apa yang membuat kondisi Anda memburuk dan membaik?
  • Apakah rasa sakit terjadi atau memburuk pada saat melakukan kegiatan tertentu, seperti berlutut atau menaiki tangga?
  • Apakah Anda sudah melakukan teknik yang benar dan tepat saat berolahraga atau melakukan aktivitas lain?

Ditinjau oleh: dr. Widiastuti

Referensi

eMedicine Health. https://www.emedicinehealth.com/tendinitis_health/article_em.htm
diakses pada 7 Desember 2018.

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/tendinitis/symptoms-causes/syc-20378243
diakses pada 7 Desember 2018.

Web MD. https://www.webmd.com/fitness-exercise/arthritis-tendinitis
diakses pada 7 Desember 2018.

Back to Top