Kepala

Telinga Panas

25 Feb 2021 | Nurul RafiquaDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Telinga Panas
Penanganan telinga panas bergantung pada apa yang menjadi penyebabnya
Telinga panas dapat terjadi karena berbagai hal, tetapi bukan karena ada seseorang yang sedang membicarakan Anda. Hal itu hanyalah mitos. Faktanya, panas di telinga dapat muncul sebagai gejala atau pertanda sesuatu sedang terjadi pada tubuh. Bisa karena faktor lingkungan maupun kondisi kesehatan yang mendasarinya.Dalam banyak kasus, kuping panas bukan merupakan hal yang berbahaya. Meski begitu, telinga yang panas dapat membuat Anda merasa sangat tidak nyaman.Biasanya, rasa panas pada telinga juga disertai dengan gejala lain seperti telinga yang memerah, nyeri dan rasa seperti terbakar. Kondisi ini dapat menimpa telinga kiri maupun kanan dan terkadang terjadi bersamaan pada keduanya.Penanganan telinga panas bergantung pada penyebabnya. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui kondisi atau penyakit yang dapat menyebabkan telinga panas.
Berikut ini merupakan sederet penyebab umum telinga panas:
  • Infeksi telinga
Infeksi telinga dapat terjadi akibat masuknya bakteri, virus, atau jamur ke dalam telinga. Telinga panas dan nyeri adalah salah satu gejala infeksi telinga yang umum dialami penderitanya.  
  • Sunburn (terbakar sinar matahari)
Sama seperti bagian tubuh lainnya, telinga juga bisa terbakar jika terpapar sinar matahari terlalu lama. Kondisi tersebut dinamakan sunburn. Sinar ultraviolet dalam sinar matahari dapat mengakibatkan kulit telinga menjadi tampak kemerahan, panas saat disentuh, dan terasa nyeri.  
  • Respons terhadap emosi
Terkadang, kuping yang panas dapat terjadi sebagai reaksi terhadap emosi yang sedang dirasakan, misalnya ketika sedang merasa marah, malu atau cemas.Begitu berbagai perasaan tersebut hilang, telinga yang sebelumnya panas biasanya akan kembali seperti semula.
  • Perubahan suhu yang ekstrem
Berada di suhu yang sangat dingin dapat menyebabkan seseorang mengalami vasokonstriksi (penyempitan pembuluh darah). Kondisi ini dapat mengurangi aliran darah ke permukaan tubuh, termasuk ke telinga.Ketika vasokontriksi terjadi, telinga kanan mau pun kiri dapat memerah dan terasa panas. Sebab, tubuh sedang berusaha mengatur aliran darah dan menyesuaikan suhu tubuh dengan suhu di luar.
  • Cedera
Cedera yang terjadi pada telinga dapat menimbulkan sensasi terbakar, bengkak, kemerahan dan rasa panas. Cedera pada telinga mencakup berbagai luka seperti luka gores, luka akibat digigit serangga atau bahkan karena tindikan telinga.
  • Perubahan hormonal
Telinga panas bisa terjadi karena adanya perubahan hormon, misalnya pada seorang wanita yang mengalami menopause. Perubahan hormon lainnya bisa juga diakibatkan oleh gangguan pada tiroid dan kelenjar adrenal serta sebagai efek samping dari obat-obatan kemoterapi.
  • Red ear syndrome (RES)
Sindrom telinga merah (RES) adalah kondisi langka yang memicu rasa sakit dan sensasi terbakar di telinga. RES dapat terjadi akibat aktivitas normal sehari-hari, seperti menggerakkan leher, keramas atau saat menyisir rambut. Rasa panas yang ditimbulkan RES dapat menimpa telinga kanan, kiri, maupun keduanya.
  • Erythermalgia
Erythermalgia adalah jenis penyakit langka lainnya yang dapat membuat bagian tubuh menjadi memerah dan merasa panas seperti terbakar. Dalam beberapa kasus EM, gejala hanya muncul di bagian wajah dan telinga.
  • Polikondritis kambuhan
Polikondritis kambuhan adalah penyakit langka yang menyebabkan peradangan dan kemerahan pada tulang rawan yang ada di tubuh, termasuk tulang rawan telinga. Kondisi ini dapat mengakibatkan telinga merasakan panas.
  • Alergi
Beberapa reaksi alergi dari zat-zat tertentu dapat mengakibatkan sensasi terbakar pada telinga. Misalnya alergi makanan, kosmetik, zat kimia, logam dan beberapa tumbuhan seperti jelatang.
  • Infeksi kulit
Telinga panas dapat menjadi salah satu gejala adanya infeksi jamur, bakteri atau virus pada kulit. Contoh infeksi yang biasa terjadi adalah eksim, neurodermatitis, psoriasis, kurap, cacar air, cacar api dan infeksi kulit lainnya.
  • Mastoiditis
Mastoiditis adalah infeksi yang terjadi pada tulang mastoid. Posisi tulang tengkorak ini mengelilingi telinga bagian tengah dan bagian dalam. Salah satu gejala yang ditimbulkan infeksi tersebut adalah telinga yang menjadi panas.
Telinga panas yang disebabkan oleh penyebab ringan seperti sengatan matahari atau sebagai respons emosi biasanya dapat hilang dengan sendirinya. Konsultasi dengan dokter diperlukan pada kasus telinga panas yang disebabkan penyakit yang lebih serius.Dalam beberapa kasus, telinga panas dapat menjadi gejala dari kondisi gawat darurat apabila disertai kondisi berikut:
  • Anafilaksis (reaksi alergi yang mengancam jiwa)
  • Infeksi parah
Segera temui dokter atau instalasi gawat darurat apabila Anda atau orang di sekitar Anda mengalami gejala di atas.
Healthline. https://www.healthline.com/health/hot-ears#outlook
Diakses pada 28 Januari 2021
Healthgrades. https://www.healthgrades.com/right-care/ear-nose-and-throat/ear-burning-sensation
Diakses pada 28 Januari 2021
WebMD. https://www.webmd.com/migraines-headaches/red-ear-syndrome
Diakses pada 28 Januari 2021
Medicalnewstoday. https://www.medicalnewstoday.com/articles/320344#causes
Diakses pada 28 Januari 2021
Belmarrahealth. https://www.belmarrahealth.com/hot-ears-makes-ears-hot-can-problem-treated/
Diakses pada 28 Januari 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email