Penyakit Lainnya

Telinga Bau

Diterbitkan: 11 Apr 2021 | Nurul RafiquaDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Telinga Bau
Telinga bau dapat berasal dari area di belakang telinga atau dari kotoran yang berada di rongga telinga. Bau tidak sedap seperti aroma keju yang terlalu menyengat atau keringat sering kali tercium dari bagian belakang telinga.Kotoran telinga atau cerumen sebetulnya memiliki fungsi untuk melindungi kulit di dalam saluran telinga dari kerusakan yang dapat memicu infeksi. Selain itu, cerumen juga merupakan sumber pelumas yang dapat menahan bagian dalam telinga dari air. Kotoran telinga dengan tampilan, tekstur, atau bau tidak biasa, dapat menandakan gangguan yang sedang dialami telinga.Terkadang, kebersihan telinga yang buruk dapat menyebabkan bau pada telinga. Di samping itu, infeksi bakteri atau jamur juga merupakan salah satu penyebab telinga bau yang umum terjadi. Kondisi ini dapat terjadi pada setiap orang, baik orang dewasa maupun bayi. Umumnya, telinga bayi bau diakibatkan oleh infeksi telinga bagian tengah atau kotoran telinga yang menumpuk. Dalam banyak kasus, bau di telinga bukanlah pertanda masalah serius. Telinga bau dapat dihilangkan dengan beberapa cara, seperti dengan penyesuaian gaya hidup atau penggunaan obat-obatan medis. Mengetahui penyebab telinga bau merupakan langkah utama agar dapat mendapatkan perawatan yang tepat.
Sejumlah kondisi berikut ini dapat menjadi penyebab telinga bau:

1. Kebersihan telinga yang tidak dijaga dengan baik

Bagian telinga kadang terlewat untuk dibersihkan secara teliti, terlebih di bagian belakangnya. Padahal, area di belakang telinga ini mudah untuk kotor atau berkeringat. Apabila keringat tercampur dengan bakteri dan kondisi telinga lembap, maka bau tidak sedap biasanya akan muncul.Selain itu, kelenjar sebasea yang terdapat di kulit telinga dapat mengeluarkan sebum (minyak), yaitu massa padat seperti lilin dan lemak. Jika tidak dibersihkan dengan baik, lapisan telinga yang memiliki banyak lipatan dan lekukan di belakangnya, memudahkan semua zat tersebut untuk terperangkap dan menumpuk hingga menimbulkan bau.

2. Zat-zat tertentu

Partikel zat dapat menumpuk di sepanjang garis rambut dan di area telinga sehingga menyebabkan bau tidak sedap.Zat-zat tersebut bisa berasal dari:
  • Polutan berupa asap industri atau kendaraan
  • Produk perawatan rambut
Hal berikut ini juga turut menyumbat pori-pori di belakang telinga atau membuat kotoran telinga terperangkap, sehingga dapat memperkuat bau yang ada, misalnya:
  • Rambut panjang
  • Penggunaan syal
  • Pemakaian alat penutup telinga, topi atau kosmetik

3. Infeksi

Infeksi bakteri atau jamur pada telinga sering kali ditandai dengan munculnya bau dengan aroma seperti keju.Beberapa kondisi berikut ini dapat memicu tumbuhnya bakteri atau jamur di area telinga, yakni:
  • Menggaruk area telinga dengan tangan yang kotor
  • Penggunaan kacamata
  • Cairan infeksius yang berasal dari proses tindik telinga atau infeksi telinga luar
  • Cairan berasal dari infeksi telinga bagian tengah (otitis media).

4. Kotoran telinga

Kelenjar keringat di dalam telinga yang berjumlah banyak dapat membentuk kotoran telinga. Kotoran ini biasanya berupa potongan kecil dengan tekstur seperti lilin. Selain di dalam telinga, kotoran juga bisa menyebar ke luar telinga dan menempel di kulit telinga bagian belakang.Kotoran telinga yang lengket dapat menjadi sangat berbau, bahkan dalam jumlah yang hampir tidak terlihat.

5. Kondisi kesehatan terkait kulit dan kulit kepala

Ketombe atau kondisi kulit seperti eksim, dermatitis seboroik, dan ruam akibat kulit sensitif dapat menyebabkan kulit kering serta teriritasi. Gangguan kulit tersebut dapat terjadi di berbagai bagian kulit, termasuk di area telinga.Akibatnya, kulit akan terasa gatal dan dorongan untuk menggaruk area tersebut semakin besar. Garukan akan membuat bakteri atau polutan semakin rentan untuk masuk ke area yang gatal.Selain itu, penyakit kulit seperti dermatitis seboroik dapat menyebabkan kulit menghasilkan seripihan sisik. Meski kondisi tersebut biasanya tidak menimbulkan bau, tapi serpihan yang dihasilkan dapat menyebabkan keringat maupun minyak terperangkap serta menghasilkan bau tak enak.
 
Cara menghilangkan bau telinga dapat dilakukan dengan membersihkan area telinga, terutama bagian belakang dengan cermat. Gunakan alkohol atau hidrogen peroksida di area belakang telinga setelah mendapatkan tindikan agar tidak terjadi infeksi.Selain itu, beberapa obat seperti krim antibakteri, antijamur, atau antiradang dapat digunakan untuk mengatasi infeksi dan gangguan kulit yang menyebabkan bau telinga.Namun, apabila bau telinga tetap tercium meski sudah melakukan berbagai upaya di atas, Anda dapat menghubungi dokter untuk mendapatkan perawatan yang tepat dan efektif.Apabila bau disertai dengan nyeri telinga, keluar cairan kuning atau hijau dari telinga maka segeralah ke dokter.
Healthline. https://www.healthline.com/health/smell-behind-ears#treatments
Diakses pada 23 Maret 2021
Healthline https://www.healthline.com/health/smelly-earwax#How-is-smelly-earwax-treated
Diakses pada 23 Maret 2021
Medicalnewstoday. https://www.medicalnewstoday.com/articles/325081#takeaway
Diakses pada 23 Maret 2021
Childrens Hospital LA. https://www.chla.org/blog/rn-remedies/how-and-when-clean-your_child-s-ears
Diakses pada 23 Maret 2021
NHS. https://www.nhs.uk/conditions/cholesteatoma/
Diakses pada 23 Maret 2021
 
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email