Penyakit Lainnya

Tarsal Tunnel Syndrome

Diterbitkan: 21 Dec 2020 | Nurul RafiquaDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Tarsal Tunnel Syndrome
Tarsal Tunnel Syndrome (TTS) adalah kelainan saraf pada kaki
Sindrom kanal tarsal atau tarsal tunnel syndrome (TTS) adalah kelainan saraf yang terjadi akibat kompresi (tekanan) pada saraf tibialis posterior di kaki. Kanal tarsal merupakan bagian berupa "terowongan" sempit yang terletak di bagian dalam pergelangan kaki.Kanal tarsal ditutupi dengan ligamen tebal (jaringan pengikat tulang) yang berfungsi untuk melindungi dan mempertahankan struktur di dalamnya, meliputi pembuluh darah, tendon (urat), dan saraf tibialis posterior.Sindrom kanal tarsal dapat mengakibatkan terganggunya fungsi kanal tarsal yang ditandai dengan gejala seperti kaki mati rasa hingga sensasi terbakar seperti tersetrum.Umumnya, sindrom kanal tarasal dapat terjadi akibat tekanan berulang pada saraf di pergelangan kaki yang dianamakan tibialis posterior. Selain itu, TTS juga dapat berkembang sebagai komplikasi penyakit lain, misalnya diabetes.Sindrom kanal tarsal dapat diatasi dengan penyesuaian gaya hidup, obat-obatan dan operasi, pada kasus yang lebih parah. 
Tarsal Tunnel Syndrome
Dokter spesialis Saraf, Ortopedi
GejalaPergelangan kaki mati rasa, kesemutan, sensasi terbakar
Faktor risikoTelapak kaki datar, kista atau tumor, varises, diabetes
Metode diagnosisPemeriksaan fisik, tes tinnel, EMG, NCV, pemindaian
PengobatanObat-obatan, penyesuaian gaya hidup, operasi
ObatIbuorofen, kortikosteroid
KomplikasiKerusakan saraf permanen, sulit berjalan
Kapan harus ke dokter?Merasakan gejala tarsal tunnel syndrome
Gejala-gejala yang dapat mengindikasikan TTS yaitu:
  • Mati rasa
  • Kesemutan
  • Rasa terbakar yang menjalar mirip seperti kesetrum
  • Rasa geli
  • Nyeri
Gejala biasanya dirasakan di area saraf tibialis posterior berada, yakni di bagian dalam pergelangan kaki, di atas tumit atau di bagian bawah kaki. Gejala dapat terjadi hanya terbatas di daerah tertentu maupun menjalar sepanjang kaki.Gejala dapat muncul secara tiba-tiba, dan kerap terjadi akibat berdiri terlalu lama, berjalan, atau berolahraga.Penting untuk mencari pengobatan dini jika mengalami gejala tarsal tunnel syndrome. Gejala penyakit ini mirip dengan sindrom lain dan sering diabaikan, sehingga perlu diagnosis yang tepat untuk menentukan pengobatan. Jika tidak diobati, kondisi ini berkembang dan dapat menyebabkan kerusakan saraf permanen. 
Tarsal tunnel syndrome terjadi karena tekanan pada saraf tibialis posterior yang berperan penting dalam pergerakan kaki.Penyebab paling umum dari TTS adalah pembengkakan atau peradangan di sekitar tendon dan saraf, yang meningkatkan tekanan di dalam tarsal tunnel. Pada kebanyakan kasus, penyebab peradangan tidak diketahui secara pasti.Namun, beberapa kondisi berikut ini diduga dapat menyebabkan atau memperparah gejala TTS:
  • Telapak kaki yang datar
Tekanan pada struktur kaki dan perubahan arah saraf dan tendon dapat menyebabkan tekanan pada saraf tibialis. Struktur kaki yang datar meningkatkan peluang terjadinya TTS.
  • Kista atau tumor
Kista atau tumor yang tumbuh di daerah pergelangan kaki mampu menghasilkan tekanan pada saraf.
  • Varises
Varises pada membran yang mengelilingi saraf tibialis dapat menyebabkan kompresi pada saraf tersebut.
  • Diabetes
Pada penderita diabetes, pembuluh darah yang terletak di terowongan tarsal bisa membesar karena kadar glukosa darah yang lebih tinggi, dan sekaligus menyebabkan lebih banyak tekanan pada saraf.
  • Rheumatoid arthritis (radang sendi)
Peradangan sendi akibat arthritis akan mengurangi ruang yang tersedia untuk saraf sehingga meningkatkan tekanan. Selain itu, individu yang kelebihan berat badan atau obesitas rentan terhadap kondisi ini karena tekanan yang berlebihan pada saraf tibialis posterior.
  • Cedera atau benturan
Keseleo atau patah tulang di pergelangan kaki dapat menimbulkan peradangan dan pembengkakan. 
Dalam mendiagnosis tarsal tunnel syndrome, dokter akan melakukan berbagai tes umum dan pemeriksaan penunjang, meliputi:
  • Tanya jawab dan pemeriksaan fisik
Dokter akan bertanya tentang perkembangan gejala dan riwayat medis seperti adanya cedera atau benturan pada area tarasal.Dokter kemudian akan memeriksa kaki dan pergelangan kaki, untuk mencari karakteristik fisik yang dapat mengindikasikan tarsal tunnel syndrome.
  • Tes tinnel
Pemeriksaan ini ditujukan untuk mendeteksi gangguan pada saraf. Dokter akan mengetuk saraf di area saraf tibialis posterior. Jika saraf rusak atau merasakan tekanan, maka pasien akan mengalami sensasi mati rasa atau kesemutan yang menyebar (parathesia). Adanya respons tersebut dapat mengindikasikan TTS.
  • Elektromiografi (EMG)
EMG digunakan untuk memeriksa kondisi otot dan sel-sel saraf yang mengontrolnya. Prosedur elektromiografi ini mampu menerjemahkan sinyal elektrik yang dikeluarkan saraf menjadi grafik maupun angka-angka. Hasil tersebut dapat membantu dokter mendiagnosis gangguan kesehatan tertentu sebagai penyebab dari gejala yang ditimbulkan.
  • Nerve conduction velocity(NCV)
NCV adalah suatu prosedur yang digunakan untuk menilai kerusakan dan gangguan pada saraf. Prosedur ini juga dikenal sebagai uji konduksi saraf yang dilakukan dengan mengukur kecepatan gerak sinyal listrik melalui saraf perifer.
  • Pemindaian (Rontgen, MRI, CT scan)
Dokter akan merekomendasikan tes pemindaian apabila mencurigai adanya sel atau jaringan abnormal seperti tumor.Baca jawaban dokter: Bagaimana penanganan saraf kejepit di kaki? 
Pengobatan tarsal tunnel syndrome tergantung pada gejala dan penyebab utama rasa sakit. Beberapa pengobatan TTS meliputi:

Perawatan mandiri

Anda bisa melakukan perawatan sendiri di rumah dengan langkah-langkah ini.
  • Obat-obatan
Untuk mengurangi tekanan pada saraf yang mengakibatkan sakit dan pembengkakan, pasien dapat meminum obat antiradang golongan nonsteroid, seperti ibuprofen.
  • Metode RICE
RICE adalah singkatan dari rest, ice, compression, dan elevation. Metode ini dilakukan dengan beristirahat (rest) dari aktivitas sehari-hari, mengompres dengan es (ice), memberikan tekanan (compression), serta mengangkat kaki (elevation). Kombinasi langkah tersebut ini dapat meredakan gejala pembengkakan pada pergelangan kaki

Perawatan dokter

Sementara itu, dokter dapat memberikan perawatan melalui:
  • Obat-obatan
Suntikan anestesi (bius) lokal berisi obat pereda nyeri dan kortikosteroid berguna dalam mengobati peradangan.
  • Pemasangan gips atau braces (penyangga kaki)
Penyangga kaki dengan penjepit dapat dikenakan untuk mengurangi tekanan pada saraf. Perangkat ini biasanya disarankan bagi pasien dengan gejala kerusakan saraf yang parah.
  • Sepatu khusus (ortotik)
Bagi pasien yang memiliki kaki rata, mengenakan sepatu khusus yang diresepkan dokter (ortotik) dapat membantu menjaga kelengkungan kaki dan membatasi gerakan berlebihan penyebab kompresi saraf.
  • Operasi
Pada kasus tarsal tunnel syndrome yang parah dan terjadi dalam jangka panjang, operasi dapat dilakukan sebagai upaya penyembuhan. Pada prosedur ini, dokter akan membuat sayatan untuk melepaskan ligamen agar saraf dapat diangkat. 

Komplikasi

Tarsal tunnel syndrome yang tidak diobati dengan baik dapat menimbulkan komplikasi seperti:
  • Kerusakan saraf permanen sehingga mengganggu aktivitas fisik secara normal
  • Kesulitan untuk berjalan.
Baca juga: Teknik Urut Kaki Keseleo yang Benar dan Tak Membahayakan 
Pencegahan sindrom kanal tarsal dimulai dengan mengetahui penyebabnya dan menghindari keadaan tersebut. Prinsip dalam pencegahan TTS dapat dilakukan dengan mengurangi tekanan pada kaki dan pergelangan kaki.Berikut ini adalah beberapa tindakan pencegahan yang bisa Anda lakukan:
  • Memilih alas kaki yang sesuai dan mengenakan ortotik khusus yang sesuai dengan bentuk kaki
  • Mengurangi aktivitas berdiri, berjalan, maupun berlari
  • Mengubah posisi ketika berdiri atau berjalan dalam waktu lama untuk membantu mengurangi tekanan pada terowongan tarsal dan saraf tibialis
  • Melakukan pemanasan yang tepat sebelum memulai olahraga untuk mencegah cedera pada struktur di dalam dan di sekitar saraf, yang bisa mengurangi kemungkinan kompresi
  • Menggunakan braces (penyangga kaki) saat melakukan kegiatan atletik, terutama pada permukaan yang tidak rata atau ketika akan melakukan gerakan dengan perubahan arah mendadak
Baca juga: Tips Memilih Sepatu Olahraga yang Tepat 
Gejala tarsal tunnel syndrome seringkali serupa dengan gejala penyakit lain. Bahkan, beberapa orang menganggap gejala tersebut merupakan hal yang normal.Namun, deteksi dini tanda dan gejala TTS diperlukan untuk membantu pengobatan dan dokter dalam memulai manajemen kondisi dengan tepat, yang dapat meningkatkan kesembuhan jangka panjang.Jika Anda merasakan mati rasa atau sensasi terbakar di kaki secara tiba-tiba, baik di titik tertentu maupun menjalar sepanjang kaki, konsultasikan kepada dokter.Luka terbuka pada kaki akibat diabetes juga dapat menyebabkan TTS, segera periksakan ke dokter untuk mengetahui apakah gejala tersebut merupakan gejala penyakit ini. 
Sebelum pemeriksaan ke dokter, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
 
Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Kapan gejala pertama kali Anda alami?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait tarsal tunnel syndrome?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis tarsal tunnel syndrome agar penanganan yang tepat bisa diberikan. 
American Physical Therapy Association. https://www.moveforwardpt.com/symptomsconditionsdetail.aspx?cid=aaea9c4b-e2e7-4b27-a855-2d4277dfa80d
Diakses pada Maret 2019
Verywellhealth. https://www.verywellhealth.com/tarsal-tunnel-syndrome-2548562
Diakses pada Maret 2019
Researchgate. https://www.researchgate.net/publication/283244526_The_tarsal_tunnel_syndrome
Diakses pada Maret 2019
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/symptoms/burning-feet/basics/when-to-see-doctor/sym-20050809
Diakses pada Maret 2019
Foot Health Facts. https://www.foothealthfacts.org/conditions/tarsal-tunnel-syndrome
Diakses pada Maret 2019
Healthline. https://www.healthline.com/health/tarsal-tunnel-syndrome
Diakses pada 27 November 2020
Stretch Coach. https://stretchcoach.com/articles/tarsal-tunnel-syndrome/
Diakses pada 27 November 2020
MSD Manuals. https://www.msdmanuals.com/home/bone,-joint,-and-muscle-disorders/foot-problems/tarsal-tunnel-syndrome#
Diakses pada 27 November 2020
NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK513273/
Diakses pada 27 November 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email