Syok Neurogenik

Ditinjau dr. Widiastuti
Syok neurogenik disebabkan oleh cedera atau trauma pada saraf tulang belakang.
Syok neurogenik dapat menurunkan tekanan darah secara drastis dan mendadak, hingga meninggalkan kerusakan permanen.

Pengertian Syok Neurogenik

Syok neurogenik adalah keadaan mengancam jiwa karena sirkulasi darah di dalam tubuh tidak teratur. Kondisi ini disebabkan oleh trauma atau cedera pada tulang belakang yang menyebabkan tekanan darah menurun secara drastis dan tiba-tiba, dan dapat meninggalkan kerusakan permanen dalam tubuh. Jika tidak ditangani dengan cepat maka dapat menjadi fatal.

Penjelasan Lebih Lanjut

Gejala

Salah satu gejala utama syok neurogenik adalah tekanan darah rendah karena sirkulasi darah yang tidak teratur. Namun, kondisi ini dapat juga menyebabkan sejumlah gejala lain, seperti:

  • Pusing
  • Mual dan muntah
  • Tatapan kosong
  • Pingsan
  • Berkeringat
  • Kegelisahan
  • Kulit menjadi pucat

Pada kasus syok neurogenik yang lebih berat, gejala yang timbul, diantaranya adalah:

  • Kesulitan bernapas
  • Nyeri dada
  • Kelemahan yang disebabkan oleh sirkulasi darah yang tidak teratur
  • Bradikardia atau detak jantung yang lambat
  • Sianosis atau perubahan warna bibir dan jari menjadi biru
  • Hipotermia atau penurunan suhu tubuh

Jika tidak ditangani, syok neurogenik akan menyebabkan kerusakan permanen jaringan tubuh dan kematian. Jika Anda mulai mengalami gejala–gejala tersebut, segera cari bantuan medis.

Penyebab

Syok neurogenik seringkali disebabkan oleh cedera atau trauma pada saraf tulang belakang. Akibatnya, tubuh akan kehilangan fungsi dan stimulasi sistem saraf simpatik. Sistem saraf simpatik berfungsi untuk mempertahankan fungsi tubuh selama aktivitas fisik. Termasuk didalamnya, memperkuat detak jantung, meningkatkan tekanan darah dan membuka saluran udara saat bernapas. Jika sistem saraf simpatik terganggu, tekanan darah dapat turun dan memengaruhi otak, jaringan dan saraf  tulang belakang.

Penyebab lain syok neurogenik, diantaranya adalah:

  • Kecelakaan mobil yang menyebabkan kerusakan sistem saraf pusat atau cedera tulang belakang.
  • Cedera olahraga yang menyebabkan trauma pada tulang belakang.
  • Luka tembak pada tulang belakang.
  • Obat-obatan yang memengaruhi sistem saraf otonom yang mengatur pernapasan.
  • Prosedur anestesi yang tidak benar ke dalam saraf tulang belakang.

Diagnosis

Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik, tekanan darah dan gejala yang timbul. Ada pula beberapa pemeriksaan yang dapat dokter lakukan untuk menentukan beratnya cedera yang menyebabkan syok neurogenik, seperti:

  • CT scan untuk membantu mendiagnosa seberapa berat cedera tulang belakang, perdarahan didalam tubuh atau kerusakan pada bagian tubuh lainnya.
  • MRI scan untuk membantu mendiagnosa sumber nyeri pada punggung dan syok neurogenik.
  • Kateter urine dianjurkan karena kebanyakan kasus cedera tulang belakang kesulitan buang air kecil, sehingga kateter urine digunakan untuk mengukur volume urine. Selain itu, pemeriksaan urine dapat membantu mendeteksi tanda–tanda dari infeksi.

Pengobatan

Syok neurogenik dapat menyebabkan kerusakan permanen jika tidak ditangani dengan cepat. Syok neurogenik adalah jenis yang paling sulit diobati. Pilihan perawatan dimaksudkan untuk menstabilkan kondisi dan mencegah cedera atau kerusakan tambahan.

Pertama-tama dokter akan mengimobilisasi pasien untuk mencegah kerusakan lebih lanjut. Kemudian dokter akan memberikan cairan intravena untuk mengatur tekanan darah. Jika darah terlalu rendah, pasien dapat diberikan vasopressor, atau obat yang membantu menyempitkan pembuluh darah dan meningkatkan tekanan darah. Beberapa vasopressor, diantaranya adalah:

Jika detak jantung lambat, dokter akan meresepkan atropin untuk membantu menjaga detak jantung normal.

Pencegahan

Syok neurogenik dapat terjadi karena cedera tulang belakang atau trauma emosional yang berlebih. Sehingga syok neurogenik dapat dicegah dengan beberapa cara seperti:

  • Berhati-hati dalam berkendara. Gunakan sabuk pengaman ketika mengemudi atau mengendarai mobil.
  • Berhati-hati di ketinggian untuk menghindari jatuh. Gunakan pegangan tangan saat menaiki tangga.
  • Menghindari lantai yang licin agar tidak jatuh dan terpeleset.
  • Melakukan olahraga dengan aman
  • Mengutamakan keselamatan dan kesehatan dalam bekerja dan beraktivitas

Informasi Dokter

Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?

Segera cari bantuan medis jika mengalami tanda dan gejala syok, karena syok neurogenik yang tidak teratasi akan menyebabkan kerusakan permanen pada jaringan tubuh dan kematian.

Apa yang Perlu Dipersiapkan Sebelum Berkonsultasi dengan Dokter?

Jika Anda mengalami cedera tulang belakang dan mencurigai adanya syok, mintalah keluarga atau saudara untuk mendampingi. Berikut adalah beberapa hal yang bisa Anda siapkan sebelum bertemu dokter:

  • Buatlah janji dengan dokter. Atau jika memungkinkan, hubungi dokter spesialis saraf untuk berkonsultasi
  • Ingatlah informasi atau keadaan yang menyebabkan Anda cedera pada tulang belakang.
  • Siapkan beberapa pertanyaan seperti apakah ada konsekuensi jangka panjang, apakah membutuhkan operasi, rehabilitasi apa yang diperlukan, dan hal-hal lain yang mengganggu Anda.

Apa yang Akan Dilakukan Dokter pada Saat Konsultasi?

Dokter mungkin akan mengajukan pertanyaan untuk melakukan anamnesis sebelum melakukan pemeriksaan fisik. Beberapa pertanyaan yang mungkin ditanyakan dokter misalnya:

  • Keadaan apa yang menyebabkan cedera?
  • Kapan keadaan itu terjadi?
  • Apa pekerjaan Anda
  • Dengan siapa Anda tinggal?
  • Bagaimana situasi tempat tinggal Anda (rumah, apartemen, jumlah tangga)?
Referensi

Healthline. https://www.healthline.com/health/neurogenic-shock
diakses pada 12 Desember 2018.

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/spinal-cord-injury/symptoms-causes/syc-20377890
diakses pada 18 maret 2018.

Medicine Net. https://www.medicinenet.com/shock/article.htm#shock_facts
diakses pada 12 Desember 2018.

Medline Plus. https://medlineplus.gov/ency/article/000039.htm
diakses pada 12 Desember 2018.

Back to Top