Penyakit Lainnya

Syok

23 Jun 2021 | Popy Hervi PutriDitinjau oleh dr. Anandika Pawitri
image Syok
Penderita syok membutuhkan penanganan medis yang segera
Syok adalah kondisi kritis yang disebabkan oleh penurunan tiba-tiba aliran darah ke seluruh tubuh. Syok dapat terjadi akibat trauma, sengatan panas, kehilangan darah, reaksi alergi, infeksi parah, keracunan, luka bakar parah, atau penyebab lainnya. Ketika seseorang syok, organnya tidak mendapatkan cukup darah atau oksigen.Syok medis berbeda dari syok emosional atau psikologis yang dapat terjadi setelah peristiwa emosional yang traumatis atau menakutkan. 

Jenis-jenis syok medis

Beberapa jenis dari syok medis meliputi:
  • Syok kardiogenik yang diakibatkan oleh gangguan jantung
  • Syok hipovolemik yang diakibatkan oleh kekurangan darah pada tubuh, misalnya kehilangan darah akibat perdarahan
  • Syok anafilaksis yang disebabkan oleh reaksi alergi berat
  • Syok sepsis yang disebabkan oleh infeksi
  • Syok neurogenik yang disebabkan oleh kerusakan sistem saraf
 
Syok
Dokter spesialis Penyakit Dalam, Saraf
GejalaKulit pucat, napas cepat
Faktor risikoKonsumsi obat-obatan tertentu, digigit serangga
Metode diagnosisPemeriksaan fisik, tes pencitraan, tes darah
PengobatanObat-obatan, tranfusi darah
ObatAntibiotik, epinefrin
KomplikasiKerusakan organ permanen, kematian 
Kapan harus ke dokter?Mengalami gejala syok
Gejala dan tanda yang ditimbulkan berbeda-beda tergantung pada kondisinya. Berikut gejala-gejala syok yang umumnya terjadi:
  • Kulit terasa dingin dan berkeringat
  • Perubahan kulit menjadi pucat
  • Denyut nadi cepat, tapi terasa lemah
  • Bernapas dengan cepat
  • Lelah dan lemah
  • Pingsan atau penurunan kesadaran
  • Tekanan darah yang sangat rendah
Gejala lainnya dapat muncul sesuai dengan jenis syok yang dialami, seperti berupa sakit kepala, nyeri dada, bibir tampak kebiruan, dan tampak cemas atau linglung. 
Penyebab utama syok adalah:
  • Serangan jantung
  • Mengalami cedera yang mengakibatkan perdarahan atau pecahnya pembuluh darah
  • Kurangnya cairan dalam tubuh, misalnya dehidrasi akibat diare berat atau muntah yang berulang
  • Reaksi alergi berat
  • Cedera tulang belakang
  • Luka bakar
  • Keracunan
 

Faktor risiko syok

Beberapa faktor risiko syok meliputi:
  • Mengonsumsi obat-obatan tertentu seperti penisilin
  • Mengonsumsi makanan pemicu alergi, seperti kacang, kerang, susu, dan telur
  • Mengalami gigitan serangga
 
Diagnosis syok dilakukan dengan cara pemeriksaan fisik, tes pencitraan, dan tes darah. Berikut penjelasannya.

Pemeriksaan fisik

Saat pemeriksaan fisik, dokter akan memeriksa beberapa hal di bawah ini:
  • Tekanan darah rendah
  • Denyut nadi lemah
  • Jantung yang berdetak terlalu cepat
Kondisi ini adalah kondisi gawat darurat yang memerlukan penanganan medis segera. Setelah syok teratasi dan kondisi pasien stabil, dokter baru dapat mencari penyebab syok melalui pemeriksaan.

Tes pencitraan

Pemeriksaan ini berfungsi untuk mendeteksi cedera atau kerusakan pada jaringan atau organ dalam, seperti:
  • Patah tulang
  • Ruptur (robek) organ dalam, seperti hati, limpa, dan lain-lain
  • Otot atau tendon robek
  • Tumor
Beberapa pemeriksaan radiologis yang dapat direkomendasikan, yaitu:

Pemeriksaan darah

Tes darah berfungsi melihat tanda dan gejala yang meliputi:
  • Kehilangan darah yang signifikan
  • Ada tidaknya infeksi dalam darah
  • Reaksi obat
 
Syok dapat mengakibatkan pingsan, masalah pernapasan, henti jantung secara mendadak, hingga kematian.Jika Anda menduga seseorang mengalami syok, segera hubungi nomor gawat darurat untuk ambulans dan paramedis, atau membawa orang yang diduga ke unit gawat darurat untuk mendapatkan pertolongan medis. Hal yang dapat Anda lakukan selama menunggu pertolongan adalah:
  • Untuk keadaan seseorang yang tidak sadarkan diri, coba untuk memeriksa detak jantung dan pernapasannya
  • Tidak menggerakkan atau memindahkan posisi orang yang diduga mengalami syok, jika orang tersebut mengalami cedera
  • Tidak memberikan minum atau makan
  • Apabila terdapat perdarahan, tekan area yang berdarah dengan kain untuk menghentikan perdarahan
Apabila terjadi cedera pada bagian kepala, leher, atau punggung, maka jangan memindahkan orang tersebut. Jika syok terjadi karena reaksi alergi, tanyakan pada kerabat penderita apakah ia membawa auto-injector epinefrin, alat pertolongan pertama yang biasa dibawa untuk menangani reaksi alergi berat.Alat ini berupa jarum suntik berisikan obat epinefrin, yang berfungsi untuk mengobati reaksi anafilaksis (alergi berat). Apabila orang tersebut telah sadar dan mengalami muntah, bantu dia untuk tidak tersedak dengan memiringkan tubuhnya, kecuali jika dicurigai adanya cedera.

Pengobatan medis

Cara mengobati syok umumnya akan tergantung dari tingkat keparahan penyakit dan seberapa lama pasien sudah mengalami kondisi tersebut. Pilihan obat yang biasanya digunakan untuk mengatasi syok adalah:
  • Obat epinefrin yang untuk mengatasi syok anafilaktik
  • Transfusi darah atau pemberian cairan untuk mengatasi syok hipovolemik
  • Obat-obatan, pembedahan jantung, atau intervensi untuk mengatasi syok kardiogenik,
  • Antibiotik untuk mengatasi syok septik

Konsumsi banyak cairan

Pasien syok septik biasanya sering mengalami dehidrasi dan membutuhkan sejumlah besar cairan untuk meningkatkan dan mempertahankan tekanan darah. 

Komplikasi syok

Jika tidak ditangani dengan optimal, dapat menyebabkan komplikasi syok:
  • Kerusakan organ permanen
  • Kematian
 
Cara mencegah syok yang bisa dilakukan meliputi:
  • Gunakan alat pelindung saat olahraga, mengendarai sepeda
  • Kenakan sabuk pengaman saat bepergian dengan kendaraan bermotor
  • Konsumsi makanan bergizi
  • Olahraga secara teratur
  • Hindari rokok
  • Cukupi kebutuhan cairan, terlebih jika Anda menghabiskan waktu di lingkungan yang sangat panas atau lembap
 
Jika syok terjadi secara tiba-tiba, segera hubungi nomor gawat darurat untuk ambulans (118/119), atau membawa orang terduga syok sesegera mungkin ke unit gawat darurat. 
Sebelum pemeriksaan ke dokter, beberapa hal di bawah ini dapat dipersiapkan:
  • Buat daftar seputar gejala yang dirasakan oleh pasien.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang dialami oleh pasien. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang dikonsumsi oleh pasien.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin diajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
 
Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang dirasakan oleh pasien?
  • Sejak kapan gejala muncul?
  • Apakah pasien memiliki faktor risiko terkait syok?
  • Apakah pasien rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah pasien pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah dicoba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis syok agar penanganan yang tepat bisa diberikan. 
Healthline. https://www.healthline.com/symptom/shock
Diakses pada 10 Desember 2018
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/first-aid/first-aid-shock/basics/art-20056620
Diakses pada 10 Desember 2018
Medicinenet. https://www.medicinenet.com/shock/article.htm
Diakses pada 10 Desember 2018
Medline Plus. https://medlineplus.gov/ency/article/000039.htm
Diakses pada 10 Desember 2018
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email