Penyakit Lainnya

Syok

Diterbitkan: 07 May 2019 | Anita DjieDitinjau oleh dr. Miranda Rachellina
image Syok
Penderita syok membutuhkan penanganan medis yang segera.
Syok atau renjatan merupakan keadaan yang disebabkan oleh aliran darah yang tidak dapat mencukupi kebutuhan tubuh. Hal ini membuat organ tubuh Anda tidak mendapatkan cukup oksigen dan nutrisi dengan baik sehingga dapat merusak organ tubuh. Beberapa jenis dari syok, yaitu:
  • Syok kardiogenik yang diakibatkan oleh gangguan jantung
  • Syok hipovolemik yang diakibatkan oleh kekurangan darah pada tubuh, misalnya kehilangan darah akibat perdarahan
  • Syok anafilaksis yang disebabkan oleh reaksi alergi berat
  • Syok sepsis yang disebabkan oleh infeksi
  • Syok neurogenik yang disebabkan oleh kerusakan sistem saraf
Syok
Dokter spesialis Penyakit Dalam, Jantung, Saraf
Gejala dan tanda yang ditimbulkan berbeda-beda tergantung pada kondisinya. Berikut gejala-gejala syok yang umumnya terjadi:
  • Kulit terasa dingin dan berkeringat
  • Perubahan kulit menjadi pucat
  • Denyut nadi cepat tapi terasa lemah
  • Bernapas dengan cepat
  • Lelah dan lemah
  • Pingsan atau penurunan kesadaran
  • Tekanan darah yang sangat rendah
Gejala lainnya dapat muncul sesuai dengan jenis syok yang dialami, seperti berupa sakit kepala, nyeri dada, bibir tampak kebiruan, dan tampak cemas atau linglung.
Adapun penyebab utama dari syok, antara lain:
  • Serangan jantung
  • Mengalami cedera yang mengakibatkan perdarahan atau pecahnya pembuluh darah
  • Kurangnya cairan dalam tubuh, misalnya dehidrasi akibat diare berat atau muntah yang berulang
  • Terinfeksi virus atau bakteri
  • Reaksi alergi berat
  • Cedera tulang belakang
  • Luka bakar
Sebagai tindakan awal, dokter akan mencari gejala eksternal dari syok dan melakukan pemeriksaan, seperti:
  • Tekanan darah rendah
  • Denyut nadi lemah
  • Jantung yang berdetak terlalu cepat
Kondisi ini adalah kondisi gawat darurat yang memerlukan penanganan medis segera. Setelah syok teratasi dan kondisi pasien stabil, dokter baru dapat mencari penyebab syok melalui pemeriksaan.Tes Pencitraan (Radiologis)Pemeriksaan ini berfungsi untuk mendeteksi cedera atau kerusakan pada jaringan atau organ dalam, seperti:
  • Patah tulang
  • Ruptur (robek) organ dalam, seperti hati, limpa, dan lain-lain
  • Otot atau tendon robek
  • Tumor
Beberapa pemeriksaan radiologis yang dapat direkomendasikan, yaitu:
  • USG (ultrasonografi)
  • X-ray
  • CT scan
  • MRI
Pemeriksaan DarahTes ini berfungsi untuk melihat tanda dan gejala, seperti:
  • Kehilangan darah yang signifikan
  • Apakah ada infeksi dalam darah
  • Reaksi obat
Syok dapat mengakibatkan pingsan, masalah pernapasan, henti jantung secara mendadak, hingga kematian. Jika Anda menduga seseorang mengalami syok, segera hubungi nomor gawat darurat 118 dan 119 untuk ambulans dan paramedis, atau membawa orang yang diduga ke unit gawat darurat untuk mendapatkan pertolongan medis. Yang dapat Anda lakukan selama menunggu pertolongan adalah:
  • Untuk keadaan seseorang yang tidak sadarkan diri, coba untuk memeriksa detak jantung dan pernapasannya
  • Tidak menggerakkan atau memindahkan posisi orang yang diduga mengalami syok, jika orang tersebut mengalami cedera
  • Tidak memberikan minum atau makan
  • Apabila terdapat perdarahan, tekan area yang berdarah dengan kain untuk menghentikan perdarahan
Apabila terjadi cedera pada bagian kepala, leher, atau punggung, maka jangan memindahkan orang tersebut. Jika syok terjadi karena reaksi alergi, tanyakan pada kerabat penderita apakah ia membawa auto-injector epinefrin, alat pertolongan pertama yang biasa dibawa untuk menangani reaksi alergi berat. Alat ini berupa jarum suntik berisikan obat epinefrin, yang berfungsi untuk mengobati reaksi anafilaksis (alergi berat). Apabila orang tersebut telah sadar dan mengalami muntah, bantu dia untuk tidak tersedak dengan memiringkan tubuhnya, kecuali jika dicurigai adanya cedera.Pengobatan MedisPengobatan medis dapat diberikan berdasarkan penyebab syok. Berikut adalah pengobatan yang dapat diberikan:
  • Obat epinefrin yang untuk mengatasi syok anafilaktik
  • Transfusi darah atau pemberian cairan untuk mengatasi syok hipovolemik
  • Obat-obatan, pembedahan jantung, atau intervensi untuk mengatasi syok kardiogenik,
  • Antibiotik untuk mengatasi syok septik
Menjaga diri dari faktor risiko penyakit jantung, cedera, dehidrasi, dan penyebab syok lainnya dapat memperkecil peluang Anda mengalami kondisi ini. Selain itu, jika Anda memiliki alergi dan pernah mengalami reaksi alergi berat, sebaiknya selalu bawa alat epinefrin Anda.
Jika syok terjadi secara tiba-tiba, segera hubungi nomor gawat darurat untuk ambulans (118/119), atau membawa orang terduga syok sesegera mungkin ke unit gawat darurat.
Healthline. https://www.healthline.com/symptom/shock
Diakses pada 10 Desember 2018.
MayoClinic. https://www.mayoclinic.org/first-aid/first-aid-shock/basics/art-20056620
Diakses pada 10 Desember 2018.
Medicinenet. https://www.medicinenet.com/shock/article.htm
Diakses pada 10 Desember 2018.
MedlinePlus. https://medlineplus.gov/ency/article/000039.htm
Diakses pada 10 Desember 2018.
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email

Artikel Terkait

Waspadai Tanda-Tanda Syok Sesuai Jenisnya

Syok adalah jenis kondisi darurat yang berpotensi mematikan. Kenali macam-macam tanda syok sebelum terlambat!
10 Jun 2019|dr. M. Helmi A.
Baca selengkapnya
Jenis syok dan macam-macam tanda terjadinya syok

Langkah Penanganan Syok yang Tepat agar Terhindar dari Maut

Penanganan syok yang tepat perlu diketahui untuk menjauhkan penderitanya dari berbagai komplikasi. Jika Anda menjumpai orang yang mengalami syok, segera hubungi unit gawat darurat atau bawa ke rumah sakit terdekat.
25 May 2019|Asni Harismi
Baca selengkapnya
Penanganan syok tiba-tiba

Syok Hipovolemik, Kondisi Mematikan Saat Tubuh Kekurangan Cairan

Syok hipovolemik adalah syok yang terjadi akibat tubuh kehilangan banyak cairan secara tiba-tiba. Kondisi ini biasanya muncul karena perdarahan, tapi bisa juga akibat dehidrasi dan mengalami luka bakar yang parah.
19 Jun 2020|Nina Hertiwi Putri
Baca selengkapnya
Penyebab syok hipovolemik adalah kehilangan banyak cairan secara tiba-tiba dalam waktu singkat