Syok

Ditulis oleh Anita Djie
Ditinjau dr. Miranda Rachellina
Syok ditandai dengan perubahan denyut nadi, kulit pucat, rendahnya tekanan darah, lelah, napas cepat, hingga pingsan
Penderita syok membutuhkan penanganan medis yang segera.

Pengertian Syok

Syok atau renjatan merupakan keadaan yang disebabkan oleh aliran darah yang tidak dapat mencukupi kebutuhan tubuh. Hal ini membuat organ tubuh Anda tidak mendapatkan cukup oksigen dan nutrisi dengan baik sehingga dapat merusak organ tubuh. Beberapa jenis dari syok, yaitu:

  • Syok kardiogenik yang diakibatkan oleh gangguan jantung
  • Syok hipovolemik yang diakibatkan oleh kekurangan darah pada tubuh, misalnya kehilangan darah akibat perdarahan
  • Syok anafilaksis yang disebabkan oleh reaksi alergi berat
  • Syok sepsis yang disebabkan oleh infeksi
  • Syok neurogenik yang disebabkan oleh kerusakan sistem saraf

Penjelasan Lebih Lanjut

Gejala

Gejala dan tanda yang ditimbulkan berbeda-beda tergantung pada kondisinya. Berikut gejala-gejala syok yang umumnya terjadi:

  • Kulit terasa dingin dan berkeringat
  • Perubahan kulit menjadi pucat
  • Denyut nadi cepat tapi terasa lemah
  • Bernapas dengan cepat
  • Lelah dan lemah
  • Pingsan atau penurunan kesadaran
  • Tekanan darah yang sangat rendah

Gejala lainnya dapat muncul sesuai dengan jenis syok yang dialami, seperti berupa sakit kepala, nyeri dada, bibir tampak kebiruan, dan tampak cemas atau linglung.

Penyebab

Adapun penyebab utama dari syok, antara lain:

  • Serangan jantung
  • Mengalami cedera yang mengakibatkan perdarahan atau pecahnya pembuluh darah
  • Kurangnya cairan dalam tubuh, misalnya dehidrasi akibat diare berat atau muntah yang berulang
  • Terinfeksi virus atau bakteri
  • Reaksi alergi berat
  • Cedera tulang belakang
  • Luka bakar

Diagnosis

Sebagai tindakan awal, dokter akan mencari gejala eksternal dari syok dan melakukan pemeriksaan, seperti:

  • Tekanan darah rendah
  • Denyut nadi lemah
  • Jantung yang berdetak terlalu cepat

Kondisi ini adalah kondisi gawat darurat yang memerlukan penanganan medis segera. Setelah syok teratasi dan kondisi pasien stabil, dokter baru dapat mencari penyebab syok melalui pemeriksaan.

Tes Pencitraan (Radiologis)

Pemeriksaan ini berfungsi untuk mendeteksi cedera atau kerusakan pada jaringan atau organ dalam, seperti:

  • Patah tulang
  • Ruptur (robek) organ dalam, seperti hati, limpa, dan lain-lain
  • Otot atau tendon robek
  • Tumor

Beberapa pemeriksaan radiologis yang dapat direkomendasikan, yaitu:

  • USG (ultrasonografi)
  • X-ray
  • CT scan
  • MRI

Pemeriksaan Darah

Tes ini berfungsi untuk melihat tanda dan gejala, seperti:

  • Kehilangan darah yang signifikan
  • Apakah ada infeksi dalam darah
  • Reaksi obat

Pengobatan

Syok dapat mengakibatkan pingsan, masalah pernapasan, henti jantung secara mendadak, hingga kematian. Jika Anda menduga seseorang mengalami syok, segera hubungi nomor gawat darurat 118 dan 119 untuk ambulans dan paramedis, atau membawa orang yang diduga ke unit gawat darurat untuk mendapatkan pertolongan medis. Yang dapat Anda lakukan selama menunggu pertolongan adalah:

  • Untuk keadaan seseorang yang tidak sadarkan diri, coba untuk memeriksa detak jantung dan pernapasannya
  • Tidak menggerakkan atau memindahkan posisi orang yang diduga mengalami syok, jika orang tersebut mengalami cedera
  • Tidak memberikan minum atau makan
  • Apabila terdapat perdarahan, tekan area yang berdarah dengan kain untuk menghentikan perdarahan

Apabila terjadi cedera pada bagian kepala, leher, atau punggung, maka jangan memindahkan orang tersebut. Jika syok terjadi karena reaksi alergi, tanyakan pada kerabat penderita apakah ia membawa auto-injector epinefrin, alat pertolongan pertama yang biasa dibawa untuk menangani reaksi alergi berat. Alat ini berupa jarum suntik berisikan obat epinefrin, yang berfungsi untuk mengobati reaksi anafilaksis (alergi berat). Apabila orang tersebut telah sadar dan mengalami muntah, bantu dia untuk tidak tersedak dengan memiringkan tubuhnya, kecuali jika dicurigai adanya cedera.

Pengobatan Medis

Pengobatan medis dapat diberikan berdasarkan penyebab syok. Berikut adalah pengobatan yang dapat diberikan:

  • Obat epinefrin yang untuk mengatasi syok anafilaktik
  • Transfusi darah atau pemberian cairan untuk mengatasi syok hipovolemik
  • Obat-obatan, pembedahan jantung, atau intervensi untuk mengatasi syok kardiogenik,
  • Antibiotik untuk mengatasi syok septik

Pencegahan

Menjaga diri dari faktor risiko penyakit jantung, cedera, dehidrasi, dan penyebab syok lainnya dapat memperkecil peluang Anda mengalami kondisi ini. Selain itu, jika Anda memiliki alergi dan pernah mengalami reaksi alergi berat, sebaiknya selalu bawa alat epinefrin Anda.

Informasi Dokter

Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?

Jika syok terjadi secara tiba-tiba, segera hubungi nomor gawat darurat untuk ambulans (118/119), atau membawa orang terduga syok sesegera mungkin ke unit gawat darurat.

Referensi

Healthline. https://www.healthline.com/symptom/shock
Diakses pada 10 Desember 2018.

MayoClinic. https://www.mayoclinic.org/first-aid/first-aid-shock/basics/art-20056620
Diakses pada 10 Desember 2018.

Medicinenet. https://www.medicinenet.com/shock/article.htm
Diakses pada 10 Desember 2018.

MedlinePlus. https://medlineplus.gov/ency/article/000039.htm
Diakses pada 10 Desember 2018.

Back to Top