Substance Abuse Disorder

Ditulis oleh dr. Joni Indah Sari
Ditinjau dr. Anandika Pawitri
Substance abuse disorder merupakan penyalahgunaan zat, alkohol, maupun obat yang dapat menyebabkan ketergantungan.
Substance abuse disorder merupakan penyalahgunaan zat, alkohol, maupun obat yang dapat menyebabkan ketergantungan.

Pengertian Substance Abuse Disorder

Substance abuse disorder atau penyalahgunaan zat adalah keadaan ketika seseorang menggunakan obat maupun zat yang tidak legal, obat yang diresepkan atau bahkan obat yang dapat dibeli sendiri di apotek dengan dosis yang tidak sesuai. 

Substance abuse disorder dapat juga disebut sebagai keadaan ketika seseorang mengonsumsi alkohol, obat yang diresepkan, dan atau obat legal lain terlalu banyak daripada dosis yang dianjurkan. 

Orang dengan substance abuse disorder dapat berhenti atau mengubah kebiasaannya. Lain halnya dengan adiksi atau ketergantungan zat. Adiksi adalah suatu penyakit yang membuat seseorang sangat sulit lepas dari ketergantungannya. 

Zat yang sering disalahgunakan oleh orang dengan substance abuse disorder antara lain: rokok dan produk mengandung tembakau lainnya, mariyuana, kokain, dan alkohol.

Selain zat di atas, orang juga dapat menyalahgunakan obat yang diresepkan seperti obat penghilang nyeri golongan opioid, obat untuk Attention Deficit Hyperactive Disorder (ADHD), dan obat untuk gangguan cemas. 

Obat dijual bebas yang paling sering disalahgunakan adalah obat batuk pilek yang mengandung Dextrometorfan, yang jika dikonsumsi dalam dosis tinggi dapat menyebabkan keracunan. 

Seseorang dapat disebut menyalahgunakan obat yang diresepkan atau obat yang dijual bebas bila:

  • Mengonsumsi obat yang diresepkan untuk orang lain
  • Mengonsumsi obat melebihi dosis obat yang dianjurkan
  • Mengonsumsi obat untuk alasan non-medis

Penjelasan Lebih Lanjut

Gejala

Ketika Anda pertama kali menggunakan obat tertentu, Anda mungkin mengira dapat mengontrol seberapa banyak obat yang Anda pakai. 

Namun semakin sering mengonsumsi obat, Anda akan semakin membutuhkan dosis yang lebih besar untuk mendapatkan efek yang sama. Untuk orang tertentu, hal ini dapat berlanjut menjadi adiksi. 

Tanda seseorang mungkin mengalami substance abuse disorder adalah gejala-gejala psikis seperti:

  • Hilangnya minat pada hal yang dahulu disukai
  • Masalah dalam interaksi sosial atau pertemanan
  • Berhenti menjaga atau memelihara diri sendiri
  • Lebih sering menghabiskan waktu seorang diri 
  • Makan lebih banyak atau lebih sedikit dari biasanya 
  • Siklus tidur berantakan
  • Mengalami masalah dalam pekerjaan atau keluarga
  • Sering mengalami perubahan emosi secara cepat
  • Sering merasa kebingungan
  • Sering melakukan kekerasan
  • Sangat marah bila dikonfrontasi tentang penyalahgunaan obat
  • Sering beralasan atau berbohong demi menggunakan obat

Penyebab

Penyebab pasti substance abuse disorder tidak diketahui pasti namun diperkirakan faktor-faktor berikut turut andil menyebabkan penyalahgunaan zat: 

  • Faktor keturunan atau genetik
  • Mekanisme kerja obat
  • Faktor psikis seperti tekanan dari orang-orang sekitar, stres emosional, kecemasan, depresi, dan stress lingkungan 

Selain itu substance abuse disorder juga sering ditemukan bersamaan dengan gangguan kejiwaan tertentu seperti depresi, gangguan hiperaktif dan pemusatan perhatian (ADHD), stres pascatrauma, dan gangguan kejiwaan lainnya.  

Pola hidup yang berantakan dan kurangnya percaya diri juga dapat menyebabkan substance abuse disorder. 

Anak-anak yang tumbuh melihat orangtuanya menyalahgunakan zat juga berisiko lebih tinggi mengalami substance abuse disorder di kemudian hari.

Diagnosis

Ketika Anda berkonsultasi ke dokter dengan gejala seperti di atas, maka dokter terlebih dahulu akan menanyakan secara rinci apa saja keluhan dan riwayat penyakit Anda selama ini. 

Bila dokter mencurigai substance abuse disorder, dokter akan menganjurkan pemeriksaan kadar obat dalam darah dan urine.

Pengobatan

Substance abuse disorder adalah hal yang serius dan tidak gampang diobati. Tatalaksana diawali dengan mengenali masalahnya. 

Zat yang disalahgunakan dianjurkan dihentikan secara perlahan atau dapat dihentikan langsung.

Dalam proses lepas dari obat yang selama ini disalahgunakan, penderita substance abuse disorder sangat membutuhkan dukungan secara fisik dan emosional  

Pilihan pengobatan untuk substance abuse disorder antara lain:

  • Bila mengalami overdosis obat, segera ke unit emergensi rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan.
  • Detoksifikasi dapat dilakukan pada orang dengan substance abuse disorder yang stabil. Detoksifikasi dapat dilakukan di lingkungan khusus seperti pusat rehab yang mengharuskan penderitanya menetap dalam suatu waktu atau juga bisa dilakukan di rumah.
  • Pada kasus tertentu, penderita substance abuse disorder diberikan obat yang mekanisme kerjanya sama dengan obat yang selama ini disalahgunakan untuk menghindari efek lepas obat. 

Selain langkah seperti di atas, dukungan dari keluarga dan teman juga sangat penting bagi penderita substance abuse disorder agar tidak kembali menyalahgunakan obat lain. 

Dianjurkan bagi orang dengan substance abuse disorder untuk bergabung dalam komunitas sosial. Keberhasilan lepas dari penyalahgunaan zat meningkat bila bergabung dalam kelompok dukungan sosial. 

Dukungan sosial ini akan membantu orang yang mengalami substance abuse disorder merasa tidak sendirian dan membantu mengurangi rasa malu dan intimidasi yang dapat membuat mereka menyalahgunakan zat lagi.

Pencegahan

Edukasi tentang penyalahgunaan obat sangat berguna untuk anak-anak. Orangtua dapat memberikan edukasi kepada anak-anak mereka tentang penyalahgunaan zat sedari dini untuk mencegah substance abuse disorder di kemudian hari.

Informasi Dokter

Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?

Segera berkonsultasi ke dokter bila Anda menyalahgunakan zat tertentu dan ingin berhenti. Selain itu, Anda juga perlu menemui dokter bila telah mencoba menghentikan penggunaan zat namun mengalami gejala lepas obat.

Apa yang Perlu Dipersiapkan Sebelum Berkonsultasi dengan Dokter?

Saat gejala pertama kali dirasakan, Anda mungkin ke dokter umum dulu. Bila dokter mencurigai kondisi yang Anda alami adalah substance abuse disorder, maka dokter akan merujuk Anda ke dokter spesialis kejiwaan. 

Sebelum pemeriksaan, sebaiknya Anda mengajak keluarga atau orang terdekat Anda untuk mendampingi Anda. Anda juga dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:

  • Buat daftar seputar gejala, perasaan Anda, dan apa saja gangguan yang Anda alami dalam aktivitas sehari-hari akibat substance abuse disorder
  • Buat daftar obat yang rutin Anda konsumsi dan terbukalah kepada dokter tentang penyalahgunaan zat yang Anda lakukan
  • Catat riwayat penyakit Anda selama ini
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter

Apa yang Akan Dilakukan Dokter pada Saat Konsultasi?

Saat berkonsultasi, dokter mungkin akan mengajukan beberapa pertanyaan berikut ini:

  • Apa saja obat/zat yang Anda pakai?
  • Kapan Anda pertama kali menggunakan obat/zat tersebut?
  • Seberapa sering dan seberapa banyak Anda memakai obat/zat tersebut?
  • Apaka Anda pernah merasa memiliki masalah mengontrol penggunaan obat/zat tertentu?
  • Pernahkah Anda mencoba berhenti memakai obat/zat sendiri? Apa yang terjadi ketika Anda berhenti memakainya?
  • Bila Anda pernah mencoba berhenti memakai obat/zat, apakah Anda pernah mengalami gejala lepas obat?
  • Pernahkah ada di keluarga Anda yang mengkritik penggunaan obat/zat Anda?
  • Apakah Anda siap mendapatkan terapi yang dibutuhkan untuk penyalahgunaan obat/zat yang Anda alami? 
Referensi

WebMD. https://www.webmd.com/mental-health/addiction/substance-abuse#1
Diakses 1 Juli 2019

MedlinePlus. https://medlineplus.gov/ency/article/001522.htm
Diakses 1 Juli 2019

Help Guide. https://www.helpguide.org/articles/addictions/substance-abuse-and-mental-health.htm
Diakses 1 Juli 2019

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/drug-addiction/diagnosis-treatment/drc-20365113
Diakses 1 Juli 2019

Back to Top