Strongyloidiasis

Ditinjau dr. Widiastuti
Cacing gelang tidak dapat terlihat oleh mata manusia, dan larvanya masuk melalui kulit lalu melekat di dinding usus.
Cacing gelang tidak dapat terlihat oleh mata manusia, dan larvanya masuk melalui kulit lalu melekat di dinding usus.

Pengertian Strongyloidiasis

Strongyloidiasis adalah infeksi oleh cacing gelang atau nematoda, yang disebut Strongyloides stercoralis. S stercoralis cacing gelang  adalah salah satu jenis parasit. Parasit adalah organisme yang hidup didalam bagian tubuh dari spesies yang berbeda dan dimana parasit tersebut mendapatkan nutrisi. Organisme yang terinfeksi disebut inang. Parasit ini biasanya ditemukan pada cuaca yang hangat, seperti negara tropis dan subtropis serta lebih sering ditemukan di daerah pedesaan, daerah yang kurang secara sosial dan ekonomi, dan tempat institusi seperti panti jompo, dan seringkali dihubungkan dengan aktivitas pertanian. Biasanya parasit ini tidak menimbulkan gejala, dan dapat dicegah melalui kebersihan pribadi yang baik.

Penjelasan Lebih Lanjut

Gejala

Sebagian besar dari orang yang terinfeksi cacing gelang tidak menunjukkan gejala apapun. Orang yang mengalami gejala seringkali mengalami gejala yang tidak spesifik.

Tanda dan gejala yang biasanya dialami, antara lain:

  • Sakit pada area perut atau sensasi seperti terbakar, dan kembung.
  • Batuk kering.
  • Diare, atau bergantian antara diare dan sembelit.
  • Ruam gatal dan merah yang muncul pada tempat masuknya cacing.
  • Ruam kemerahan berulang di dekat anus
  • Mual dan muntah
  • Kehilangan berat badan

Walaupun jarang, infeksi cacing gelang dapat menyebabkan bentuk yang berat dan mengancam nyawa yaitu hyperinfection syndrome (sindrom hiperinfeksi) dan disseminated strongyloidiasis (strongiloidiasis diseminata) dapat terjadi. Kondisi ini seringkali terjadi pada orang yang mengonsumsi kortikosteroid oral maupun injeksi, terinfeksi dengan virus HTLV-1 (Human T-cell Lymphotropic Virus – 1), mempunyai penyakit keganasan pada darah seperti leukemia atau limfoma, serta merupakan orang penerima donor organ.

Penyebab

Seseorang dapat terinfeksi jika kulitnya melakukan kontak dengan tanah yang mengandung larva dari cacing gelang. Oleh karena itu, risiko untuk terinfeksi cacing gelang akan meningkat pada aktivitas yang banyak bersentuhan dengan tanah, seperti:

  • Berjalan tanpa alas kaki
  • Kontak dengan kotoran manusia atau saluran pembuangan kotoran.
  • Pekerjaan yang membutuhkan kontak langsung dengan tanah seperti pertanian dan penambangan batubara
  • Orang yang bepergian ke negara tropis
  • Hidup atau bepergian ke daerah pedesaan, daerah dengan kondisi sanitasi yang buruk, atau area yang tidak mempunyai layanan kesehatan public yang adekuat
  • Mempunyai kebersihan diri yang buruk.
  • Memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah seperti pada penderita HIV–AIDS.

Cacing gelang ini merupakan cacing yang kecil hampir tidak terlihat oleh mata. Larva cacing ini akan menembus dan masuk melalui kulit manusia, lalu dapat bermigrasi dari kulit seseorang, menuju ke pembuluh darah, ke paru-paru dan saluran pernafasan. Cacing ini juga dapat berpindah ke tenggorokan dimana mereka akan tertelan masuk ke perut. Dari perut, cacing akan pindah ke usus kecil, dimana mereka melekat di dinding usus. Mereka akan memproduksi telur yang akan menetas menjadi larva kecil dan keluar dari tubuh melalui feses. Tidak seperti cacing lain, larva ini dapat menyebabkan infeksi berulang (autoinfeksi) dengan memasuki tubuh lagi melalui kulit disekitar anus atau dengan menembus dinding usus. Area dimana cacing masuk melalui kulit akan menjadi merah dan sakit. Atau larva yang telah keluar dari tubuh dapat tumbuh menjadi cacing dewasa dan bereproduksi tanpa inang didalam tanah. Beberapa orang memiliki risiko terkena infeksi berat yang disebut sindrom strongyloides hiperinfeksi. Dalam bentuk ini, terdapat banyak cacing dan mereka menggandakan diri mereka lebih cepat dibanding normalnya. Hal ini dapat terjadi terhadap seseorang yang memiliki sistem kekebalan tubuh rendah. Termasuk orang yang memiliki transplantasi organ atau darah dan mengonsumsi obat steroid atau obat penekan imun.

Diagnosis

  • Aspirasi duodenum. Saat melakukan pemeriksaan ini, dokter akan mengambil cairan dari usus dua belas jari (duodenum) dan usus halus. Mereka akan memeriksa cairan dibawah mikroskop untuk melihat adanya stercoralis
  • Kultur dahak. Dokter dapat menggunakan sputum culture untuk menganalisis cairan dari paru-paru atau saluran pernafasan untuk mencari stercoralis
  • Sampel feses untuk mendeteksi telur dan parasit. Dokter dapat menggunakan sampel feses untuk mengecek larva stercoralis di feses. Penderita mungkin harus mengulang pemeriksaan ini untuk mendapatkan hasil yang akurat
  • Pemeriksaan darah lengkap dan komponen darah pelengkapnya. Pemeriksaan darah lengkap dengan komponennya dapat membantu menyingkirkan penyebab penyakit lainnya.
  • Pemeriksaan antigen dari darah. Pemeriksaan antigen darah dapat membantu dokter mencari antigen terhadap stercoralis. Pemeriksaan ini dilakukan ketika dokter mencurigai seseorang memiliki infeksi tetapi tidak dapat menemukan parasit di usus dua belas jari atau pada beberapa contoh feses. Namun, pemeriksaan ini tidak dapat membedakan infeksi yang lalu dengan infeksi yang baru terjadi.

Pengobatan

Tujuan dari pengobatan ini adalah mengeliminasi cacing gelang dari dalam tubuh dengan obat anti cacing. Antihelmintik seperti albendazole, tiabendazole atau ivermectin dapat digunakan untuk mengobati penderita yang terinfeksi cacing parasit ini. Antibiotik akan diberikan bila terdapat infeksi sekunder. Terkadang orang yang tidak mengalami gejala tetap harus diobati. Termasuk orang yang mengonsumsi obat yang menekan sistem imun, seperti mereka yang akan melakukan transplantasi organ.

Pencegahan

Infeksi parasit ini tidak selalu bisa dicegah. Namun dengan mempraktekkan gaya hidup bersih, menggunakan fasilitas sanitasi dan tidak berjalan dengan bertelanjang kaki saat bepergian ke daerah tropis dapat mengurangi risiko infeksi dari cacing gelang.

Informasi Dokter

Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?

Hubungi dokter jika mengalami gejala strongyloidiasis.

Referensi

CDC. https://www.cdc.gov/parasites/strongyloides/gen_info/faqs.html
Diakses pada 2 Januari 2019

Drugs. https://www.drugs.com/condition/strongyloidiasis.html
Diakses pada 2 Januari 2019

Healthline. https://www.healthline.com/health/strongyloidiasis#outlook
Diakses pada 2 Januari 2019

MedlinePlus. https://medlineplus.gov/ency/article/000630.htm
Diakses pada 2 Januari 2019

Back to Top