Kulit & Kelamin

Striktur Uretra

07 Jul 2021 | Nurul RafiquaDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Striktur Uretra
Striktur uretra dapat menyebabkan aliran urin terhambat karna menyempitnya uretra.
Striktur uretra adalah penyempitan abnormal uretra yang disebabkan oleh jaringan parut atau pembengkakan pada uretra. Uretra adalah selang yang membawa urin dari kandung kemih untuk dikeluarkan dari tubuh.Biasanya uretra cukup lebar untuk dilalui urine. Akan tetapi, pada saat terjadi penyempitan  uretra, maka aliran urine akan terhambat dan dapat menyebabkan berbagai masalah medis pada saluran kemih, termasuk infeksi atau radang. Penyakit striktur uretra lebih sering terjadi pada pria dari pada wanita.
Striktur Uretra
Dokter spesialis Urologi
GejalaAliran urine yang lemah, perasaan mendesak saat berkemih, nyeri berkemih
Faktor risikoMengidap infeksi menular seksual, uretritis, pemasangan kateter
Metode diagnosisPemeriksaan fisik, tes urine, sistoskopi
PengobatanOperasi
Kapan harus ke dokter?Mengalami gejala striktur uretra
Striktur uretra dapat ditandai oleh banyak gejala, mulai dari ringan hingga berat. Beberapa gejala striktur uretra, diantaranya adalah:
  • Aliran urine yang lemah atau pengurangan volume urin
  • Perasaan sangat mendesak saat buang air kecil
  • Perasaan buang air kecil seperti tidak selesai
  • Urine yang sering berhenti tiba-tiba
  • Nyeri atau rasa seperti terbakar saat buang air kecil
  • Ketidakmampuan untuk mengendalikan buang air kecil
  • Nyeri pada perut bawah
  • Keluarnya cairan dari penis
  • Pembengkakan dan nyeri pada penis
  • Darah dalam urin atau air mani
  • Infeksi saluran kemih
  • Urine berwarna gelap
  • Ketidakmampuan untuk buang air kecil (kondisi ini serius dan memerlukan penanganan medis segera)
Striktur uretra melibatkan penyempitan pada uretra. Kondisi ini biasanya terjadi karena peradangan pada jaringan atau karena adanya jaringan parut yang dapat disebabkan oleh banyak faktor.  Anak laki-laki yang menjalani  operasi hipospadia (prosedur untuk memperbaiki uretra yang belum berkembang) atau laki–laki dewasa yang menjalani implan penis memiliki risiko lebih tinggi untuk mengembangkan striktur uretra.Straddle injury atau cedera yang terjadi pada selangkangan adalah jenis trauma umum yang dapat menyebabkan striktur uretra. Contoh: jatuh dari sepeda atau terbentur di daerah dekat dengan  skrotum (kantung buah zakar).Penyebab lain yang menyebabkan striktur uretra adalah:
  • Fraktur pelvis (patah tulang panggul)
  • Pemasangan kateter
  • Radiasi
  • Operasi prostat
  • Benign prostatic hyperplasia (pembesaran prostat)
Penyebab yang sangat jarang terjadi, diantaranya adalah:
  • Tumor yang terletak di dekat uretra
  • Infeksi saluran kemih yang tidak diobati atau berulang
  • Infeksi menular seksual (IMS), seperti gonore atau klamidia
Dokter akan melakukan pemeriksaan dan melakukan beberapa tes untuk mendiagnosa striktur uretra, seperti:
  • Meninjau kembali gejala dan riwayat medis. Dokter akan bertanya tentang penyakit atau prosedur medis di masa lalu untuk menentukan satu atau lebih faktor risiko.
  • Melakukan pemeriksaan fisik. Pemeriksaan fisik pada area penis dapat membantu dokter mengidentifikasi adanya striktur uretra, seperti melihat apakah terdapat kemerahan atau cairan keluar dari penis, dan apakah ada satu atau lebih area yang bengkak.
  • Melakukan tes seperti:
    • Mengukur laju aliran urine saat buang air kecil
    • Menganalisis sifat fisik dan kimia urine untuk menentukan apakah terdapat bakteri atau darah
    • Sistoskopi atau prosedur yang memasukkan selang kecil dengan kamera ke dalam tubuh untuk melihat bagian dalam kandung kemih dan uretra
    • Mengukur ukuran pembukaan uretra
    • Melakukan pemeriksaan untuk gonore dan klamidia
Ketika striktur telah terjadi pada uretra, maka kondisi ini tidak akan hilang. Obat-obatan yang digunakan untuk mengendalikan striktur uretra adalah terbatas.Pembedahan adalah pengobatan yang direkomendasikan untuk seseorang yang menderita gejala dari striktur uretra. Seorang dokter akan merekomendasikan operasi dalam keadaan berikut:
  • Masalah berat dengan buang air kecil, seperti berusaha buang air kecil, aliran lemah, dan retensi urine
  • Batu di kandung kemih
  • Infeksi saluran kemih berulang
  • Meningkatkan jumlah urine yang tersisa di kandung kemih setelah buang air kecil
  • Kegagalan akan terapi konservatif untuk mengontrol rasa sakit
Striktur uretra tidak selalu dapat dicegah. Karena Infeksi Menular Seksual (IMS) adalah salah satu penyebabnya, maka menggunakan perlindungan selama kontak seksual dapat mencegah beberapa kasus. Namun, cedera dan kondisi medis lain yang terkait dengan striktur uretra tidak selalu dapat dihindari.
Sangat penting untuk segera ke dokter apabila Anda mengalami gejala striktur uretra. Mengobati masalah dengan cepat adalah cara terbaik untuk menghindari komplikasi serius.
Sebelum pemeriksaan ke dokter, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
  Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Kapan gejala pertama kali Anda alami?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait striktur uretra?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis striktur uretra agar penanganan yang tepat bisa diberikan.
Healthline. https://www.healthline.com/health/urethral-stricture
diakses pada 6 Juli 2021
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/urethral-stricture/symptoms-causes/syc-20362330
diakses pada 6 Desember 2018
Medicine Net. https://www.medicinenet.com/urethral_stricture/article.htm
diakses pada 6 Desember 2018
Medline Plus. https://medlineplus.gov/ency/article/001271.htm
diakses pada 6 Juli 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email