Striktur Uretra

Ditulis oleh Nina Hertiwi Putri
Ditinjau dr. Widiastuti
Striktur uretra ditandai dengan penis bengkak
Striktur uretra dapat menyebabkan aliran urin terhambat karna menyempitnya uretra.

Pengertian Striktur Uretra

Striktur uretra adalah penyempitan abnormal uretra yang disebabkan oleh jaringan parut atau pembengkakan pada uretra. Uretra adalah selang yang membawa urin dari kandung kemih untuk dikeluarkan dari tubuh. Biasanya uretra cukup lebar untuk dilalui urine. Akan tetapi, pada saat terjadi penyempitan  uretra, maka aliran urine akan terhambat dan dapat menyebabkan berbagai masalah medis pada saluran kemih, termasuk infeksi atau radang. Penyakit striktur uretra lebih sering terjadi pada pria dari pada wanita.

Penjelasan Lebih Lanjut

Gejala

Striktur uretra dapat ditandai oleh banyak gejala, mulai dari ringan hingga berat. Beberapa gejala striktur uretra, diantaranya adalah:

  • Aliran urine yang lemah atau pengurangan volume urin
  • Perasaan sangat mendesak saat buang air kecil
  • Perasaan buang air kecil seperti tidak selesai
  • Urine yang sering berhenti tiba-tiba
  • Nyeri atau rasa seperti terbakar saat buang air kecil
  • Ketidakmampuan untuk mengendalikan buang air kecil
  • Nyeri pada perut bawah
  • Keluarnya cairan dari penis
  • Pembengkakan dan nyeri pada penis
  • Darah dalam urin atau air mani
  • Infeksi saluran kemih
  • Urine berwarna gelap
  • Ketidakmampuan untuk buang air kecil (kondisi ini serius dan memerlukan penanganan medis segera)

Penyebab

Striktur uretra melibatkan penyempitan pada uretra. Kondisi ini biasanya terjadi karena peradangan pada jaringan atau karena adanya jaringan parut yang dapat disebabkan oleh banyak faktor.  Anak laki-laki yang menjalani  operasi hipospadia (prosedur untuk memperbaiki uretra yang belum berkembang) atau laki–laki dewasa yang menjalani implan penis memiliki risiko lebih tinggi untuk mengembangkan striktur uretra.

Straddle injury atau cedera yang terjadi pada selangkangan adalah jenis trauma umum yang dapat menyebabkan striktur uretra. Contoh: jatuh dari sepeda atau terbentur di daerah dekat dengan  skrotum (kantung buah zakar).

Penyebab lain yang menyebabkan striktur uretra adalah:

  • Fraktur pelvis (patah tulang panggul)
  • Pemasangan kateter
  • Radiasi
  • Operasi prostat
  • Benign prostatic hyperplasia (pembesaran prostat)

Penyebab yang sangat jarang terjadi, diantaranya adalah:

  • Tumor yang terletak di dekat uretra
  • Infeksi saluran kemih yang tidak diobati atau berulang
  • Infeksi menular seksual (IMS), seperti gonore atau klamidia

Diagnosis

Dokter akan melakukan pemeriksaan dan melakukan beberapa tes untuk mendiagnosa striktur uretra, seperti:

  • Meninjau kembali gejala dan riwayat medis. Dokter akan bertanya tentang penyakit atau prosedur medis di masa lalu untuk menentukan satu atau lebih faktor risiko.
  • Melakukan pemeriksaan fisik. Pemeriksaan fisik pada area penis dapat membantu dokter mengidentifikasi adanya striktur uretra, seperti melihat apakah terdapat kemerahan atau cairan keluar dari penis, dan apakah ada satu atau lebih area yang bengkak.
  • Melakukan tes seperti:
    • Mengukur laju aliran urine saat buang air kecil
    • Menganalisis sifat fisik dan kimia urine untuk menentukan apakah terdapat bakteri atau darah
    • Sistoskopi atau prosedur yang memasukkan selang kecil dengan kamera ke dalam tubuh untuk melihat bagian dalam kandung kemih dan uretra
    • Mengukur ukuran pembukaan uretra
    • Melakukan pemeriksaan untuk gonore dan klamidia

Pengobatan

Ketika striktur telah terjadi pada uretra, maka kondisi ini tidak akan hilang. Obat-obatan yang digunakan untuk mengendalikan striktur uretra adalah terbatas.

Pembedahan adalah pengobatan yang direkomendasikan untuk seseorang yang menderita gejala dari striktur uretra. Seorang dokter akan merekomendasikan operasi dalam keadaan berikut:

  • Masalah berat dengan buang air kecil, seperti berusaha buang air kecil, aliran lemah, dan retensi urine
  • Batu di kandung kemih
  • Infeksi saluran kemih berulang
  • Meningkatkan jumlah urine yang tersisa di kandung kemih setelah buang air kecil
  • Kegagalan akan terapi konservatif untuk mengontrol rasa sakit

Pencegahan

Striktur uretra tidak selalu dapat dicegah. Karena Infeksi Menular Seksual (IMS) adalah salah satu penyebabnya, maka menggunakan perlindungan selama kontak seksual dapat mencegah beberapa kasus. Namun, cedera dan kondisi medis lain yang terkait dengan striktur uretra tidak selalu dapat dihindari.

Informasi Dokter

Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?

Sangat penting untuk segera ke dokter apabila Anda mengalami gejala striktur uretra. Mengobati masalah dengan cepat adalah cara terbaik untuk menghindari komplikasi serius.

Referensi

Healthline. https://www.healthline.com/health/urethral-stricture
diakses pada 6 Desember 2018

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/urethral-stricture/symptoms-causes/syc-20362330
diakses pada 6 Desember 2018.

Medicine Net. https://www.medicinenet.com/urethral_stricture/article.htm
diakses pada 6 Desember 2018.

Medline Plus. https://medlineplus.gov/ency/article/001271.htm
diakses pada 6 Desember 2018.

Back to Top