Stomatitis

Ditulis oleh Maria Yuniar
Ditinjau drg. Nina Hertiwi Putri
Stomatitis dapat timbul pada pipi bagian dalam, gusi, lidah, maupun bibir
Stomatitis terbagi menjadi dua jenis, yaitu stomatitis aftosa (sariawan) dan herpes stomatitis.

Pengertian Stomatitis

Stomatitis adalah kondisi peradangan yang ditandai dengan luka, bengkak, dan kemerahan pada area dalam mulut. Stomatitis dapat timbul pada pipi bagian dalam, gusi, lidah, maupun bibir. Kondisi ini kerap disamakan dengan sariawan, padahal sariawan hanyalah salah satu dari dua bentuk stomatitis yang kerap terjadi.

Secara umum, stomatitis terbagi menjadi dua jenis, yaitu:

  1. Aphtous Stomatitis (Canker Sore)

    Aphtous stomatitis (stomatitis aftosa) merupakan sebuah penyakit paling umum yang terjadi pada area dalam mulut akibat proses peradangan dan biasanya menimbulkan luka yang disertai rasa sakit. Stomatitis aftosa tampak seperti luka dengan pinggiran berwarna merah akibat terjadinya peradangan dan berwarna putih atau kuning pada bagian tengahnya.

    Stomatitis jenis ini lebih dikenal dengan sebutan sariawan. Berdasarkan ukurannya, stomatitis aftosa dibedakan dalam tiga kategori, yaitu stomatitis aftosa minor, mayor, dan herpetiform.

    Pada jenis minor, sariawan berukuran kecil dan akan hilang dengan sendirinya dalam jangka waktu 4-14 hari. Sedangkan pada jenis mayor, sariawan yang muncul berukuran lebih besar dan memakan waktu yang cukup lama (hingga 6 minggu) untuk sembuh. Sedangkan pada jenis herpetriform, sariawan muncul kecil-kecil dalam jumlah banyak yang berkelompok dan baru akan hilang dalam jangka waktu kurang dari 30 hari.
  2. Herpes Stomatitis (Cold Sore)

    Herpes stomatitis merupakan sebuah peradangan (disebabkan oleh infeksi virus herpes simpleks 1 atau HSV1) di sekitar bibir dan rongga mulut. Penularan virus ini biasanya terjadi melalui kontak antar mulut (oral-to-oral contact) di mana terjadi pertukaran air liur, seperti berbagi alat makan atau melalui ciuman. Stomatitis ini tampak seperti lepuhan yang berbentuk bulat dan dipenuhi oleh cairan serta dapat pecah sehingga menimbulkan luka

Penjelasan Lebih Lanjut

Gejala

Pada apthous stomatitis atau sariawan, gejala yang akan muncul umumnya berupa rasa nyeri namun tidak disertai dengan demam. Sariawan dapat muncul di bagian-bagian rongga mulut seperti bibir bagian dalam, lidah maupun gusi.

Sedangkan pada herpes stomatitis, gejala yang timbul lebih beragam, yaitu:

  • Munculnya benjolan-benjolan kecil berisi cairan di gusi, pipi bagian dalam, langit-langit mulut, lidah serta bibir bagian luar.
  • Nyeri pada rongga mulut sehingga sulit untuk makan, minum dan menelan.
  • Mengeluarkan air liur berlebih disertai bengkak pada gusi.
  • Demam beberapa hari sebelumnya.

Penyebab

Penyebab terjadinya stomatitis dapat berbeda tergantung dari jenisnya. Pada jenis Apthous stomatitis,  beberapa hal di bawah ini dapat menjadi penyebab:

  1. Rongga mulut yang kering akibat kebiasaan bernapas melalui mulut sehingga mempermudah timbulnya iritasi pada area rongga mulut.
  2. Luka kecil akibat perawatan gigi (misalnya terdapat bagian yang tajam saat menggunakan kawat gigi, gigi tiruan, maupun retainer), ketidaksengajaan menggigit-gigit pipi, serta akibat adanya bagian gigi yang tajam.
  3. Hipersensitivitas (reaksi sensitif yang berlebihan) terhadap beberapa jenis makanan seperti stroberi, jeruk, kopi, telur, coklat, kacang, maupun keju.
  4. Penyakit sistem kekebalan tubuh (autoimun) yang menyerang sel-sel pada rongga mulut.
  5. Sistem kekebalan tubuh yang lemah.
  6. Kekurangan vitamin B12, asam folat, zat besi, maupun zinc.
  7. Konsumsi beberapa jenis obat-obatan, seperti kemoterapi.
  8. Infeksi jamur (Candida albicans).
  9. Stres.

Sedangkan penyebab dari herpes stomatitis adalah infeksi dari virus herpes simplex 1 (HSV-1). 

Diagnosis

Beberapa pemeriksaan yang dapat dilakukan pada stomatitis antara lain:

  • Sebelum memeriksa kondisi rongga mulut, umumnya dokter gigi akan bertanya mengenai riwayat penyakit ini seperti apa saja gejala yang dirasakan dan sejak kapan gejala tersebut dirasakan.
  • Dokter gigi juga akan bertanya mengenai riwayat makanan yang dikonsumsi, obat-obatan, dan lain-lain mengingat stomatitis juga dapat timbul akibat reaksi hipersensitivitas.
  • Riwayat penyakit umum yang pernah atau sedang Anda derita. Hal tersebut perlu diperiksa karena beberapa penyakit dapat memicu terjadinya stomatitis.
  • Pemeriksaan fisik baik di dalam maupun di luar rongga mulut. Pemeriksaan di luar rongga mulut meliputi pemeriksaan suhu tubuh karena suhu tubuh tinggi (demam) merupakan salah satu gejala herpes yang dapat menjadi penyebab stomatitis herpes.
  • Pemeriksaan di dalam rongga mulut meliputi pemeriksaan gigi maupun alat-alat perawatan gigi seperti kawat gigi, gigi tiruan, maupun retainer untuk melihat apakah ada bagian tajam yang dapat menimbulkan iritasi dan melukai bagian dalam mulut.

Pengobatan

Secara umum, stomatitis yang berupa luka pasti menimbulkan rasa sakit. Rasa sakit yang timbul saat makan maupun minum dapat diatasi dengan mengonsumsi makanan atau minuman yang tidak mengandung asam ataupun pedas agar tidak memperparah rasa sakit akibat stomatitis. Anda juga dapat berkumur menggunakan air dingin apabila Anda mengalami rasa terbakar dalam mulut Anda.

Pengobatan stomatitis tergantung dari jenis stomatitis yang Anda derita. Pengobatan stomatitis herpes dapat dilakukan dengan mengonsumsi obat antivirus jenis acyclovir yang dapat mengurangi lamanya waktu infeksi virus tersebut dalam tubuh Anda. Obat-obatan jenis acetaminophen juga dapat digunakan untuk mengurangi rasa sakit bahkan demam yang timbul akibat virus herpes.

Sedangkan untuk stomatitis aftosa umumnya tidak parah dan tidak membutuhkan pengobatan yang khusus. Apabila rasa sakit sangat terasa, obat-obatan krim yang berisi obat antinyeri atau antiradang dapat dioleskan pada stomatitis. Apabila stomatitis tidak kunjung sembuh, sebaiknya konsultasikan pada dokter gigi mengenai pengobatan apa yang harus Anda lakukan.

Pencegahan

Beberapa pencegahan stomatitis yang dapat Anda lakukan adalah:

  • Mengonsumsi air lebih banyak untuk mencegah mulut menjadi kering dan muncul stomatitis.
  • Menjaga kesehatan dan kebersihan rongga mulut.
  • Penggunaan dental wax untuk menutupi bagian kawat gigi dan retainer yang tajam.
  • Mengurangi kebiasaan menggigit pipi atau bibir yang dapat menimbulkan luka.
  • Apabila Anda menderita stres, cobalah untuk rileks sejenak untuk meredakan stres yang dapat memicu timbulnya stomatitis.
  • Untuk mencegah stomatitis aftosa, Anda dapat memperbanyak konsumsi makanan maupun suplemen yang mengandung vitamin B seperti brokoli, paprika, bayam, buah bit, asparagus, kacang-kacangan, maupun hati sapi.
  • Untuk mencegah herpes stomatitis herpes, hindari kontak maupun menggunakan alat makan, lipstick, atau pelembap bibir secara bersamaan dengan penderita herpes.
  • Menghindari menggunakan antiseptik kumur yang mengandung ethanol karena zat tersebut dapat mengiritasi rongga mulut dan menyebabkan sariawan.

Informasi Dokter

Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?

Sebaiknya Anda segera mengonsultasikan pada dokter gigi apabila stomatitis yang Anda derita menimbulkan rasa sakit yang mengganggu saat beraktivitas maupun ukurannya semakin membesar, bertambah banyak, atau semakin sering kambuh, terutama jika sering muncul di area yang sama.

Referensi

Healthline. https://www.healthline.com/health/stomatitis
Diakses pada 1 Desember 2018

MSDManual. https://www.msdmanuals.com/professional/dental-disorders/symptoms-of-dental-and-oral-disorders/stomatitis
Diakses pada 1 Desember 2018

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5367879
Diakses pada 1 Desember 2018

WebMD. https://www.webmd.com/oral-health/guide/stomatitis-causes-treatment#1
Diakses pada 1 Desember 2018

Back to Top