Stenosis Spinal

Ditulis oleh Aby Rachman
Ditinjau dr. Widiastuti
Stenosis spinal umumnya terjadi pada lanjut usia
Stenosis spinal adalah kondisi penyempitan tulang belakang yang dapat menyebabkan tekanan pada saraf dan terasa nyeri.

Pengertian Stenosis Spinal

Tulang belakang atau spinal adalah sekumpulan tulang yang disebut vertebra. Tulang belakang memberikan stabilitas dan sokongan tubuh bagian atas. Hal ini memungkinkan manusia untuk berbalik dan berputar. Tulang belakang menjaga saraf tulang belakang, yang memungkinkan untuk berdiri dan membungkuk. Stenosis spinal menyebabkan penyempitan pada tulang belakang. Penyempitan ini menimbulkan tekanan pada saraf dan bisa menyakitkan.

Stenosis spinal seringkali terjadi pada orang berusia lebih dari 50 tahun. Orang berusia lebih muda dengan cedera tulang belakang atau penyempitan saluran (kanal) tulang belakang  juga memiliki risiko terkena penyakit ini. Penyakit seperti arthritis dan skoliosis dapat juga menyebabkan stenosis spinal.

Beberapa orang dengan stenosis spinal mengalami gejalanya. Sementara itu, yang lainnya dapat mengalami rasa sakit, kesemutan, mati rasa dan kelemahan otot. Gejala dapat semakin memburuk seiring berjalannya waktu. Penanganannya dilakukan berdasarkan beratnya dampak stenosis spinal pada kualitas hidup pasien.

Penjelasan Lebih Lanjut

Gejala

Banyak orang memiliki stenosis spinal yang terlihat pada MRI atau CT scan, tapi mungkin tidak mengalami gejala karena penyempitan yang terjadi adalah minimal. Biasanya gejala timbul secara bertahap dan memburuk seiring berjalannya waktu, akibat saraf yang makin tertekan. Gejala stenosis spina tergantung dari lokasi stenosis dan saraf yang terdampak.

Stenosis spinal pada leher (tulang belakang bagian servikal):

  • Mati rasa atau kesemutan pada tangan, lengan, kaki atau telapak kaki
  • Kelemahan pada tangan, lengan, kaki atau telapak kaki
  • Masalah pada keseimbangan dan kemampuan berjalan
  • Sakit pada leher
  • Dalam kasus yang berat, muncul gangguan dalam mengontrol buang air besar dan buang air kecil (inkontinensia)

Stenosis spinal pada punggung bagian bawah (tulang belakang bagian lumbar):

  • Mati rasa atau kesemutan pada kaki
  • Kelemahan pada kaki
  • Sakit atau kram pada salah satu maupun kedua kaki ketika berdiri untuk waktu yang lama, ketika berjalan, yang biasanya membaik ketika membungkuk ke depan atau duduk
  • Sakit pada punggung

Penyebab

Penyebab paling umum dari stenosis spinal adalah proses penuaan. Proses degenerasi terjadi pada seluruh tubuh seiring bertambahnya usia. Jaringan dari tulang belakang akan mulai menebal, kemudian tulang akan membesar, sehingga menekan saraf. Kondisi seperti osteoarthritis (arthritis yang terjadi karena ke”ausan” sendi) dan rheumatoid arthritis, juga dapat berkontribusi terhadap stenosis spinal. Peradangan yang terjadi dapat menyebabkan tekanan pada saraf tulang belakang. Berikut ini kondisi-kondisi yang berpotensi mengakibatkan stenosis spinal:

  • Cacat tulang belakang cacat saat lahir
  • Saraf tulang belakang yang menyempit
  • Skoliosis (kelengkungan tulang belakang yang abnormal berbentuk S)
  • Penyakit Paget yang menyebabkan penghancuran dan pertumbuhan ulang dari tulang yang abnormal
  • Tumor tulang
  • Achondroplasia yang menyebabkan dwarfisme

Diagnosis

Untuk mendiagnosis stenosis spinal, dokter akan mengajukan pertanyaan mengenai tanda dan gejala, serta melakukan pemeriksaan fisik dan riwayat medis pasien. Dokter akan melakukan beberapa tes pencitraan berikut ini untuk membantu mengetahui penyebab dari gejala yang muncul.

  • X-ray (foto rontgen) dari tulang belakang, untuk memperlihatkan perubahan tulang, yang dapat mempersempit ruang dari kanal tulang belakang
  • MRI menggunakan gelombang magnetik yang kuat dan gelombang radio, untuk memproduksi gambar dari tulang belakang. Tes ini dapat mendeteksi kerusakan dari sendi dan ligamen dan adanya tumor. MRI dapat menunjukkan lokasi saraf yang tertekan.
  • CT scan atau CT Myelogram. Yaitu sebuah pemeriksaan  yang  mengkombinasikan gambar x-ray dari sudut yang berbeda untuk memproduksi gambar yang detail. CT Myelogram atau CT Scan dilakukan setelah pasien mendapatkan suntikan zat kontras. Kontras akan menunjukkan garis besar dari syaraf tulang belakang, dan dapat menunjukkan herniasi dari cakram tulang belakang, bone spurs/osteofit/pertumbuhan tulang ekstra pada ujung vertebra dan tumor.

Pengobatan

Penanganan untuk stenosis spinal tergantung dari lokasi stenosis dan beratnya tanda dan gejala yang dialami. Obat-obatan, terapi fisik, dekompresi, dan operasi, bisa menjadi pilihan penanganan.

Obat-obatan

Untuk mengobati peradangan dan sakit, dokter akan merekomendasikan obat yang dijual bebas seperti acetaminophen, aspirin, naproxen dan ibuprofen. Jika tidak membantu, dokter akan memberikan suntikan steroid pada saraf tulang belakang untuk meringankan peradangan dan sakit. Obat anestetik bisa menjadi pilihan lain untuk mengehentikan sakit pada area yang terinfeksi

Terapi Fisik

Seseorang dengan stenosis spinal umumnya kurang aktif berupaya meredakan sakit. Sebab, para penderita stenosis spinal mengalami kelemahan otot, yang menyebabkan sakit lebih berat. Dalam kondisi ini, terapi fisik bisa bermanfaat untuk:

  • Membangun kekuatan dan daya tahan
  • Menjaga fleksibilitas dan stabilitas tulang belakang
  • Meningkatkan keseimbangan

Prosedur Dekompresi

Prosedur ini menggunakan alat yang seperti jarum untuk mengangkat bagian dari ligamen yang menebal pada bagian belakang kolum tulang belakang. Tujuannya, untuk melebarkan ruangan pada kanal tulang belakang dan mengangkat akar saraf yang terjepit. Prosedur ini disebut percutaneous image-guided lumbar decompression  (PILD), atau yang sebelumnya disebut minimally invasive lumbar decompression (MILD).

Operasi

Operasi bisa ditempuh jika pengobatan lain tidak membantu, atau jika menjadi terbatas karena gejalanya. Salah satu tujuan operasi adalah untuk meringankan tekanan pada saraf tulang belakang atau akar saraf, dengan menciptakan lebih banyak ruang di kanal tulang belakang. Pembedahan untuk dekompresi area stenosis adalah cara paling pasti untuk mengatasi gejala dari stenosis spinal.

Prosedur operasi lain yang dapat dilakukan, meliputi tindakan-tindakan medis berikut ini.

  • Laminektomi:
    Prosedur ini dilakukan dengan mengangkat bagian belakang vertebra (lamina) yang terdampak. Laminektomi terkadang disebut operasi dekompresi karena dilakukan untuk mengurangi tekanan pada saraf dengan menciptakan ruangan di sekitar syaraf tersebut.  Pada beberapa kasus, vertebra yang terdampak mungkin perlu ditautkan pada vertebra yang berdampingan dengan perangkat keras, yang terbuat dari logam dan cangkok tulang (fusi spinal). Tindakan medis ini bertujuan untuk mempertahankan kekuatan dari tulang belakang. Prosedur ini biasanya dilakukan pada kasus stenosis spinal berat, terutama ketika beberapa tingkat dari tulang belakang terlibat.
  • Laminotomi:
    Prosedur ini hanya mengangkat sebagian dari lamina, dengan membuat lubang yang cukup besar untuk mengurangi tekanan pada saraf di titik tertentu.
  • Laminoplasti:
    Prosedur ini hanya dilakukan di vertebra servikal (pada leher).
  • Operasi dengan invasi minimal:
    Operasi ini dilakukan dengan mengangkat lamina atau tulang dengan cara tertentu, untuk mengurangi kerusakan pada jaringan sehat di sekitarnya, sehingga kebutuhan untuk dilakukannya fusi spinal berkurang.

Informasi Dokter

Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?

Temui dokter jika Anda mengalami gejala stenosis spinal.

Apa yang Akan Dilakukan Dokter pada Saat Konsultasi?

Dokter akan mengajukan pertanyaan-pertanyaan berikut ini. Sebaiknya Anda memberikan jawaban yang lengkap dan jelas, agar dokter bisa mendiagnosis lebih baik.

  • Kapan Anda merasakan gejalanya pertama kali?
  • Apakah gejalanya memburuk seiring berjalannya waktu?
  • Apakah ada orangtua atau saudara yang memiliki gejala serupa?
  • Apakah Anda memiliki masalah medis lain?
  • Obat atau suplemen apa yang Anda konsumsi secara teratur?
  • Apakah Anda pernah melakukan operasi tulang belakang atau mendapat suntikan sebelumnya?
  • Apakah Anda merasakan sakit? Di mana lokasinya?
  • Apakah ada posisi yang meringankan sakit atau memperburuknya?
  • Apakah Anda merasakan kelemahan, mati rasa atau kesemutan ?
  • Apakah Anda merasa ceroboh belakangan ini?
  • Apakah Anda memiliki kesulitan mengontrol buang air besar atau buang air kecil?
  • Perawatan apa yang pernah Anda coba sebelumnya?
Referensi

Healthline. https://www.healthline.com/health/spinal-stenosis#causes
diakses pada 11 Desember 2018.

Mayoclinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/spinal-stenosis/diagnosis-treatment/drc-20352966
diakses pada 11 Desember 2018.

Medlineplus. https://medlineplus.gov/spinalstenosis.html
diakses pada 11 Desember 2018.

WebMD. https://www.webmd.com/back-pain/treatments-for-spinal-stenosis#1
diakses pada 11 Desember 2018.

Back to Top