Staphylococcal Scalded Skin Syndrome

Ditinjau dr. Widiastuti
Infeksi bakteri Staphylococcus aureus menimbulkan kulit kemerahan, melepuh, hingga mengelupas.
Racun dari bakteri Staphylococcus aureus menyebabkan kulit kemerahan hingga mengelupas.

Pengertian Staphylococcal Scalded Skin Syndrome

SSSS (Staphylococcal scalded skin syndrome) adalah infeksi kulit serius yang disebabkan oleh bakteri Staphylococcus aureus. Bakteri ini menghasilkan racun eksfoliatif yang menyebabkan lapisan luar kulit melepuh dan mengelupas, seperti terbakar. SSSS merupakan penyakit yang jarang ditemui dan seringkali menyerang anak–anak usia <6 tahun, terutama bayi. Penyakit ini jarang sekali menyerang orang dewasa, kecuali pada orang dengan gagal ginjal atau mempunyai sistem kekebalan tubuh yang lemah. Seperti infeksi stafilokokus lainnya SSSS merupakan penyakit yang menular. Penyakit ini dapat menyebabkan kematian jika bakteri menyerang lebih dalam ke tubuh Anda, memasuki aliran darah, persendian, tulang, paru-paru, dan jantung. 

Penjelasan Lebih Lanjut

Gejala

Gejala-gejala awal yang dialami penderita SSSS antara lain adalah demam, kelelahan, meriang, lemas, berkurangnya nafsu makan, dan konjungtivitis (mata merah), serta kulit kemerahan yang menyebar keseluruh tubuh. Dalam 24 – 48 jam, lepuhan yang berisi cairan akan terbentuk. Lepuhan ini mudah pecah, dan menyebabkan daerah tersebut seperti terbakar. Area yang terinfeksi ini akan terasa lunak dan nyeri, serta dapat terjadi dehidrasi.

Karakteristik ruam pada SSSS meliputi :

  • Munculnya lipatan kulit yang serupa dengan lipatan kertas, diikuti dengan kemunculan lepuhan besar berisi cairan (bullae) pada ketiak, selangkangan (pangkal paha), disekitar hidung dan telinga.
  • Ruam menyebar ke bagian tubuh lain, termasuk lengan, kaki, dan badan. Pada bayi baru lahir, lesi dapat ditemukan pada daerah yang mengenakan popok, atau sekitar tali pusar.

Lapisan luar kulit (kulit ari) mulai mengelupas  dalam lembaran, meninggalkan area tersebut menjadi lembab, merah, lunak dan nyeri.

Penyebab

Stafilokokus aureus umumnya ditemukan pada kulit dan selaput lendir manusia, tetapi biasanya tidak menyebabkan infeksi ataupun penyakit. 

Penyebab SSSS adalah masuknya bakteri ke dalam tubuh melalui celah di kulit. Racun yang dihasilkan bakteri merusak kemampuan kulit untuk menyatu. Lapisan atas dari kulit kemudian terpisah dari lapisan yang lebih dalam dan menyebabkan pengelupasan kulit yang merupakan tanda khas dari SSSS.

Racun juga dapat masuk ke dalam aliran darah dan menyebabkan adanya reaksi pada seluruh kulit. Anak kecil, terutama bayi baru lahir memiliki risiko paling tinggi untuk terkena kondisi ini karena sistem kekebalan tubuh dan ginjal (untuk mengeluarkan racun dari dalam tubuh) yang belum berkembang dengan baik. Orang dewasa dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah dan fungsi ginjal yang buruk juga rentan terkena SSSS.

Bakteri ini dapat ditularkan dari orang ke orang, karena bakteri stafilokokus sangat kuat dan dapat hidup pada benda mati seperti pada sarung bantal atau handuk  serta bakteri ini tahan terhadap lingkungan yang kering, suhu ekstrim, daerah yang tingkat kadar garam tinggi.  

Diagnosis

Dokter umumnya mendiagnosis SSSS dengan uji klinis dan dengan melihat riwayat kesehatan Anda seperti melihat kondisi pengelupasan kulit setelah infeksi stafilokokus yang jelas.

Karena SSSS dapat serupa dengan kelainan kulit lain seperti impetigo bulosa dan jenis tertentu dari eksim, atau jika tidak terlihat adanya infeksi stafilokokus, maka Dokter mungkin akan melakukan biopsi kulit atau melakukan uji kultur bakteri untuk membuat diagnosis yang lebih akurat.

Dokter mungkin juga akan melakukan pemeriksaan darah dan mengambil sampel jaringan  dengan swab bagian dalam tenggorokan dan hidung.

Pengobatan

Pada banyak kasus, pengobatan SSSS biasanya membutuhkan rawat inap di rumah sakit. Unit yang menangani luka bakar dibutuhkan untuk menangani kondisi ini.

Pengobatannya biasanya terdiri dari :

  • Antibiotik oral atau intravena untuk mengobati infeksi. 
  • Obat penghilang rasa sakit seperti parasetamol.
  • Krim untuk melindungi kulit yang terbuka, seperti petroleum jelly untuk menjaga kulit agar tetap lembab.
  • Ketika lepuhan tersebut mengering dan mengeluarkan cairan, dehidrasi dapat menjadi masalah. Oleh karena itu, disarankan untuk minum banyak cairan dan elektrolit.
  • Bayi baru lahir yang terserang SSSS biasanya ditempatkan di dalam inkubator.

Penyembuhan biasanya dimulai 24-48 jam setelah perawatan dimulai. Pemulihan penuh akan berlangsung 5-7 hari kemudian.

Informasi Dokter

Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?

Segera konsultasikan ke dokter jika : 

  • Area kulit merah, iritasi, dan terasa sakit
  • Lepuhan yang disertai nanah
  • Demam
  • Infeksi kulit sudah ditularkan dari satu anggota keluarga ke anggota keluarga lainnya
Referensi

DermNet NZ. https://www.dermnetnz.org/topics/staphylococcal-scalded-skin-syndrome/
diakses pada 6 Desember 2018.

Healthline. https://www.healthline.com/health/scalded-skin-syndrome
diakses pada 6 Desember 2018.

MSD Manual. https://www.msdmanuals.com/professional/dermatologic-disorders/bacterial-skin-infections/staphylococcal-scalded-skin-syndrome
diakses pada 6 Desember 2018.

MayoClinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/staph-infections/symptoms-causes/syc-20356221
diakses pada 1 April 2019

Back to Top