Solusio Plasenta

Ditulis oleh Lenny Tan
Ditinjau dr. Reni Utari
Solusio plasenta adalah kondisi terpisahnya plasenta dari dinding rahim sebelum melahirkan

Pengertian Solusio Plasenta

Solusio plasenta adalah kondisi ketika sebagian atau seluruh plasenta terpisah dari dinding rahim bagian dalam sebelum waktu melahirkan. Sebagai akibatnya, asupan nutrisi dan oksigen pada janin akan berkurang atau terhambat. Perdarahan hebat pada ibu hamil juga dapat muncul.

Kondisi yang juga dikenal dengan nama abruptio plasenta ini umumnya terjadi pada trimester ketiga masa kehamilan. Namun tidak menutup kemungkinan untuk muncul setelah usia kehamilan mencapai 20 minggu.

Solusio plasenta seringkali terjadi secara tiba-tiba. Bila tidak mendapatkan penanganan secara saksama, kondisi ini dapat membahayakan janin maupun sang ibu.

Penjelasan Lebih Lanjut

Gejala

Solusio plasenta seringkali terjadi pada trimester terakhir pada masa kehamilan, terutama beberapa minggu sebelum waktu melahirkan. Gejala yang dialami oleh penderita juga berbeda-beda. Namun secara umum, gejalanya bisa berupa:

  • Munculnya perdarahan dari area vagina.
  • Nyeri pada area perut (abdominal) maupun bagian punggung, yang datang secara tiba-tiba.
  • Kontraksi pada rahim secara terus-menerus dan terasa sakit.
  • Munculnya gawat janin (fetal distress) yang ditandai dengan detak jantung janin yang tidak normal.

Penyebab

Hingga saat ini, penyebab pasti dari terjadinya solusio plasenta belum diketahui. Akan tetapi, para pakar menduga terdapat beberapa hal di bawah ini berpotensi menjadi pemicunya:

  • Trauma atau cedera pada bagian perut ibu, seperti kecelakaan, terjatuh, maupun kehilangan cairan ketuban).
  • Pernah menderita solusio plasenta pada kehamilan sebelumnya.
  • Memiliki kebiasaan merokok.
  • Tingginya tekanan darah selama masa kehamilan, sehingga menimbulkan preeklampsia maupun eklampsia.
  • Menggunakan kokain selama masa kehamilan.
  • Memiliki penyakit kencing manis (diabetes).
  • Ibu hamil berada pada usia di atas 40 tahun.
  • Sedang mengandung lebih dari satu bayi (mengandung bayi kembar).
  • Adanya infeksi pada cairan ketuban selama masa kehamilan (chorioamnionitis).
  • Timbulnya ketuban pecah secara dini, sehingga menyebabkan kebocoran cairan ketuban sebelum masa kehamilan berakhir.

Diagnosis

Beberapa metode pemeriksaan yang dapat dilakukan oleh dokter untuk memastikan diagnosis solusio plasenta meliputi:

  • Pemeriksaan fisik guna mengecek kondisi rahim.
  • Tes darah dan tes urine untuk melihat apakah Anda mengalami perdarahan pada area vagina (vaginal bleeding), yang merupakan salah satu gejala solusio plasenta.
  • Pemeriksaan dalam pada vagina dan serviks (leher rahim) dengan menggunakan spekulum.
  • Pemeriksaan ultrasound (USG) guna melihat kondisi rahim Anda, mengetahui lokasi perdarahan, serta memeriksa keadaan janin.
  • Pemeriksaan detak jantung janin.

Meski demikian, diagnosis solusio plasenta kerap tidak dapat dipastikan hingga bayi telah lahir. Pada saat ini, plasenta akan keluar bersama bekuan atau gumpalan darah yang tampak tidak segar. Plasenta umumnya akan dikirim ke laboratorium untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Pengobatan

Secara keseluruhan, solusio plasenta terjadi pada satu dari 100 kehamilan di seluruh dunia. Pengobatan harus dilakukan secara tepat untuk mencegah komplikasi pada ibu dan bayi, termasuk kematian.

Setengah dari kasus-kasus tersebut dapat dikategorikan sebagai kasus ringan dan bisa dirawat dengan pengawasan ketat oleh dokter. Sedangkan separuh lainnya dikategorikan sebagai tingkat sedang hingga parah.

Pada kasus solusio plasenta, tidak ada prosedur yang memungkinkan dokter untuk kembali merekatkan plasenta yang sudah terlepas. Akan tetapi, pengobatan masih dapat dilakukan meski bergantung pada tingkat keparahan kondisi, jumlah perdarahan, lokasi terlepasnya plasenta, serta usia kehamilan. Berikut penjelasannya:

  • Apabila solusio plasenta termasuk ringan, detak jantung bayi normal, dan terlalu dini untuk melahirkan (umumnya usia kehamilan dibawah 34 minggu), langkah pengobatan biasanya adalah menjalani rawat inap untuk memantau kondisi ibu dan janin secara ketat. Jika perdarahan sudah berhenti dan kondisi janin stabil, prosedur rawat jalan juga dapat dilakukan. Dalam beberapa kasus, obat-obatan guna memperkuat paru-paru bayi juga dapat diberikan sebagai antisipasi bila kelahiran prematur diperlukan.
  • Apabila solusio plasenta terjadi pada usia kehamilan di atas 34 minggu dan termasuk ringan, persalinan normal (vaginal delivery) dengan pengawasan ketat dapat dilakukan. Akan tetapi, bila solusio plasenta yang terjadi tergolong parah serta membahayakan kesehatan ibu dan janin, operasi caesar harus segera dilakukan. Transfusi darah juga mungkin diperlukan jika perdarahan sangat banyak.

Abruotio plasenta dapat sangat berbahaya dan mengancam nyawa ibu maupun bayinya. Beberapa komplikasi yang dapat terjadi apabila solusio plasenta tidak ditangani secara cepat meliputi:

  1. Komplikasi pada ibu
    • Kehilangan banyak darah, sehingga memerlukan transfusi darah.
    • Mengalami shock akibat kehilangan banyak darah.
    • Mengalami gagal ginjal ataupun gagal organ lain karena kehilangan banyak darah.
    • Mengalami masalah pembekuan darah (disseminated intravascular coagulation).
    • Kematian.
  2. Komplikasi pada bayi
    • Lahir prematur.
    • Tidak mendapatkan oksigen yang cukup.
    • Pertumbuhan yang terhambat akibat tidak mendapatkan nutrisi yang cukup.
    • Bayi dapat meninggal setelah dilahirkan (stillbirth).
    • Kematian.

Pencegahan

Solusio plasenta tidak dapat dicegah. Meski begitu, Anda dapat mengurangi risikonya dengan mengeliminasi faktor-faktor yang berpotensi menimbulkan kondisi ini. Berikut contohnya:

  • Berhenti merokok.
  • Tidak menggunakan obat-obatan terlarang, seperti kokain, terutama selama masa kehamilan.
  • Memperhatikan keamanan Anda selama masa kehamilan dengan mencegah cedera pada area perut.
  • Mengonsumsi asam folat yang cukup selama masa kehamilan.
  • Segera berkonsultasi pada dokter apabila Anda memiliki tekanan darah tinggi.

Informasi Dokter

Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?

Segera lakukan konsultasi dengan dokter apabila Anda mengalami gejala-gejala yang mengarah pada solusio plasenta, khususnya perdarahan pada trimester ketiga kehamilan.

Referensi

WebMD. https://www.webmd.com/baby/what-is-placental-abruption#1
Diakses pada 20 April 2019

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/placental-abruption/symptoms-causes/syc-20376458
Diakses pada 20 April 2019

American Pregnancy. https://americanpregnancy.org/pregnancy-complications/placental-abruption/
Diakses pada 20 April 2019

Better Health Channel. https://www.betterhealth.vic.gov.au/health/healthyliving/placental-abruption
Diakses pada 20 April 2019

Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/9435-placental-abruption
Diakses pada 20 April 2019

Medlineplus. https://medlineplus.gov/ency/article/000901.htm
Diakses pada 20 April 2019

Healthline. https://www.healthline.com/health/pregnancy/complications-placental-abruption
Diakses pada 20 April 2019

Back to Top