Skorbut adalah penyakit yang terjadi ketika seseorang mengalami kekurangan vitamin C yang berat dari asupan makan. Skorbut paling sering diderita oleh orang tua yang asupan makannya kurang bernutrisi.

Vitamin C adalah nutrisi penting yang dibutuhkan tubuh karena berperan penting dalam perkembangan dan fungsi beberapa struktur tubuh seperti:

  • Pembentukan protein kolagen, yaitu protein yang berperan untuk memberikan struktur dan kestabilan pada jaringan ikat
  • Metabolism protein dan kolesterol
  • Penyerapan zat besi
  • Efek antioksidan terhadap radikal bebas
  • Penyembuhan luka
  • Membentuk neurotransmitter seperti dopamin dan epinefrin

Skorbut telah dikenal sejak zaman Yunani dan Mesir purbakala. Penyakit ini juga sempat ‘booming’ saat kelaparan di Irlandia tahun 1845 yang disebabkan kekurangan pasokan kentang dan pada perang Amerika.

Pada tahun 2002, kasus skorbut juga sempat mencuat di Afganistan karena peperangan dan kekeringan.

Namun pada zaman yang semakin modern ini, kasus skorbut termasuk langka, terutama di negara yang bahan makanan roti dan sereal telah difrtifikasi dengan vitamin C.

Walaupun terdengar sepele, skorbut tidak dapat dipandang sebelah mata karena bila tidak ditangani dengan baik skorbut dapat menyebabkan masalah fatal.

Gejala skorbut baru akan muncul bila seseorang mengalami kekurangan vitamin C berat selama setidaknya 4 minggu sampai beberapa bulan.

Gejala awal dari skorbut yang harus Anda waspadai adalah:

  • Rasa lemah
  • Rasa lelah yang tidak dapat dijelaskan penyebabnya
  • Penurunan berat badan
  • Iritabilitas (mudah marah, mudah tersinggung,dll)
  • Nyeri pada kaki
  • Demam yang tidak terlalu tinggi

Gejala skorbut yang dapat dialami ketika seseorang mengalami kekurangan vitamin C berat selama 1-3 bulan yaitu:

  • Anemia
  • Peradangan gusi atau gingivitis yang bergejala sebagai gusi merah, nyeri, dan mudah berdarah
  • Perdarahan pada kulit atau perdarahan di bawah kulit
  • Benjolan menyerupai memar di sekitar folikel rambut
  • Memar berwarna merah kebiruan sampai gelap yang besar, seringkali terbentuk di tungkai dan kaki
  • Karies gigi
  • Pembengkakan sendi yang terasa nyeri
  • Sesak napas
  • Nyeri dada
  • Mata menjadi kering, mudah iritasi, dan terjadi perdarahan pada bagian bagian putih mata
  • Luka sulit menyembuh dan gangguan sistem imun
  • Lebih sensitif terhadap cahaya
  • Pandangan kabur
  • Perubahan mood (mudah marah dan depresi)
  • Perdarahan saluran cerna
  • Sakit kepala

Penyebab skorbut adalah kekurangan vitamin C yang dikarenakan pola makan yang salah. Faktor risiko yang membuat seseorang rentan mengalami skorbut antara lain:

  • Anak-anak atau orang tua berusia di atas 65 tahun
  • Konsumsi alkohol setiap hari
  • Penyalahgunaan obat-obatan terlarang
  • Hidup sendirian
  • Pola makan tertentu dengan diet yang terlalu ketat
  • Upah yang rendah sehingga tidak bisa membeli makanan bernutrisi
  • Tidak mempunyai rumah tetap tempat tinggal atau merupakan seorang pengungsi
  • Tinggal di tempat yang sulit mendapatkan buah dan sayur-sayuran
  • Mengalami gangguan mental atau gangguan makan tertentu (salah satu contohnya takut makan karena takut gemuk)
  • Kondisi gangguan sistem saraf tertentu
  • Mengalami penyakit peradangan usus (IBD, IBS, penyakit Crohn, colitis ulseratifa
  • Kondisi pencernaan atau metabolik tertentu
  • Gangguan imunitas
  • Tinggal dan hidup lama di tempat dimana budaya orang sekitar lebih banyak makanan tinggi karbohidrat
  • Mengalami diare kronis
  • Mengalami dehidraso
  • Merokok
  • Mendapat kemoterapi dan terapi radiasi
  • Menjalani cuci darah
  • Mengalami gagal ginjal

Sebelum menegakkan diagnosis skorbut, dokter akan melakukan beberapa hal berikut:

  • Menanyakan beberapa pertanyaan seputar gejala yang Anda rasakan
  • Melakukan pemeriksaan fisik
  • Melakukan pemeriksaan penunjang seperti pemeriksaan level vitamin C Anda dalam darah

Tidak terdapat pengobatan spesifik untuk sindrom kelelahan kronis, namun setidaknya terdapat cara untuk meminimalisir gejala yang Anda alami.

Penanganan sindrom ini berfokus pada meredakan gejala. Dokter mungkin meresepkan obat anti-depresan dosis rendah untuk memperbaiki kualitas tidur dan meredakan nyeri yang Anda alami.

Terapi lain yang mungkin dianjurkan dokter untuk mengatasi sindrom kelelahan kronis adalah:

  • Latihan kognitif: pada metode ini, Anda akan berbicara dengan konselor Anda untuk membantu Anda menentukan cara mengatasi hambatan yang Anda rasakan akibat sindrom kelelahan kronis.
  • Latihan bertahap: pada metode ini terapis fisik akan membantu Anda menentukan tipe olahraga apa yang tepat buat Anda, Meningkatkan intensitas olahraga secara perlahan dan bertahap membantu tubuh Anda menyesuaikan diri sehingga diharapkan makin lama Anda dapat melakukan olahraga seperti pada umumnya.

Bila tidak ditangani dengan baik dan cepat, skorbut dapat menyebabkan komplikasi fatal yang terdiri dari:

  • Kulit dan mata menjadi kuning
  • Rasa nyeri dan pembengkakan di seluruh tubuh
  • Terjadi hemolisis, yaitu keadaan dimana sel darah merah mengalami pecah
  • Demam
  • Gigi lepas
  • Perdarahan organ dalam
  • Neuropati atau rasa baal dan nyeri di kaki bagian bawah dan tangan
  • Kejang
  • Kerusakan fungsi organ
  • Gangguan kesadaran
  • Kematian

Segeralah berkonsultasi ke dokter bila Anda mengalami gejala skorbut.

Sebelum pemeriksaan, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:

  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan
  • Catat apa saja riwayat penyakit yang pernah atau sedang Anda derita dan riwayat penyakit pada keluarga
  • Catat obat-obatan atau vitamin yang secara rutin Anda konsumsi, baik obat resep maupun obat yang dibeli secara bebas di toko obat, termasuk obat herbal
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter

Saat pemeriksaan, dokter mungkin akan mengajukan beberapa pertanyaan berikut ini:

  • Apa saja gejala yang Anda alami?
  • Bagaimana dengan pola makan Anda selama ini?
  • Apa saja riwayat penyakit yang sedang atau pernah Anda derita?
  • Apa saja pengobatan yang sudah Anda dapatkan?

Selanjutnya dokter akan melakukan pemeriksaan fisik, dan mungkin menganjurkan beberapa pemeriksaan penunjang untuk mendiagnosis penyakit skorbut.

MedlinePlus. https://medlineplus.gov/ency/article/000355.htm
Diakses pada 18 Desember 2019

Healthline. https://www.healthline.com/health/scurvy
Diakses pada 18 Desember 2019

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/155758.php
Diakses pada 18 Desember 2019

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/chronic-fatigue-syndrome/diagnosis-treatment/drc-20360510
Diakses pada 18 Desember 2019

Artikel Terkait