Mata

Skleritis

Diterbitkan: 28 Jan 2019 | Lenny TanDitinjau oleh dr. Reni Utari
image Skleritis
Gejala yang paling sering ditemui oleh penderita skleritis adalah pandangan kabur dan mata nyeri.
Skleritis adalah peradangan yang terjadi pada bagian putih dari bola mata (sklera), yaitu lapisan jaringan yang melindungi mata. Terdapat beberapa tipe skleritis berdasarkan lokasi sklera yang mengalami peradangan, yaitu di bagian depan sklera (anterior) atau bagian belakang sklera (posterior). Skleritis anterior merupakan bentuk skleritis yang paling umum. Subtipe skleritis anterior mencakup skleritis anterior nodular, skleritis anterior nekrosis dengan peradangan, dan skleritis anterior nekrosis tanpa peradangan.
Skleritis
Dokter spesialis Mata
Gejala skleritis antara lain:
  • Mata terasa nyeri.
  • Pandangan menjadi kabur.
  • Keluarnya air mata tanpa diketahui sebabnya.
  • Mata menjadi sensitif terhadap cahaya.
  • Mata berwarna kemerahan.
  • Ada tonjolan kecil pada bagian putih dari bola mata.
Penyebab skleritis adalah gangguan autoimun, yaitu ketika sistem pertahanan tubuh menyerang jaringannya sendiri. Skleritis dapat juga terjadi karena adanya infeksi pada mata, cedera mata, atau parasit.
Dokter mata akan meninjau riwayat kesehatan dan melakukan pemeriksaan mata dan melakukan evaluasi laboratorium untuk mendiagnosis skleritis. Dokter mungkin akan bertanya apakah anda pernah menjalani operasi mata sebelumnya. Dokter akan melakukan beberapa tes untuk mendiagnosis skleritis, antara lain tes ultrasonografi, melakukan pemeriksaan darah, dan melakukan biopsi pada sklera.
Tujuan pengobatan skleritis adalah meredakan dan menyembuhkan peradangan, sebelum terjadi kerusakan permanen pada mata. Perawatan lebih awal dengan obat diperlukan untuk mencegah komplikasi. Jika tidak diobati, penyakit ini dapat menyebabkan kehilangan sebagian atau seluruh penglihatan. Obat-obatan yang digunakan untuk mengobati skleritis antara lain:
  • Obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID)
  • Pil kortikosteroid (seperti prednison), jika NSAID tidak mengurangi peradangan
  • Glukokortikoid oral
  • Obat imunosupresif dengan glukokortikoid oral
  • Antibiotik, untuk mencegah atau mengobati infeksi sklera
  • Obat antijamur
Beberapa pencegahan yang dapat Anda lakukan adalah :
  • Jangan mengucek mata
  • Hindari penggunaan softlens sementara waktu
  • Hindari penggunaan makeup yang berlebihan pada mata
  • Gunakan kacamata hitam jika berpergian untuk melindungi mata dari kontaminasi
Jika merasakan gejala diatas, segera konsultasikan ke dokter mata.
Hal-hal yang perlu ditanyakan ketika bertemu dengan dokter 
  • Apa penyebab dari gejala saya ini ?
  • Apakah keluhan tersebut bersifat sementara atau permanen ?
  • Hal apa saja yang perlu saya hindari ?
Dokter Anda mungkin akan mengajukan pertanyaan seperti :
  • Sejak kapan gejalas tersebut muncul ?
  • Apakah anda memiliki kebiasaan untuk mengucek mata ?
  • Apakah yang dapat meringankan gejala Anda ?
  • Apakah yang dapat memperburuk gejala Anda ?
Healthline. https://www.healthline.com/health/scleritis#types
diakses pada 22 Oktober 2018.
Web MD. https://www.webmd.com/eye-health/scleritis-facts#1
diakses pada 22 Oktober 2018.
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email

Artikel Terkait

Cara Membedakan Bercak Putih di Mata Akibat Ulkus Kornea dan Katarak

Ulkus kornea dan katarak sama-sama memunculkan luka berupa bercak bintik putih yang ada di mata. Lantas, apa beda kedua masalah mata ini?
08 May 2019|Anita Djie
Baca selengkapnya
penyebab bercak bintik putih yang ada di mata adalah katarak atau ulkus kornea

Ini Jenis Makanan untuk Penderita Autoimun Seperti Ashanty

Ashanty mengabarkan dirinya menderita penyakit autoimun. Meski belum ada cara ampuh untuk mengobatinya, penyakit ini dikatakan dapat dikendalikan melalui pola makan yang tepat. Apa saja makanan untuk penderita autoimun yang boleh dan tidak boleh dikonsumsi?Baca selengkapnya
Makanan untuk penderita autoimun seperti Ashanti sebaiknya diperhatikan

Apakah Mata Minus Bisa Sembuh dengan Kacamata Berlensa Khusus?

Banyak orang bertanya apakah mata minus bisa sembuh setelah dilakukan perawatan seperti menggunakan kacamata berlensa khusus maupun dengan prosedur lasik. Jawabannya tidak, namun ada sejumlah cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi dan menghambat perkembangannya.
06 Oct 2020|Bayu Galih Permana
Baca selengkapnya
Mata minus merupakan gangguan mata yang tidak bisa disembuhkan sepenuhnya