Skizofrenia

Ditinjau dr. Miranda Rachellina
Penderita sering kali tidak menyadari bahwa dirinya bermasalah, maka jika Anda merasa terdapat orang lain dengan gejala yang dijelaskan sebelumnya, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter.
Penderita gangguan mental skizofrenia mengalami halusinasi dan delusi yang merupakan produk imajinasi, sering kali penderita tidak menyadari gangguan yang dialami. Oleh karenanya, penting bagi orang-orang di sekitarnya untuk segera merujuk penderita ke dokter dan ahli kesehatan mental.

Pengertian Skizofrenia

Skizofrenia adalah gangguan mental yang berlangsung dalam jangka waktu yang lama. Penderita biasanya tidak dapat membedakan imajinasi dari kenyataan yang ada serta tidak dapat menafsirkan realita secara normal. Penderita juga memiliki pikiran dan perilaku yang tidak lazim yang dapat mengganggu fungsi (aktivitas) kehidupan sehari-hari. Penanganan seumur hidup dibutuhkan oleh penderita agar dapat mengendalikan gejala-gejala yang dialami. 

 

Penjelasan Lebih Lanjut

Gejala

Gejala skizofrenia terbagi menjadi empat bagian, yaitu:

  • Gejala suasana hati (mood), penderita terkadang merasa senang atau sedih dalam cara yang sulit dimengerti, terkadang penderita dapat merasa murung atau tertekan. 

  • Gejala negatif, berupa berkurangnya berbagai macam emosi yang dirasakan dan ditampilkan, berkurangnya kemampuan untuk berbicara (poverty of speech), dan berkurangnya minat serta motivasi. Penderita skizofrenia memiliki keinginan untuk tetap menjadi lesu dan malas serta tidak memiliki keinginan untuk mengubah hal tersebut (inertia).  

  • Gejala positif, meliputi gejala-gejala psikosis, seperti halusinasi (biasanya dalam bentuk suara-suara atau auditori), delusi, serta perilaku dan cara berbicara yang tidak teratur. 

  • Gejala kognitif, berkurangnya fungsi neuro kognitif, seperti berkurangnya fungsi memori dan atensi, kemampuan untuk mengatur serta berpikir abstrak, dan sebagainya. Penderita juga mungkin dapat mengalami kesulitan dalam menangkap dan memahami signal-signal atau tanda-tanda dalam hubungan interpersonal. 

Berdasarkan Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders edisi kelima (DSM-5) yang menjadi panduan untuk Asosiasi Psikiater Amerika (American Psychiatrist Association), gejala dari individu yang mengalami skizofrenia adalah adanya:

  • Halusinasi
  • Delusi
  • Ketidakteraturan dalam cara berbicara
  • Gejala negatif
  • Ketidakteraturan dalam berperilaku atau perilaku katatonia (menjadi tidak responsif terhadap rangsangan luar dan tidak mampu untuk bergerak secara normal meskipun dalam keadaan sadar). 

Penyebab

Tidak diketahui penyebab pasti dari gangguan mental ini. Namun, faktor yang mungkin memengaruhi skizofrenia adalah:

  • Faktor biologis, adanya zat-zat kimia tertentu dalam otak, seperti dopamin dan glutamat yang dapat berkontribusi terhadap skizofrenia. 

  • Faktor genetik, individu dengan riwayat keluarga yang memiliki skizofrenia lebih mungkin untuk mengalami skizofrenia.

  • Faktor lingkungan, individu yang saat remaja pernah mengonsumsi obat-obatan yang mampu mengubah persepsi dan pemikiran (psikoaktif atau psikotropik) lebih mungkin untuk mengalami skizofrenia. 

Diagnosis

Berdasarkan DSM-5, individu akan didiagosis mengalami skizofrenia, jika individu:

  • Mengalami setidaknya dua gejala dari gejala-gejala skizofrenia yang tertera di DSM-5 (dapat dilihat pada bagian "gejala"). 
  • Salah satu dari kedua gejala yang dialami haruslah terdapat halusinasi, delusi, atau ketidakteraturan dalam cara berbicara. 
  • Gejala-gejala yang dialami harus terus-menerus ada selama setidaknya enam bulan.
  • Terdapat kejadian gejala-gejala etap aktif selama setidaknya satu bulan (dapat berkurang jika penanganan yang diberikan berhasil) yang menyebabkan gangguan di pekerjaan dan sosial individu.
  • Gejala-gejala yang dialami tidak dapat dijelaskan dengan kondisi lainnya.

Selain mendiagnosis menggunakan DSM-5, dokter dan ahli kesehatan mental lainnya biasanya juga melakukan beberapa hal lainnya, seperti:

  • Evaluasi kejiwaan, yaitu pemeriksaan kesehatan mental dengan mengamati penampilan, sikap atau memberikan beberapa pertanyaan mengenai suasana hati, delusi, halusinasi, penggunaan zat-zat tertentu, informasi mengenai latar belakang diri dan keluarga, serta kemungkinan potensi untuk membahayakan diri sendiri atau orang lain.
  • Melakukan pemeriksaan fisik, tes MRI, atau CT Scan untuk mengetahui kesehatan medis individu lainnya.

Pengobatan

Pada penanganan medikasi, jenis obat yang biasanya digunakan untuk mengatasi penderita skizofrenia adalah jenis obat-obatan antipsikotik. Saat penderita skizofrenia tidak meresponi pemberian medikasi, maka terapi elektrokonvulsif (electroconvulsive therapy) dapat dipertimbangkan. 

Selain itu, penderita juga dapat diberikan terapi individual (contoh, terapi perilaku kognitif -cognitive behavioral therapy-)terapi keluarga, pelatihan keterampilan sosial, dan rehabilitasi. Terapi berguna untuk membantu memperbaiki cara pikir penderita, mengatasi stres, belajar berinteraksi sosial, dan mempersiapkan penderita agar dapat kembali terjun ke masyarakat.

Namun, jika kondisi yang dialami sangat parah, penderita biasanya akan dirawat inap agar penderita tidak membahayakan diri sendiri maupun orang lain. 

Jika Anda mengalami skizofrenia, maka terdapat beberapa hal yang dapat Anda lakukan, yaitu:

  • Tetap mengikuti penanganan yang diberikan dan fokus dengan tujuan untuk menjadi lebih baik.
  • Berbicara dengan orang-orang terdekat Anda mengenai masalah yang dihadapi atau mengikuti komunitas-komunitas dengan orang-orang yang mengalami hal yang serupa agar dapat berdiskusi dan saling mendukung satu sama lainnya.
  • Meminta bantuan kepada orang lain atau organisasi-organisasi tertentu yang dapat membantu Anda untuk memenuhi kehidupan sehari-hari Anda, seperti transportasi, tempat tinggal, dan sebagainya.
  • Mempelajari tentang kondisi yang Anda alami. 
  • Mempelajari teknik-teknik untuk mengatur stres dan relaksasi, seperti meditasi, yoga, dan sebagainya.
  • Menerapkan pola hidup sehat, seperti mengonsumsi makanan yang bergizi, istirahat yang cukup, dan berolahraga secara teratur. 
  • Menghindari alkohol, rokok, dan narkotika.
  • Menyadari gejala-gejala kambuhnya gangguan agar dapat segera ditangani sebelum makin parah.

Jika Anda memiliki orang-orang terdekat yang mengalami skizofrenia, Anda harus bersabar menemani dan mendukung penderita. Jangan menyalahkan dan marah terhadap kondisi yang dialami oleh penderita. Bantu penderita dengan mengawasi ada tidaknya gejala-gejala kambuh (relapse), memperhatikan konsumsi obat secara teratur, serta melihat ada tidaknya perkembangan dari penanganan yang dilakukan.

Pencegahan

Tidak ada cara pasti untuk mencegah skizofrenia. Namun, dengan tetap mengikuti penanganan yang diberikan, penderita dapat mencegah gangguan skizofrenia kambuh kembali. Jika Anda melihat orang lain dengan gejala seperti yang dijelaskan sebelumnya, segeralah menghubungi dokter dan ahli kesehatan mental lainnya sebelum gejala tersebut semakin parah. 

Informasi Dokter

Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?

Penderita sering tidak menyadari bahwa dirinya bermasalah, oleh karenanya jika Anda mengetahui  atau melihat orang-orang terdekat Anda dengan gejala yang dijelaskan sebelumnya, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter dan ahli kesehatan mental lainnya. Terutama jika orang-orang terdekat Anda memiliki keinginan untuk bunuh diri atau melakukan percobaan bunuh diri. 

Apa yang Perlu Dipersiapkan Sebelum Berkonsultasi dengan Dokter?

Sebelum berkonsultasi, sebaiknya persiapkan terlebih dahulu data-data penderita, seperti daftar gejala yang dialami, informasi pribadi penderita, obat-obatan atau zat-zat yang dikonsumsi, serta pertanyaan ke dokter dan ahli kesehatan mental lainnya, seperti:

  • Apa penyebab dari gejala yang dialami?
  • Apa penanganan yang tepat untuk menangani gejala-gejala yang dialami?
  • Apakah terdapat tes-tes yang harus saya jalani?
  • Apakah terdapat cara yang dapat saya lakukan untuk mengatasi gejala yang saya alami?
  • Bagaimana orang-orang terdekat saya dapat membantu saya?
  • Apakah terdapat brosur, website, atau materi-materi tercetak yang bisa saya peroleh seputar kondisi yang saya alami?

Apa yang Akan Dilakukan Dokter pada Saat Konsultasi?

Saat berkonsultasi, biasanya dokter dan ahli kesehatan mental lainnya akan bertanya, seperti:

  • Gejala apa saja yang dialami oleh Anda atau dilihat oleh orang di sekitar Anda?
  • Kapan gejala tersebut muncul?
  • Apakah terdapat anggota keluarga yang didiagnosis dengan skizofrenia?
  • Apakah Anda pernah berbicara atau terpikir untuk bunuh diri?
  • Apakah gejala muncul secara terus menerus?
  • Apakah Anda atau orang terdekat Anda dapat beraktivitas secara normal dalam keseharian Anda? 
  • Obat apa saja yang Anda konsumsi?
  • Apakah Anda pernah didiagnosis dengan kondisi medis lain?
Referensi

Mayo Clinic. 
https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/schizophrenia/symptoms-causes/syc-20354443
Diakses pada 18 Oktober 2018

Medscape.
https://emedicine.medscape.com/article/288259-overview
https://emedicine.medscape.com/article/1154851-overview
Diakses pada 18 Maret 2019

NHS.
https://www.nhs.uk/conditions/schizophrenia/
Diakses pada 18 Oktober 2018

Back to Top