Saraf

Skiatika

Diterbitkan: 07 Apr 2021 | dr. Levina FeliciaDitinjau oleh dr. Reni Utari
image Skiatika
Saraf skiatik yang terjepit membentang dari punggung bagian bawah hingga kaki.
Skiatika adalah nyeri yang ditimbulkan ketika saraf skiatik atau saraf yang membentang dari punggung bagian bawah atau pinggul ke kaki terganggu. Kondisi ini biasanya terasa sangat sakit dan akan membaik dalam 4-6 minggu atau dapat bertahan lebih lama. Skiatika biasanya hanya mempengaruhi salah satu sisi tubuh.Saraf skiatik adalah saraf terpanjang dalam tubuh yang berfungsi mengontrol otot di bagian belakang lutut dan kaki bagian bawah, serta memberikan respons perasaan ke bagian belakang paha, bagian bawah kaki dan telapak kaki. Ketika saraf ini terganggu, seseorang akan mengalami skiatika. Skiatika biasanya terjadi pada orang-orang berusia 30 sampai 50 tahun.Skiatika paling sering terjadi ketika saraf yang terjepit, serpihan tulang di saraf tulang belakang, atau penyempitan saraf tulang belakang (stenosis spinal) menjepit bagian saraf. Hal ini akan menyebabkan nyeri, peradangan, dan kadang rasa baal pada kaki yang terkena.Meskipun nyeri yang berkaitan dengan skiatika dapat bersifat parah, kebanyakan kasus membaik dengan terapi non-operatif dalam beberapa minggu. Pasien dengan skiatika berat yang berkaitan dengan kelemahan pada kaki atau gangguan berkemih dan buang air besar dapat menjadi kandidat terapi dengan metode operasi. 
Skiatika
Dokter spesialis Saraf
GejalaNyeri yang menjalar dari punggung bawah ke bokong hingga anggota tubuh bagian bawah, nyeri makin memburuk saat bergerak, mati rasa atau kelemahan pada kaki
Faktor risikoPerubahan tulang belakang terkait usia, meningkatnya tekanan tulang belakang akibat obesitas, profesi yang melibatkan gerakan memutar punggung atau mengangkat barang berat untuk waktu yang lama
Metode diagnosisPemeriksaan fisik, CT scan, MRI
PengobatanTerapi fisik, obat-obatan, operasi
ObatAspirin, ibuprofen, naproxen
KomplikasiMati rasa di kaki, kelemahan kaki, hilangnya kontrol kandung kemih atau usus
Kapan harus ke dokter?Mengalami gejala skiatika lebih dari 1 minggu dan bertambah berat
Gejala skiatika biasanya berupa rasa sakit yang menjalar dari punggung bawah melalui daerah bokong ke anggota tubuh bagian bawah. Skiatika disebabkan oleh kerusakan atau cedera pada saraf skiatik, sehingga gejala lain kerusakan saraf biasanya timbul dengan disertai rasa sakit. Gejala skiatika yang lain di antaranya adalah:
  • Rasa sakit yang semakin memburuk saat bergerak.
  • Mati rasa atau kelemahan pada kaki yang terasa di sepanjang jalur saraf skiatik. Dalam kasus yang berat, seseorang akan mengalami kelumpuhan.
  • Sensasi tertusuk yang melibatkan kesemutan yang menyakitkan di jari-jari kaki atau telapak dan punggung kaki.
  • Inkontinensia atau ketidakmampuan mengendalikan buang air besar atau buang air kecil. Kondisi ini merupakan gejala yang jarang dari sindrom kauda equina, dan kondisi ini memerlukan pengobatan.
 
Penyebab skiatika yang utama adalah terjepitnya saraf skiatik. Hal ini biasanya terjadi karena beberapa hal berikut ini:
  • Herniasi (pergerseran jaringan) cakram tulang belakang atau oleh karena pertumbuhan tulang berlebihan pada vertebra (tulang–tulang dari tulang belakang).
  • Saraf yang terjepit oleh tumor atau rusak oleh penyakit seperti diabetes
  • Cakram tulang belakang yang pecah
  • Penyempitan kanal tulang belakang yang menekan saraf (stenosis spinal)
  • Spondylolisthesis
  • Sindrom piriformis yang merupakan gangguan neuromuskular yang jarang
  • Cedera seperti patah tulang
 

Faktor risiko skiatika

Faktor risiko dari skiatika antara lain:
  • Penuaan

Perubahan tulang belakang yang berhubungan dengan usia seperti herniasi cakram tulang belakang dan pertumbuhan berlebihan dari vertebra merupakan penyebab paling umum dari skiatika.
  • Obesitas (berat badan berlebih)

Dengan meningkatnya tekanan pada tulang belakang, kelebihan berat badan dapat berkontribusi pada perubahan tulang belakang yang memicu terjadinya skiatika.
  • Faktor pekerjaan

Pekerjaan yang membutuhkan gerakan memutar punggung, mengangkat beban berat atau mengendarai kendaraan bermotor dalam jangka waktu yang lama.
  • Diabetes

Menderita diabetes dapat meningkatkan risiko terjadinya kerusakan pada saraf.
  • Terlalu banyak duduk

Orang yang terlalu banyak duduk lebih sering mengalami skiatika daripada orang yang aktif.
  • Merokok

Merokok dapat menyebabkan lapisan luar dari diskus tulang belakang rusak. 
Kondisi ini memiliki gejala yang bervariasi pada setiap orang dan tergantung dari penyebab skiatika tersebut. Untuk menegakkan diagnosis skiatika, dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan seperti:
  • Tanya jawab

Dokter akan menanyakan secara lengkap riwayat penyakit Anda, ini termasuk apakah Anda mengalami cedera baru–baru ini, dimana lokasi sakit dan bagaimana rasa sakit itu terasa.Selain itu, dokter juga akan melakukan tanya jawab terkait kondisi yang menyebabkan rasa sakit membaik serta memburuk, kapan dan bagaimana itu terjadi.
  • Pemeriksaan fisik

Dokter akan memeriksa kekuatan dan refleks otot pasien. Misalnya, pasien akan diminta untuk berjalan jinjit atau bangkit dari posisi jongkok. Rasa sakit karena skiatika biasanya akan memburuk dari kegiatan ini.
  • Pemeriksaan saraf

Pemeriksaan saraf  dilakukan pada orang yang menderita skiatika lebih dari 1 bulan atau mempunyai kondisi medis berat seperti kanker. Pemeriksaan saraf dapat menunjukkan impuls saraf dari saraf skiatika dan apakah ada gangguan pada saraf tersebut.Pemeriksaan ini dikenal dengan sebutan EMG (electromyography). EMG dapat mengukur impuls listrik yang dihasilkan oleh saraf dan respons otot pasien.EMG juga dapat menguatkan dugaan kompresi saraf yang disebabkan oleh herniasi cakram tulang belakang atau penyempitan kanal tulang belakang (stenosis spinal).
  • X-ray

X ray tulang belakang dapat mengidentifikasi pertumbuhan berlebih tulang yang mungkin menekan saraf.
  • MRI

Prosedur ini dapat menghasilkan gambar rinci dari tulang dan jaringan lunak seperti herniasi cakram tulang belakang.
  • CT scan dan CT myelogram

Prosedur ini dapat memberikan gambaran saraf tulang belakang. 
Pengobatan skiatika dapat dilakukan dengan pengobatan non operasi (perawatan mandiri di rumah) dan operasi.

Perawatan mandiri di rumah

Beberapa orang dengan skiatika akan membaik dalam beberapa minggu dengan perawatan sendiri di rumah. Jika rasa sakit yang dirasakan masih tergolong ringan dan masih dapat melakukan aktivitas sehari–hari, beberapa hal yang direkomendasikan antara lain:
  • Fisioterapi untuk memperbaiki postur tubuh
  • Peregangan untuk membantu meredakan sakit punggung bawah
  • Latihan fisik untuk memperbaiki rasa sakit
  • Memastikan untuk tidur di tempat tidur yang keras
  • Terapi alternatif seperti yoga
  • Penggunaan obat-obatan pereda nyeri yang dijual bebas, seperti parasetamol dan NSAID (aspirin, ibuprofen, dan naproxen)
  • Kompres panas dan dingin yang dilakukan selama beberapa menit pada punggung bagian bawah, beberapa kali sehari. Kompres dingin (kompres es) terlebih dahulu selama 2 atau 3 hari untuk mengurangi pembengkakan, diikuti dengan kompres panas.
Jika semua metode gagal, maka operasi akan dilakukan.

Operasi

Operasi adalah pilihan terakhir untuk sekitar 5%-10% penderita skiatika. Jika skiatika yang dialami adalah skiatika yang lebih ringan, tetapi masih tetap merasa sakit lebih dari 3 bulan setelah istirahat, melakukan peregangan dan mengonsumsi obat–obatan, maka operasi mungkin akan disarankan oleh dokter.Pada kasus yang lebih jarang, skiatika dapat menyebabkan sindrom kauda equina, kondisi yang menyebabkan kehilangan kontrol akan buang air besar dan air kecil. Kondisi ini memerlukan operasi dengan segera.Terdapat dua jenis prosedur pembedahan yang bisa dilakukan. Apa sajakah itu?
  • Disektomi

Pada prosedur ini, dokter akan mengangkat apapun yang menekan saraf skiatik. Tujuan dari operasi ini adalah mengangkat hanya bagian yang menyebabkan skiatika, tetapi terkadang dokter harus mengangkat seluruh bagian untuk memperbaiki kondisi ini.
  • Laminektomi

Operasi ini dilakukan dengan mengangkat lamina (bagian dari tulang belakang yang melindungi saraf tulang belakang) dan jaringan yang menekan saraf yang menyebabkan rasa sakit. 

Komplikasi skiatika

Meskipun kebanyakan pasien dengan skiatika sembuh dengan sendirinya, bahkan tanpa pengobatan, kondisi ini dapat menyebabkan kerusakan saraf permanen. Segera cari pertolongan medis segera bila pasien mengalami:
  • Hilang rasa pada kaki yang terkena
  • Kelemahan pada kaki yang terkena
  • Gangguan fungsi buang air kecil atau buang air besar
 
Skiatika tidak selalu dapat dicegah dan kondisi ini dapat terulang kembali. Beberapa hal yang dapat dilakukan sebagai upaya pencegahan skiatika antara lain:
  • Berolahraga secara rutin

Untuk menjaga punggung tetap kuat, pasien dapat berolahraga dengan perhatian lebih pada otot di perut dan punggung bawah. Otot tersebut berperan penting dalam postur dan bentuk tubuh.
  • Menjaga postur tubuh yang baik ketika duduk

Pilihlah tempat duduk dengan sandaran punggung bawah dan baik. Kursi putarsangat disarankan. Pasien juga dapat menggunakan bantal atau gulungan handuk pada bagian punggung untuk menjaga lekuk tubuh normal. Jaga posisi lutut dan pinggul.
  • Menjaga posisi dan postur tubuh yang baik

Bila pasien berdiri dalam jangka waktu lama, posisikan satu kaki pada pijakan. Bila pasien mengangkat beban berat, gunakan kaki sebagai tumpuan, jaga punggung tetap lurus, dan usahakan hanya menekuk lutut. Pegang benda dekat dengan tubuh.Hindari gerakan mengangkat dan menutar secara terus menerus, cari pasangan untuk mengangkat bila beban terlalu berat. 
Skiatika biasanya hilang seiring berjalannya waktu. Namun, segera hubungi dokter Anda jika tindakan pengobatan Anda tidak mampu meredakan gejala atau jika gejala Anda berlangsung lebih dari satu minggu atau menjadi semakin berat . Dapatkan perawatan medis segera jika:
  • Anda memiliki rasa sakit yang tiba-tiba dan berat dan mati rasa atau kelemahan di punggung bawah atau kaki
  • Rasa sakit yang disebabkan oleh cedera berat seperti karena kecelakaan lalu lintas
  • Kesulitan mengendalikan buang air kecil atau buang air besar
  • Rasa sakit yang memengaruhi produktivitas sehari-hari
 
Sebelum pemeriksaan, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami.
  • Catat riwayat bepergian yang baru-baru ini Anda lakukan.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
Anda juga dapat meminta keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi dengan dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter. 
Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait skiatika?
  • Apakah ada anggota keluarga atau orang di sekitar Anda dengan gejala yang sama?
  • Apakah Anda sudah mencari pertolongan medis sebelumnya? Jika iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang untuk memastikan diagnosis skiatika. Dengan ini, penanganan bisa diberikan secara tepat. 
Healthline. https://www.healthline.com/symptom/sciatica
Diakses pada 17 Desember 2018
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/sciatica/symptoms-causes/syc-20377435
Diakses pada 17 Desember 2018
Medline Plus. https://medlineplus.gov/sciatica.html
Diakses pada 17 Desember 2018
NHS. https://www.nhs.uk/conditions/sciatica/
Diakses pada 17 Desember 2018
WebMD. https://www.webmd.com/back-pain/what-is-sciatica#
Diakses pada 17 Desember 2018
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email