Penyakit Lainnya

Sistokel

12 Sep 2021 | Nurul RafiquaDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Sistokel
Dalam istilah medis, sistokel juga disebut dengan prolaps anterior
Sistokel adalah kondisi yang terjadi ketika jaringan antara kandung kemih dan dinding vagina melemah. Akibatnya, kandung kemih turun ke area vagina. Kondisi ini juga disebut sebagai cystocele dan prolaps anterior.Cystocele dapat menimbulkan sejumlah gejala, seperti rasa tidak nyaman di panggul, merasa tidak tuntas saat buang air kecil, atau kesakitan saat berhubungan seksual.Terdapat tiga tingkat keparahan sistokel, yakni:
  • Derajat 1 sistokel (ringan): Kandung kemih hanya turun sedikit ke dalam vagina.
  • Derajat 2 sistokel (sedang): Kandung kemih turun ke lubang vagina.
  • Derajat 3 sistokel (parah): Kandung kemih menonjol melalui lubang vagina.
Prolaps anterior paling umum terjadi pada wanita yang telah mengalami menopause. Ini karena kadar hormon estrogen di dalam tubuh menurun setelah menopause.Selain menopause, kondisi seperti ini biasanya dipicu oleh beberapa hal seperti proses melahirkan melalui vagina, konstipasi kronis, batuk keras, atau mengangkat beban yang berat.Pasalnya, sistokel dapat terjadi akibat otot yang menyangga organ-organ pelvis meregang secara berlebihan.Sistokel dapat diobati dengan beberapa pilihan pengobatan, meliputi penyesuaian gaya hidup, terapi non-operasi, dan operasi.
Sistokel
Dokter spesialis Penyakit Dalam, Urologi
GejalaBuang air kecil tidak tuntas, sering buang air kecil, terdapat organ yang menonjol keluar dari vagina
Faktor risikoIbu hamil, persalinan normal, obesitas
Metode diagnosisPemeriksaan panggul, urodinamik, sistoskopi
PengobatanPemasangan ring pessarium, obat-obatan, operasi
ObatTerapi hormon estrogen
KomplikasiRetensi urine, kerusakan ginjal
Kapan harus ke dokter?Jika memiliki gejala seperti sistokel
Wanita yang mengalami sistokel ringan umumnya tidak merasakan adanya gejala. Namun pada kondisi yang parah, gejala sistokel bisa berupa:
  • Panggul terasa berat.
  • Muncul rasa tidak nyaman pada daerah panggul.
  • Terdapat organ yang menonjol keluar pada lubang vagina atau uretra.
  • Ada sensasi tekanan pada daerah panggul dan vagina yang terasa lebih parah ketika berdiri, batuk, atau saat mengangkat barang.
  • Tidak bisa mengosongkan kandung kemih sepenuhnya, sehingga buang air kecil terasa tidak tuntas.
  • Tidak bisa menahan buang air kecil pada keadaan tertentu. Kondisi ini disebut juga stress incontinence.
  • Sering buang air kecil.
  • Rasa sakit pada punggung bagian bawah
  • Rasa sakit ketika berhubungan seksual.
  • Iritasi pada vagina atau vulva (bagan luar vagina).
  • Sembelit
  • Kesulitan saat hendak memasang tampon atau peralatan lain yang perlu dimasukkan ke dalam vagina.
Penyebab sistokel adalah kerusakan atau melemahnya otot, jaringan, dan ligamen panggul.Ketika jaringan ikat yang menopang organ panggul tidak berfungsi dengan baik, jaringan lain akan melemah sehingga tidak lagi kuat mempertahankan panggul pada posisi yang seharusnya.Meski begitu, penyebab di balik pelemahan tersebut belum diketahui dengan jelas. Beberapa faktor berikut diperkirakan bisa mempertinggi kemungkinan terjadinya sistokel:
  • Kehamilan dan proses melahirkan melalui vagina.
  • Kelebihan berat badan atau obsesitas.
  • Kebiaasan mengangkat beban yang berat.
  • Konstipasi atau sembelit yang parah.
  • Sering mengejan saat BAB
  • Batuk kronis atau bronkitis.
  • Faktor genetik, terdapat anggota keluarga yang juga menderita sistokel.
  • Penuaan dan menurunnya hormon estrogen, seperti pada wanita yang telah menopause.
  • Pernah menjalani operasi pengangkatan rahim (histerektomi)
  • Mengidap penyakit tertentu yang memengaruhi jaringan ikat, misalnya pada sindrom Ehlers-Danlos.
Baca juga: Ini Penyebab Sering Buang Air Kecil Saat Hamil
Untuk proses diagnosis sistokel, dokter akan melakukan serangkaian pemeriksaan berikut ini:
  • Tanya jawab dan pemeriksaan fisik
Dokter akan menanyakan perihal gejala yang dialami, serta riwayat kesehatan pasien juga keluarganya. Setelah itu, dokter akan melakukan tes fisik dan beberapa pemeriksaan penunjang lainnya.
  • Pemeriksaan panggul
Dokter akan meminta pasien untuk berbaring dan berdiri untuk memeriksa panggul pasien. Dokter juga akan mencari benjolan di daerah vagina yang menandakan adanya prolaps organ.Saat pasien berbaring, akan terlihat gerakan usus untuk melihat tingkat keparahan prolaps. Sementara saat berdiri, pasien akan diminta untuk melakukan gerakan seperti menahan buang air kecil untuk melihat kekuatan dinding pelvis. Hal ini juga ditujukkan untuk menentukan derajat keparahan sistokel yang diderita.
  • Tes urodinamik
Pemerksaan ini dapat menentukan tingkat tekanan yang bisa ditahan oleh kandung kemih dan otot sfingter saluran kemih pasien.
  • Sistoskopi
Pada tes ini, dokter akan memasukkan selang tipis dengan kamera dan lampu di ujung, ke dalam uretra. Sistoskopi dilakukan untuk memeriksa apakah ada kondisi abnormal pada saluran kemih, seperti malformasi, penyumbatan, tumor, atau batu kandung kemih.
  • Tes urine
Tes urine atau urinalisis dapat dilakukan jika dokter mencurigai tanda-tanda infeksi atau kelainan lain.
  • Post-void residual (PVR) measurement
Jika pasien melaporkan buang air kecil suka tidak tuntas, dokter dapat menguji pemeriksaan PVR measurement. Prosedur ini dilakukan untuk mengukur sisa urine.Pasien akan diminta untuk buang air kecil dalam wadah khusus dan jumlah urine ini akan diukur. Setelah itu, dokter akan menghitung jumlah sisa urine dalam kandung kemih pasien dengan kateter atau USG.Jika banyak sisa urine yang ditemukan dalam kandung kemih, berarti ada sumbatan pada uretra atau gangguan otot maupun saraf kandung kemih.
  • Voiding cystourethrogram (VCUG)
VCUG adalah pemeriksaan yang melibatkan penggunaan sinar rontgen untuk menunjukkan bagaimana urine mengalir melalui kandung kemih dan uretra. Tujuannya, untuk mendeteksi adanya kelainan berkemih atau kelainan pada uretra.
  • Mengisi kuesioner
Kuesioner ini bertujuan membantu dokter dalam menganalisis seberapa berpengaruh sistokel pada kualitas hidup Anda, sekaligus membantu dalam menentukan pengobatan yang tepat bagi Anda.
Terdapat dua alternatif pengobatan sistokel yang bisa dianjurkan. Berikut penjelasannya:

Penanganan sistokel tanpa bedah

1. Menggunakan vaginal pessary

Vaginal pessary adalah sebuah alat berbentuk bulat dengan struktur lembut yang digunakan untuk menopang kandung kemih. Alat ini akan dimasukkan melalui vagina.

2. Terapi estrogen

Dokter akan memberikan hormon estrogen sintetik dalam bentuk krim vagina, pil, atau cincin. Langkah ini terutama dilakukan jika pasien sudah memasuki masa menopause. Estrogen akan membantu otot panggul yang melemah ketika menopause.

3. Melakukan latihan Kegel

Senam Kegel bisa dilakukan kapan saja. Caranya juga mudah. Anda cukup melakukan gerakan otot seperti saat menahan pipis, tahan selama beberapa detik, lalu lepaskan. Ulangi gerakan ini selama beberapa kali.

4. Perubahan gaya hidup

Beberapa perubahan pola hidup yang bisa dilakukan guna membantu penanganan sistokel sekaligus mencegahnya. Misalnya menurunkan berat badan hingga ke batas ideal, jangan mengangkat benda-benda berat, dan mengatasi stres.

Penanganan sistokel dengan pembedahan

Dokter akan menyarankan pembedahan jika pengobatan tanpa prosedur bedah dinilai tidak efektif.Operasi sistokel dilakukan melalui vagina untuk mengembalikan kandung kemih ke posisi asalnya, mengangkat jaringan berlebih, dan mengencangkan otot serta ligamen dinding panggul.Jika prolaps anterior juga menyebabkan prolaps rahim, tindakan pengangkatan rahim atau histerektomi pun bisa dilakukan. Langkah ini bertujuan memperbaiki otot panggul, ligamen, dan jaringan yang rusak.Baca juga: Sederet Obat Kencing Tidak Lancar untuk Susah Buang Air Kecil

Komplikasi

Sistokel yang tidak ditangani dengan baik dapat menghasilkan sejumlah komplikasi, di antaranya adalah:
  • Retensi urine, yakni suatu kondisi di mana pasien tidak dapat mengosongkan semua urin dari kandung kemih.
  • Rasa tidak nyaman di area terjadinya sistokel yang mengganggu aktivitas sehari-hari.
  • Dalam kasus yang jarang terjadi, cystocele dapat menyebabkan kekusutan di ureter dan menyebabkan urine menumpuk di ginjal. Sehingga dapat menyebabkan kerusakan ginjal.
Cobalah langkah-langkah berikut ini untuk membantu dalam pencegahan cystocele:
  • Obati batuk kronis yang diderita.
  • Jangan merokok.
  • Angkatlah benda dengan posisi yang benar dan postur yang mumpuni. Gunakan kaki sebagai tumpuan, bukan pinggang dan punggung. Jangan memaksakan diri untuk mengangkat benda yang berat.
  • Jagalah berat badan agar berada pada batas ideal.
  • Lakukan senam Kegel untuk memperkuat otot-otot dasar panggul, terutama setelah persalinan.
  • Perbanyak konsumsi makanan berserat tinggi untuk mencegah dan mengobati sembelit.
Baca jawaban dokter: Perlukah terapi hormon estrogen untuk perimenopause?
Segera periksakan diri ke dokter apabila Anda merasakan adanya gejala-gejala sistokel di atas. Jangan sampai kondisi Anda bertambah parah.
Sebelum menemui dokter, Anda sebaiknya mempersiapkan hal-hal berikut ini:
  • Mencatat informasi pribadi secara lengkap.
  • Mencatat informasi medis dengan lengkap, termasuk riwayat medis Anda dan keluarga.
  • Mencatat semua obat, suplemen, obat herba, maupun vitamin yang dikonsumsi.
  • Menanyakan pantangan yang perlu dilakukan sebelum pemeriksaan tertentu.
Anda juga perlu mencatat sederet pertanyaan yang ingin diajukan pada dokter. Berikut contohnya:
  • Apa penyebab dari gejala yang saya alami?
  • Apa perawatan atau pengobatan yang cocok untuk gejala saya?
  • Apakah saya harus berkonsultasi dengan dokter spesialis?
  • Apakah saya berisiko mengalami komplikasi penyakit?
  • Apakah terdapat pantangan tertentu yang harus dilakukan?
  • Apakah gejala saya bisa kambuh setelah penanganan dilakukan?
  • Apakah ada cara yang bisa dilakukan untuk mengobati gejala saya?
  • Apakah saya harus menjalani tes tertentu?
Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang dialami?
  • Sudah berapa lama Anda mengalami gejala tersebut?
  • Apakah Anda sering mengalami infeksi kandung kemih?
  • Apakah Anda pernah mengalami kesulitan menahan buang air kecil?
  • Apakah Anda menderita batuk kronis?
  • Apa ada hal yang membuat gejala Anda membaik dan memburuk?
  • Apakah Anda berencana untuk memiliki keturunan di kemudian hari?
  • Apa ada hal-hal yang membuat Anda khawatir?
  • Adakah anggota keluarga yang pernah memiliki masalah pada otot dasar panggul?
  • Apakah Anda melahirkan anak secara normal, melalui vagina? Sudah berapa kali Anda melahirkan?
  • Apakah Anda merasa nyeri ketika berhubungan seksual?
  • Apakah Anda mengalami sembelit atau perlu mengejan saat buang air besar?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis sistokel agar penanganan yang tepat bisa diberikan.
National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney. https://www.niddk.nih.gov/health-information/urologic-diseases/cystocele
Diakses pada 11 Agustus 2021
Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/15468-cystocele-fallen-bladder
Diakses pada 11 Agustus 2021
Healthline. https://www.healthline.com/health/urethral-prolapse
Diakses pada 25 September 2019
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/es-es/diseases-conditions/cystocele/symptoms-causes/syc-20369452
Diakses pada 25 September 2019
Hopkins Medicine. https://www.hopkinsmedicine.org/health/conditions-and-diseases/cystocele
Diakses pada 11 Agustus 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email