Sirosis Hati

Ditulis oleh Nina Hertiwi Putri
Ditinjau dr. Indra Wijaya
Sirosis hati adalah tahap akhir dari kerusakan jaringan hati
Sirosis hati terjadi karena adanya kerusakan jaringan yang disebabkan oleh kecanduan alkohol dan penyakit hati seperti hepatitis.

Pengertian Sirosis Hati

Sirosis hati adalah tahap akhir dari kerusakan jaringan hati yang disebabkan oleh berbagai macam penyakit hati dan kondisi lain, seperti hepatitis dan kecanduan alkohol. Hati membawa beberapa fungsi, termasuk mendetoksifikasi (mengeluarkan racun) zat yang berbahaya di dalam tubuh, membersihkan darah, dan nutrisi dalam organ vital. Sirosis terjadi sebagai akibat kerusakan hati. Setiap kali hati terganggu, ia akan berusaha untuk memperbaiki kerusakan itu sendiri. Dalam prosesnya, terbentuk bekas luka yang menyerupai tisu. Semakin sirosis berlanjut, akan semakin banyak bekas luka tersebut sehingga membuat hati sulit untuk bekerja. Sirosis hati dapat membahayakan nyawa dan tidak dapat diperbaiki. Namun jika sirosis hati dapat didiagnosis lebih awal dan memperoleh pengobatan, kerusakan lebih jauh dapat dihindari.

Penjelasan Lebih Lanjut

Gejala

Sirosis tidak menunjukkan gejala, hingga hati rusak. Berikut ini kondisi yang akan dialami oleh penderitanya:

  • Kelelahan
  • Mudah berdarah
  • Mudah memar
  • Kulit gatal
  • Kulit dan mata berubah menjadi kekuningan
  • Akumulasi cairan di daerah perut
  • Kehilangan napsu makan
  • Mual
  • Kaki bengkak
  • Kehilangan berat badan
  • Kehilangan dorongan seksual
  • Pembesaran payudara pada lelaki
  • Telapak tangan merah

Penyebab

Berikut ini beberapa penyebab yang dapat menyebabkan sirosis:

Penyebab-penyebab lainnya yaitu:

  • Kelebihan zat besi di dalam tubuh
  • Jumlah kandungan tembaga di dalam hati
  • Pembentukan empedu
  • Terdapat kelainan dalam metabolisme gula
  • Kelainan pencernaan
  • Penyakit hati yang disebabkan oleh sistem kekebalan tubuh
  • Kerusakan empedu
  • Infeksi, seperti sifilis
  • Pengobatan, seperti methotrexate

Komplikasi Sirosis:

  • Tekanan darah tinggi (hipertensi) pada pembuluh yang menuju ke hati
  • Pembengkakan pada kaki dan daerah perut
  • Pembesaran limpa
  • Pendarahan

Diagnosis

Jika mencurigai sirosis, dokter akan melakukan pemeriksaan berikut ini:

  • Tes darah
  • Radiologi, melalui USG, elastografi, CT scan atau MRI scan
  • Biopsi hati, yang dilakukan untuk mengambil contoh sel hati sehingga dapat diteliti dibawah mikroskop
  • Endoskopi, untuk mengevaluasi tanda-tanda dan komplikasi sirosis.

Pengobatan

Tidak ada pengobatan untuk sirosis, tetapi gejala dan komplikasi dari sirosis hati dapat diatasi dan prosesnya diperlambat. Pengobatan sesuai penyebabnya, seperti pengobatan antivirus untuk infeksi hepatitis C, dapat memperlambat perkembangan sirosis. Penderita akan disarankan untuk melakukan operasi hati, menghentikan konsumsi alkohol, atau menurunkan berat badan, jika diperlukan. Dalam kasus ini, hati mungkin saja berhenti bekerja, dan cangkok hati adalah salah satu pengobatan yang dibutuhkan. 

Komplikasi Hati

  • Kelebihan cairan dalam tubuh
    Mengurangi sodium (garam) dan pengobatan mencegah cairan terbentuk di dalam tubuh yang dapat membantu mengontrol penumpukan cairan dan pembengkakan. Penumpukan cairan yang berlebihan akan membutuhkan beberapa perawatan untuk menghilangkan cairan tersebut, atau intervensi untuk mengurangi tekanan.
  • Hipertensi Portal
    Beberapa pengobatan untuk tekanan darah dapat mengontrol peningkatan tekanan darah pada pembuluh darah hati, dan mencegah pendarahan.
  • Infeksi
    Penderita akan menerima antibiotik atau perawatan lain untuk infeksi. Dokter akan menyarankan vaksinasi influenza, pneumonia, dan hepatitis.
  • Peningkatan risiko kanker hati
    Dokter akan menyarankan untuk melakukan tes darah dan USG setiap 6 bulan, untuk mengevaluasi kemungkinan kanker hati.
  • Kerusakan hati
    Penderita akan mendapat resep obat untuk mencegah pembentukan racun di dalam darah, akibat penurunan fungsi hati.

Pencegahan

  • Penderita sirosis sebaiknya tidak mengonsumsi minuman alkohol. Jika memiliki masalah hati selain sirosis, penderita disarankan untuk bertanya kepada dokter sebelum mengonsumsi minuman alkohol.
  • Makan makanan yang sehat. Pilihlah makanan yang sehat, perbanyak sayur dan buah-buahan, serat dan protein, kurangi makanan yang berlemak atau yang menjalani proses penggorengan. Kafein dari kopi dapat membantu melawan fibrosis dan kanker hati.
  • Menjaga berat badan ideal. Lemak di dalam tubuh dapat merusak hati. Konsultasikan kepada dokter tentang rencana pengurangan berat badan, jika diperlukan.
  • Kurangi risiko hepatitis. Menggunakan jarum bersamaan dan berhubungan intim yang tidak sehat, dapat meningkatkan risiko terkena hepatitis B dan C. Konsultasikan kepada dokter mengenai vaksinasi hepatitis.

Informasi Dokter

Apa yang Perlu Dipersiapkan Sebelum Berkonsultasi dengan Dokter?

Sebaiknya Anda menyiapkan daftar berisi pertanyaan-pertanyaan berikut ini sebelum bertemu dengan dokter.

  • Apa yang menyebabkan sirosis hati?
  • Apakah ada cara untuk memperlambat atau menghentikan kerusakan hati ?
  • Apakah perawatan yang dibutuhkan?
  • Apakah ada obat-obatan atau suplemen yang dapat merusak hati?
  • Apakah tanda dan gejala komplikasi yang harus diperhatikan?
  • Apabila saya memiliki kondisi kesehatan lain, bagaimana menangani keduanya?
Referensi

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/cirrhosis/symptoms-causes/syc-20351487
Diakses pada 28 September 2018

NHS. https://www.nhs.uk/conditions/cirrhosis
Diakses pada 28 September 2018

Back to Top