Pernapasan

Sinusitis Kronis

Diterbitkan: 21 Nov 2018 | Lenny TanDitinjau oleh dr. Miranda Rachellina
image Sinusitis Kronis
Sinusitis kronis adalah kondisi di mana rongga di sekitar saluran hidung akan meradang dan bengkak selama setidaknya 12 minggu.
Sinusitis kronis adalah kondisi di mana rongga di sekitar saluran hidung atau sinus menjadi meradang dan bengkak selama setidaknya 12 minggu, meskipun sudah diobati.Sinus adalah rongga di saluran hidung, yang letaknya ada di belakang tulang antara mata, hidung, dan pipi. Ketika terjadi peradangan di sinus, maka cairan hidung tersumbat tidak dapat keluar dan menyebabkan penumpukan lendir. Pernapasan akan terganggu dan daerah sekitar mata dan wajah akan terasa bengkak, dan mungkin mengalami nyeri.Penyebab sinusitis kronis adalah infeksi bakteri maupun virus, polip hidung, atau septum (sekat) hidung yang menyimpang. 
Sinusitis Kronis
Dokter spesialis THT
Gejala sinusitis kronis di antaranya adalah:
  • Cairan hidung yang kental dan berubah warna (kehijauan atau kuning keruh) di bagian belakang tenggorokan (drainase postnasal)
  • Hidung tersumbat, sehingga menyebabkan kesulitan bernapas
  • Nyeri dan bengkak pada mata, pipi, hidung, atau dahi
  • Penurunan indra penciuman dan perasa pada orang dewasa atau batuk pada anak-anak
  • Sakit telinga
  • Sakit pada rahang atas dan gigi
  • Batuk yang memburuk pada malam hari
  • Sakit tenggorokan
  • Bau mulut
  • Kelelahan atau iritabilitas
  • Mual
 
Penyebab umum sinusitis kronis di antaranya adalah:
  • Polip hidung. Pertumbuhan jaringan dapat menutupi saluran hidung atau sinus.
  • Septum hidung menyimpang. Septum yang bengkok akan membatasi atau menutupi saluran sinus.
  • Kondisi medis lainnya. Komplikasi cystic fibrosis, gastroesophageal reflux, HIV dan penyakit autoimun lainnya dapat menyebabkan penyumbatan hidung.
  • Infeksi saluran pernapasan. Infeksi ini dapat berupa infeksi virus, bakteri atau jamur.
  • Alergi. Peradangan yang terjadi karena reaksi alergi dapat menghalangi sinus.
 
Untuk menetapkan diagnosis, dokter akan menanyakan dan mempelajari gejala yang Anda alami, serta kemungkinan adanya alergi yang memicu kondisi. Dokter juga akan memeriksa hidung, wajah, dan tenggorokan Anda. Beberapa hal yang diperhatikan oleh dokter dalam pemeriksaan fisik adalah:
  • Rasa sakit di wajah, terutama area sekitar hidung dan mata.
  • Peradangan di hidung dan tenggorokan, dan ada tidaknya lendir.
  • Polip hidung atau septum yang menyimpang.
  • Pembengkakan kelenjar getah bening.
Tergantung pada temuan dokter atas pemeriksaan fisik, maka dokter dapat memberikan diagnosis atau merekomendasikan beberapa tes lanjutan. Tes tambahan yang dapat dilakukan antara lain adalah:
  • Endoskopi hidung. Dokter akan memasukkan selang lentur berukuran kecil ke dalam hidung untuk melihat kondisi sinus.
  • Pemeriksaan pencitraan seperti sinar X (Rontgen), CT Scan, atau MRI. Pemeriksaan ini dapat memberikan gambaran jelas mengenai struktur tulang hidung dan kondisi sinus. Hasil gambar CT Scan maupun MRI juga dapat berguna untuk mendeteksi adanya peradangan yang mungkin tidak terdeteksi hanya dengan pemeriksaan endoskopi.
  • Kultur lendir hidung dan sinus. Tes ini biasanya hanya akan dilakukan apabila pengobatan yang Anda jalani tidak menunjukkan perbaikan kondisi. Dokter akan mengambil sampel dari dalam hidung, untuk melihat apakah salah satu bakteri atau jamur yang menyebabkan keluhan Anda.
  • Tes alergi. Alergi cukup sering menyebabkan sinusitis, maka tes alergi akan dilakukan apabila dokter mencurigai hal ini sebagai pemicu kondisi Anda. Tes kulit alergi merupakan metode yang aman dan cepat untuk mendeteksi alergen yang menyebabkan terjadinya peradangan hidung.
 
Tujuan pengobatan sinusitis kronis adalah:
  • Mengurangi peradangan sinus
  • Memperlancar saluran hidung
  • Menghilangkan penyebab dasar
  • Mengurangi radang sinusitis
Perawatan sinusitis termasuk:
  • Semprotan nasal saline yang digunakan beberapa kali sehari untuk membilas saluran hidung
  • Kortikosteroid nasal yang merupakan semprotan hidung yang membantu mencegah dan mengobati peradangan.
  • Kortikosteroid oral (minum) atau suntik. Obat ini digunakan untuk meredakan peradangan dari sinusitus berat, terutama jika seseorang memiliki polip hidung.
    Kortikosteroid oral dapat mengakibatkan efek samping yang serius apabila digunakan secara jangka panjang. Oleh karena itu, penggunaan obat jenis ini hanya direkomendasikan untuk  mengatasi sinusitis berat, dan harus digunakan dalam pengawasan dokter.
  • Antibiotik. Pengobatan antibiotik terkadang diperlukan apabila sinusitis Anda disebabkan oleh infeksi bakteri. Dokter yang memeriksa Anda akan memberikan anjuran mengenai penggunaan antibiotik apabila ini diperlukan.
  • Imunoterapi. Jika alergi berkontribusi pada sinusitis.
  • Operasi. Operasi sinus endoskopik dapat dijadikan opsi, terutama apabila regimen perawatan dan obat tidak memberikan hasil yang baik. Tujuan dari operasi ini antara lain adalah untuk memperbesar saluran drainase, atau menghilangkan polip yang menyumbat rongga hidung.
 
Langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko terkena sinusitis kronis adalah:
  • Menghindari infeksi saluran pernapasan atas dengan meminimalisir kontak dengan orang-orang yang terkena flu, serta mencuci tangan secara rutin dengan sabun.
  • Mengelola alergi. Diskusikan dengan dokter tentang cara mengelola alergi.
  • Menghindari asap rokok dan udara yang tercemar. Asap rokok dan polutan lainnya dapat mengiritasi dan membahayakan paru-paru dan saluran hidung.
  • Menggunakan humidifier (pelembab ruangan). Gunakan humidifier untuk melembabkan udara ruangan rumah.
 
Jika Anda memiliki sinusitis akut yang berulang-ulang kurang dari empat minggu, Anda dapat dirujuk ke spesialis THT untuk evaluasi dan perawatan. Temui dokter jika Anda:
  • Anda sudah mengalami sinusitis beberapa kali, dan pengobatan yang Anda jalani tidak bekerja dengan baik
  • Anda mengalami sinusitis yang berlangsung lebih dari tujuh hari
  • Gejala yang Anda alami tidak membaik setelah menemui dokter
  • Demam tinggi
  • Pembengkakan atau kemerahan di sekitar mata Anda
  • Sakit kepala
  • Kebingungan
  • Kaku pada leher
 
Berikut merupakan informasi yang akan membantu Anda mempersiapkan janji dengan dokter. Buatlah daftar:
  • Gejala yang Anda alami, termasuk yang tampaknya tidak terkait dengan sinusitis akut
  • Informasi pribadi utama Anda, seperti alergi yang Anda miliki atau asma
  • Semua obat, vitamin, atau suplemen yang Anda sedang konsumsi, termasuk dosisnya
  • Pertanyaan yang ingin Anda ajukan ke dokter
 
Dokter akan mengajukan beberapa pertanyaan sebelum mendiagnosa keadaan Anda, seperti:
  • Kapan gejala tersebut Anda rasakan?
  • Apakah gejala yang Anda rasakan datang terus menerus atau sesekali?
  • Seberapa parah gejala Anda?
  • Jika ada, apa yang tampaknya memperbaiki gejala Anda?
  • Jika ada, apa yang tampaknya memperburuk gejala Anda?
 
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/chronic-sinusitis/symptoms-causes/syc-20351661
Diakses pada 19 Oktober 2018.
Harvard Health Publishing. https://www.health.harvard.edu/a_to_z/chronic-sinusitis-in-adults-a-to-z
Diakses pada 8 Juli 2020.
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email

Artikel Terkait

Ini Ciri-Ciri Sinus yang Membedakannya dengan Pilek Biasa

Meski terlihat seperti flu, sebenarnya sinusitis memiliki ciri-ciri yang membedakannya. Salah satunya adalah memiliki durasi yang lebih lama. Tapi tentu perbedaan ciri-ciri sinus bukan hanya itu saja. Pemicu dari sinus adalah alergi, infeksi bakteri, virus, dan jamur. Sementara pilek akibat common cold disebabkan oleh virus.
29 Jun 2020|Azelia Trifiana
Baca selengkapnya
Gejala sinus terkadang mirip dengan gejala flu

Dari Bahan Alami hingga Antibotik, Ini Obat Sinusitis yang Ampuh

Obat sinusitis bisa berbentuk alami seperti minyak eukaliptus hingga antibiotik. Operasi dipilih sebagai jalan terakhir jika semua obat tak mampu menyembuhkan penyakit Anda.
10 Dec 2019|Asni Harismi
Baca selengkapnya
Sinusitis dapat ditangani dengan obat sinusitis alami atau antibiotik

Pernah Dengar Tentang Tulang Tapis?

Berbeda dengan tulang lainnya, Anda mungkin jarang memerhatikan tulang tapis. Faktanya, tulang ini berada di bagian tengah wajah dan bahkan membentuk bagian dalam hidung dan mata Anda!
15 Jan 2020|Anita Djie
Baca selengkapnya
Tulang tapis berfungsi membentuk struktur hidung bagian dalam