Pernapasan

Sinusitis Akut

13 Sep 2021 | Nurul RafiquaDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Sinusitis Akut
Penumpukan lendir di rongga hidung atau sinus menjadi penyebab sinusitis akut.
Sinusitis akut adalah peradangan pada lapisan sinus yang terjadi dalam waktu relatif singkat. Sinus adalah rongga di saluran hidung yang terletak di belakang tulang dahi, antara mata, hidung, dan pipi. Sinusitis akut biasanya berlangsung sekitar 10 hari dan paling lama hingga 4 minggu. Jika gejala berlangsung selama 4-12 minggu, ini disebut sinusitis subakut. Jenis sinusitis yang terjadi lebih dari 12 minggu disebut dengan sinusitis kronis.Lapisan sinus yang meradang dapat menyebabkan proses drainase (pengaliran cairan) lendir di hidung jadi terhambat. Akibatnya, lendir akan menumpuk sehingga penderitanya kesulitan bernapas melalui hidung. 
Sinusitis Akut
Dokter spesialis THT
GejalaHidung tersumbat, sakit kepala, lendir hidung yang mengalir ke bagian belakang tenggorokan
Faktor risikoRiwayat alergi, kelainan saluran hidung, merokok
Metode diagnosisEndoskopi hidung, tes pencitraan, kultur dari lendir hidung atau sinus
PengobatanObat-obatan, operasi
ObatSemprotan hidung saline, kortikosteroid, antibiotik
KomplikasiSinusitis kronis, meningitis, penyebaran infeksi ke tulang (osteomielitis)
Kapan harus ke dokter?Jika mengalami gejala sinusitis akut yang tidak membaik dan demam
Gejala dan ciri sinusitis akut meliputi:
  • Lendir (ingus) kental dan berwarna kuning atau kehijauan yang dapat mengalir ke bagian belakang tenggorokan (postnasal drip)
  • Sulit bernapas karena hidung tersumbat.
  • Rasa nyeri dan bengkak di sekitar mata, pipi, hidung, atau dahi yang makin terasa saat membungkuk.
  • Telinga terasa tersumbat atau tidak nyaman.
  • Sakit kepala.
  • Sakit pada rahang atas dan gigi.
  • Penurunan indra penciuman dan perasa.
  • Batuk yang memburuk pada malam hari.
  • Kelelahan.
  • Demam.
  • Nafas bau
Gejala sinusitis akut biasanya berlangsung hanya hingga empat minggu.Baca juga: Polip Hidung vs Sinusitis, Ini Perbedaannya
Normalnya, rongga dalam hidung (sinus) menghasilkan lendir dan ditumbuhi oleh silia (rambut-rambut kecil). Fungsi rambut-rambut kecil ini adalah untuk menyaring zat asing yang masuk lewat hidung, seperti polutan, mikroorganisme, dan antigen lainnya yang dapat memicu respon imun. Sementara itu, lendir akan membantu memerangkap dan membuangnya ke luar.Sinusitis bisa terjadi jika sinus tidak dapat membersihkan zat asing yang masuk secara efektif. Ketika proses drainase ini tidak berjalan, rongga hidung dapat meradang dan  menimbulkan berbagai gejala. Adapun berbagai kondisi yang dapat memengaruhi daya kerja sinus adalah:
  • Infeksi virus. Sinusitis akut umum terjadi karena flu yang disebabkan virus influenza, parainfluenza, dan rhinovirus.
  • Infeksi bakteri, seperti Streptococcus pneumoniae, Haemophilus influenzae, dan Moraxella catarrhalis.
  • Kondisi alergi seperti rhinitis alergi atau hay fever.
  • Polip hidung atau kondisi tumor lainnya.
  • Kelainan pada septum hidung, di mana lubang hidung lebih besar sebelah (deviasi septum).
  • Adenoid (pertumbuhan jaringan kecil pada bagian belakang saluran hidung) yang terinfeksi.
  • Fibrosis kistik, penyakit genetik keturunan yang menyebabkan lendir kental dan lengket menumpuk dalam tubuh.
  • Infeksi pada gigi yang menyebabkan bakteri menyebar ke sinus.
  • Infeksi jamur. Biasanya hanya terjadi pada pasien dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah, karena HIV/AIDS, diabetes mellitus yang tak terkontrol, tengah menjalani pengobatan tumor, atau rutin mengonsumsi obat imunosupresan karena penyakit artritis.

Faktor risiko

Ada beberapa faktor yang meningkatkan risiko seseorang mengalami sinustis akut, yaitu:
  • Mengalami alergi yang mempengaruhi hidung
  • Memiliki kelainan pada saluran hidung
  • Sering merokok atau menghirup polutan lainnya
  • Memiliki adenoid yang berukuran besar atau meradang
  • Berada di lingkungan padat penduduk 
Sering melakukan kegiatan yang menyebabkan perubahan tekanan pada hidung, misalnya scuba diving  
Untuk mendiagnosa sinusitis akut, dokter akan melakukan sejumlah pemeriksaan, seperti:
  • Wawancara dan pemeriksaan fisik
    Dokter akan mendiskusikan semua gejala dan riwayat medis pasien. Selain itu dokter akan memeriksa telinga, hidung dan tenggorokan untuk melihat adanya penyumbatan atau pembengkakan.
  • Endoskopi hidung
    Melalui endoskopi hidung, dokter dapat memeriksa bagian dalam sinus secara visual.
  • Studi pencitraan
    Salah satu tes pemindaian seperti X-ray (Rontgen), scan CT, atau scan MRI dapat menunjukkan detail sinus dan area hidung dengan lebih jelas. Biasanya dokter akan melakukan tindakan ini apabila sinusitis akut telah menyebabkan komplikasi.
  • Tes laboratorium
    Sampel jaringan dari lendir di hidung dan sinus akan diperiksa untuk mengetahui keberadaan bakteri yang mungkin menginfeksi.
  • Tes alergi
    Tes alergi dilakukan jika dokter mencurigai sinusitis terjadi akibat Prosedur ini bisa dilakukan melalui tes darah, tes kulit, maupun diet eliminasi. Namun, untuk sinusitis biasanya dilakukan dengan tes kulit.
Baca jawaban dokter: Sinusitis Apakah Mempengaruhi Hasil Swab Antigen?
Sebagian besar kasus sinusitis akut yang disebabkan oleh infeksi virus akan sembuh dengan sendirinya. Perawatan yang diberikan biasanya ditujukan untuk meredakan gejala yang dirasakan. Pengobatan sinusitis akut biasanya meliputi:
  • Semprotan nasal saline (cairan garam), yang digunakan beberapa kali sehari untuk membilas saluran hidung
  • Kortikosteroid nasal, yang berfungsi untuk membantu mencegah dan mengobati peradangan. Biasanya diberikan dalam bentuk semprotan hidung.
  • Dekongestan dalam bentuk tablet atau semprotan hidung yang dijual bebas.
  • Pereda nyeri, seperti aspirin, paracetamol, atau ibuprofen.
  • Antibiotik, yang akan diresepkan dokter jika penyebab sinusitis karena infeksi bakteri
  • Agen imunoterapi, yaitu suntikan yang membantu mengurangi reaksi tubuh terhadap alergen tertentu. Metode ini digunakan dokter jika penyebab sinusitis akut disebabkan oleh alergi.
  • Operasi untuk mengangkat  polip hidung atau tumor, atau untuk memperbaiki kelainan pada septum hidung. Operasi juga ditujukan untuk pasien yang mengalami penumpukan cairan pada sinus.
  • Mengompres bagian atas hidung dengan kain basah dan hangat untuk meredakan rasa nyeri
  • Banyak minum untuk membatu encerkan lapisan lendir sehingga akan melancarkan jalur napas.
  • Tidur dengan posisi kepala terangkat (diganjal menggunakan 2 bantal) agar sinus dapat mengalirkan isinya.
Baca juga: Obat Sinusitis dari Bahan Alami hingga Antibotik 

Komplikasi

Jika tidak ditangani dengan baik, sinusitis akut dapat menimbulkan komplikasi sebagai berikut:
  • Sinusitis kronis, gejala berlangsung  selama lebih dari 12 minggu.
  • Meningitis, kondisi infeksi yang mengakibatkan peradangan pada jaringan dan cairan di sekitar otak dan sumsum tulang belakang.
  • Infeksi lain, yang disebabkan oleh tersebarnya infeksi sinus pada tulang (misalnya kondisi osteomielitis) atau kulit (misalnya kondisi selulitis).
  • Gangguan penglihatan. Infeksi pada sinus juga dapat menyebar ke area mata, mengakibatkan gangguan penglihatan yang dapat tergolong ringan hingga permanen.
Langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah sinusitis akut, di antaranya adalah:
  • Menghindari infeksi saluran pernapasan atas. Batasi kontak dengan orang-orang yang terkena flu, serta mencuci tangan secara rutin dengan sabun.
  • Mengelola alergi. Diskusikan dengan dokter tentang cara mengelola kondisi alergi yang Anda miliki.
  • Menghindari asap rokok dan udara yang tercemar. Asap rokok dan polutan lainnya dapat menyebabkan iritasi dan membahayakan paru-paru serta saluran hidung.
  • Menggunakan humidifier (pelembab ruangan). Gunakan humidifier pada AC untuk melembabkan udara ruangan rumah.
  • Menjaga pola makan yang sehat agar sistem kekebalan tubuh terjaga.
  • Rajin mencuci tangan, terutama sebelum makan.
  • Vaksin flu tahunan, bila perlu.
Kebanyakan kasus sinusitis akut tidak memerlukan bantuan dokter, namun segera hubungi dokter spesialis THT jika Anda mengalami hal-hal berikut ini:
  • Gejala yang tidak membaik atau memburuk dalam beberapa hari
  • Demam yang terus menerus
  • Riwayat  atau kambuhan
Sebelum pemeriksaan ke dokter, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Kapan gejala pertama kali Anda alami?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait sinusitis akut?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis sinusitis akut agar penanganan yang tepat bisa diberikan.
National Center for Biotechnology. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK547701/
diakses pada 19 Agustus 2021
Healthline. https://www.healthline.com/health/acute-sinusitis
diakses pada 19 Agustus 2021
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/acute-sinusitis/diagnosis-treatment/drc-20351677
diakses pada 19 Oktober 2018
Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/15285-acute-sinusitis
diakses pada 19 Agustus 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email