Infeksi

Sinusitis

05 Apr 2021 | dr. Levina FeliciaDitinjau oleh dr. Reni Utari
image Sinusitis
Sinusitis umumnya terjadi karena infeksi
Sinusitis adalah peradangan atau pembengkakan pada sinus yang biasanya disebabkan oleh infeksi. Sinus merupakan rongga berisi udara yang berada di sekitar dahi, hidung, tulang pipi, dan di antara mata.Sinus menghasilkan lendir yang keluar melalui hidung. Lendir ini berperan memerangkap dan membuang bakteri dari dalam sinus ke luar tubuh.Bakteri atau zat pemicu alergi kerap merangsang pembentukan lendir berlebih yang menyumbat sinus. Lendir berlebih ini biasa ditemukan pada penderita alergi atau flu.Bila terus menumpuk, lendir di dalam sinus dapat memicu terjadinya infeksi akibat bakteri atau virus.Kebanyakan infeksi sinus disebabkan oleh virus dan membaik dengan sendirinya dalam waktu seminggu atau 2 minggu tanpa pengobatan. Bila gejala tidak membaik dalam kurun waktu tersebut, kemungkinan sinusitis disebabkan oleh bakteri dan perlu mendapatkan pengobatan lebih lanjut dari dokter. 

Jenis-jenis sinusitis

Berdasarkan waktu terjadinya gejala, sinusitis dibagi menjadi beberapa jenis:
  • Sinusitis akut

Kondisi ini biasanya dimulai dari gejala flu seperti hidung tersumbat dan nyeri wajah. Gejala dapat muncul mendadak dan berlangsung selama 2-4 minggu.
  • Sinusitis subakut

Sinusitis subakut biasanya berlangsung selama 4-12 minggu.
  • Sinusitis kronis

Gejala sinusitis kronis berlangsung selama 12 minggu atau lebih.
  • Sinusitis rekuren

Sinusitis jenis ini terjadi beberapa kali dalam setahun. 
Sinusitis
Dokter spesialis THT
GejalaMenurunnya kemampuan penciuman, demam, hidung tersumbat
Faktor risikoPernah mengalami infeksi saluran napas, polip nasal, alergi
Metode diagnosisPencitraan, fiberoptic scope, tes alergi
PengobatanObat-obatan, irigasi hidung, operasi
ObatDekongestan, analgetik, antibiotik
KomplikasiMeningitis, selulitis orbita, abses
Kapan harus ke dokter?Gejala berlangsung lebih dari 10 hari, tidak membaik meski sudah diobati, gangguan penglihatan
Gejala sinusitis mirip dengan gejala flu biasa, dan dapat berupa:
  • Menurunnya kemampuan penciuman
  • Demam
  • Hidung tersumbat
  • Nyeri kepala karena tekanan pada sinus
  • Rasa lelah
  • Batuk
  • Keluarnya lendir dari hidung berwarna kuning atau kehijauan
  • Lendir yang turun ke belakang tenggorokan (post-nasal drip)
  • Nyeri atau rasa tertekan pada wajah
  • Nyeri tenggorokan
  • Napas berbau kurang sedap
  • Nyeri tekan dan pembengkakan di sekitar mata, hidung, pipi, dan dahi
  • Sakit gigi
Gejala sinusitis pada anak mungkin lebih sulit dideteksi oleh orangtua. Tanda dan gejala infeksi sinus dapat berupa:
  • Gejala alergi atau flu yang tidak membaik dalam 14 hari
  • Demam tinggi (di atas 390C)
  • Lendir tebal dan berwarna gelap yang keluar dari dalam hidung
  • Batuk yang berlangsung lebih dari 10 hari
Gejala sinusitis akut, subakut, dan kronis cukup mirip. Yang membedakan adalah tingkat keparahan dan lamanya gejala yang dirasakan. 
Beberapa penyebab sinusitis dapat berupa:
  • Pembengkakan di dalam hidung karena flu
  • Saluran drainase sinus yang tersumbat
  • Kelainan struktur yang membuat saluran sinus menyempit
  • Polip hidung, yaitu benjolan kecil dalam hidung yang dapat memicu sumbatan dan peradangan rongga hidung
  • Gangguan sistem imun atau penggunaan obat-obatan yang mengganggu sistem imun
Pada anak-anak, beberapa kondisi berikut dapat menyebabkan sinusitis:
  • Alergi
  • Tertular anak lain di sekolah atau tempat penitipan anak
  • Penggunaan dot
  • Minum dari botol ketika sedang berbaring
  • Menghirup asap rokok
 

Faktor risiko sinusitis

Beberapa hal yang dapat menjadi faktor risiko terjadinya sinusitis atau infeksi sinus antara lain:
  • Mengalami infeksi saluran napas seperti flu
  • Sensitif terhadap zat tertentu, seperti debu, serbuk sari, dan bulu binatang
  • Mengidao gangguan sistem imun karena obat-obatan atau kondisi medis tertentu
  • Mengalami deviasi septum, yaitu bengkoknya tulang pemisah yang rongga hidung
 
Untuk mendiagnosis infeksi sinus, dokter akan melakukan beberapa langkah di bawah ini:
  • Tanya jawab

Dokter akan meanyakan gejala dan faktor risiko pasien.
  • Pemeriksaan fisik

Dokter akan memeriksa ada tidaknya nyeri tekan, dengan cara menekan jari di bagian kepala dan pipi pasien. Dokter juga akan memeriksa bagian dalam hidung untuk mencari tanda peradangan.
  • Pemeriksaan pencitraan

Pemeriksaan pencitraan seperti CT scan dan MRI dapat dilakukan untuk melihat ada tidaknya sumbatan pada sinus dan struktur abnormal lain seperti polip.
  • Fiberoptic scope

Dokter akan menggunakan selang dengan lampu di ujungnya. Pemeriksaan ini bertujuan melihat bagian dalam hidung dan sinus.Dokter juga dapat mengambil sampel jaringan melalui pemeriksaan endoskopi hidung untuk mendeteksi ada tidaknya infeksi.
  • Tes alergi

Tes alergi dilakukan untuk mengidentifikasi zat iritan yang menyebabkan reaksi alergi. Pemeriksaan darah juga dapat dilakukan untuk memeriksa kondisi medis yang dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh, seperti HIV. 
Dokter bisa menganjurkan sederet cara mengobati sinusitis di bawah ini:

1. Meredakan sumbatan sinus

Sumbatan pada hidung merupakan salah satu gejala infeksi sinus tersering. Untuk mengurangi nyeri akibat sumbatan dan tekanan pada sinus, beberapa langkah yang dapat digunakan antara lain:
  • Kompres hangat pada wajah dan dahi beberapa kali sehari
  • Bilas hidung dengan cairan saline untuk membersihkan lendir dari dalam hidung
  • Minum air dan jus untuk membantu melunakkan lendir dan mencegah dehidrasi
  • Menggunakan obat seperti guaifenesin untuk melunakkan lendir
  • Menggunakan humidifier dalam kamar untuk melembabkan udara ruangan
  • Menggunakan spray hidung kortikosteroid sesuai anjuran dokter

2. Mengurangi nyeri

Infeksi sinus dapat memicu nyeri kepala atau tekanan pada area dahi dan pipi. Pasien dengan nyeri dapat mengonsumsi obat pereda nyeri seperti parasetamol dan ibuprofen.

4. Memberikan obat antibiotik

Sinusitis yang tidak membaik dalam beberapa minggu, disertai dengan hidung tersumbat, berair, batuk, nyeri wajah atau nyeri kepala menetap, bengkak pada mata, atau demam kemungkinan besar disebabkan oleh infeksi bakteri. Pasien dengan infeksi bakteri memerlukan antibiotik yang dapat dikonsumsi selama 3-14 hari sesuai anjuran dokter.Dokter mungkin akan menjadwalkan kunjungan ulang untuk memantau kondisi pasien. Bila gejala pasien tidak membaik atau bahkan memburuk, dokter akan merujuk pasien ke dokter spesialis THT untuk pemeriksaan lebih lanjut.

5. Melakukan operasi

Pada pasien dengan sinusitis kronis yang tidak membaik seiring berjalannya waktu dan setelah pemberian obat, operasi mungkin dibutuhkan. Operasi dapat dilakukan untuk membersihkan sinus, memperbaiki septum yang mengalami deviasi, atau mengangkat polip. 

Komplikasi sinusitis

Sinusitis dapat disembuhkan, dan sebagian besar pasien sembuh tanpa kunjungan ke dokter dan tanpa penggunaan obat antibiotik. Akan tetapi, sinusitis kronis berulang dapat menandakan adanya penyakit yang mendasarinya, seperti polip hidung.Beberapa komplikasi sinusitis yang jarang namun dapat terjadi meliputi:
  • Abses, yaitu kumpulan nanah infeksi di dalam rongga sinus
  • Meningitis, yaitu infeksi pada membran pelindung otak dan saraf tulang belakang yang mengancam nyawa
  • Selulitis orbita, yaitu infeksi pada jaringan di sekeliling mata
  • Osteomyelitis, yaitu infeksi pada tulang
 
Beberapa cara mencegah sinusitis yang dapat Anda lakukan antara lain:
  • Menjaga kebersihan tangan
  • Tidak merokok dan menghirup asap rokok (perokok pasif)
  • Imunisasi rutin sesuai jadwal
  • Menghindari pasien dengan flu atau infeksi saluran napas
  • Menggunakan humidifier untuk melembabkan udara di rumah dan menjaganya tetap bersih
  • Menjaga kebersihan alat pendingin ruangan untuk mencegah lumut dan debu
  • Mencegah dan mengatasi alergi
 
Sinusitis biasanya dapat diobati di rumah. Akan tetapi, pasien perlu menghubungi dokter bila gejala yang dirasakan:
  • Berlangsung lebih dari 10 hari tanpa perbaikan
  • Gejala tidak membaik dengan obat-obatan yang dijual bebas
  • Disertai gangguan penglihatan atau pembengkakan di sekitar mata
  • Memburuk kembali setelah sempat membaik
  • Disertai demam tinggi (lebih dari 38.60C) lebih dari 3-4 hari
 
Sebelum pemeriksaan, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami.
  • Catat riwayat bepergian yang baru-baru ini Anda lakukan.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi dengan dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
 
Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait sinusitis?
  • Apakah ada anggota keluarga atau orang di sekitar Anda dengan gejala yang sama?
  • Apakah Anda sudah mencari pertolongan medis sebelumnya? Jika iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang untuk memastikan diagnosis sinusitis. Dengan ini, penanganan bisa diberikan secara tepat. 
NHS. https://www.nhs.uk/conditions/sinusitis-sinus-infection/
Diakses pada 30 Desember 2020
Healthline. https://www.healthline.com/health/sinusitis
Diakses pada 30 Desember 2020
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/149941
Diakses pada 30 Desember 2020
WebMD. https://www.webmd.com/allergies/sinusitis-and-sinus-infection
Diakses pada 30 Desember 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email