Penyakit Lainnya

Sinus Tarsi

06 Oct 2021 | Popy Hervi PutriDitinjau oleh dr. Reni Utari
image Sinus Tarsi
Sinus tarsi syndrome (STS) atau sinus tarsi adalah kondisi klinis yang ditandai dengan rasa sakit yang berkelanjutan di anterior (depan) dan lateral (sisi samping) pergelangan kaki. Kondisi ini biasanya terjadi akibat cedera traumatis.Selain itu, penyebab paling umum dari sinus tarsi adalah keseleo pergelangan kaki yang berlangsung jangka panjang (kronis). Rasa sakit akibat sindrom tarsi biasanya timbul karena adanya cedera pada ligamen, dan ketidakstabilan sendi.Seorang atlet yang menderita sinus tarsi biasanya mengalami ketidakstabilan dan ketidaknyamanan pergelangan kaki secara persisten. Pengobatan penyakit ini umumnya dilakukan untuk mengontrol ketidaknyamanan pada pergelangan kaki serta meningkatkan stabilitas keseluruhan kaki dan pergelangan kaki. 
Sinus Tarsi
Dokter spesialis Ortopedi
GejalaNyeri kronis, memar, dan bengkak di pergelangan kaki
Faktor risikoKeseleo, rheumatoid arthritis, gout arthritis
Metode diagnosisCT scan, pemindaian tulang, MRI
PengobatanObat-obatan, terapi fisik, menggunakan sepatu ortopedi
ObatObat pereda nyeri
KomplikasiKetidakstabilan sendi, munculnya jaringan parut
Kapan harus ke dokter?Mengalami gejala sinus tarsi
Secara umum, gejala sinus tarsi meliputi:
  • Nyeri kronis di sepanjang bagian depan dan samping pergelangan kaki
  • Nyeri saat kaki dimiringkan (inversi) atau dibelokkan (eversi)
  • Perasaan tidak stabil pada kaki atau pergelangan kaki saat menahan beban
  • Kesulitan berjalan di permukaan yang tidak rata, seperti rumput atau jalan berbatu
  • Pembengkakan di pergelangan kaki
  • Ekimosis atau memar
 
Penyebab utama sinus tarsi adalah melemahnya ligamen di pergelangan kaki yang disebut ligamen talofibular. Sementara faktor risiko sinus tarsi meliputi:
 
Diagnosis sinus tarsi dilakukan dengan cara-cara di bawah ini:
  • CT scan

CT scan dapat menunjukkan perubahan tulang sekunder pada tahap lebih awal dari radiografi.
  • Pemindaian tulang atau scintigrafi

Pemindaian tulang dapat dilakukan untuk mengetahui adanya perubahan inflamasi atau peradangan pada pergelangan kaki.
  • MRI

MRI dianggap sebagai metode pemeriksaan terbaik untuk menunjukkan ada tidaknya perubahan pada jaringan lunak sinus tarsi. Contohnya, peradangan, pembentukan jaringan parut, atau cedera ligamen.Prosedur ini juga bisa mendeteksi kondisi lemak T1-hiperintens di ruang sinus tarsi yang berganti dengan cairan atau jaringan parut, serta kista ganglion yang menekan saraf. 
Cara mengobati sinus tarsi umumnya akan tergantung dari tingkat keparahan penyakit dan seberapa lama pasien sudah mengalami kondisi tersebut. Beberapa langkah penanganan dari dokter meliputi:
  • Menggunakan obat pereda nyeri, misalnya obat pereda nyeri yang disuntikan, diminum langsung, atau dioleskan langsung ke kaki
  • Menjalani terapi fisik alias fisioterapi
  • Memakai sepatu ortopedi untuk menstabilkan area yang terkena
  • Tidak banyak menggerakkan kaki
  • Menggunakan metode khusus untuk menstabilkan area yang terkena, seperti bracing atau taping
  • Operasi jika penanganan lainnya tidak memberikan hasil yang efektif
 

Komplikasi sinus tarsi

Jika tidak ditangani dengan benar, kondisi ini bisa menyebabkan komplikasi berupa: 
  • Ketidakstabilan sendi
  • Munculnya jaringan parut
 
Cara mencegah sinus tarsi tidak diketahui hingga saat ini karena penyebabnya juga belum pasti. 
Hubungi dokter bila Anda mengalami gejala yang mengarah pada sinus tarsi. Demikian pula jika Anda memiliki tanda atau gejala lain yang tidak disebutkan maupun kekhawatiran serta pertanyaan lainnya. 
Sebelum pemeriksaan ke dokter, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
 
Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Kapan gejala pertama kali Anda alami?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait sinus tarsi?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis sinus tarsi agar penanganan yang tepat bisa diberikan. 
NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2953318/
Diakses pada 6 Oktober 2021
Physiopedia https://www.physio-pedia.com/Sinus_Tarsi_Syndrome
Diakses pada 6 Oktober 2021

Radiopaedia. https://radiopaedia.org/articles/sinus-tarsi-syndrome
Diakses pada 6 Oktober 2021
Verywell health. https://www.verywellhealth.com/sinus-tarsi-syndrome-4588762
Diakses pada 6 Oktober 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email