Saraf

Sindrom Tourette

09 Oct 2021 | Nurul RafiquaDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Sindrom Tourette
Tidak ada obat untuk sindrom Tourette, tetapi penanganan yang cepat dan tepat dapat membantu mengatasi gejalanya.
Sindrom Tourette adalah gangguan saraf yang menyebabkan penderitanya melakukan tics. Tics adalah gerakan atau ucapan yang sama secara berulang dan di luar kendali. Tics biasanya muncul pada anak usia 2-15 tahun.Tics pada penderita Tourette dapat bervariasi dari tipe, frekuensi, dan keparahannya. Secara garis besar, ada dua jenis tics yang dapat dialami oleh penderita sindrom Tourette, yakni: 
  • Tics  Motorik
    Tics berupa gerakan yang dilakukan dengan tidak sadar disebabkan oleh kontraksi otot seperti kejang. Tic motorik sederhana misalnya mengedipkan mata, menggerakkan bahu, atau menggerakkan kaki atau tangan secara tiba-tiba dan berulang.
  • Tik Vokal
    Tics berupa suara yang dikeluarkan secara tidak sengaja. Tic vokalis sederhana misalnya berdehem, batuk, mengeluarkan suara mencium bau, atau dengkuran. Tic suara juga bisa berupa mengeluarkan vokalisasi seperti ucapan yang diulang-ulang.
Tic juga dapat melibatkan gerakan atau vokalisasi yang lebih luas dan biasanya dengan durasi yang lebih lama. Tidak ada obat untuk sindrom Tourette, tapi tersedia pengobatan untuk membantu mengelola gejala yang muncul.Pada sindrom Tourette yang gejalanya terbilang ringan, kebanyakan pasien bahkan tidak memerlukan pengobatan sama sekali. 
Sindrom Tourette
Dokter spesialis Anak, Jiwa, Saraf
GejalaMengedipkan mata, meringis, menyentakan kepala dan anggota badan lainnya tanpa disengaja dan berulang-ulang
Faktor risikoFaktor keturunan, laki-laki
Metode diagnosisPemeriksaan fisik, tes darah, tes pencitraan
PengobatanObat-obatan, psikoterapi, deep brain stimulation
ObatFluphenazine, injeksi botulinum, antidepresan
KomplikasiADHD, OCD, depresi, perundungan
Kapan harus ke dokter?Jika anak sering melakukan pergerakan atau suara tanpa disengaja dan berulang-ulang
Tics adalah gejala umum pada sindrom Tourette. Tics  dapat menjadi lebih parah jika penderita sakit, stres, cemas, lelah, atau bersemangat. Tics juga dapat muncul saat penderita tidur dan bisa berubah-ubah bentuknya seiring berjalannya waktu. Terkadang, tics dapat memburuk saat masa remaja tapi akan mereda saat penderita beranjak dewasa. Berdasarkan tingkat keparahannya, tics terbagi menjadi dua, yaitu:

Tics sederhana

Tics yang dialami muncul bisa muncul secara tiba-tiba, berulang-ulang dalam durasi yang singkat serta hanya melibatkan beberapa bagian otot saja. Biasanya ditandai dengan gejala seperti:Tics motorik sederhana:
  • Mengedipkan mata
  • Meringis
  • Memutar mata
  • Mengangkat bahu
  • Menyentakkan kepala atau anggota badan lainya
Tics vokal sederhana:
  • Mengeluarkan suara seperti sedang membersihkan tenggorokan 
  • Mengendus
  • Menggonggong atau mendengus 
  • Berdeham
  • Batuk
  • Bersiul
  • Berdecak atau mengeluarkan suara lainnya dari lidah
  • Meniru suara binatang

Tics kompleks

Tics yang dialami muncul dalam pola pergerakan yang koordinatif serta melibatkan banyak macam otot. Umumnya ditandai gejala seperti:Tics motorik kompleks:
  • Meringis yang dikombinasikan dengan memutar kepala dan mengangkat bahu.
  • Meloncat-loncat
  • Menggeliat
  • Menyentuh-nyentuh benda
  • Membungkuk
  • Berputar-putar 
  • Melakukan gerakan lain dengan pola tertentu
Tics  Vokal kompleks:
  • Mengucapkan kata-kata secara acak
  • Mengulang kata atau kalimat yang sama dari diri sendiri atau orang lain
  • Mengumpat dengan makian, kata-kata vulgar atau cabul, yang disebut coproalia.
Beberapa kasus tics dapat menghasilkan gerakan yang dramatis dan dapat melukai penderitanya, misalnya dengan meninju diri sendiri yang bisa saja dilakukan berulang kali.Sebelum melakukan tics, sebagian besar penderita sindrom Tourette umumnya merasakan suatu sensasi yang disebut dorongan premonitory. Sensasi tersebut biasanya muncul di kelompok otot yang terdampak dan baru akan hilang setelah pasien melakukan tics.Misalnya, muncul rasa panas di mata sebelum berkedip, tenggorokan yang kering dan gatal sebelum berdeham, atau rasa gatal di otot sebelum melakukan sentakan.

Komplikasi

Orang dengan sindrom Tourette seringkali terlihat sehat dan memiliki kehidupan yang aktif. Namun, sindrom ini sering kali mengarah pada gangguan psikologis yang dapat mengganggu interaksi sosial.Penderita sindrom Tourette dapat mengalami masalah suasana hati dan perilaku, seperti:
Anak-anak dengan sindrom Tourette mungkin juga berisiko diintimidasi atau mengalami perundungan (di-bully). Sebab, tics membuat mereka tampak berbeda dari anak-anak kebanyakan.Namun, perlu diketahui bahwa keadaan ini bukanlah satu kesatuan dari sindrom Tourette dan bisa jadi hanya muncul bersamaan dengan sindrom Tourette. Baca juga: Pelajari Tips Membesarkan Anak ADHD dari Ahlinya
Penyebab utama sindrom Tourette tidak diketahui pasti. Namun, sejumlah studi genetik menyatakan bahwa sindrom Tourette dapat diturunkan lewat gen yang diwariskan orangtua pada anak mereka. Anak laki-laki memiliki peluang tiga sampai empat kali lebih tinggi untuk mewarisi gen sindrom Tourette dibandingkan anak perempuan. Jenis tics yang dialami oleh setiap anggota keluarga mungkin berbeda-beda.Di samping itu, penyakit ini diduga disebabkan oleh masalah di bagian otak yang mengatur pergerakan tubuh (basal ganglia) serta masalah pada zat kimia dalam otak yang mengirimkan impuls saraf, termasuk dopamin dan serotonin.Sementara itu, beberapa penelitian mengungkapkan bahwa munculnya sindrom Tourette pada anak dapat dipengaruhi oleh faktor lingkungan, seperti:
  • Merokok selama kehamilan.
  • Mengalami komplikasi kehamilan.
  • Berat badan lahir rendah.
  • Menderita infeksi pada masa kehamilan  
Baca juga: Penyakit pada Ibu Hamil yang Sering Terjadi dan Cara Mencegahnya
Berdasarkan Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders edisi kelima (DSM-5) yang menjadi panduan untuk Asosiasi Psikiater Amerika (American Psychiatrist Association), pasien akan didiagnosis mengalami sindrom Tourette, jika: 
  • Terdapat satu atau lebih tics motorik dan vokal yang dapat muncul bersamaan atau terpisah.
  • Merasakan gejala sindrom Tourette sebelum usia 18 tahun.
  • Tics yang dialami dapat hilang timbul tetapi tetap muncul selama lebih dari satu tahun sejak munculnya tic yang pertama.
  • Gangguan yang dirasakan bukan karena efek fisiologi dari zat (contoh, kokain) atau kondisi medis tertentu. (contoh, penyakit Huntington).
Namun, tics motorik atau vokal dapat disebabkan oleh kondisi selain sindrom Tourette. Untuk membantu proses diagnosis penyebab tics, dokter dan ahli kesehatan lainnya dapat merekomendasikan tes darah atau tes pencitraan seperti tes MRI.Baca jawaban dokter: Apakah Tourettes Sindrom dan Latah itu berbeda atau sama?
Tidak ada obat untuk sindrom Tourette. Terapi ditujukan untuk mengontrol tics yang telah mengganggu aktivitas sehari-hari. Obat yang dapat digunakan untuk membantu pengobatan sindrom Tourette antara lain:

obat-obatan

  • Obat yang menekan atau mengurangi dopamin, seperti fluphenazine, haloperidol, risperidone.
  • Suntikan botulinum (botox) dapat membantu mengatasi tics vokal sederhana.
  • Obat stimulan untuk pengidap sindrom Tourette yang disertai dengan ADHD. Contohnya, amphetamine/dextroamphetamine atau methylphenidate.
  • Inhibitor adrenergic sentral dapat membantu mengendalikan impuls dan kemarahan, Misalnya, clonidine. 
  • Antidepresan dapat membantu mengatasi kecemasan, kesedihan, dan OCD. Contoh obat yang biasa diresepkan adalah fluoxetine.
  • Obat anti kejang, berupa topiramate.

Terapi lainnya

  • Terapi perilaku, yang bertujuan untuk membantu pasien mengendalikan tics.
  • Psikoterapi, untuk mengatasi masalah psikologis karena gangguan sindrom Tourette. 
  • Stimulasi otak mendalam (deep brain stimulation), dilakukan dengan memasukkan alat medis yang dioperasikan dengan baterai ke dalam otak. Alat tersebut akan memberikan stimulasi listrik ke daerah otak yang mengontrol pergerakan. Namun, perlu diketahui bahwa alat ini masih dalam penelitian lebih lanjut dan direkomendasikan hanya kepada penderita yang tidak dapat pengobatan yang telah diberikan sebelumnya tidak membuahkan hasil.

Pola asuh orangtua

Jika anak Anda mengalami sindrom Tourette, beberapa hal yang dapat Anda lakukan adalah:
  • Tumbuhkan harga diri anak dengan mendukung minatnya. 
  • Beritahu dan edukasikan gangguan yang anak Anda hadapi kepada pihak-pihak terkait, seperti guru, pengasuh, dan sebagainya.
  • Ikuti komunitas-komunitas yang terdiri dari orangtua dengan anak-anak yang mengalami sindrom Tourette untuk dapat saling berdiskusi dan mendapatkan dukungan dari satu sama lain. 
 
Sindrom Tourette tidak dapat dicegah. Namun, deteksi dan pengobatan dini dapat mencegah kondisi ini semakin memburuk. Peluang untuk mewariskan gen sindrom Tourette adalah sebesar 50% dari suatu kehamilan. Oleh karena itu, orang-orang dengan riwayat sindrom Tourette dapat mempertimbangkan pengujian genetik dan pilihan keluarga berencana. Konselor genetik akan membahas pilihan terbaik berdasarkan kondisi Anda.
Temuilah dokter dan ahli kesehatan mental lainnya jika Anda atau anak Anda melakukan pergerakan atau mengeluarkan suara tanpa disengaja, tidak diinginkan, dan berulang-ulang.Tidak semua tics menunjukkan sindrom Tourette. Oleh karenanya, Anda perlu untuk berkonsultasi dengan dokter dan ahli kesehatan mental lainnya untuk dapat mengetahui penyebab pastinya.Banyak anak mengembangkan tics yang tidak hilang dengan sendirinya dalam beberapa minggu atau bulan. Apabila anak tersebut menunjukkan tingkah laku yang tidak biasanya, sangat penting untuk mengidentifikasi penyebab dan mengungkapkan apakah ada masalah serius yang menyebabkan gejalanya.
Sebelum pemeriksaan ke dokter, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter, seperti:
    • Apa penanganan yang sesuai untuk saya atau anak saya?
    • Jika saya atau anak saya harus mengonsumsi obat, apa efek samping dan kontra indikasi dari obat-obatan yang diberikan?
    • Apakah gangguan yang saya atau anak saya alami adalah sesuatu yang berjangka panjang atau tidak?
    • Apakah saya atau anak saya perlu mengikuti tes-tes tertentu?
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
Dokter dan ahli kesehatan lainnya mungkin akan mengajukan pertanyaan seperti:
  • Kapan gejala dimulai?
  • Apakah gejala terus berlanjut atau hanya pada saat tertentu?
  • Sudah berapa lama Anda atau anak Anda mengalami gangguan ini?
  • Apakah Anda atau anak Anda pernah melakukan suatu gerakan atau membuat suatu suara secara tidak sengaja yang tidak diinginkan?
  • Seberapa parah gejala yang dialami?
  • Apakah ada sesuatu yang dapat meringankan gejala?
  • Apakah ada sesuatu yang nampaknya memperburuk gejala?
  • Apakah di keluarga Anda terdapat anggota keluarga yang pernah mengalami gangguan yang serupa?
  • Apakah Anda atau anak Anda merasa cemas atau memiliki kesulitan dalam berkonsentrasi?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis sindrom Tourette agar penanganan yang tepat bisa diberikan.
National Institute of Neurological Disorders and Stroke. https://www.ninds.nih.gov/Disorders/Patient-Caregiver-Education/Fact-Sheets/Tourette-Syndrome-Fact-Sheet#3231_2
Diakses pada 4 Oktober 2021
Mayo Clinic.
https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/Tourette-syndrome/diagnosis-treatment/drc-20350470
Diakses pada 4 Oktober 2021
Medscape.
https://emedicine.medscape.com/article/1182258-overview
Diakses pada 4 Oktober 2021
NHS.
https://www.nhs.uk/conditions/Tourettes-syndrome/
Diakses pada 17 Oktober 2018
WebMd.
https://www.webmd.com/brain/tourettes-syndrome#2
Diakses pada 14 Maret 2019
Neurotoxicology. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/28410962/
Diakses pada 4 Oktober 2021
BMC Pregnancy & Childbirth. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4015943/
Diakses pada 4 Oktober 2021
Frontiers in Neuroscience. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4971013/
Diakses pada 4 Oktober 2021
https://www.cdc.gov/ncbddd/tourette/facts.html
Diakses pada 4 Oktober 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email