Kulit & Kelamin

Sindrom Stevens Johnson

Diterbitkan: 28 Jan 2019 | Lenny TanDitinjau oleh dr. Miranda Rachellina
image Sindrom Stevens Johnson
Kulit merah dan mengelupas adalah gejala sindrom Stevens Johnson
Sindrom Stevens Johnson (SSJ) merupakan kondisi yang menyerang kulit, selaput lendir (contoh: lapisan pada dinding rongga mulut, saluran pencernaan, saluran pernapasan), kelamin, dan mata. Kondisi ini jarang terjadi, namun sifatnya serius bahkan fatal. Sindrom ini biasanya disebabkan karena reaksi terhadap obat-obatan tertentu. Terkadang juga bisa disebabkan oleh infeksi. Pada awalnya, gejala bisa menyerupai flu yang diikuti dengan ruam merah keunguan yang menyebar dan membentuk lepuhan. Selanjutnya, kulit akan mati dan mengelupas. Sindrom Stevens Johnson adalah kondisi kegawatdaruratan yang membutuhkan perawatan di rumah sakit.
Sindrom Stevens Johnson
Dokter spesialis Kulit
GejalaRuam kemerahan, lepuh pada kulit dan selaput lendir, demam
Faktor risikoInfeksi HIV, memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah, riwayat Sindrom Stevens Johnson
Metode diagnosisPemeriksaan fisik, biopsi kulit, pemeriksaan kultur
PengobatanObat-obatan, perawatan luka, infus cairan dan nutrisi
ObatSteroid, pereda nyeri, antibiotik
KomplikasiSelulitis, infeksi darah (sepsis), gangguan fungsi paru
Kapan harus ke dokter?Memiliki tanda dan gejala seperti Sindrom Stevens Johnson
  • Demam
  • Sakit pada kulit yang menyebar 
  • Ruam berwarna merah dan keunguan yang menyebar
  • Lepuh pada kulit dan selaput lendir di mulut, hidung, mata dan kelamin
  • Kulit mengelupas dalam beberapa hari setelah lepuh terbentuk
  • Batuk, sakit pada mulut dan tenggorokan, mata terasa seperti terbakar, dan kelelahan yang biasanya muncul sebelum ruam terlihat
Sindrom Stevens Johnson adalah reaksi terhadap obat atau infeksi dan tidak dapat diprediksi. Penyebab pasti sulit untuk ditentukan, tetapi biasanya kondisi ini dipicu oleh obat atau infeksi. Reaksi terhadap obat dapat terjadi pada awal penggunaan obat sampai lebih dari 2 minggu setelah selesai menggunakannya.Banyak obat yang dapat memicu gejala Stevens Johnson. Beberapa obat yang sering dilaporkan pada sindrom Stevens Johnson adalah:
  • Obat anti pegal, seperti allopurinol
  • Obat untuk mengobati kejang dan masalah mental
  • Penghilang rasa sakit, seperti acetaminophen dan naproxen sodium
  • Obat untuk melawan infeksi seperti penicillin
SSJ merupakan kondisi yang sangat jarang ditemukan dan tidak dapat diprediksi. Meski pemeriksaan reaksi alergi sebelum pemberian obat menunjukkan hasil yang negatif, risiko SSJ masih ada walau sangat kecil.Selain karena reaksi obat, SSJ dapat dipicu oleh infeksi seperti:
Faktor Risiko
  • Infeksi HIV. Orang dengan HIV memiliki risiko 100% untuk terkena sindrom Stevens Johnson
  • Sistem kekebalan tubuh lemah. Jika memiliki daya tahan tubuh rendah, seseorang akan memiliki risiko tinggi terkena sindrom Stevens Johnson
  • Riwayat sindrom Stevens Johnson sebelumnya. Jika pernah mengalami SSJ yang berkaitan dengan obat tertentu, maka ada risiko mengalami SSJ kembali bila mengonsumsi obat tersebut
  • Sejarah keluarga dengan sindrom Stevens J Gen HLA-B*1502. Jika memiliki gen yang disebut HLA-B*1502, orang tersebut memiliki risiko tinggi mengidap sindrom Stevens Johnson, terutama jika mengonsumsi obat-obatan untuk kejang, asam urat, atau penyakit mental
Komplikasi
  • Infeksi kulit sekunder (selulitis)
  • Infeksi darah (sepsis). Sepsis terjadi ketika bakteri dari infeksi memasuki pembuluh darah dan menyebar melalui tubuh. Kondisi ini adalah kondisi yang mengancam nyawa
  • Gangguan mata. Ruam disebabkan oleh sindrom Stevens Johnson dapat mengakibatkan peradangan mata dan mata kering, bahkan kebutaan
  • Gangguan fungsi paru, seperti gagal pernapasan akut
  • Kerusakan kulit permanen. Setelah mengalami SSJ, kulit yang mengelupas dapat tumbuh kembali, tapi dapat disertai dengan jaringan parut, benjolan, atau warna yang abnormal. Selain itu, dapat juga menyebabkan kerontokan rambut serta gangguan pertumbuhan kuku
  • Pemeriksaan fisik. Dokter seringkali dapat mengidentifikasi sindrom Stevens Johnson berdasarkan sejarah medis dan pemeriksaan fisik
  • Biopsi kulit. Untuk mengonfirmasi diagnosis, dan mengetahui kemungkinan lain, dokter akan mengambil sebagian kecil dari kulit untuk di tes di dalam laboratorium
  • Pemeriksaan kultur. Kultur jaringan kulit atau dari area lain seperti rongga mulut dapat dilakukan untuk megidentifikasi adanya infeksi
  • Pemeriksaan radiologi. Tergantung dari gejala, dokter akan melakukan pemeriksaan x-ray untuk mengecek pneumonia
  • Tes darah. Hal ini dilakukan untuk mendeteksi infeksi atau penyebab lain
Pengobatan sindrom Stevens Johnson dilakukan di rumah sakit oleh tim spesialis. Dokter akan menghentikan obat atau mengobati infeksi yang menyebabkan sindrom Stevens Johnson. Dokter juga akan mencoba meringankan gejala dan mencegah infeksi. Tubuh harus tetap terhidrasi dan kulit membutuhkan protein untuk dibangun kembali. Penderita akan mendapatkan cairan dari infus, kemudian akan diberikan makanan melalui pipa yang dimasukkan melalui hidung menuju ke lambung.Terapi yang diberikan dapat berupa:
  • Obat antinyeri untuk mengurangi ketidaknyamanan
  • Obat untuk mengurangi peradangan pada mata dan selaput lendir, seperti steroid topikal
  • Antibiotik untuk mengontrol infeksi jika dibutuhkan
  • Tergantung dari tingkat keparahannya, dapat diberikan steroid oral, imunoglobulin, dan pengobatan yang berhubungan dengan imun.
Jika pernah mengalami SSJ hindari obat yang memicunya. Termasuk jika ada riwayat SSJ dalam keluarga. Sehingga sangat penting diketahui obat-obatan apa saja yang dikonsumsi saat terkena SSJ sebelumnya.
Sindrom Stevens Johnson membutuhkan perhatian medis secepatnya. Carilah pertolongan medis jika mengalami tanda dan gejala dari kondisi ini.
Sebelum berkonsultasi, Anda dapat menyiapkan daftar pernyataan untuk memastikan penyakit yang Anda derita. Berikut adalah contoh daftar pertanyaan yang dapat Anda ajukan:
  • Apa yang menyebabkan kondisi ini?
  • Bagaimana cara mencegah reaksi ini di masa depan?
  • Larangan apa yang perlu saya ikuti?
  • Saya punya kondisi medis lain. Bagaimana cara saya mengontrol mereka bersamaan?
Saat berkonsultasi, dokter biasanya akan mengajukan beberapa pertanyaan kepada Anda, seperti:
  • Apakah Anda menderita flu belakangan ini?
  • Apa kondisi medis lain yang Anda miliki?
  • Obat apa yang Anda konsumsi dalam 3 minggu ini?
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/stevens-johnson-syndrome/diagnosis-treatment/drc-20355942
Diakses pada 3 Desember 2018
NHS. https://www.nhs.uk/conditions/stevens-johnson-syndrome
Diakses pada 3 Desember 2018
WebMD. https://www.webmd.com/skin-problems-and-treatments/qa/how-is-stevensjohnson-syndrome-treated
Diakses pada 3 Desember 2018
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email

Artikel Terkait

Mengenal Pitiriasis Alba yang Disebut Mirip Panu

Bercak putih pada kulit anak kerap kali terjadi. Banyak orang mengira bahwa ini adalah panu. Namun, kondisi ini ternyata disebut dengan pitiriasis alba. Apakah itu?
13 Jan 2020|Dina Rahmawati
Baca selengkapnya
Pitiriasis alba seringkali disebut sebagai panu, namun keduanya berbeda

7 Manfaat Saffron untuk Wajah Anda yang Cerah dan Bebas Jerawat

Manfaat saffron untuk wajah tak kalah baik dengan khasiatnya bagi kesehatan. Manfaat saffron untuk kecantikan mulai dari mengurangi iritasi kulit, mengatasi bekas jerawat, hingga mengatasi lingkaran hitam di bawah mata bisa diatasinya.Baca selengkapnya
Manfaat saffron untuk wajah adalah mengatasi bekas jerawat

Serupa Tapi Tak Sama, Ini Sebenarnya Perbedaan Serum dan Essence

Banyak orang mewajibkan serum dan essence dalam rutinitas perawatan wajah hariannya. Sebenarnya, apa perbedaan serum dan essence? Meski tampak serupa, serum dan essence memiliki tekstur, kandungan, dan fungsi yang sedikit berbeda, lho. Cari tahu perbedaan serum dan essence dalam artikel berikut ini.Baca selengkapnya
Perbedaan serum dan essence terletak pada tekstur, kandungan, dan fungsinya