Sindrom Sjogren

Ditinjau dr. Indra Wijaya
Penyakit sindrom sjogren seringkali diikuti dengan kelainan sistem imun seperti artritis reumatoid dan lupus.
Sindrom sjogren adalah penyakit autoimun yang menyerang sel dan membran dalam tubuh.

Pengertian Sindrom Sjogren

Sindrom Sjogren terjadi ketika sistem imun (kekebalan tubuh) diidentifikasi dengan dua gejala umum, yaitu mata kering dan mulut kering. Kondisi ini seringkali diikuti dengan kelainan sistem imun seperti artritis reumatoid dan lupus. Pada sindrom Sjogren, membran lendir dan kelenjar air mata terinfeksi, sehingga mengakibatkan penurunan air mata dan air liur. Hampir semua orang dapat terkena Sindrom Sjogren tanpa ada batasan umur. Namun, mayoritas penderitanya berusia di atas 40 tahun. Sindrom ini lebih banyak menyerang perempuan, dan pengobatan difokuskan untuk mengurangi gejala.

Penjelasan Lebih Lanjut

Gejala

  • Mata kering
  • Mulut kering
  • Kulit kering
  • Kelelahan
  • Kering pada daerah vagina
  • Sakit pada otot dan sendi
  • Pembengkakan antara rahang dan telinga
  • Ruam (terutama setelah terpapar matahari)

Penyebab

Sindrom Sjogren adalah penyakit autoimun (kesalahan pada imun). Dalam kondisi ini, sistem imun (sistem kekebalan pada tubuh) menyerang sel dan membran dalam tubuh. Menurut penelitian, beberapa gen dapat membuat penderita memiliki risiko yang lebih tinggi. Namun, kondisi itu muncul karena dipicu hal lain seperti infeksi virus maupun bakteri. Pada sindrom Sjogren, sistem kekebalan tubuh akan menyerang kelenjar yang memproduksi air mata dan air liur. Sindrom ini juga dapat merusak bagian tubuh yang lain seperti :

  • Sendi
  • Tiroid
  • Ginjal
  • Paru-paru
  • Kulit
  • Sistem saraf

Faktor risiko

  • Usia:
    Sindrom Sjogren biasanya didiagnosis pada orang berusia di atas 40 tahun.
  • Jenis kelamin:
    Wanita lebih rentan terhadap sindrom Sjogren.
  • Penyakit rematik:
    Umumnya pengidap Sindrom Sjogren juga memiliki penyakit rematik, seperti artritis rematoid atau lupus.

Komplikasi

  • Gigi berlubang:
    Karena air liur membantu melindungi gigi dari bakteri yang menyebabkan gigi berlubang, penderita akan berisiko mengalami gigi berlubang apabila mulut kering.
  • Infeksi ragi:
    Orang yang terkena sindrom Sjogren akan mudah mengalami sariawan, karena adanya infeksi mulut.
  • Masalah pandangan. Mata yang kering membuat mata sensitif terhadap cahaya, pandangan yang buram dan kerusakan pada kornea.

Pengobatan

Tidak ada obat untuk menyembuhkan Sindrom Sjogren. Meski demikian,ada hal yang dapat dilakukan untuk membantu mengurangi gejalanya, yaitu:

  • Menghindari tempat yang kering, berasap dan berangin.
  • Menghindari membaca, menonton TV, atau melihat layar dalam waktu yang lama.
  • Menjaga kebersihan mulut.
  • Menghindari alkohol dan rokok.

Ada beberapa pengobatan yang dapat membantu, seperti:

  • Air tetes mata yang dapat menjaga mata tetap lembap (air mata buatan).
  • Spray, permen obat, dan gel yang menjaga mulut tetap basah.
  • Obat yang membantu tubuh memproduksi lebih banyak air mata dan air liur.

Informasi Dokter

Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?

Temui dokter jika Anda mengalami gejala Sjogren yang tidak membaik atau mengganggu. Ada banyak hal yang dapat menyebabkan gejala yang sama. Dokter dapat melakukan cek terhadap penyebab yang lebih umum seperti bengkak pada lipatan mata, diabetes atau obat-obatan.

Apa yang Akan Dilakukan Dokter pada Saat Konsultasi?

Jika diperlukan, dokter akan menyarankan Anda menemui dokter spesialis untuk pemeriksaan lebih lanjut seperti:

  • Tes darah
  • Tes mata
  • Biopsi mulut, melalui pengambilan sampel berupa bagian kecil dari kulit dalam mulut, untuk diteliti di bawah mikroskop.
Referensi

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/sjogrens-syndrome/symptoms-
causes/syc-20353216
diakses pada 8 Oktober 2018.

NHS. https://www.nhs.uk/conditions/sjogrens-syndrome/    
diakses pada 8 Oktober 2018.

Back to Top