Penyakit Lainnya

Sindrom Sheehan

11 Sep 2021 | Nurul RafiquaDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Sindrom Sheehan
Kurangnya kadar oksigen pada darah dapat merusak kelenjar pituitari.
Sindrom Sheehan adalah kondisi langka ketika kelenjar pituitari wanita rusak akibat perdarahan hebat saat melahirkan. Sindrom Sheehan disebut juga sebagai postpartum hypopituitarism.Kelenjar pituitari adalah organ kecil berbentuk oval yang terletak di belakang hidung dekat bagian bawah otak. Kelenjar ini berfungsi untuk memproduksi hormon yang membantu banyak fungsi organ tubuh, seperti organ tiroid, ginjal, dan organ reproduksi seksual seperti rahim.Kehilangan darah yang ekstrem selama proses persalinan dapat mengakibatkan aliran oksigen ke otak berkurang drastis sehingga memicu gangguan pada fungsi kelenjar pituitari.Ketika kelenjar pituitari rusak, hormon yang dihasilkan tidak dalam jumlah yang cukup sehingga akan ikut mengganggu fungsi organ terkait. Kondisi ini cukup umum terjadi di negara berkembang.Baca juga: Mengenal Kelenjar Pituitari yang Mengendalikan Beragam Fungsi Tubuh
Sindrom Sheehan
Dokter spesialis Endokrin
GejalaKesulitan menyusui, menstruasi tidak teratur, berat badan bertambah
Faktor risikoHamil anak kembar, ibu hamil dengan gangguan plasenta
Metode diagnosisTes darah, CT scan, MRI
PengobatanTerapi pengganti hormon
ObatEstrogen, kortikosteroid, levothyroxine
KomplikasiKrisis adrenal, tekanan darah rendah, menstruasi tidak teratur
Kapan harus ke dokter?Jika mengalami gejala seperti sindrom sheehan
Tanda dan gejala Sindrom Sheehan bisa bervariasi pada tiap orang, tergantung sejauh mana kerusakan kelenjar pituitari yang dialami. Biasanya gejala muncul perlahan dalam beberapa bulan setelah proses persalinan.Beberapa wanita bahkan hidup selama bertahun-tahun dan tidak menyadari bahwa kelenjar pituitarinya tidak berfungsi secara semestinya

Pada umumnya, tanda dan gejala Sindrom Sheehan meliputi:

  • Kesulitan atau tidak mampu menyusui (ASI tidak bisa keluar dan ibu tidak dapat menyusui)
  • Menstruasi tidak teratur (oligomenore)
  • Berhenti menstruasi (amenore)
  • Berat badan bertambah dan kesulitan untuk tetap menjaga kehangatan tubuh, akibat kurangnya hormon tiroid (hipotiroidisme)
  • Tekanan darah rendah (hipotensi)
  • Kelelahan
  • Kulit kering
  • Detak jantung tidak teratur (takikardia)
  • Gula darah rendah (hipoglikemia)
  • Payudara mengecil
  • Sembelit
  • Hilangnya rambut kemaluan dan rambut di ketiak
  • Tekanan darah rendah
  • Penipisan lapisan vagina
  • Diabetes insipidus, kondisi di mana ginjal menghasilkan volume urine yang sangat besar secara tidak normal
  • Kehilangan kekuatan pada otot
  • Sensitivitas insulin
  • Penurunan libido (penurunan minat pada seks)
  • Hot flash, sensasi rasa panas dan gerah pada bagian atas tubuh.
Sindrom Sheehan disebabkan oleh kehilangan darah yang banyak atau penurunan tekanan darah pada saat kehamilan maupunsetelah melahirkan. Perdarahan hebat dapat merusak kelenjar pituitari yang membesar saat kehamilan, sehingga kelenjar tidak dapat berfungsi dengan baik dan tidak dapat memproduksi hormon.Hormon pituitari mengatur sistem endokrin, yang memberikan sinyal ke kelenjar lain untuk meningkatkan atau mengurangi produksi hormon yang mengontrol metabolisme, pembuahan, tekanan darah, produksi ASI, dan proses penting lainnya. Kekurangan hormon dapat menyebabkan masalah pada tubuh.Hormon dari pituitari bagian depan termasuk:
  • Hormon pertumbuhan (Growth Hormone)
    Growth hormone mengontrol tulang dan menjaga keseimbangan antara sel otot dan lemak.
  • Hormon stimulasi tiroid (Thyroid Stimulating Hormone/TSH)
    Hormon ini menstimulasi kelenjar tiroid untuk memproduksi hormon yang mengatur metabolisme. Kekurangan TSH akan menyebabkan kelenjar tiroid tidak aktif.
  • Hormon luteinisasi (Luteinizing Hormone/LH)
    LH mengatur produksi estrogen pada wanita.
  • Hormon yang menstimulasi folikel (Follicle-stimulating hormone/FSH)
    Bekerja dengan LH, FSH membantu menstimulasi perkembangan telur dan ovulasi pada wanita.
  • Adrenocorticotropic hormone (ACTH)
    ACTH berfungsi menstimulasi kelenjar adrenal untuk memproduksi kortisol yang berperan dalam respon stres.
  • Prolaktin
    Hormon ini mengatur perkembangan payudara wanita dan juga produksi ASI.

Faktor risiko

Sindrom Sheehan lebih sering terjadi pada wanita hamil dengan kondisi berikut:
  • Hamil dengan anak kembar
  • Kehamilan dengan kelainan plasenta seperti plasenta previa, solusio plasenta
  • Riwayat preeklampsia
  • Melahirkan anak dengan berat di atas 4 kg
  • Proses persalinan dibantu oleh alat forceps atau vacuum
Faktor-faktor tersebut dapat meningkatkan risiko ibu hamil mengalami perdarahan hebat pascapersalinan.
Diagnosis sindrom Sheehan dapat dilakukan dengan:
  • Mengumpulkan riwayat medis. Sangat penting untuk memberitahukan kepada dokter apabila ada sejarah komplikasi medis yang dimiliki, meskipun kejadiannya sudah lama terjadi. Apabila setelah melahirkan Anda tidak dapat memproduksi ASI atau tidak mengalami menstruasi pertama, informasi tersebut penting untuk disampaikan kepada dokter.
  • Tes darah, yang dilakukan untuk memeriksa kadar hormon pituitari dalam tubuh..
  • Tes stimulasi hormon pituitari. Ibu mungkin akan membutuhkan stimulasi hormon pituitari, yang melibatkan suntikan hormon dan tes darah berulang untuk melihat respon pituitari.
  • Tes pencitraan. Tes pencitraan seperti MRI atau CT scan dibutuhkan untuk memeriksa ukuran pituitari dan mencari penyebab munculnya gejala, seperti kemungkinan adanya tumor pituitary.
Pengobatan untuk Sindrom Sheehan adalah dengan terapi pengganti hormon jangka panjang. Dokter dapat merekomendasikan satu atau beberapa jenis terapi hormon, seperti:
  • Kortikosteroid. Prednison atau hidrokortison dapat diberikan untuk menggantikan hormon adrenal.
  • Levotiroksin. Obat ini diresepkan untuk meningkatkan kadar hormon yang dihasilkan kelenjar tiroid.
  • Estrogen plus progesterone, atau estrogen saja, jika rahim pasien telah diangkat. Hormon ini akan membantu menormalkan siklus menstruasi pasien. Obat ini dapat berhenti diminum setelah pasien mencapai usia menopause.
  • LH dan FSH. Hormon-hormon ini merangsang ovulasi dan dapat membantu pasien menjalani program kehamilan.
  • Hormon pertumbuhan yang diberikan untuk membantu menjaga kepadatan tulang, meningkatkan rasio otot terhadap lemak tubuh, dan menurunkan kadar kolesterol.
Dokter spesialis hormon atau ahli endokrin akan merekomendasikan tes darah secara rutin untuk memonitor tingkat hormon pada pasien. Umumnya, level hormon dievaluasi setiap bulan pada bulan pertama perawatan dan setahun sekali setelahnya.

Komplikasi

Karena hormon pituitari mengontrol banyak aspek dari metabolisme, Sindrom Sheehan yang tidak ditangani dengan baik dapat menghasilkan berbagai komplikasi, termasuk:
  • Krisis adrenal, kondisi serius dan berpotensi fatal, dimana kelenjar adrenal menghasilkan hormon kortisol yang terlalu sedikit.
  • Tekanan darah rendah
  • Kehilangan berat badan begitu saja
  • Menstruasi yang tidak teratur
Baca jawaban dokter: Menstruasi yang tidak teratur apakah ada hubungannya dengan riwayat keguguran?
Perawatan medis yang baik selama persalinan dapat mencegah perdarahan hebat dan tekanan darah rendah. Jika perdarahan masif telah terjadi, sindrom Sheehan tidak dapat dicegah.
Sindrom Sheehan dapat ditangani dengan baik jika mendapatkan diagnosis secepat mungkin. Jadi, jika Anda mencurigai beberapa gejala yang Anda alami sebagai ciri dan gejala dari Sindrom Sheehan, segeralah temui dokter.Jika Anda telah didiagnosis dengan sindrom ini, Anda juga harus memantau jadwal terapi penggantian hormon Anda. Selain itu, apabila Anda ingin memiliki anak di masa depan, penting untuk mendiskusikan perihal terkait kesuburan Anda secara ekstensif dengan dokter.Baca juga: Mau Program Hamil Sukses? Cerdaslah Kelola Stres
Sebelum pemeriksaan ke dokter, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
Dokter mungkin dapat menanyakan pertanyaan berikut:
  • Apakah anda mengalami pendarahan parah setelah melahirkan?
  • Apakah anda memiliki komplikasi lain saat melahirkan?
  • Apakah gejala yang anda alami terjadi setiap waktu, atau pada saat tertentu?
  • Seberapa parah gejala yang anda alami?
  • Apakah Anda melahirkan anak kembar atau memiliki kelainan plasenta?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis Sindrom Sheehan agar penanganan yang tepat bisa diberikan. 
MedlinePlus. https://medlineplus.gov/ency/article/001175.htm
diakses pada 12 Oktober 2018
Healthline. https://www.healthline.com/health/sheehan-syndrome#complications
Diakses pada 1 September 2021
Verywellhealth. https://www.verywellhealth.com/sheehans-syndrome-overview-4588420
Diakses pada 1 September 2021
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/sheehans-syndrome/diagnosis-treatment/drc-20351852
Diakses pada 1 September 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email