Sindrom Sheehan

Ditulis oleh Olivia
Ditinjau dr. Miranda Rachellina
Sindrom Sheehan adalah dimana fungsi kelenjar pituitari terganggu hingga tidak dapat menghasilkan hormon secara normal
Kurangnya kadar oksigen pada darah dapat merusak kelenjar pituitari.

Pengertian Sindrom Sheehan

Sindrom Sheehan adalah salah satu kondisi pada wanita, dimana fungsi kelenjar pituitari terganggu hingga tidak dapat menghasilkan hormon secara normal. Kondisi ini terjadi pada wanita yang mengalami pendarahan berat selama proses melahirkan. Kehilangan darah yang masif saat melahirkan akan mengakibatkan kurangnya kadar oksigen pada darah, sehingga merusak kelenjar pituitari. Sindrom Sheehan disebut juga sebagai postpartum hypopituitarism. Seiring dengan meningkatnya kualitas perawatan terhadap wanita selepas melahirkan, Sindrom Sheehan jarang ditemukan di negara maju namun masih menjadi ancaman bagi wanita di negara berkembang.

Penjelasan Lebih Lanjut

Gejala

Tanda dan gejala dari Sindrom Sheehan biasanya muncul perlahan, yaitu beberapa bulan atau bahkan beberapa tahun setelah melahirkan. Dalam sebagian kasus, gejala bisa langsung muncul. Contoh gejala dalam hal ini adalah ketidakmampuan sang ibu menyusui. Tanda dan gejala Sindrom Sheehan terjadi karena hormon yang dihasilkan oleh kelenjar pituitari terlalu sedikit, contohnya hormon tiroid, hormon adrenal, serta hormon yang mengatur produksi ASI dan menstruasi.

Contoh gejala lainnya adalah:

Pada banyak kasus, gejala Sindrom Sheehan tidak spesifik dan seringkali diduga sebagai penyakit lain. Kadang penderita tidak akan merasakan gejala apapun, tergantung pada derajat kerusakan dari kelenjar pituitari. Beberapa wanita hidup selama bertahun-tahun dan tidak menyadari bahwa kelenjar pituitarinya tidak berfungsi secara semestinya. Faktor stres fisik yang ekstrim, seperti infeksi berat atau operasi, dapat memicu krisis adrenal.

Penyebab

Sindrom Sheehan disebabkan oleh kehilangan darah yang banyak atau penurunan tekanan darah pada saat kehamilan atau setelah melahirkan. Faktor ini dapat merusak kelenjar pituitari yang membesar saat kehamilan, sehingga kelenjar tidak dapat berfungsi dengan baik dan tidak dapat memproduksi hormon. Hormon pituitari mengatur sistem endokrin, yang memberikan sinyal ke kelenjar lain untuk meningkatkan atau mengurangi produksi hormon yang mengontrol metabolisme, pembuahan, tekanan darah, produksi ASI dan proses penting lainnya. Kekurangan hormon dapat menyebabkan masalah pada tubuh. Hormon dari pituitari bagian depan termasuk :

  • Hormon pertumbuhan (Growth Hormone)
    Hormon ini mengontrol tulang dan menjaga keseimbangan antara sel otot dan lemak.
  • Hormon stimulasi tiroid (Thyroid Stimulating Hormone/TSH)
    Hormon ini menstimulasi kelenjar tiroid untuk memproduksi hormon yang mengatur metabolisme. Kekurangan TSH akan menyebabkan kelenjar tiroid tidak aktif.
  • Hormon luteinisasi (Luteinizing Hormone/LH)
    LH mengatur produksi estrogen pada wanita.
  • Hormon yang menstimulasi folikel (Follicle-stimulating hormone/FSH)
    Bekerja dengan LH, FSH membantu menstimulasi perkembangan telur dan ovulasi pada wanita.
  • Adrenocorticotropic hormone (ACTH)
    Hormon ini menstimulasi kelenjar adrenal untuk memproduksi kortisol yang berperan dalam respon stres.
  • Prolaktin
    Hormon ini mengatur perkembangan payudara wanita dan juga produksi ASI pada payudara.

Faktor risiko

Risiko seorang wanita terkena Sindrom Sheehan dapat meningkat apabila wanita tersebut mempunyai kondisi yang meningkatkan risiko kehilangan banyak darah atau mengalami penurunan tekanan darah saat melahirkan. Contohnya adalah wanita yang hamil dengan anak kembar atau lebih, dan kehamilan dengan kelainan plasenta. Kedua risiko tersebut dapat dikurangi dengan perawatan dan observasi yang teliti saat dan pasca melahirkan.

Komplikasi

Karena hormon pituitari mengontrol banyak aspek dari metabolisme, Sindrom Sheehan dapat menyebabkan berbagai gangguan termasuk:

  • Krisis adrenal, kondisi serius dan berpotensi fatal, dimana kelenjar adrenal menghasilkan hormon kortisol yang terlalu sedikit
  • Tekanan darah rendah
  • Kehilangan berat badan tanpa diet
  • Menstruasi yang tidak teratur

Diagnosis

  • Mengumpulkan sejarah medis. Sangat penting untuk memberitahukan kepada dokter apabila ada sejarah komplikasi medis yang dimiliki, meskipun apabila sejarah tersebut sudah lama terjadi. Dalam hal ini, apabila setelah melahirkan seorang wanita tidak dapat memproduksi ASI atau tidak mengalami menstruasi pertama, maka ini penting untuk disampaikan kepada dokter.
  • Tes darah. Tes darah akan mengecek level hormon pituitari
  • Tes stimulasi hormon pituitari. Ibu mungkin akan membutuhkan stimulasi hormon pituitari, yang melibatkan suntikan hormon dan tes darah berulang untuk melihat respon pituitari.
  • Tes gambar. Tes gambar seperti MRI atau CT scan dibutuhkan untuk memeriksa ukuran pituitari dan untuk mencari alasan yang mungkin dari gejala, seperti tumor pituitari

Pengobatan

Pengobatan untuk Sindrom Sheehan adalah dengan terapi pengganti hormon jangka panjang. Dokter dapat merekomendasikan satu atau beberapa obat-obat seperti, kortikosteroid, estrogen, atau hormon pertumbuhan. Dokter akan merekomendasikan tes darah secara rutin untuk memonitor tingkat hormon pada penderita. Umumnya, level hormon dievaluasi setiap bulan pada bulan pertama perawatan dan setahun sekali setelahnya.

Informasi Dokter

Apa yang Perlu Dipersiapkan Sebelum Berkonsultasi dengan Dokter?

  • Tuliskan semua gejala yang dialami, meskipun ada gejala yang anda rasa tidak berhubungan dengan alasan mengunjungi dokter
  • Tuliskan informasi personal
  • Tuliskan obat-obatan, vitamin atau suplemen yang dikonsumsi
  • Tuliskan pertanyaan yang ingin diajukan

Apa yang Akan Dilakukan Dokter pada Saat Konsultasi?

Dokter mungkin dapat menanyakan pertanyaan berikut:

  • Apakah anda mengalami pendarahan parah setelah melahirkan?
  • Apakah anda memiliki komplikasi lain saat melahirkan?
  • Apakah gejala yang anda alami terjadi setiap waktu, atau pada saat tertentu?
  • Seberapa parah gejala yang anda alami?
Referensi

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/sheehans-syndrome/diagnosis-treatment/drc-20351852

diakses pada 12 Oktober 2018.

MedlinePlus. https://medlineplus.gov/ency/article/001175.htm

diakses pada 12 Oktober 2018.

Back to Top