Kandungan

Sindrom Polikistik Ovarium

Diterbitkan: 12 Mar 2019 | Nurul RafiquaDitinjau oleh Maria Yuniar
image Sindrom Polikistik Ovarium
Wanita dengan PCOS tidak mengalami ovulasi meskipun ada pembesaran folikel.
Polycystic Ovary Syndrome (PCOS) atau sindrom polikistik ovarium adalah gangguan keseimbangan hormon pada wanita. PCOS umumnya terjadi pada wanita yang sudah mencapai usia reproduktif.Wanita dengan PCOS dapat memiliki periode menstruasi yang tidak teratur, berkepanjangan, atau kelebihan hormon androgen (hormon yang banyak pada laki-laki).Pada kondisi ini, dapat ditemukan sejumlah folikel (kantung) dalam ovarium (indung telur) yang membesar. Normalnya, folikel yang membesar tersebut akan mengeluarkan satu sel telur setiap bulannya (proses ovulasi). Namun pada PCOS, ovulasi tidak terjadi meski ada pembesaran folikel.Penyebab utama PCOS tidak diketahui. Diagnosis awal dan pengobatan dengan pengurangan berat badan dapat mengurangi risiko komplikasi jangka panjang, seperti diabetes tipe 2 dan penyakit jantung. 
Sindrom Polikistik Ovarium
Dokter spesialis Kandungan
  • Menstruasi yang tidak teratur, perdarahan menstruasi yang lebih berat dari biasanya, atau tidak adanya periode menstruasi (amenorrhea). Periode menstruasi yang tidak teratur, atau ketika jarak antara hari pertama menstruasi dengan hari pertama menstruasi selanjutnya lebih dari 35 hari disebut oligomenorrhea. Pasien juga dapat mengalami perdarahan menstruasi yang berat tanpa ovulasi.
  • Gangguan kesuburan (infertilitas).
  • Pertumbuhan rambut berlebihan pada wajah, dada, dan perut. Kondisi ini disebut hirsutisme yang terjadi akibat peningkatan adar hormon pria (androgen).
  • Rambut kepala rontok. Wanita dengan PCOS akan terlihat rambut yang menipis di kepala mereka.
  • Jerawat yang sulit sembuh meski sudah diobati
  • Obesitas, kenaikan berat badan, atau masalah dalam pengurangan berat badan terutama pada bagian pinggang.
  • Sakit panggul.
  • Kulit yang berminyak.
  • Kulit leher yang menghitam atau kondisi ini biasanya dikaitkan dengan gangguan metabolisme glukosa seperti pada diabetes melitus yang sering ditemukan pada pasien PCOS.
 
Penyebab PCOS tidak diketahui, tetapi ada beberapa faktor yang diduga memengaruhi terjadinya PCOS, seperti:
  • Kelebihan insulin. Insulin adalah hormon yang diproduksi di pankreas yang menungkinkan sel untuk menggunakan glukosa sebagai sumber energi utama tubuh Anda. Kelebihan isnulin dapat meningkatkan produksi androgen yang menyebabkan kesulitan dengan ovulasi
  • Inflamasi atau peradangan
  • Faktor genetik
  • Kelebihan hormon androgen 
Faktor risikoAdapun faktor risiko yang dapat meningkatkan seseorang terkena PCOS adalah:
  • Faktor keturunan
  • Faktor lingkungan termasuk pola makan, olahraga dan kadar polusi
  • Paparan prenatal yang berlebihan terhadap androgen/testosterone
  • Produksi insulin yang berlebihan
DiagnosisDokter akan mendiagnosis PCOS pada wanita jika memiliki setidaknya dua dari tiga gejala, seperti:
  • Kadar hormon androgen yang tinggi
  • Siklus haid yang tidak teratur
  • Kista di ovarium
Selain itu, dokter akan memeriksa apakah terdapat jerawat, pertumbuhan rambut wajah dan tubuh, serta kenaikan berat badan. Beberapa pemeriksaan yang dapat direkomedasikan, antara lain:
  • Pemeriksaan panggul. Tujuannya adalah untuk mencari masalah pada indung telur atau bagian lain dari saluran reproduksi Anda.
  • Tes darah. Tes darah dapat dianalisa untuk mengukur level hormon androgen. Tes ini dapat membantu menjelaskan penyebab dari gangguan menstruasi atau kelebihan kadar androgen yang menggambarkan PCOS. Pemeriksaan darah lain termasuk tes toleransi glukosa, kadar kolesterol, dan level trigliserida.
  • Ultrasonografi (USG). Dokter akan memeriksa bentuk dari ovarium untuk mencari folikel abnormal dan ketebalan dari dinding uterus (rahim). Alat akan diletakkan didalam vagina. Alat tersebut memancarkan gelombang suara yang dapat divisualisasikan pada layar komputer
Baca jawaban dokter: Didiagnosa PCOS karena mens berwarna pink, bagaimana penjelasannya ?
Dokter akan mendiagnosis PCOS pada wanita jika memiliki setidaknya dua dari tiga gejala, seperti:
  • Kadar hormon androgen yang tinggi
  • Siklus haid yang tidak teratur
  • Kista di ovarium
Selain itu, dokter akan memeriksa apakah terdapat jerawat, pertumbuhan rambut wajah dan tubuh, serta kenaikan berat badan. Beberapa pemeriksaan yang dapat direkomedasikan, antara lain:
  • Pemeriksaan panggul. Tujuannya adalah untuk mencari masalah pada indung telur atau bagian lain dari saluran reproduksi Anda.
  • Tes darah. Tes darah dapat dianalisa untuk mengukur level hormon androgen. Tes ini dapat membantu menjelaskan penyebab dari gangguan menstruasi atau kelebihan kadar androgen yang menggambarkan PCOS. Pemeriksaan darah lain termasuk tes toleransi glukosa, kadar kolesterol, dan level trigliserida.
  • Ultrasonografi (USG). Dokter akan memeriksa bentuk dari ovarium untuk mencari folikel abnormal dan ketebalan dari dinding uterus (rahim). Alat akan diletakkan didalam vagina. Alat tersebut memancarkan gelombang suara yang dapat divisualisasikan pada layar komputer.
 
Perawatan PCOS berfokus pada terapi untuk mengatasi gejala atau komplikasi yang muncul akibat PCOS. Terbagi ke dalamnya adalah:Mengubah gaya hidupDokter biasanya merekomendasikan Anda untuk menurunkan berat badan melalui diet rendah kalori yang dikombinasikan dengan aktivitas olahraga ringan. Penurunan berat badan dapat meningkatkan efektivitas obat dan membantu mengatasi masalah kesuburan.Obat-obatan
  1. Obat-obatan untuk mengatur siklus menstruasi, terdiri dari:
  • Terapi hormon dengan pil kontrasepsi, seperti: estrogen dan progestin setiap hari dapat mengembalikan keseimbangan hormon normal, mengatur ovulasi, meredakan gejala seperti pertumbuhan rambut berlebih. atau gonadotropin untuk mengatasi ketidakseimbangan hormon dan mengatur menstruasi
  • Terapi progestin. Mengonsumsi progestin selama 10 -14 hari dalam satu hingga dua bulan dapat mengatur menstruasi lebih lancar dan melindungi Anda kanker endometrium.
  1. Obat-obatan untuk membantu Anda memasuki masa subur (ovulasi)
  • Clomiphene. Obat anti-estrogen ini diminum pada awal siklus menstruasi Anda.
  • Letrozol. Obat yang digunakan pada kanker payudara ini juga dapat merangsang ovarium bekerja.
  • Metformin. Obat yang digunakan untuk mengobati diabetes tipe 2 dan dapat juga untuk penderita PCOS dengan mengingkatkan kadar insulin. Selain itu, metformin merupakan obat tambahan yang diberikan jika pasien tidak berhasil hamil hanya dengan diberikan clomiphene.
  • Gonadotropin, merupakan hormon yang diberikan melalui suntikan agar ovulasi dapat berjalan.
  1. Obat-obatan untuk mengatasi pertumbuhan rambut yang berlebihan
  • Pil KB, obat ini dapat menurunkan produksi androgen yang menyebabkan pertumbuhan rambut berlebihan.
  • Mengonsumsi spironolactone, yaitu obat yang dapat menghambat kerja hormon androgen
  • Eflornithine. Krim ini bisa memperlambat pertumbuhan rambut wajah pada wanita.
  • Elektrolisa. Sebuah jarum kecil dimasukkan ke setiap folikel rambut. Jarum tersebut memancarkan denyut arus listrik untuk merusak dan akhirnya menghancurkan folikel.
Operasi Operasi pembedahan dapat menjadi pilihan untuk menginkatkan kesuburan jika perawatan lain tidak berhasil, meliputi:
  • Elektrokauter
  • Pengeboran laser
  • Biopsi ganda
Baca juga: Yuk, Atur Strategi Makanan untuk PCOS Agar Cepat HamilKomplikasi Jika tidak segera diobati, PCOS dapat mengakibatkan komplikasi sebagai berikut:
  • Gangguan kesuburan (infertilitas)
  • Diabetes gestasional atau tekanan darah tinggi akibat kehamilan
  • Keguguran atau kelahiran prematur
  • Steatohepatitis non-alkohol, peradangan hati yang disebabkan oleh penumpukan lemak di hati
  • Sindrom metabolic, berbagai kondisi seperti tekanan darah tinggi, gula darah tinggi, dan kadar kolesterol atau trigliserida abnormal dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular
  • Diabetes tipe 2 atau pradiabetes
  • Sleep apnea
  • Depresi, kecemasan dan gangguan makan
  • Perdarahan uterus abnormal
  • Kanker lapisan rahim (kanker endometrium)
 
PCOS tidak dapat dicegah. Akan tetapi diagnosis dan pengobatan dini dapat membantu mencegah komplikasi jangka panjang, seperti infertilitas, sindrom metabolik, obesitas, diabetes, dan penyakit jantung.Selain itu, menjaga berat badan ideal juga dapat membantu Anda untuk terhindar dari PCOS. 
Konsultasikan ke dokter, jika:
  • Anda telat menstruasi 
  • Anda memiliki gejala PCOS, seperti pertumbuhan rambut di wajah dan tubuh Anda
  • Anda sudah menikah lebih dari 1 tahun, namun tak kunjung hamil
  • Anda memiliki gejala diabetes, seperti rasa haus, lapar, sering buang air kecil
Baca juga: Kenali Perbedaan PCOS dan Endometriosis pada Gangguan Kesuburan Wanita
Sebelum pemeriksaan ke dokter, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Tuliskan siklus menstruasi (hari pertama menstruasi di bulan sebelumnya, hari pertama menstruasi selanjutnya)
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokterTuliskan gejala yang dialami dan berapa lama.
 
Dokter akan mengajukan beberapa pertanyaan sebelum mendiagnosis keadaan Anda. Pertanyaan tersebut diantaranya berupa:
  • Apa tanda dan gejala yang dialami? Seberapa sering hal tersebut terjadi?
  • Seberapa parah gejalanya?
  • Kapan gejala mulai terjadi?
  • Kapan menstruasi terakhir Anda?
  • Apakah Anda mengalami penambahan berat badan setelah menstruasi pertama?
  • Berapa berat badan yang Anda dan apakah ada kenaikan secara cepat?
Berikut adalah pertanyaan yang bisa diajukan pada dokter:
  • Tes apa yang direkomendasikan?
  • Apakah PCOS memengaruhi rencana kehamilan?
  • Obat apa yang dapat direkomendasikan untuk membantu meringankan gejala?
  • Gaya hidup apa yang direkomendasikan untuk membantu meringankan gejala atau kemampuan untuk hamil?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis PCOS agar penanganan yang tepat bisa diberikan. 
Medlineplus. https://medlineplus.gov/polycysticovarysyndrome.html
Diakses pada 22 November 2018
WebMD. https://www.webmd.com/women/ss/slideshow-pcos-overview
Diakses pada 22 November 2018
Healthline. https://www.healthline.com/health/pregnancy/pcos
Diakses pada 18 Agustus 2020
Mayoclinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/pcos/symptoms-causes/syc-20353439
Diakses pada 18 Agustus 2020
Medscape. https://emedicine.medscape.com/article/256806-overview#a1
Diakses pada 18 Agustus 2020
 
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email

Artikel Terkait

Persiapan dan Prosedur Inseminasi Buatan untuk Program Kehamilan

Inseminasi buatan bisa jadi alternatif bagi pasangan dengan masalah kesuburan. Prosedur ini dilakukan dengan menempatkan sperma langsung ke dalam rahim.Baca selengkapnya
Inseminasi buatan dapat meningkatkan peluang kehamilan

Sperma Dikeluarkan di Luar Masih Bisa Bikin Hamil, Kok Bisa?

Sperma keluar di luar tidak menjamin pasangan tidak akan hamil. Ada beberapa hal yang menyebabkannya, seperti telat mencabut penis dan lokasi mengeluarkan sperma yang masih terlalu dekat dengan vagina.
09 Aug 2020|Nina Hertiwi Putri
Baca selengkapnya
Sperma keluar di luar masih bisa membuat hamil

Apakah Telat Haid 2 Hari Termasuk Tanda Hamil? Ini Penjelasannya

Telat haid 2 hari bisa jadi tanda kehamilan, namun bisa juga mengindikasikan adanya masalah kesehatan lain dalam tubuh Anda. Berikut penjelasan seputar permasalahan ini.
08 Jun 2020|Asni Harismi
Baca selengkapnya
Telat haid 2 hari belum tentu termasuk tanda hamil