Sindrom munchausen termasuk penyakit yagn sangat sulit terdeteksi.
Sindrom munchausen termasuk penyakit yagn sangat sulit terdeteksi.

Sindrom munchausen adalah gangguan mental yang dicirikan dengan penderitanya yang sering pura-pura sakit. Kondisi ini disebut juga dengan factitious disorder dan umumnya berkaitan dengan trauma masa kecil.

Orang yang mengalami sindrom ini melakukan hal tersebut untuk menarik simpati dan perhatian orang lain. Sindrom munchausen paling sering tampak pada orang berusia dewasa muda.

Penderita sindrom munchausen mendapatkan kepuasan tersendiri dari simpati yang diraih jika mereka berpura-pura sakit atau menjadi korban. Beberapa gejala yang menandakan kondisi ini di antaranya:

  • Memiliki riwayat pernah melakukan berbagai macam tes kesehatan, prosedur medis, bahkan operasi yang sebenarnya tidak saling berhubungan dengan kondisi kesehatan.
  • Merasakan berbagai gejala penyakit yang tidak saling berhubungan satu sama lain.
  • Meski telah melalui pemeriksaan medis secara intensif, tidak ditemukan gangguan kesehatan yang signifikan.
  • Gejala baru yang berbeda-beda, namun setelah tes medis menunjukkan hasil negatif.
  • Memiliki pengetahuan yang sangat luas tentang berbagai macam penyakit.
  • Sering mengunjungi dokter, bahkan hingga ke luar kota atau ke luar negeri.
  • Kerap datang ke unit gawat darurat, biasanya di berbagai rumah sakit yang berbeda.
  • Justru meminta anjuran untuk operasi atau prosedur medis lain di tubuhnya meski tidak diperlukan.
  • Saat sakit, sulit untuk sembuh walau telah menjalani berbagai perawatan. Penyakit yang dialami pun sering kambuh tanpa alasan yang jelas.

Beberapa faktor disebutkan dapat menjadi penyebab sindrom munchausen. Apa sajakah faktor risiko tersebut?

1. Trauma masa kecil

Sindrom munchausen bisa disebabkan oleh orangtua yang menelantarkan anaknya, hingga menimbulkan trauma. Kondisi ini juga bisa muncul akibat kurangnya perhatian orangtua pada anak.

Karena trauma ini, anak mungkin memiliki masalah yang tidak terselesaikan dengan orangtua. Sebagai akibatnya, mereka memalsukan kondisi sakitnya. Anak bisa berpura-pura sakit karena:

  • Memiliki kecenderungan untuk melukai diri sendiri (masokisme) karena merasa dirinya tidak berharga.
  • Merasa perlu untuk dianggap penting dan menjadi pusat perhatian.
  • Merasa perlu untuk menyerahkan tanggung jawab serta perawatan atas dirinya sendiri pada orang lain.

Selain itu, ada juga bukti yang menyebutkan bahwa seseorang yang pernah mengalami berbagai operasi serta prosedur medis saat kecil, lebih mungkin terkena gangguan ini. Apa alasannya?

Hal tersebut mungkin berhubungan dengan ingatan masa kecil, yang membuat penderita merasa mendapatkan perhatian yang saat itu membuatnya nyaman. Maka dari itu, saat beranjak dewasa pun, mereka ingin tetap mendapatkan perhatian yang sama dengan berpura-pura sakit.

2. Gangguan kepribadian

Beberapa gangguan kepribadian di bawah ini juga dapat dikaitkan dengan sindrom munchausen:

  • Gangguan kepribadian antisosial. Beberapa orang mungkin merasakan kesenangan tersendiri saat memanipulasi dan menipu dokter, membuat mereka merasa memiliki kekuatan untuk mengaturnya.
  • Gangguan kepribadian borderline. Gangguan yang membuat seseorang kesulitan untuk mengontrol perasaan mereka.
  • Gangguan kepribadian narsistik. Gangguan yang membuat penderitanya merasa dirinya sangat spesial dan takut merasa tidak berharga.

Selain itu, rasa tidak senang terhadap sosok yang memiliki otoritas, seperti orang tua, atau tenaga medis profesional, juga bisa menjadi pemicu seseorang mengalami sindrom ini.

Mendiagnosis sindrom munchausen sangatlah sulit. Pasalnya, kebanyakan penderitanya tidak bisa jujur. Dokter harus mengeliminasi setiap penyakit fisik maupun mental sebelum mendiagnosis kemungkinan sindrom ini.

Jika mendapati bahwa gejala fisik yang dialami pendrerita ternyata palsu atau dibuat-buat, maka dokter akan merujuk orang tersebut ke psikiater atau psikolog. Para ahli kejiwaan tersebut akan membuat sebuah skema wawancara dan pemeriksaan khusus untuk penderita sindrom munchausen.

Ahli kejiwaan baru akan menentukan diagnosis setelah mengeleminasi berbagai kemungkinan penyakit mental lainnya. Demikian pula dengan observasi perilaku penderita.

Meski penderita sering mengunjungi dokter untuk mencari perawatan medis, mereka tidak pernah mencari perawatan yang benar-benar ditujukan untuk sindrom munchausen sendiri. Akibatnya, tingkat keberhasilan perawatan kondisi ini sangatlah kecil.

Jika penderita sudah menyadari kondisinya dan ingin melakukan perawatan, tahap pertama yang harus dilakukan adalah berusaha mengubah perilakunya. Hal ini bertujuan untuk mengurangi frekuensi penderita menyalahgunakan segala sesuatu yang berhubungan dengan medis.

Setelah terget tersebut tercapai, perawatan dilakukan dengan tujuan lain, yaitu menyelesaikan masalah psikologis yang bisa menjadi pemicu timbulnya sindrom munchausen. Selain itu, perawatan juga dilakukan agar pasien terhindar dari prosedur medis berbahaya, seperti operasi yang sebenarnya tidak perlu dilakukan.

Hingga saat ini, belum diketahui cara yang bisa dilakukan untuk mencegah sindrom munchausen.

Orang dengan gangguan ini mungkin sadar bahwa tindakan mereka bisa membahayakan dirinya bahkan menyebabkan kematian. Namun mereka tidak bisa mengendalikan dirinya sendiri.

Mereka juga umumnya tidak mencari pengobatan untuk mengatasi sindrom munchausen sendiri. Setelah ada bukti-bukti pemeriksaan hingga rekaman video yang diperlihatkan pun, mereka umumnya tetap akan menolak untuk menjalani perawatan.

Jika merasa ada kerabat yang mengalami kondisi in, Anda bisa mencoba menyampaikan kekhawatiran Anda dengan lembut dan perlahan-lahan. Bantu orang tersebut untuk menjalani hidup yang lebih sehat, daripada hanya berfokus pada penyakit yang ia percaya ia derita.

Apabila kondisi ini sampai membuat penderita melukai dirinya sendiri atau bahkan memicu bunuh diri, segera hubungi nomor gawat darurat.

Jika menemani kerabat untuk melakukan pemeriksaan, Anda bisa membantunya untuk mempersiapkan beberapa hal berikut:

  • Mencatat riwayat kesehatan penderita. Tuliskan riwayat secara detail, termasuk keluhan yang berhubungan dengan kesehatan, diagnosis yang pernah diterima, serta perawatan dan prosedur medis yang pernah dilakukan.
  • Mencatat perilaku tidak biasa yang akhir-akhir ini dilakukan oleh penderita. Perilaku tersebut bisa jadi merupakan tanda yang mengarah pada sindrom munchausen.
  • Kejadian-kejadian yang sangat berpengaruh dalam hidup penderita, termasuk trauma masa kecil atau jika baru saja kehilangan orang tercinta.
  • Obat yang sedang dikonsumsi, termasuk obat bebas dan obat resep, beserta dosisnya.
  • Pertanyaan-pertanyaan yang ingin diajukan ke dokter. Misalnya, cara memantau perilaku penderita atau langkah yang bisa dilakukan untuk membantu mengatasi gangguan ini.

Saat pemeriksaan, dokter mungkin akan mengajukan beberapa pertanyaan di bawah ini:

  • Apa penyakit yang akhir-akhir ini sedang dirasakan atau pernah dirasakan?
  • Pernahkah penderita didiagnosis menderita kondisi kesehatan tertentu?
  • Perawatan medis apa saja yang pernah diterima? Pernahkah hingga operasi?
  • Seberapa sering penderita berganti rumah sakit?
  • Adakah sosok yang kira-kira bisa memicu gangguan ini, seperti dokter, keluarga, atau orang terdekat lainnya?
  • Apakah gejala yang dirasakan sampai mengganggu aktivitas sehari-hari?
  • Pernahkah penderita terpikir untuk menyakiti diri sendiri atau berusaha bunuh diri?
  • Apakah ada hal yang menyebabkan trauma masa kecil, seperti kekerasan oleh orangtua atau penyakit yang parah?
  • Sudahkan penderita menyampaikan kondisi ini pada orang terdekat?

Better Health Channel. https://www.betterhealth.vic.gov.au/health/ConditionsAndTreatments/munchausen-syndrome
Diakses pada 24 Mei 2019

NHS. https://www.nhs.uk/conditions/munchausens-syndrome/
Diakses pada 24 Mei 2019

WebMD. https://www.webmd.com/mental-health/munchausen-syndrome#1
Diakses pada 24 Mei 2019

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/factitious-disorder/symptoms-causes/syc-20356028
Diakses pada 24 Mei 2019

Artikel Terkait