Sindrom Metabolik

Ditinjau dr. Miranda Rachellina
Sindrom metabolik merupakan gangguan metabolisme yang dipicu dari resistensi insulin serta obesitas.

Pengertian Sindrom Metabolik

Sindrom metabolik merupakan sekelompok kondisi metabolik yang dapat meningkatkan risiko terkena penyakit jantung, stroke, dan diabetes. Sindrom ini ditandai oleh antara lain resistensi insulin (yang menyebabkan diabetes), hipertensi atau tekanan darah tinggi, kadar kolesterol atau trigliserida yang abnormal, dan menumpuknya lemak di sekitar pinggang atau bagian perut (abdomen). Penderita sindrom ini umumnya mengalami obesitas atau kegemukan. 

Penyebab pasti dari sindrom ini belum dapat dipastikan, namun kondisi resistensi insulin dapat menjadi salah satu penyebabnya. Resistensi insulin merupakan kondisi ketika tubuh tidak dapat menggunakan insulin sebagaimana mestinya. Insulin merupakan hormon yang diproduksi oleh pankreas dan berperan untuk membantu transport glukosa dalam darah masuk ke dalam sel untuk diubah menjadi energi. Jika seseorang mengalami resistensi insulin, maka kadar gula atau glukosa darahnya menjadi tinggi karena glukosa dalam darah tidak dapat masuk ke dalam sel.

Penjelasan Lebih Lanjut

Gejala

Kondisi ini biasanya ditandai dengan lingkar pinggang yang besar dan disertai kondisi berikut, antara lain:

  • Tingginya kadar trigliserida
  • Tingginya kadar gula darah
  • Tekanan darah tinggi

Jika Anda mengalami gejala di atas, maka Anda perlu berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui risiko yang mungkin dapat ditimbulkan berkaitan dengan sindrom ini.

Penyebab

Sindrom ini sering kali dikaitkan dengan kegemukan atau obesitas dan kurangnya aktivitas fisik. Selain itu, resistensi insulin juga turut dikaitkan dengan kondisi ini. Resistensi insulin merupakan kondisi ketika tubuh tidak dapat merespons insulin sebagaimana mestinya, sehingga glukosa tidak mudah masuk ke dalam sel untuk diubah menjadi energi. Hal ini menyebabkan meningkatnya kadar gula dalam darah.

Selain itu terdapat beberapa faktor yang dapat meningkatkan faktor risiko sindrom ini, antara lain:

  • Umur. Risiko sindrom ini akan meningkat seiring bertambahnya usia Anda
  • Obesitas atau kegemukan. Adanya penumpukan lemak khususnya bagian perut atau abdomen (perut buncit)
  • Risiko penyakit ini akan lebih tinggi jika Anda mengalami diabetes selama masa kehamilan (diabetes gestasional) atau memiliki riwayat keluarga dengan diabetes tipe 2.
  • Penyakit lainnya seperti penyakit kardiovaskular, non-alcoholic fatty liver atau sindrom ovarium polikistik

Diagnosis

Dalam mendiagnosa sindrom metabolik, dokter umumnya memeriksa keberadaan tanda-tanda berikut, antara lain:

  • Obesitas sentral atau abdominal (bagian di sekitar perut) yang dilakukan dengan pengukuran lingkar pinggang. Jika lingkar pinggang lebih dari 94 cm (pada pria) atau 80 cm (pada wanita) maka kondisi ini dapat dikategorikan sebagai obesitas sentral atau abdominal. Kriteria lain adalah dengan pengukuran perbandingan antara lingkar pinggang dan lingkar panggul (waist-to-hip ratio) yaitu lebih dari 0,85 pada wanita dan 0,9 pada pria.
  • Kadar trigliserida yang melebihi 150 mg/dL
  • Kadar kolesterol HDL kurang dari 40 mg/dL (pada pria) dan 50 mg/dL (pada wanita)
  • Tekanan darah yang melebihi atau sama dengan 130/80 mmHg
  • Kadar glukosa ketika berpuasa yang melebihi 126 mg/dL

Pengobatan

Tujuan dari pengobatan sindrom ini adalah untuk mengatasi penyebab sindrom dan mengurangi faktor yang dapat memicu munculnya masalah jantung.

Perubahan gaya hidup umumnya direkomendasikan untuk mengatasi sindrom ini, terutama untuk mengurangi kegemukan.

Terdapat berbagai cara untuk mengurangi kegemukan yaitu melalui diet tertentu dan olahraga. Namun, sebelum melakukan diet atau olahraga tertentu, Anda perlu berkonsultasi dengan dokter untuk menentukan program yang sesuai dengan kondisi tubuh Anda.

Jika perubahan gaya hidup tidak dapat mengatasi sindrom ini, maka obat-obatan penurun kadar kolesterol dan pengontrol tekanan darah dapat dipertimbangkan. Beberapa obat-obatan yang direkomendasikan biasanya meliputi,

  • Obat-obatan pengontrol tekanan darah seperti obat-obatan penghambat ACE.
  • Obat-obatan diabetes tipe 2 yang umumnya dipakai seperti metformin.

Risiko apabila tidak diobati

Sindrom metabolik yang tidak ditangani dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan yang serius, seperti penyakit jantung dan diabetes, khususnya diabetes tipe 2. Selain itu beberapa kondisi medis yang dapat ditimbulkan dari sindrom ini antara lain,

  • Fatty liver yaitu penumpukan lemak pada hati yang dapat memicu peradangan hati menahun atau sirosis.
  • Mikroalbuminuria atau peningkatan kadar protein dalam urine yang merupakan indikasi masalah ginjal
  • Obstructive sleep apnea, gangguan pernafasan saat tidur yang ditandai dengan kesulitan bernapas akibat penyempitan saluran napas saat tidur
  • Sindrom ovarium polikistik atau PCOS
  • Meningkatnya risiko demensia (penurunan fungsi otak) seiring bertambahnya umur
  • Penurunan fungsi kognitif (proses berpikir) pada lansia

Pencegahan

Terdapat beberapa perubahan gaya hidup yang dapat dilakukan untuk mencegah timbulnya sindrom ini yaitu,

  • Menjalani diet sehat. Cara ini dapat dilakukan dengan menjalani diet yang ditujukan untuk menurunkan kadar kolesterol dan mengontrol tekanan darah
  • Program olahraga yang konsisten seperti olahraga selama 30 menit sehari, selama 5 hari dalam seminggu, dapat membantu mencegah timbulnya sindrom ini. Jika Anda memiliki kekhawatiran terkait kegiatan olahraga tertentu, Anda dapat berkonsultasi dengan dokter sebelum memulai program ini.

Informasi Dokter

Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?

Anda perlu berkonsultasi dengan dokter apabila mengalami gejala di atas atau berisiko mengalami sindrom ini. Dokter mungkin akan menyarankan Anda untuk mengunjungi ahli tertentu terkait dengan sindrom ini seperti spesialis diabetes, ahli endokrinologi atau ahli kardiologi.

Apa yang Perlu Dipersiapkan Sebelum Berkonsultasi dengan Dokter?

Sebelum berkonsultasi dengan dokter, sebaiknya Anda menyiapkan hal berikut untuk memudahkan dokter dalam memahami kondisi Anda. Beberapa hal tersebut antara lain,

  • Ketahui larangan tertentu sebelum berkonsultasi seperti menjalani diet tertentu atau berpuasa
  • Kenali dan catat gejala dan tanda-tanda yang Anda alami
  • Riwayat medis Anda serta obat-obatan yang Anda konsumsi

Dalam berkonsultasi, Anda juga dapat membawa saudara atau keluarga untuk membantu memberikan informasi tambahan terkait kondisi Anda

Apa yang Akan Dilakukan Dokter pada Saat Konsultasi?

Ketika berkonsultasi, dokter mungkin akan menanyakan beberapa pertanyaan untuk memahami kondisi Anda yang berkaitan gaya hidup seperti makanan dan olahraga yang Anda lakukan.

Referensi

Heart.org.  https://www.heart.org/en/health-topics/metabolic-syndrome/symptoms-and-diagnosis-of-metabolic-syndrome
Diakses pada 9 Januari 2019

MayoClinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/metabolic-syndrome/symptoms-causes/syc-20351916
Diakses pada 9 Januari 2019

MedlinePlus. https://medlineplus.gov/metabolicsyndrome.html
Diakses pada 9 Januari 2019

WebMD. https://www.webmd.com/heart-disease/guide/metabolic-syndrome#1
Diakses pada 9 Januari 2019

Back to Top