Jantung

Sindrom Koroner Akut

01 Sep 2021 | Popy Hervi PutriDitinjau oleh dr. Reni Utari
image Sindrom Koroner Akut
Sindrom koroner akut adalah kondisi darurat medis yang terjadi ketika aliran darah ke jantung berkurang atau tersumbat sepenuhnya. Penyumbatan ini bisa muncul tiba-tiba dan terjadi secara total, atau bisa datang dan pergi.Kondisi ini dapat meningkatkan risiko serangan jantung. Sindrom ini juga sering menyebabkan nyeri dada yang parah atau ketidaknyamanan.Sindrom koroner akut termasuk kondisi darurat yang membutuhkan diagnosis dan perawatan secepatnya. Tujuan pengobatan yang diberikan dokter adalah meningkatkan aliran darah, mengobati komplikasi dan mencegah masalah di kemudian hari. 
Sindrom Koroner Akut
Dokter spesialis Jantung
GejalaNyeri dada, mual, muntah
Faktor risikoFaktor keturunan, darah tinggi, obesitas
Metode diagnosisTanya jawab, EKG
PengobatanObat-obatan, operasi
ObatThrombolytics, nitroglycerin, beta blockers
KomplikasiEdema paru, serangan jantung
Kapan harus ke dokter?Mengalami gejala sindrom koroner akut
Secara umum, gejala sindrom koroner akut meliputi:
  • Nyeri dada atau rasa tidak nyaman pada dada, yang sering digambarkan dengan munculnya rasa sakit, tekanan, sesak, atau sensasi terbakar
  • Nyeri menyebar dari dada ke bahu, lengan, perut atas, punggung, leher atau rahang
  • Mual atau muntah
  • Gangguan pencernaan
  • Sesak napas
  • Tiba-tiba, berkeringat banyak (diaphoresis)
  • Pusing atau pingsan
  • Kelelahan yang tidak biasa atau tidak dapat dijelaskan
  • Merasa gelisah atau khawatir
 
Penyebab sindrom koroner akut adalah penumpukan timbunan lemak (plak) di dinding arteri koroner. Ketika plak pecah, gumpalan darah akan terbentuk dan menghalangi aliran darah ke otot jantung.Ketika suplai oksigen ke sel-sel terlalu rendah, sel-sel otot jantung bisa mati. Kematian sel ini dapat memicu kerusakan jaringan otot yang berujung pada serangan jantung.Tak hanya kematian sel, penurunan oksigen juga bisa menyebabkan otot jantung tidak bekerja sebagaimana mestinya. Perubahan ini bisa bersifat sementara atau permanen.Ketika sindrom koroner akut tidak menyebabkan kematian sel, kondisi ini disebut angina tidak stabil. 

Faktor risiko sindrom koroner akut

Beberapa faktor risiko penyakit ini meliputi:
 
Diagnosis sindrom koroner akut biasanya dilakukan melalui beberapa metode pemeriksaan di bawah ini:
  • Tanya jawab

Dokter akan bertanya mengenai gejala dan riwayat medis pasien maupun keluarga.
  • Elektrokardiogram (EKG)

Prosedur EKG berfungsi mengukur aktivitas listrik di jantung. Impuls abnormal atau tidak teratur dapat mengindikasi jantung tidak bekerja dengan baik karena kekurangan oksigen.Pola tertentu dalam sinyal listrik dapat menunjukkan lokasi umum penyumbatan. Tes ini dapat diulang beberapa kali.
  • Tes darah

Tes darah dapat mendeteksi enzim tertentu jika kematian sel telah mengakibatkan kerusakan jaringan jantung. Hasil positif menunjukkan serangan jantung. 
Bila perlu, dokter juga akan menyarankan Anda untuk mendapatkan operasi guna mengobati sindrom koroner akut. Beberapa pilihan pembedahan ini meliputi:
  • Angioplasti dan pemasangan stent

Dalam angioplasti dan pemasangan stent, dokter akan memasukkan tabung kecil (kateter) ke bagian arteri yang tersumbat atau menyempit. Kawat dengan balon kempis lalu dimasukkan melalui kateter ke area tersebut.Balon kemudian dipompa untuk membuka arteri. Dokter lalu memasukkan stent ke arteri agar arteri ini tetap terbuka.
  • Operasi bypass jantung

Operasi bypass jantung dilakukan dengan mengambil sepotong pembuluh darah (cangkok) dari bagian lain tubuh Anda dan membuat rute baru untuk darah yang mengalir (melewati) arteri koroner yang tersumbat. 

Komplikasi sindrom koroner akut

Jika tidak ditangani dengan benar, sindrom koroner akut bisa menyebabkan komplikasi berupa:  
Cara mencegah sindrom koroner akut yang bisa dilakukan meliputi:
  • Konsumsi makanan sehat, seperti buah-buahan, sayuran, biji-bijian, dan protein tanpa lemak
  • Tidak merokok
  • Olahraga dengan teratur, minimal 2-3 jam dalam seminggu
  • Selalu perhatikan tekanan darah dan kadar kolesterol
  • Jaga berat badan agar tetap pada angka ideal
  • Batasi konsumsi alkohol
 
Hubungi dokter bila Anda mengalami gejala yang mengarah pada sindrom koroner akut. Demikian pula jika Anda memiliki tanda atau gejala lain yang tidak disebutkan maupun kekhawatiran serta pertanyaan lainnya. 
Sebelum pemeriksaan ke dokter, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter?
 
Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Kapan gejala pertama kali Anda alami?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait sindrom koroner akut?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis sindrom koroner akut agar penanganan yang tepat bisa diberikan. 
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/acute-coronary-syndrome/symptoms-causes/syc-20352136
Diakses pada 1 September 2021
American Heart Association. https://www.heart.org/en/health-topics/heart-attack/about-heart-attacks/acute-coronary-syndrome
Diakses pada 1 September 2021
Medscape. https://emedicine.medscape.com/article/1910735-overview
Diakses pada 1 September 2021
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/315332
Diakses pada 1 September 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email