Penyakit Lainnya

Sindrom Kematian Mendadak pada Bayi (SIDS)

17 Feb 2021 | Lucia PriandariniDitinjau oleh dr. Anandika Pawitri
image Sindrom Kematian Mendadak pada Bayi (SIDS)
Sindrom kematian mendadak pada bayi atau SIDS terjadi secara tiba-tiba dan tidak terduga pada bayi yang terlihat sehat
Sindrom kematian mendadak pada bayi adalah keadaan saat bayi yang terlihat sehat meninggal secara tiba-tiba dan tidak terduga. Penyebab kematian bayi umumnya tidak diketahui secara pasti. Penelitian belum menemukan penyebab pasti kematian bayi mendadak ini. Kematian mendadak pada bayi atau sudden infant death syndrome (SIDS) ini tergolong penyakit langka.Penyakit yang juga disebut crib death ini umumnya terjadi saat bayi berusia 0-6 bulan. Bayi laki-laki, yang lahir prematur, dan yang lahir dengan berat badan kurang lebih berisiko mengalami kondisi ini. 
Sindrom Kematian Mendadak pada Bayi (SIDS)
Dokter spesialis Anak
Faktor risikoUsia 2-4 bulan, riwayat keluarga dengan bayi meninggal karena SIDS, prematur
Metode diagnosisWawancara dengan orang tua
Kapan harus ke dokter?Bayi tampak sulit bernapas
SIDS tidak memiliki gejala atau tanda yang dapat diketahui secara pasti. SIDS terjadi secara tiba-tiba dan tidak terduga pada bayi yang terlihat sehat. 
Penyebab SIDS memang tidak diketahui. Tetapi para peneliti mencari berbagai hal yang berpotensi menyebabkannya. Berikut beberapa kemungkinan penyebab tersebut:
  • Salah satu bentuk apnea/periode saat napas bayi berhenti saat tidur
  • Ketidaknormalan pada area otak yang mengontrol pernapasan
 

Faktor risiko SIDS

Meskipun penyebabnya tidak diketahui pasti, tapi SIDS memilki beberapa faktor risiko. Faktor risiko ini sebagian besar dapat dihindari, yaitu:
  • Membaringkan bayi tengkurap atau berbaring miring di salah satu sisi sebelum usia setahun
  • Kelainan otak yang seringkali tidak terdeteksi
  • Infeksi pernapasan
  • Bayi berasal dari keluarga dengan riwayat SIDS
  • Bayi lahir prematur atau bayi kembar
  • Bayi lahir dengan berat badan rendah
  • Ibu merokok saat hamil atau adalah perokok pasif
  • Bayi dengan ras Afrika Amerika dan Amerika asli
  • Bayi laki-laki
  • Bayi dari perempuan yang melahirkan sebelum usia 20
  • Lebih sering terjadi dalam cuaca dingin
  • Bayi kepanasan
  • Bayi tidur bersama orang tua
  • Ranjang bayi yang tidak aman
 
Tidak ada diagnosis awal yang dapat memperkirakan sindrom kematian mendadak pada bayi. Kondisi ini baru dapat terdeteksi hanya jika semua penyebab lain tidak ditemukan.Bayi baru dapat dideteksi telah meninggal karena SIDS jika tidak ada penyebab lain yang terdeteksi setelah diadakan otopsi dan ulasan riwayat kesehatan. 
Tidak ada pengobatan yang dapat dilakukan karena begitu terdeteksi, bayi telah dalam kondisi meninggal. 
Tidak ada pengobatan, tapi selalu ada cara untuk mengurangi risiko sindrom kematian mendadak pada bayi berikut ini:
  • Untuk tahun pertama, selalu letakkan bayi dalam posisi terlentang saat tidur
  • Jangan menutup kepala bayi dan pastikan bayi tidak terlalu panas
  • Berikan ASI eksklusif selama 6 bulan pertama usia bayi
  • Vaksinasi untuk melindungi bayi dari penyakit
  • Sebaiknya bayi tidur di satu ruangan yang sama dengan orangtuanya, setidaknya sampai berumur 6 bulan
  • Gunakan permukaan yang keras seperti matras untuk alas tidurnya
  • Jauhkan benda yang lembut dari tempat tidur bayi
  • Pastikan suhu ruangan tidurnya tidak terlalu panas
  • Hindari merokok saat hamil atau hindari menjadi perokok pasif, dan jangan biarkan siapapun merokok dekat bayi
 
Meski sindrom kematian mendadak pada bayi tidak didahului gejala apapun, tapi tetap penting untuk waspada terhadap kesehatan bayi. Segera bawa bayi ke UGD jika bayi mengalami kondisi berikut:
  • Berhenti bernapas atau membiru
  • Sulit bernapas
  • Tidak sadar akan sekitarnya
  • Tidak juga terbangun
  • Tampak sakit
 
Sebelum memeriksakan bayi ke dokter, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang dialami oleh bayi.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang dialami oleh bayi. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat diberikan pada bayi
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
 
 Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala dialami bayi?
  • Kapan gejala pertama kali dialami?
  • Apakah bayi memiliki faktor risiko terkait SIDS?
  • Apakah bayi diberi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. 
Healthline. https://www.healthline.com/health/sudden-infant-death-syndrome#outlook
Diakses pada 19 November 2018
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/sudden-infant-death-syndrome/diagnosis-treatment/drc-20352804
Diakses pada 19 November 2018
Medline Plus. https://medlineplus.gov/suddeninfantdeathsyndrome.html
Diakses pada 19 November 2018
Children’s Hospital. https://www.childrenshospital.org/conditions-and-treatments/conditions/s/sudden-infant-death-syndrome-sids/symptoms-and-causes
Diakses pada 17 Februari 2021
NHS. https://www.nhs.uk/conditions/sudden-infant-death-syndrome-sids/
Diakses pada 17 Februari 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email