Mata

Sindrom Horner

23 Jun 2021 | Dedi IrawanDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Sindrom Horner
Sindrom Horner biasanya hanya memengaruhi satu sisi wajah dan salah satu mata.
Sindrom Horner adalah kumpulan gejala dan tanda yang terjadi karena gangguan jalur saraf yang berjalan dari otak ke wajah. Penyakit ini menyebabkan gangguan pada satu sisi wajah dan salah satu mata. Sindrom Horner dapat dialami oleh segala usia. Kondisi ini biasa juga disebut dengan sebagai sindrom Horner-Bernard atau kelumpuhan okulosimpatik.Terjadinya sindrom Horner merupakan kombinasi dari gangguan jalur saraf dari otak ke wajah dan mata di satu sisi tubuh. Kondisi ini menderita kelopak mata terkulai dan penurunan keringat wajah. Gejala-gejala tersebut biasanya akan terjadi pada bagian sisi wajah yang terkena.Pada kondisi tertentu, sindrom ini bisa juga berasal dari kondisi medis tertentu. Bahkan, dalam beberapa kasus bisa juga penyebab penyakit ini tidak diketahui dengan pasti.Pengobatan khusus untuk kondisi ini masih belum ditemukan. Perawatan yang dilakukan biasanya untuk mengatasi penyebab yang mendasarinya. 
Sindrom Horner
Dokter spesialis Saraf
GejalaPupil pada satu mata lebih kecil, kelopak mata atas lebih turun, keringat yang lebih sedikit pada satu sisi wajah
Faktor risikoKeturunan, penyakit Paget, radioterapi
Metode diagnosisPemeriksaan fisik, tes pencitraan, tes darah
PengobatanOperasi
Kapan harus ke dokter?Mengalami gangguan penglihatan, pusing, kelemahan otot
Gejala sindrom Horner biasanya hanya memengaruhi satu sisi wajah saja. Gejala sindrom Horner di antaranya adalah:
  • Pupil pada satu mata lebih kecil daripada mata yang lain (anisokor)
  • Kesulitan melihat dalam kegelapan
  • Kelopak mata atas lebih turun pada sisi yang sakit
  • Kelopak mata bawah terlihat sedikit terangkat
  • Keringat yang lebih sedikit pada satu sisi wajah (anhidrosis)
  • Iris mata yang lebih terang pada satu sisi mata pada bayi
  • Kemerahan pada satu sisi wajah pada anak-anak
 
Penyebab sindrom Horner adalah kerusakan pada jalur saraf simpatik antara otak dan wajah. Sistem saraf ini mengatur banyak hal, termasuk pergerakan pupil mata, detak jantung, tekanan darah, keringat, dan lain-lain. Sistem ini membantu tubuh untuk merespons segala perubahan lingkungan sekitar.Jalur saraf (neuron) antara otak dan wajah terbagi menjadi tiga bagian yang berbeda. Jalur tersebut di antaranya, neuron tingkat pertama, neuron tingkat kedua, dan neuron tingkat ketiga. Setiap bagian memiliki kemungkinan penyebab yang berbeda.Jalur neuron tingkat pertama berjalan dari pangkal otak ke puncak sumsum tulang belakang. Kerusakan pada jalur ini dapat disebabkan oleh:
  • Trauma pada leher
  • Stroke
  • Tumor
  • Penyakit seperti multiple sklerosis yang memengaruhi lapisan luar pelindung neuron
  • Kista atau pengeroposan tulang belakang
Jalur neuron tingkat kedua berjalan dari tulang belakang melewati area dada bagian atas ke sisi leher. Kerusakan pada jalur ini disebabkan oleh:
  • Operasi rongga dada
  • Kerusakan pembuluh darah utama jantung
  • Tumor pada lapisan luar pelindung saraf
  • Kanker paru-paru
  • Cedera traumatis
Jalur neuron tingkat ketiga berjalan dari leher ke kulit wajah dan otot-otot yang mengontrol iris dan kelopak mata. Kerusakan pada jalur ini dapat disebabkan oleh:
  • Cedera atau kerusakan pada salah satu atau kedua pembuluh darah besar (arteri karotis atau vena jugularis) di sisi leher
  • Sakit kepala berat, termasuk migrain dan sakit kepala klaster
  • Infeksi atau tumor di dasar tengkorak
Penyebab umum pada anak meliputi:
  • Neuroblastoma atau tumor pada sistem hormonal dan saraf
  • Cedera saat lahir pada bahu atau leher
  • Cacat lahir aorta (salah satu pembuluh darah besar pada jantung)
Pada beberapa kasus, penyebab sindrom Horner tidak diketahui. Hal tersebut dikenal sebagai sindrom Horner idiopatik. 
Sindrom Horner dapat didiagnosis secara bertahap. Dimulai dengan pemeriksaan fisik dan gejala oleh dokter. Dokter akan merujuk pasien kepada dokter mata jika diperlukan.Dokter mata akan melakukan tes tetes mata untuk membandingkan reaksi kedua pupil. Jika hasil tes menunjukkan terdapat kerusakan saraf, maka pengujian lebih lanjut akan dilakukan. Pengujian tambahan ini akan digunakan untuk menemukan penyebab kerusakan. Beberapa tes tambahan yang mungkin dilakukan dokter, di antaranya adalah:
 
Tidak ada pengobatan khusus untuk sindrom Horner. Sindrom ini biasanya akan membaik atau menghilang saat kondisi medis yang mendasarinya secara efektif diobati.Jika penyebab utamanya diobati secara efektif diobati, sindrom ini akan membaik atau menghilang. 
Penting untuk mendapatkan diagnosis yang cepat dan akurat. Dapatkan perawatan darurat jika Anda mengalami gejala yang terkait dengan sindrom Horner, seperti:
  • Gangguan penglihatan
  • Pusing
  • Penurunan kontrol otot atau kelemahan otot
  • Sakit kepala berat atau sakit kepala mendadak
 
Sebelum melakukan kunjungan ke dokter, persiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buatlah daftar seputar gejala yang muncul.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang dialami oleh pasien. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang dikonsumsi oleh pasien.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin diajukan kepada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberi dukungan moral maupun membantu mengingat informasi yang disampaikan dokter.
 
Dokter akan mengajukan beberapa pertanyaan sebelum mendiagnosis keadaan Anda. Pertanyaan tersebut di antaranya adalah:
  • Kapan Anda mulai mengalami gejala?
  • Apakah gejala yang Anda alami memburuk dari waktu ke waktu?
  • Apakah Anda memiliki riwayat kanker?
  • Pernahkah Anda mengalami cedera atau trauma baru-baru ini?
  • Pernahkah Anda mengalami sakit kepala, leher, bahu, atau lengan?
  • Apakah Anda memiliki riwayat migrain atau sakit kepala klaster?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis sindrom horner agar penanganan yang tepat bisa diberikan. 
Healthline. https://www.healthline.com/health/horners-syndrome
Diakses pada 15 November 2018
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/horner-syndrome/symptoms-causes/syc-20373547
Diakses pada 15 November 2018
WebMD. https://www.webmd.com/eye-health/horner-syndrome
Diakses pada 15 November 2018
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email