Mata

Sindrom Horner

Diterbitkan: 29 Jan 2019 | Maria YuniarDitinjau oleh dr. Miranda Rachellina
image Sindrom Horner
Sindrom Horner biasanya hanya memengaruhi satu sisi wajah dan salah satu mata.
Sindrom Horner adalah kumpulan gejala dan tanda yang terjadi karena gangguan jalur saraf yang berjalan dari otak ke wajah. Penyakit ini menyebabkan gangguan pada satu sisi wajah dan salah satu mata. Sindrom Horner dapat dialami oleh segala usia.
Sindrom Horner
Dokter spesialis Saraf
Gejala sindrom Horner biasanya hanya memengaruhi satu sisi wajah saja. Gejala sindrom Horner di antaranya adalah:
  • Pupil pada satu mata lebih kecil daripada mata yang lain (anisokor)
  • Kesulitan melihat dalam kegelapan
  • Kelopak mata atas lebih turun pada sisi yang sakit
  • Kelopak mata bawah terlihat sedikit terangkat
  • Keringat yang lebih sedikit pada satu sisi wajah (anhidrosis)
  • Iris mata yang lebih terang pada satu sisi mata pada bayi
  • Kemerahan pada satu sisi wajah pada anak-anak
Penyebab sindrom Horner adalah kerusakan pada jalur saraf simpatik antara otak dan wajah. Sistem saraf ini mengatur banyak hal, termasuk pergerakan pupil mata, detak jantung, tekanan darah, keringat, dan lain-lain. Sistem ini membantu tubuh untuk merespons segala perubahan lingkungan sekitar.Jalur saraf (neuron) antara otak dan wajah terbagi menjadi tiga bagian yang berbeda. Jalur tersebut di antaranya, neuron tingkat pertama, neuron tingkat kedua, dan neuron tingkat ketiga. Setiap bagian memiliki kemungkinan penyebab yang berbeda.Jalur neuron tingkat pertama berjalan dari pangkal otak ke puncak sumsum tulang belakang. Kerusakan pada jalur ini dapat disebabkan oleh:
  • Trauma pada leher
  • Stroke
  • Tumor
  • Penyakit seperti multiple sklerosis yang memengaruhi lapisan luar pelindung neuron
  • Kista atau pengeroposan tulang belakang
Jalur neuron tingkat kedua berjalan dari tulang belakang melewati area dada bagian atas ke sisi leher. Kerusakan pada jalur ini disebabkan oleh:
  • Operasi rongga dada
  • Kerusakan pembuluh darah utama jantung
  • Tumor pada lapisan luar pelindung saraf
  • Kanker paru-paru
  • Cedera traumatis
Jalur neuron tingkat ketiga berjalan dari leher ke kulit wajah dan otot-otot yang mengontrol iris dan kelopak mata. Kerusakan pada jalur ini dapat disebabkan oleh:
  • Cedera atau kerusakan pada salah satu atau kedua pembuluh darah besar (arteri karotis atau vena jugularis) di sisi leher
  • Sakit kepala berat, termasuk migrain dan sakit kepala klaster
  • Infeksi atau tumor di dasar tengkorak
Penyebab umum pada anak meliputi:
  • Neuroblastoma atau tumor pada sistem hormonal dan saraf
  • Cedera saat lahir pada bahu atau leher
  • Cacat lahir aorta (salah satu pembuluh darah besar pada jantung)
Pada beberapa kasus, penyebab sindrom Horner tidak diketahui. Hal tersebut dikenal sebagai sindrom Horner idiopatik.
Sindrom Horner dapat didiagnosis secara bertahap. Dimulai dengan pemeriksaan fisik dan gejala oleh dokter. Dokter akan merujuk pasien kepada dokter mata jika diperlukan.Dokter mata akan melakukan tes tetes mata untuk membandingkan reaksi kedua pupil. Jika hasil tes menunjukkan terdapat kerusakan saraf, maka pengujian lebih lanjut akan dilakukan. Pengujian tambahan ini akan digunakan untuk menemukan penyebab kerusakan. Beberapa tes tambahan yang mungkin dilakukan dokter, di antaranya adalah:
  • MRI
  • CT Scan
  • Sinar X
  • Tes darah
  • Tes urine
Tidak ada pengobatan khusus untuk sindrom Horner. Biasanya sindrom Horner akan membaik atau menghilang saat kondisi medis yang mendasarinya secara efektif diobati.
Penting untuk mendapatkan diagnosis yang cepat dan akurat. Dapatkan perawatan darurat jika Anda mengalami gejala yang terkait dengan sindrom Horner, seperti:
  • Gangguan penglihatan
  • Pusing
  • Penurunan kontrol otot atau kelemahan otot
  • Sakit kepala berat atau sakit kepala mendadak
Ada beberapa hal yang dapat Anda persiapkan sebelum berkonsultasi dengan dokter, di antaranya adalah:
  • Buatlah daftar gejala atau perubahan apapun yang Anda alami
  • Tuliskan penyakit dan cedera yang lalu atau baru yang pernah Anda alami
  • Tuliskan semua obat yang Anda konsumsi
  • Tuliskan perubahan atau stres yang terjadi dalam hidup Anda
Dokter akan mengajukan beberapa pertanyaan sebelum mendiagnosis keadaan Anda. Pertanyaan tersebut di antaranya adalah:
  • Kapan Anda mulai mengalami gejala?
  • Apakah gejala yang Anda alami memburuk dari waktu ke waktu?
  • Apakah Anda memiliki riwayat kanker?
  • Pernahkah Anda mengalami cedera atau trauma baru-baru ini?
  • Pernahkah Anda mengalami sakit kepala, leher, bahu, atau lengan?
  • Apakah Anda memiliki riwayat migrain atau sakit kepala klaster?
Healthline. https://www.healthline.com/health/horners-syndrome
diakses 15 November 2018.
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/horner-syndrome/symptoms-causes/syc-20373547
diakses 15 November 2018.
WebMD. https://www.webmd.com/search/search_results/default.aspx?query=Horner%27s%20syndrome
diakses 15 November 2018.
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email

Artikel Terkait

Gejala Tumor Otak yang Patut untuk Diwaspadai

Tumor otak terbagi atas dua jenis yakni, tumor jinak dan ganas. Perbedaannya, tumor jinak tidak menimbulkan kanker, sedangkan tumor ganas dapat menyebabkan kanker otak.
18 Jul 2019|Arif Putra
Baca selengkapnya
Sakit kepala akibat tumor otak

Mengenal Meningitis, Penyakit yang Diidap Glenn Fredly Sebelum Meninggal Dunia

Musisi senior Tanah Air, Glenn Fredly, meninggal dunia pada Rabu (8/4/2020) akibat penyakit meningitis atau radang selaput otak. Kenalilah penyebab dan gejala meningitis yang diidap Glenn Fredly sebelum dirinya mengembuskan napas terakhir.
09 Apr 2020|Fadli Adzani
Baca selengkapnya
Glenn Fredly meninggal akibat meningitis. Ia mengembuskan napas terakhirnya dalam usia 44 tahun. (Sumber foto: www.instagram.com/glennfredly309)

Sering Menangis Sendiri, Apa Penyebabnya?

Sering menangis sendiri bisa jadi pertanda ada yang tidak beres dalam diri. Orang yang suka menangis tiba-tiba biasanya cenderung...Baca selengkapnya
Sering menangis sendiri sering terjadi pada perempuan