Sindrom Horner

Ditulis oleh Maria Yuniar
Ditinjau dr. Miranda Rachellina
Sindrom Horner terjadi karena adanya gangguan jalur saraf dari otak ke wajah
Sindrom Horner biasanya hanya memengaruhi satu sisi wajah dan salah satu mata.

Pengertian Sindrom Horner

Sindrom Horner adalah kumpulan gejala dan tanda yang terjadi karena gangguan jalur saraf yang berjalan dari otak ke wajah. Penyakit ini menyebabkan gangguan pada satu sisi wajah dan salah satu mata. Sindrom Horner dapat dialami oleh segala usia.

Penjelasan Lebih Lanjut

Gejala

Gejala sindrom Horner biasanya hanya memengaruhi satu sisi wajah saja. Gejala sindrom Horner di antaranya adalah:

  • Pupil pada satu mata lebih kecil daripada mata yang lain (anisokor)
  • Kesulitan melihat dalam kegelapan
  • Kelopak mata atas lebih turun pada sisi yang sakit
  • Kelopak mata bawah terlihat sedikit terangkat
  • Keringat yang lebih sedikit pada satu sisi wajah (anhidrosis)
  • Iris mata yang lebih terang pada satu sisi mata pada bayi
  • Kemerahan pada satu sisi wajah pada anak-anak

Penyebab

Penyebab sindrom Horner adalah kerusakan pada jalur saraf simpatik antara otak dan wajah. Sistem saraf ini mengatur banyak hal, termasuk pergerakan pupil mata, detak jantung, tekanan darah, keringat, dan lain-lain. Sistem ini membantu tubuh untuk merespons segala perubahan lingkungan sekitar.

Jalur saraf (neuron) antara otak dan wajah terbagi menjadi tiga bagian yang berbeda. Jalur tersebut di antaranya, neuron tingkat pertama, neuron tingkat kedua, dan neuron tingkat ketiga. Setiap bagian memiliki kemungkinan penyebab yang berbeda.

Jalur neuron tingkat pertama berjalan dari pangkal otak ke puncak sumsum tulang belakang. Kerusakan pada jalur ini dapat disebabkan oleh:

  • Trauma pada leher
  • Stroke
  • Tumor
  • Penyakit seperti multiple sklerosis yang memengaruhi lapisan luar pelindung neuron
  • Kista atau pengeroposan tulang belakang

Jalur neuron tingkat kedua berjalan dari tulang belakang melewati area dada bagian atas ke sisi leher. Kerusakan pada jalur ini disebabkan oleh:

  • Operasi rongga dada
  • Kerusakan pembuluh darah utama jantung
  • Tumor pada lapisan luar pelindung saraf
  • Kanker paru-paru
  • Cedera traumatis

Jalur neuron tingkat ketiga berjalan dari leher ke kulit wajah dan otot-otot yang mengontrol iris dan kelopak mata. Kerusakan pada jalur ini dapat disebabkan oleh:

  • Cedera atau kerusakan pada salah satu atau kedua pembuluh darah besar (arteri karotis atau vena jugularis) di sisi leher
  • Sakit kepala berat, termasuk migrain dan sakit kepala klaster
  • Infeksi atau tumor di dasar tengkorak

Penyebab umum pada anak meliputi:

  • Neuroblastoma atau tumor pada sistem hormonal dan saraf
  • Cedera saat lahir pada bahu atau leher
  • Cacat lahir aorta (salah satu pembuluh darah besar pada jantung)

Pada beberapa kasus, penyebab sindrom Horner tidak diketahui. Hal tersebut dikenal sebagai sindrom Horner idiopatik.

Diagnosis

Sindrom Horner dapat didiagnosis secara bertahap. Dimulai dengan pemeriksaan fisik dan gejala oleh dokter. Dokter akan merujuk pasien kepada dokter mata jika diperlukan.

Dokter mata akan melakukan tes tetes mata untuk membandingkan reaksi kedua pupil. Jika hasil tes menunjukkan terdapat kerusakan saraf, maka pengujian lebih lanjut akan dilakukan. Pengujian tambahan ini akan digunakan untuk menemukan penyebab kerusakan. Beberapa tes tambahan yang mungkin dilakukan dokter, di antaranya adalah:

  • MRI
  • CT Scan
  • Sinar X
  • Tes darah
  • Tes urine

Pengobatan

Tidak ada pengobatan khusus untuk sindrom Horner. Biasanya sindrom Horner akan membaik atau menghilang saat kondisi medis yang mendasarinya secara efektif diobati.

Informasi Dokter

Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?

Penting untuk mendapatkan diagnosis yang cepat dan akurat. Dapatkan perawatan darurat jika Anda mengalami gejala yang terkait dengan sindrom Horner, seperti:

  • Gangguan penglihatan
  • Pusing
  • Penurunan kontrol otot atau kelemahan otot
  • Sakit kepala berat atau sakit kepala mendadak

Apa yang Perlu Dipersiapkan Sebelum Berkonsultasi dengan Dokter?

Ada beberapa hal yang dapat Anda persiapkan sebelum berkonsultasi dengan dokter, di antaranya adalah:

  • Buatlah daftar gejala atau perubahan apapun yang Anda alami
  • Tuliskan penyakit dan cedera yang lalu atau baru yang pernah Anda alami
  • Tuliskan semua obat yang Anda konsumsi
  • Tuliskan perubahan atau stres yang terjadi dalam hidup Anda

Apa yang Akan Dilakukan Dokter pada Saat Konsultasi?

Dokter akan mengajukan beberapa pertanyaan sebelum mendiagnosis keadaan Anda. Pertanyaan tersebut di antaranya adalah:

  • Kapan Anda mulai mengalami gejala?
  • Apakah gejala yang Anda alami memburuk dari waktu ke waktu?
  • Apakah Anda memiliki riwayat kanker?
  • Pernahkah Anda mengalami cedera atau trauma baru-baru ini?
  • Pernahkah Anda mengalami sakit kepala, leher, bahu, atau lengan?
  • Apakah Anda memiliki riwayat migrain atau sakit kepala klaster?
Referensi

Healthline. https://www.healthline.com/health/horners-syndrome
diakses 15 November 2018.

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/horner-syndrome/symptoms-causes/syc-20373547
diakses 15 November 2018.

WebMD. https://www.webmd.com/search/search_results/default.aspx?query=Horner%27s%20syndrome
diakses 15 November 2018.

Back to Top