Sindrom Holmes-Adie

Sindrom Holmes-Adie adalah kelainan saraf otonom dan saraf yang mengatur pupil mata. Gejala utamanya meliputi pembesaran dan pergerakan pupil yang lambat pada salah satu mata serta hilangnya refleks tendon dalam, umumnya pada tendon Achilles.

Penyakit ini tergolong jarang terjadi dan lebih kerap menyerang wanita. Kasus sindrom Homes-Adie juga lebih banyak dialami oleh orang berusia 25 hingga 40 tahun.

Gejala sindrom Holmes-Adie bisa berbeda-beda pada tiap penderita. Penyakit ini seringkali disertai dengan penyakit saraf lainnya, seperti sindrom Sjogren dan migrain.

Berikut sederet gejala yang umumnya bisa ditemukan pada penderita sindrom Holmes-Adie:

Bentuk dan fungsi pupil yang abnormal

Pada penderita sindrom Holmes-Adie, terjadi keabnormalan berikut pada pupilnya:

  • Selalu tampak membesar. Pupil normal akan membesar di tempat redup dan mengecil di tempat terang. Namun pada penyakit ini, pupil tidak mengecil atau hanya sedikit mengecil walau terpapar cahaya.
  • Berbentuk agak oval. Pada kondisi normal, pupil memiliki bentuk bulat sempurna.
  • Mengalami gangguan refleks, misalnya pergerakan pupil yang lambat.

Awalnya, gejala tersebut hanya terjadi pada salah satu mata. Tapi seringkali perkembangan penyakit, kedua mata akan terpengaruh. Pupil yang awalnya membesar juga akan menjadi lebih kecil dari ukuran pupil normal.

Gangguan pada pupil kadang menimbulkan keluhan berupa pandangan kabur dan peningkatan sensitivitas terhadap cahaya.

Refleks tendon dalam yang menghilang

Jenis tendon yang paling sering terpengaruh adalah tendon Achilles. Gejala ini awalnya hanya dialami oleh salah satu sisi tubuh, namun sisi tubuh satunya juga akan mengalaminya ketika sindrom Holmes-Adie semakin berkembang.

Berkeringat secara berlebihan

Gejala ini juga terkadang hanya terjadi di salah satu sisi tubuh.

Masalah pupil dan gangguan refleks tendon mungkin saja tidak dialami secara bersamaan. Selain ketiga gejala tersebut, penderita pun bisa mengalami gangguan kardiovaskular.

Hingga saat ini, penyebab sindrom Holmes-Adie belum diketahui. Para pakar menduga penyakit ini muncul akibat kerusakan sel saraf, terutama pada ciliary ganglion dan dorsal root ganglion.

Ciliary ganglion berfungsi mengatur pergerakan mata. Sedangkan dorsal root ganglion bertugas mengatur fungsi saraf otonom, seperti produksi keringat dan gerakan refleks.

Kerusakan pada kedua saraf tersebut diduga terjadi karena infeksi virus, kondisi autoimun, tumor, trauma, atau komplikasi dari operasi.

Meski jarang, sindrom Holmes-Adie juga bisa diturunkan di dalam keluarga. Ini berarti, risiko penyakit ini diperkirakan akan meningkat apabila Anda memiliki anggota keluarga kandung yang mengidap gangguan medis serupa.

Diagnosis sindrom Holmes-Adie ditentukan berdasarkan proses tanya jawab, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang. Mari simak penjelasannya di bawah ini:

  • Tanya jawab

Dokter akan mengajukan beberapa pertanyaan seputar gejala maupun riwayat medis pasien dan keluarga.

  • Pemeriksaan fisik

Dokter akan memeriksa mata dan refleks pasien. Pemeriksaan refleks dilakukan dengan mengetuk area tertentu dengan menggunakan reflex hammer, misalnya bagian lutut.

Sementara pemeriksaan mata perlu dilakukan oleh dokter spesialis mata. Dokter akan meneteskan obat tertentu ke mata pasien, kemudian mengecek kondisi mata dengan alat bernama slit lamp.

  • Pemeriksaan penunjang

Pemeriksaan penunjang mungkin akan dianjurkan untuk memastikan diagnosis. Contohnya, seperti tes darah dan genetik.

Sindrom Homes-Adie belum memiliki langkah penanganan medis khusus. Tujuan pengobatan adalah untuk mengurangi gejala yang dialami oleh penderita agar kualitas hidupnya tetap terjaga.

Berikut rangkaian pengobatan Sindrom Holmes-Aide yang mungkin dianjurkan oleh dokter:

  • Kacamata

Kacamata bertujuan mengatasi gangguan penglihatan akibat bentuk pupil penderita yang abnormal.

  • Obat tetes pilokarpin

Obat ini biasanya digunakan sebanyak tiga kali sehari guna mengecilkan ukuran pupil yang membesar. Dengan ini, kemampuan melihat pasien bisa terbantu.

  • Thoracic sympathectomy

Operasi ini dilakukan dengan memotong sebagian saraf simpatik. Tujuannya adalah mengatasi kondisi keringat yang berlebih.

Karena penyebabnya belum diketahui secara pasti, pencegahan sindrom Holmes-Adie juga tidak ada.

Anda sebaiknya berkonsultasi dengan dokter jika mengalami gejala sindrom Holmes-Adie seperti yang telah dijelaskan di atas.

Sebelum pemeriksaan, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:

  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami.
  • Cari tahu apakah ada anggota keluarga Anda yang mengalami gejala serupa.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi dengan dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.

Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:

  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait sindrom Holmes-Adie?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda sudah mencari pertolongan medis sebelumnya? Jika iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?

Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang untuk memastikan diagnosis sindrom Holmes-Adie.

National Institute of Neurological Disorders and Stroke. https://www.ninds.nih.gov/Disorders/All-Disorders/Holmes-Adie-syndrome-Information-Page
Diakses pada 13 Desember 2019

National Organization for Rare Disorders. https://rarediseases.org/rare-diseases/adie-syndrome/
Diakses pada 13 Desember 2019

Genetic and Rare Diseases. https://rarediseases.info.nih.gov/diseases/5749/adie-syndrome
Diakses pada 13 Desember 2019

Artikel Terkait