Penyakit Lainnya

Sindrom Fetal Alkohol

17 Feb 2021 | Lucia PriandariniDitinjau oleh dr. Anandika Pawitri
image Sindrom Fetal Alkohol
Ciri fisiologis pada wajah anak yang mengidap sindrom fetal alkohol
Sindrom fetal alkohol (fetal alcohol syndrome) adalah gangguan kesehatan yang terjadi pada anak akibat paparan alkohol saat ia berada dalam kandungan. Sindrom ini menyebabkan kerusakan otak dan gangguan pertumbuhan.Gangguan yang dialami tiap anak dapat berbeda satu dengan yang lain. Namun kelainan yang dialami anak akibat sindrom fetal alkohol tidak dapat pulih.Tidak ada ukuran pasti berapa banyak konsumsi alkohol yang dapat memengaruhi kesehatan bayi. Jika ibu hamil mengonsumsi alkohol saat hamil, maka anak berisiko mengalami sindrom fetal alkohol.Diagnosis awal dapat membantu mengantisipasi masalah seperti gangguan  belajar dan masalah dalam tingkah laku. 
Sindrom Fetal Alkohol
Dokter spesialis Anak
GejalaCacat fisik, gangguan intelektual, gangguan sosial
Faktor risikoPaparan alkohol dalam kandungan
Metode diagnosisPemeriksaan fisik
PengobatanTerapi
ObatAntidepresan, Stimulan, Neuroleptics
KomplikasiGangguan perilaku
Kapan harus ke dokter?Hamil dengan ketergantungan alkohol
Gejala sindrom fetal alkohol terlihat dalam perpaduan cacat fisik, cacat intelektual atau kognitif, gangguan fungsi lain, serta keterbatasan dalam menjalani kehidupan sehari-hari.Namun tingkat keparahannya bervariasi. Beberapa anak mengalami gejala yang lebih parah dibandingkan yang lain.Di bawah ini adalah beberapa gejala yang umum terlihat.Cacat fisik
  • Fitur wajah yang khas, termasuk mata berukuran kecil, bibir atas yang tipis, hidung yang pendek, dan permukaan kulit yang rata antara hidung dan bibir atas
  • Kelainan bentuk sendi, kaki, dan jari
  • Pertumbuhan fisik yang lambat sebelum dan sesudah dilahirkan
  • Kesulitan penglihatan atau gangguan pendengaran
  • Lingkar kepala dan ukuran otak yang kecil
  • Kelainan jantung dan gangguan ginjal dan tulang
Gangguan otak dan sistem saraf
  • Koordinasi dan keseimbangan tubuh yang buruk
  • Gangguan intelektual, gangguan belajar, dan perkembangan yang lambat
  • Buruknya kemampuan mengingat
  • Sulit fokus dan memproses informasi
  • Kesulitan dalam memecahkan masalah
  • Kesulitan mengidentifikasi konsekuensi dari pilihan
  • Keterampilan menilai yang buruk
  • Hiperaktif
  • Mood berubah cepat
Gangguan sosial dan tingkah laku
  • Kesulitan dalam akademis
  • Sulit akrab dengan yang lain
  • Kemampuan bersosialisasi yang buruk
  • Kesulitan beradaptasi dari pekerjaan satu ke pekerjaan lainya
  • Masalah dengan perilaku kontrol dan impuls
  • Konsep waktu yang buruk
  • Bermasalah dalam menyelesaikan tugas
  • Kesulitan dalam perencanaan dan bekerja mencapai tujuan
 
Penyebab sindrom fetal alkohol adalah masuknya alkohol ke pembuluh darah ibu hamil. Alkohol ini kemudian mengalir melalui plasenta ke janin yang sedang berkembang dan mengakibatkan beberapa kondisi berikut:
  • Konsentrasi alkohol dalam darah bayi lebih tinggi dibandingkan pada tubuh ibu. Ini dikarenakan metabolisme janin terhadap alkohol lebih lambat
  • Alkohol menghalangi pengiriman oksigen dan nutrisi pada bayi yang sedang berkembang
  • Paparan alkohol dalam kandungan dapat membahayakan perkembangan jaringan dan organ yang menyebabkan kerusakan otak permanen pada bayi
Otak, jantung, dan pembuluh darah bayi mulai berkembang pada minggu awal kehamilan, bahkan sebelum calon ibu mengetahuinya. Konsumsi alkohol ibu pada 3 bulan pertama kehamilan dapat menyebabkan gangguan bentuk wajah, jantung, dan organ lain termasuk tulang dan sistem saraf.Maka semakin banyak ibu hamil mengonsumsi alkohol, risiko kecacatan bayi akan semakin tinggi.Tidak ada ketentuan jumlah yang aman untuk mengonsumsi alkohol saat kehamilan. Karenanya hindari mengonsumsi alkohol pada saat:
  • Sedang hamil
  • Mungkin akan hamil
  • Mencoba untuk hamil
 
Untuk memastikan diagnosis sindrom fetal alkohol, dokter bisa melakukan beberapa langkah pemeriksaan di bawah ini:
  • Menanyakan kebiasaan konsumsi alkohol ibu

Dari informasi waktu dan banyaknya konsumsi alkohol ibu, dokter akan membantu menentukan risiko sindrom fetal alkohol. Meskipun sindrom fetal alkohol tidak dapat didiagnosa sebelum bayi lahir, dokter akan menilai kesehatan ibu dan bayi saat kehamilan.
  • Memeriksa gejala yang dialami bayi

Memperhatikan tanda dan gejala sindrom fetal alkohol pada masa awal setelah bayi lahir, termasuk memantau perkembangan fisik anak, kemampuan kognitif dan pembelajaran.Jika dokter mendeteksi sindrom fetal alkohol, anak akan dirujuk ke spesialis untuk menjalani evaluasi dan penanganan selanjutnya. 
Meskipun sindrom fetal alkohol tidak dapat disembuhkan, tapi ada penanganan yang dapat dilakukan untuk mengelola gejalanya. Dokter atau spesialis akan membantu anak dengan terapi-terapi yang membantu anak berkembang.

1. Perawatan di rumah

Anak dengan sindrom fetal akohol berisiko mengalami gangguan kekerasan dan pelecehan jika berada dalam keluarga dengan riwayat ini.Sebaliknya, mereka akan berkembang dengan baik dalam keluarga yang penyayang dan stabil. Anak-anak ini dapat belajar dengan mengikuti aktivitas teratur dan peraturan sederhana.

2. Obat-obatan

Tidak ada obat khusus untuk menangani sindrom fetal alkohol. Tetapi ada beberapa jenis obat yang dapat membantu meringankan gejala, yaitu:
  • Antidepresan untuk menangani rasa sedih
  • Stimulan untuk membantu anak fokus dan menangani masalah perilaku lain
  • Neuroleptics untuk menangani kecemasan
  • Obat antikecemasan untuk menangani kecemasan

3. Konseling

Anak dengan sindrom fetal alkohol perlu mendapat berbagai pelatihan seperti:
  • Pelatihan tingkah laku
  • Pelatihan fungsi utama tubuh seperti kemampuan mengontrol diri, mengemukakan alas an, dan memahami sebab akibat
  • Pelatihan akademis seperti matematika
  • Terapi atau kelompok pendukung
Selain itu pelatihan juga diperlukan untuk para orang tua tentang cara menangani anak dengan sindrom ini.

4. Metode alternatif

Orang tua dan anak dapat juga mencari perawatan alternatif seperti terapi pijat, akupuntur, sampai yoga. 

Komplikasi sindrom fetal alkohol

Jika tidak ditangani dengan baik sejak awal, anak dengan sindrom fetal alkohol dapat mengalami gangguan perilaku ini di masa yang akan datang:
  • Hiperaktif
  • Agresif, perilaku sosial yang tidak pantas dan melanggar aturan
  • Penggunaan alkohol dan obat-obatan
  • Masalah mental seperti depresi, kecemasan atau gangguan pola makan
  • Masalah dalam menyelesaikan tugas akademis
  • Tidak dapat hidup sendiri
  • Perilaku seksual yang tidak wajar
  • Kematian dini akibat kecelakaan, pembunuhan, atau bunuh diri
 
Bayi tidak akan mengalami sindrom fetal alkohol jika ibu tidak mengonsumsi alkohol saat hamil.Berikut adalah panduan bagi para calon ibu agar sang bayi tidak mengalami sindrom ini:
  • Hindari mengonsumsi alkohol saat sedang merencanakan kehamilan
  • Terus hindari konsumsi alkohol saat hamil
  • Calon ibu yang mengalami ketergantungan alkohol perlu berobat lebih dulu hingga tuntas sebelum merencanakan kehamilan
  • Pertimbangkan untuk berhenti mengosumsi alkohol selama Anda masih subur karena bisa saja terjadi kehamilan yang tidak direncanakan
 
Konsultasikan ke dokter jika Anda hamil atau sedang merencanakan kehamilan dan memiliki ketergantungan alkohol. Juga segera konsultasikan jika gejala sindrom fetal alkohol muncul pada anak yang sudah lahir. 
Sebelum pemeriksaan, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang dirasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang dialami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang dikonsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin diajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
 
Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apakah Anda mengonsumi alkohol saat hamil? Jika iya, serapa banyak dan sering?
  • Apakah Anda menggunakan obat-obatan yang dijual bebas saat hamil?
  • Apakah Anda memiliki masalah saat kehamilan?
  • Kapan Anda mengetahui gejala pertama pada anak Anda?
  • Apakah gejala tersebut berlanjut atau hanya pada waktu tertentu?
  • Apakah ada yang tampaknya memperbaiki gejala?
  • Apakah ada yang memperburuk gejala?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis sindrom fetal alkohol agar penanganan yang tepat bisa diberikan. 
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/fetal-alcohol-syndrome/symptoms-causes/syc-20352901
Diakses pada 24 Oktober 2018
Healthline. https://www.healthline.com/health/fetal-alcohol-syndrome
Diakses pada 17 Februari 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email