Sindrom Cushing

Ditinjau dr. Indra Wijaya
Sindrom cushing adalah kondisi di mana terdapat hormon kortisol berlebih dalam tubuh yang dapat mengganggu sistem tubuh jika tidak segara diobati.
Sindrom cushing adalah kondisi di mana terdapat hormon kortisol berlebih dalam tubuh yang dapat mengganggu sistem tubuh jika tidak segara diobati.

Pengertian Sindrom Cushing

Sindrom Cushing adalah kondisi hormon kortisol berlebih pada tubuh. Hal ini dapat membahayakan jika tidak diobati. Ketika tubuh memiliki terlalu banyak hormon kortisol, sistem tubuh lain dapat terganggu. Mayoritas kasus sindrom Cushing dapat disembuhkan, meskipun akan memakan beberapa waktu sampai gejalanya membaik. Kondisi ini diketahui sebagai hiperkortisolisme yang lebih umum terjadi pada wanita dibandingkan laki-laki, seringkali terjadi pada usia 25-40 tahun.

Penjelasan Lebih Lanjut

Gejala

  • Berat badan meningkat
  • Obesitas
  • Penumpukan lemak, terutama di bagian tengah tubuh, wajah, di antara bahu dan punggung belakang
  • Stretch marks berwarna ungu pada payudara, lengan, perut dan paha
  • Kulit menipis yang mudah memar
  • Cedera kulit yang lama untuk sembuh
  • Kelelahan
  • Jerawat
  • Kelemahan otot
  • Intoleransi glukosa
  • Peningkatan rasa haus
  • Peningkatan volume urin
  • Kehilangan tulang
  • Tekanan darah tinggi
  • Sakit kepala
  • Penurunan fungsi kognitif
  • Kecemasan
  • Iritasi
  • Depresi

Komplikasi

Tanpa pengobatan, komplikasi dari sindrom Cushing dapat termasuk:

  • Osteoporosis, yang dapat menyebabkan keretakan tidak biasanya pada tulang, seperti retak pada iga, dan retak tulang pada kaki
  • Tekanan darah tinggi
  • Diabetes Melitus
  • Infeksi yang tidak biasa dan berulang
  • Kehilangan massa otot dan kekuatannya

Penyebab

Seseorang dapat mengidap sindrom Cushing ketika terdapat hormon kortisol berlebih pada tubuh dalam jangka waktu yang lama. Kortisol berasal dari kelenjar adrenal, yang terdapat di bagian atas ginjal. Penyebab yang paling umum berhubungan dengan obat yang disebut glukokortikoid, diketahui sebagai steroid atau prednison. Steroid yang diresepkan digunakan untuk kondisi seperti asma, radang sendi, lupus atau setelah melakukan transplantasi ginjal. Tumor kelenjar pituitari atau tumor pada kelenjar adrenal juga dapat menyebabkan tubuh membuat terlalu banyak kortisol yang dapat menyebabkan sindrom Cushing. Pada kasus yang langka, hal ini dapat terjadi karena mutasi genetik.

Diagnosis

Sindrom Cushing dapat terjadi karena penyebab yang berbeda. Diagnosis dilakukan berdasarkan penilaian kadar kortisol yang tidak normal. Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan melihat kembali sejarah medis serta gejala pada penderita.  Dokter juga dapat melakukan tes laboratorium, termasuk:

  • Pemeriksaan kadar kortisol bebas pada urine selama 24 jam
  • Pengukuran kadar kortisol pada air liur tengah malam
  • Tes supresi dexamethasone dosis rendah

Dokter juga akan melakukan pemeriksaan penunjang seperti CT-scan dan MRI.

Pengobatan

Pengobatan tergantung pada penyebabnya. Penanganan dapat berupa obat-obatan, operasi, radiasi, dan kemoterapi. Beberapa obat dapat mengurangi produksi kortisol pada kelenjar adrenal atau mengurangi produksi ACTH pada kelenjar pituitari. Terdapat juga obat untuk menghalangi efek kortisol pada jaringan.

Informasi Dokter

Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?

Hubungi dokter jika memiliki gejala yang menuju pada sindrom cushing, terutama jika mengonsumsi obat kortikosteroid untuk mengobati kondisi seperti asma, arthritis atau penyakit peradangan pada perut bagian bawah.

Apa yang Perlu Dipersiapkan Sebelum Berkonsultasi dengan Dokter?

  • Tuliskan gejala yang dialami
  • Tuliskan informasi pribadi yang dibutuhkan
  • Tuliskan semua obat, suplemen, dan vitamin yang dikonsumsi
  • Ajaklah teman dan keluarga untuk menemani dan mengingat informasi

Apa yang Akan Dilakukan Dokter pada Saat Konsultasi?

Dokter akan mengajukan beberapa pertanyaan seperti:

  • Kapan mengalami gejala?
  • Apakah gejalanya hilang timbul? Apakah gejalanya membaik atau memburuk?
  • Apakah timbul banyak jerawat dan rambut pada wajah atau tubuh?
  • Apakah Anda mengonsumsi obat steroid untuk jangka waktu yang lama?
  • Apakah Anda merasa otot melemah, seperti sulit untuk berjalan atau menaiki tangga?
  • Apakah berat badan bertambah? Pada bagian tubuh yang mana?
Referensi

Healthline. https://www.healthline.com/health/cushing-syndrome#treatments
diakses pada 14 Desember 2018.

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/cushing-syndrome/diagnosis-treatment/drc-20351314
diakses pada 14 Desember 2018.

NHS. https://www.nhs.uk/conditions/cushings-syndrome
diakses pada 14 Desember 2018.

WebMD. https://www.webmd.com/a-to-z-guides/cushing-syndrome#1
diakses pada 14 Desember 2018.

Back to Top