Sindrom Costello adalah kelainan genetik kongenital yang langka. Sindrom ini diketahui hanya menyerang 200-300 orang di seluruh dunia.. 

Penyakit ini mengakibatkan keterlambatan pertumbuhan fisik dan mental pada penderitanya. Namun kemunculannya sering tidak terdeteksi ketika lahir. Ketika penderita menunjukkan gejala gangguan fisik dan mental, barulah sindrom Costello biasanya terdeteksi.

Sindrom Costello merupakan kondisi yang kompleks dan memengaruhi berbagai sistem tubuh. Angka harapan hidup penderita belum dipelajari secara khusus. Namun beberapa komplikasi dari kondisi ini. seperti masalah jantung, dapat berakibat fatal.

Gejala sindrom Costello umumnya tidak dapat dideteksi ketika penderita lahir. Tanda-tandanya akan muncul ketika anak telah mulai tumbuh.

Berat lahir penderita juga biasanya normal atau sedikit di atas rata-rata. Tapi anak dengan sindrom ini akan tumbuh lebih lambat dibandingkan anak normal pada umumnya.

Gejala sindrom Costello pada setiap penderita akan bervariasi. Meski demikian, sederet gejala berikut bisa diwaspadai: 

  • Pertumbuhan yang lambat.
  • Tinggi badan di bawah rata-rata.
  • Keterbatasan pada kecerdasan atau intelektual.
  • Keterbelakangan mental.
  • Kesulitan menyusui ketika masih bayi.
  • Ukuran kepala yang besar.
  • Rambut yang ikal atau jarang, dan halus.
  • Mulut yang besar.
  • Ketebalan bibir yang lebih dari normal.
  • Masalah gigi.
  • Mata juling.
  • Posisi telinga yang turun atau rendah, dan daun telinga yang tebal. Kedua gejala ini bisa muncul sendiri-sendiri atau bersamaan.
  • Bentuk tangan yang tidak biasa.
  • Permukaan kulit muka yang kasar.
  • Kulit dengan lipatan yang dalam, serta memiliki bercak yang kering dan keras. Khususnya pada telapak tangan dan telapak kaki.
  • Lipatan kulit yang longgar (cutis laxa), terutama pada leher, tangan, dan kaki. 
  • Area kulit yang menjadi lebih gelap dari kulit di sekitarnya (hiperpigmentasi).
  • Kulit tampak keriput dan menebal.
  • Papillomata (lesi seperti kutil) di sekitar mulut, hidung, dan anus. Lesi ini bisa terlihat sejak usia dua tahun atau pada usia yang lebih tua. Papillomata akan semakin jelas seiring bertambahnya usia.
  • Sendi yang fleksibel.
  • Tendon Achilles yang memendek.
  • Berkembangnya masalah jantung, contohnya hipertrofi kardiomiopati, stenosis katup pulmonal, atau supraventrikular takikardia.
  • Kalus (kapalan) dan kuku jari kaki yang tebal.

Penderita juga berisiko untuk terkena kanker ganas. Misalnya, rabdomiosarkoma dan neuroblastoma pada anak-anak, dan karsinoma sel transisional kandung kemih pada remaja maupun dewasa muda.

Sindrom Costello disebabkan oleh mutasi pada gen HRAS. Gen ini berperan dalam menginstruksikan sintesis protein H-ras pada tubuh, yang berfungsi mengendalikan pertumbuhan dan pembelahan sel. 

Mutasi gen yang menyebabkan sindrom Costello akan menyebabkan produksi protein H-ras aktif secara abnormal. Sebagai akibatnya, protein yang terlalu aktif ini akan memicu sel untuk terus bertumbuh dan terus-menerus membelah, yang akan mengakibatkan pertumbuhan tumor ganas dan tumor jinak.

Mutasi gen HRAS juga berdampak pada produksi dari serat elastis pada jaringan. Serat elastis ini merupakan komponen yang vital pada paru–paru, kulit, dan pembuluh darah besar (termasuk aorta).

Serat-serat elastis tersebut akan membantu tubuh dalam menjaga rambut dan kulit agar tetap kuat, mencegah kerusakan dini, dan mempertahankan keutuhan maupun kekuatan pembuluh darah serta jaringan paru-paru. 

Sindrom Costello diturunkan secara autosomal dominan. Istilah ini berarti sindrom Costello hanya perlu diturunkan satu salinan gen yang cacat, untuk menyebabkan munculnya gejala.

Namun pada sebagian besar kasus, sindrom Costello muncul karena mutasi yang baru terjadi, di mana tidak terdapat riwayat keluarga yang mengalami penyakit yang sama. 

Sindrom Costello kerap disalahartikan dengan sindrom cardiofaciocutaneous (CFC) atau sindrom Noonan yang juga disebabkan adanya mutasi pada gen ini.

Sindrom Costello merupakan penyakit yang sangat jarang ditemukan. Oleh karena itu, dokter seringkali tidak mencurigai pasien terkena sindrom ini pada tahap awal pemeriksaan. 

Saat berkonsultasi, dokter mungkin akan mengukur tinggi badan, berat badan, dan diameter kepala anak serta berat badan ketika lahir. Setelah itu, dokter bisa menganjurkan tes genetika molekuler untuk mengetahui mutasi pada gen HRAS. Tes inilah yang dapat menegakkan diagnosis sindrom Costello.

Sampai saat ini, belum ditemukan pengobatan atau penanganan khusus untuk menyembuhkan sindrom Costello. Pengobatan umumnya dilakukan untuk mengurangi gejala spesifik yang jelas. Berikut contohnya:

  • Kardiomiopati hipertrofi yang mungkin membutuhkan obat-obatan tertentu, seperti beta blockers, calcium channel blockers, atau obat-obatan antiaritmia, intervensi bedah, dan/atau penanganan lainnya. 
  • Alat penyangga, terapi okupasi, dan fisioterapi mungkin dapat digunakan untuk mengobati kelainan tulang ulna dari pergelangan tangan.
  • Operasi dapat dilakukan untuk memperpanjang tendon Achilles.
  • Papillomata pada wajah bisa diangkat dengan cryotherapy. 

Berbagai prosedur operasi juga bisa saja diperlukan untuk mengatasi gejala yang muncul. Prosedur operasi secara spesifik akan dilakukan tergantung dari berat dan lokasi anatomi yang tidak normal, gejala yang berhubungan, dan banyak faktor lainnya. 

Intervensi dini penting untuk memastikan anak-anak dengan sindrom Costello mencapai potensi mereka dengan maksimal. Sistem pendidikan yang sesuai, terapi wicara, dukungan sosial yang khusus, dan pelayanan medis, sosial dan kejuruan lainnya pun bisa dilakukan jika diperlukan. 

Lebih jauh lagi, pemantauan terhadap kondisi tertentu perlu dipertimbangkan. Misalnya, pada kelainan jantung seperti kardiomiopati.

Ahli jantung akan menindaklanjuti dengan pemeriksaan ekokardiografi dan elektrokardiogram pada saat pemeriksaan rutin. USG perut dan panggul juga dilakukan sebagai skrining untuk rabdomiosarkoma dan neuroblastoma setiap 3-6 bulan sampai penderita berusia 8-10 tahun.

Skrining untuk kanker kandung kemih akan dilakukan dengan pemeriksaan urine tahunan. Langkah ini dimulai pada usia 10 tahun dan bertujuan mendeteksi darah dalam urine. Selama masa tumbuh kembang anak, setiap kondisi perlu diawasi agar masalah yang muncul dapat segera diatasi.

Sindrom Costello tidak dapat dicegah karena kondisi ini merupakan kelainan genetik bawaan. Namun jika Anda atau anggota keluarga Anda memiliki masalah ini dan berencana memiliki keturunan, Anda sebaiknya berkonsultasi dengan dokter spesialis pada bidang yang bersangkutan terlebih dulu.

Anda dapat berkonsultasi dengan dokter jika anak Anda mengalami gejala atau tanda-tanda yang berkaitan dengan sindrom Costello.

Terdapat sederet informasi yang perlu Anda siapkan terkait dengan kondisi anak. Beberapa di antaranya adalah:

  • Informasi detail mengenai gejala yang dialami.
  • Riwayat medis Anda atau keluarga, khususnya yang berkaitan dengan kelainan genetik tertentu.

Selain itu, Anda dapat mengajukan berbagai pertanyaan terkait sindrom ini agar memahami kondisi anak Anda.

Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik untuk melihat gejala tertentu yang berkaitan dengan sindrom Costello. Dokter juga akan menanyakan informasi mengenai riwayat medis Anda maupun keluarga Anda.

Seteah itu, beberapa pemeriksaan medis lanjutan di bawah ini perlu dilakukan untuk memastikan diagnosis dokter:

  • Pemeriksaan genetika.
  • Pemeriksaan laboratorium lainnya untuk mengetahui kandungan tertentu dalam darah dan urine.

Genetics Home Reference. https://ghr.nlm.nih.gov/condition/costello-syndrome
Diakses pada 8 Januari 2019

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/221715.php
Diakses pada 8 Januari 2019

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK1507/
Diakses pada 8 Januari 2019

Online Mendelian Inheritance in Man. https://www.omim.org/entry/218040
Diakses pada 8 Januari 2019

Rare Disease. https://rarediseases.org/rare-diseases/costello-syndrome/
Diakses pada 8 Januari 2019

Genetic and Rare Diseases Information Center. https://rarediseases.info.nih.gov/diseases/1550/costello-syndrome
Diakses pada 8 Januari 2019

Artikel Terkait