Jantung

Sindrom Brugada

Diterbitkan: 31 Jan 2019 | dr. Joni Indah SariDitinjau oleh dr. Anandika Pawitri
image Sindrom Brugada
Jika berlangsung dalam waktu yang cukup lama, kondisi ini dapat menyebabkan serangan jantung
Sindrom Brugada adalah salah satu penyakit akibat gangguan irama jantung. Kondisi ini dapat berakibat fatal dan membahayakan jiwa penderitanya.Sayangnya, walau berbahaya, penderita Sindrom Brugada seringkali tidak mengalami gejala apapun. Akibatnya, mereka tidak menyadari bahwa mereka mengidap penyakit langka ini.Sindrom Brugada dapat diturunkan dari orangtua ke anaknya. Sindrom ini juga lebih sering diderita pria dibandingkan wanita.Hingga sekarang, para peneliti masih mempelajari lebih dalam tentang sindrom Brugada untuk menemukan penyebab sekaligus pengobatannya.
Sindrom Brugada
Dokter spesialis Jantung
Seperti disebutkan sebelumnya, kebanyakan penderita sindrom Brugada tidak mengalami gejala yang signifikan. Terkadang, sindrom ini terdiagnosis secara tidak sengaja saat pemeriksaan rekam jantung.Apabila menyebabkan indikasi, gejala sindrom Brugada biasanya berupa:
  • Henti jantung. Ini bisa menjadi gejala pertama yang dialami oleh penderita karena sindrom Brugada kerap tidak disadari.
  • Denyut jantung yang cepat dan tidak teratur.
  • Hilang kesadaran atau pingsan.
  • Rasa berdebar-debar pada dada.
Komplikasi sindrom Brugada, yaitu kehilangan kesadaran dan henti jantung, umumnya terjadi ketika penderita beristirahat atau tidur. Karena itu, penyakit langka ini kerap berakibat fatal.
Penyebab sindrom Brugada adalah mutasi genetik. Mutasi ini memicu gangguan pada kanal ion jantung, yang kemudian menyebabkan jantung berdetak secara abnormal, cepat, dan berakibat fatal.Mutasi genetik tersebut tidak diketahui penyebabnya hingga sekarang. Namun beberapa faktor risiko di bawah ini diduga bisa meningkatkan risiko sindrom Brugada:
  • Riwayat sindrom Brugada pada keluarga

Penyakit ini sering diturunkan dari orangtua ke anak.
  • Jenis kelamin

Pria memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami penyakit ini.
  • Ras Asia

Orang keturunan Asia berisiko lebih besar untuk terkena sindrom Brugada.
  • Demam

Pada seseorang yang berisiko tinggi mengalami sindrom Brugada, demam dapat mencetuskan pingsan atau henti jantung yang tiba-tiba.
  • Faktor-faktor lainnya

Orang yang mengalami gangguan struktur jantung dan ketidakseimbangan elektrolit, serta menggunakan obat-obatan terlarang (seperti kokain) juga lebih rentan untuk terkena sindrom Brugada.
Dokter membuat diagnosis sindrom Brugada berdasarkan pemeriksaan klinis, rekam jantung, dan tes penunjang lainnya. Berikut penjelasannya
  • Rekam jantung atau elektrokardiogram

Pada pemeriksaan rekam jantung, dokter akan meletakkan alat berupa probe di atas dada Anda. Alat ini akan merekam impuls listrik yang membuat jantung Anda dapat berdetak, sehingga ketidakteraturan detak jantung bisa terdeteksi. Namun irama jantung terkadang dapat berubah-ubah. Akibatnya, pemeriksaan rekam jantung sendiri tidak dapat menangkap ketidakteraturan irama jantung. Dokter Anda mungkin memberikan beberapa jenis obat selama pemeriksaan jantung. Misalnya obat antiangina, obat antidepresan, obat antipsikotik, atau obat antihistamin.Pemberian obat tersebut bertujuan agar pola sindrom Brugada tipe 1 bisa terlihat pada hasil rekam jantung.
  • Pemeriksaan elektrofisiologi jantung

Dokter mungkin pula menganjurkan pemeriksaan elektrofisiologi jantung (EP test) bila Anda pernah mengalami henti jantung tiba-tiba. Tes ini memungkinkan dokter untuk mengetahui kecenderungan Anda dalam mengalami komplikasi sindrom Brugada.
  • Tes genetik

Pemeriksaan genetik bisa dianjurkan oleh dokter bagi anggota keluarga Anda yang lain, guna mengetahui apakah mereka menderita sindrom Brugada atau tidak.
Pengobatan sindrom Brugada yang utama adalah dengan pemasangan alat implantable cardiocerter-defibrillator atau ICD. Alat ini dapat memantau detak jantung Anda secara berkalaICD akan memberikan syok listrik ke jantung Anda ketika dibutuhkan. Dengan ini, irama jantung yang tidak normal pun bisa dikendalikan.Meski begitu, pemasangan ICD perlu pertimbangan yang matang. Pasalnya, alat ini juga bisa memicu syok listrik yang mungkin tidak Anda butuhkan.Konsultasikan dengan dokter Anda mengenai kelebihan dan kekurangan alat ICD agar manfaatnya bisa Anda peroleh seraca optimal.Sebagai penanganan tambahan, dokter juga bisa memberikan obat-obatan. Langkah ini juga bertujuan mengendalikan detak jantung penderita.
Penyebab sindrom Brugada belum diketahui, dan gejalanya juga sering tidak disadari. Karena itu, pencegahan sindrom ini juga sulit dilakukan.Namun ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengurangi risiko peningkatan denyut jantung, yaitu dengan menghindari pemicu yang berupa:
  • Demam tinggi. Jika mengalami demam diatas 38 derajat Celsius, konsumsilah obat pereda demam. COntohnya, parasetamol . Segera temui dokter apabila obat tidak membantu dalam menurunkan demam.
  • Hindari mengonsumsi terlalu banyak alkohol dalam waktu singkat.
  • Carilah pertolongan medis jika mengalami diare atau muntah yang tidak membaik. Kondisi ini dapat menyebabkan tubuh kekurangan cairan dan memperberat kerja jantung.
  • Pastikan tenaga medis mengetahui bahwa Anda mengidap sindrom Brugada. Hindari mengonsumsi obat yang dapat memicu kondisi ini, kecuali atas saran oleh dokter.
Bila Anda mengalami jantung yang berdetak cepat atau tidak teratur, segeralah berkonsultasi ke dokter atau memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat. Demikian pula jika Anda sering pingsan karena penyebabnya mungkin saja gangguan pada jantung. Anda juga dapat menghubungi dokter tentang kemungkinan Anda untuk mengalami sindrom Brugada apabila ada anggota keluarga kandung Anda yang juga mengidap sindrom ini.
Bila mencurigai kondisi yang Anda alami sebagai sindrom Brugada, dokter umum akan menganjurkan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang untuk memastikannya. Setelahnya, Anda akan dirujuk ke dokter spesialis jantung agar mendapatkan penanganan yang lebih komprehensif.  Sebelum pemeriksaan, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat apa saja riwayat penyakit yang pernah atau sedang Anda derita.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah atau sedang dialami oleh keluarga kandung Anda.
  • Catat obat-obatan, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter
Saat pemeriksaan, dokter mungkin akan mengajukan beberapa pertanyaan berikut ini:
  • Apa Anda memiliki keluarga yang menderita sindrom Brugada atau kelainan irama jantung lainnya?
  • Kapan gejala Anda mulai muncul?
  • Apakah gejala tersebut muncul terus-menerus atau hanya sesekali?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang untuk memastikan diagnosis sindrom Brugada. Dengan ini, Anda akan mendapatkan penanganan yang tepat.
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/brugada-syndrome/symptoms-causes/syc-20370489
Diakses pada 18 November 2019
Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/16813-brugada-syndrome
Diakses pada 18 November 2019
Genetic Home Reference. https://ghr.nlm.nih.gov/condition/brugada-syndrome
Diakses pada 18 November 2019
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email

Artikel Terkait

Kenali Penyebab Badan Lemas yang Perlu Anda Waspadai

Penyebab badan lemas cukup beragam, mulai dari penyakit ringan hingga penyakit kronis. Gejala yang paling umum adalah kehilangan kesadaran dan mual.
16 Sep 2019|Anita Djie
Baca selengkapnya
Anemia merupakan salah satu penyebab badan lemas

Memahami Gejala Penyempitan Jantung dan Faktor Risikonya

Penyempitan jantung atau aterosklerosis adalah kondisi di mana pembuluh darah jantung mengalami penyumbatan karena adanya plak. Sebelum terlambat, segera ketahui gejala dan cara mengatasinya.
01 Jul 2020|Adhenda Madarina
Baca selengkapnya
Penyempitan jantung dapat menimbulkan komplikasi berbahaya bagi jantung

Mengenal Berbagai Manfaat Teripang untuk Mengobati Penyakit

Manfaat teripang bagi kesehatan ternyata beragam, mulai dari menjaga kesehatan jantung hingga berpotensi mengobati kanker. Teripang bisa dikonsumsi dalam keadaan segar maupun dikeringkan sebagai bahan dalam masakan tradisional Asia.
04 Nov 2019|Armita Rahardini
Baca selengkapnya
Manfaat teripang untuk kesehatan jantung