Jantung

Silent Stroke

06 Oct 2021 | Popy Hervi PutriDitinjau oleh dr. Reni Utari
image Silent Stroke
Silent stroke adalah jenis stroke yang biasanya tidak menimbulkan gejala sama sekali. Sebagian besar stroke disebabkan oleh gumpalan yang menyumbat pembuluh darah di otak.Penyumbatan tersebut menghambat darah dan oksigen untuk mencapai otak. Kondisi ini dapat menyebabkan matinya sel-sel otak di sekitarnya.Tergantung pada lokasi gumpalan, penyumbatan dapat menyebabkan gejala berupa kelemahan pada lengan atau kaki (sehingga pasien mudah jatuh), serta kesulitan berbicara atau melihat.Namun area kerusakannya terkadang cukup kecil dan terjadi di bagian otak yang tidak mengendalikan fungsi vital apa pun. Akibatnya, stroke tetap tidak terdeteksi.Biasanya, seseorang baru mengetahui dirinya mengalami silent stroke saat menjalani CT scan atau MRI untuk mendeteksi gangguan kesehatan lain. Hasil kedua prosedur ini dapat menunjukkan adanya kerusakan kecil di otak yang menandakan silent stroke.Jika pernah mengalami silent stroke, ada baiknya Anda rutin memeriksakan diri ke dokter. Dengan ini, risiko stroke di masa depan bisa dikurangi.Silent stroke juga bisa menjadi indikasi kuat bahwa pasien memerlukan strategi baru untuk meningkatkan kesehatan jantungnya. 
Silent Stroke
Dokter spesialis Jantung
GejalaGangguan keseimbangan, sering jatuh, mengompol
Faktor risikoTekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, diabetes
Metode diagnosisMRI, CT scan
PengobatanObat-obatan
ObatObat pengencer darah, obat  untuk menurunkan kadar kolesterol
KomplikasiStroke, demensia vaskuler
Kapan harus ke dokter?Mengalami gejala silent stroke
Secara umum, gejala silent stroke meliputi:
  • Gangguan keseimbangan
  • Sering jatuh
  • Mengompol atau inkontinensia urine
  • Perubahan suasana hati
  • Penurunan kemampuan berpikir
 
Penyebab utama silent stroke adalah penyumbatan gumpalan yang menyumbat pembuluh darah di otak. Penyumbatan mencegah darah dan oksigen mencapai otak. Hal ini dapat menyebabkan sel-sel otak di dekatnya mati. 

Faktor risiko silent stroke

Beberapa faktor risiko penyakit ini meliputi: 
Diagnosis silent stroke cara dapat dilakukan dengan MRI atau CT scan. Kedua prosedur ini bisa menunjukkan adanya kerusakan di area kecil otak yang menunjukkan bahwa pasien mengalami silent stroke. 
Cara mengobati silent stroke umumnya akan tergantung dari tingkat keparahan penyakit dan seberapa lama pasien sudah mengalami kondisi tersebut. Beberapa pilihan penanganan dari dokter bisanya meliputi:

Obat-obatan

Pilihan obat yang digunakan untuk mengatasi silent stroke meliputi:
  • Obat pengencer darah (antikoagulan)
  • Obat untuk menurunkan kadar kolesterol

Penanganan lainnya

Jika silent stroke sudah menganggu daya ingat pasien, beberapa cara berikut bisa diterapkan:
  • Latih rutinitas untuk menyelesaikan tugas-tugas tertentu pada waktu-waktu tertentu dalam sehari
  • Ciptakan kebiasaan untuk meletakkan barang-barang yang sering dibutuhkan di tempat yang sama setiap hari, seperti obat-obatan dan kunci
  • Buat daftar tugas dan instruksi guna membantu dalam mengingat langkah-langkah untuk tugas yang rumit
  • Gunakan kotak pil untuk membantu dalam melacak obat-obatan dan jadwal
  • Lakukan permainan memori untuk mempertajam keterampilan
 

Komplikasi silent stroke

Jika tidak ditangani dengan benar, kondisi ini bisa menyebabkan komplikasi berupa: 
Baca juga: Mengenal Obat Antikoagulan yang Penting untuk Mencegah Gumpalan Darah 
Cara mencegah silent stroke yang bisa dilakukan meliputi:
  • Kendalikan tekanan darah
  • Kendalikan kadar kolesterol
  • Rajin olahraga, setidaknya 30 menit per hari atau 2,5 jam per minggu
  • Batasi konsumsi garam untuk mencegah tekanan darah tinggi dan stroke
  • Jaga berat badan agar tetap dalam batas ideal
  • Jangan mengonsumsi minuman yang mengandung pemanis buatan
  • Berhenti merokok
  • Perbanyak konsumsi sayur dan buah
Baca juga: Ini Cara Berhenti Merokok untuk Selamanya 
Hubungi dokter bila Anda mengalami gejala yang mengarah pada silent stroke. Demikian pula jika Anda memiliki tanda atau gejala lain yang tidak disebutkan maupun kekhawatiran serta pertanyaan lainnya. 
Sebelum pemeriksaan ke dokter, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
 
Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Kapan gejala pertama kali Anda alami?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait silent stroke?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis silent stroke agar penanganan yang tepat bisa diberikan. 
Harvard Medical School. https://www.health.harvard.edu/heart-health/what-is-a-silent-stroke
Diakses pada 6 Oktober 2021
American Heart Association. https://www.heart.org/en/news/2018/05/01/silent-strokes-found-accidentally-need-treatment-statement-says
Diakses pada 6 Oktober 2021
Healthline. https://www.healthline.com/health/stroke/silent-stroke
Diakses pada 6 Oktober 2021

Verywell Health. https://www.verywellhealth.com/silent-stroke-3145944
Diakses pada 6 Oktober 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email