Kulit & Kelamin

Sifilis (Raja Singa)

Diterbitkan: 31 Jan 2019 | dr. Joni Indah SariDitinjau oleh dr. Anandika Pawitri
image Sifilis (Raja Singa)
Penyakit sifilis ditularkan melalui hubungan seksual dan dapat diobati dengan antibiotik atau suntikan penicilin.
Sifilis atau sipilis adalah penyakit menular seksual yang disebabkan oleh bakteri Treponema pallidum. Sipilis juga dikenal dengan sebutan penyakit raja singa.Sifillis umumnya akan menunjukkan gejala awal berupa luka di kelamin, dubur, dan mulut. Sipilis dapat menyebabkan komplikasi sangat serius.Penyakit ini dapat merusak jantung, otak, kematian janin dan bahkan menyebabkan kematian bagi penderitanya bila terlambat diobati. Namun dengan pengobatan yang tepat secara dini dan telaten, sifilis dapat disembuhkan.
Sifilis (Raja Singa)
Dokter spesialis Kulit
Gejala sifilis yang muncul akan tergantung pada stadium yang dialami penderita. Penyakit ini dibagi menjadi empat tahap, yaitu primer, sekunder, laten, dan tersier. Tiap tahap penyakit ini memiliki  gejala berikut:

Gejala sifilis tahap primer

Tahapan primer disebut juga sebagai tahap awal penyakit sifilis. Gejala paling pertama yang mungkin disadari adalah kemunculan luka (lesi) tidak menyakitkan yang disebut chancre.Chancre biasanya muncul di sekitar anus atau alat kelamin. Chancre juga dapat muncul di dalam atau di sekitar mulut dan bibir.Seseorang biasanya mendapatkan ini dalam jangka waktu 2-3 minggu setelah infeksi, tapi tidak semua orang mengalami gejala ini.Chancre biasanya sembuh sendiri. Namun tanpa pengobatan, infeksi sifilis terus berlanjut sehingga menyebabkan lebih banyak gejala dan masalah kesehatan lainnya.

Gejala sifilis tahap sekunder

Tahap sekunder penyakit sifilis umumnya mulai beberapa minggu setelah gejala di tahap awal hilang.Pada tahapan ini, gejala yang dapat dialami penderita sifilis antara lain:
  • Ruam merah menimbul pada kulit yang dapat timbul pada seluruh area tubuh, namun paling sering pada telapak tangan atau tumit kaki.
  • Terbentuk kutil pada area kelamin (pada wanita) dan kadang di sekitar dubur (pada pria).
  • Bercak-bercak putih dalam rongga mulut
  • Gejala flu seperti cepat lelah, sakit kepala, nyeri sendi, dan demam
  • Pembesaran kelenjar getah bening
  • Terkadang dapat terjadi kerontokan rambut
  • Penderita juga bisa mendapati berat badan berangsur menurun

Gejala sifilis tahap laten

Pada tahap laten, seseorang dapat hidup dengan sifilis selama bertahun-tahun tanpa mengalami gejala apapun. Namun jika sifilis masih tidak terdiagnosis dan tidak diobati, infeksi akan berlanjut hingga menyebabkan masalah kesehatan yang serius.

Gejala sifilis tahap tersier

Sifilis tersier dapat terjadi setelah 3-15 tahun terinfeksi pertama kali. Pada tahap ini, dapat merusak jantung, otak, sistem saraf, dan organ tubuh lainnya. Selain itu pada tahap tersier, infeksi yang tidak terobati dapat menyebabkan kebutaan dan kehilangan pendengaran. 
Penyebab sifilis adalah infeksi bakteri. Sifilis disebabkan oleh bakteri Treponema pallidum yang menular lewat kontak seksual.Cara penularan sifilis yang paling umum adalah lewat hubungan seks vaginal, oral, maupun anal tanpa kondom. Anda bisa tertular penyakit raja singa dari kontak langsung dengan luka atau kutil di kelamin pasangan yang terinfeksi sipilis selama hubungan seks tanpa kondom.Penyakit ini juga dapat menular lewat mainan seks, jika Anda dan pasangan yang terinfeksi saling bergantian memakainya.Bakteri sipilis akan masuk ke dalam tubuh orang yang sehat melalui luka kecil atau selaput lendir yang ada di mulut atau area kelamin. Selain lewat kontak seksual, cara penularan sifilis lainnya adalah lewat wanita hamil pada bayinya selama masa kehamilan atau dari penggunaan jarum suntik bergantian.Penyakit raja singa tidak dapat ditularkan melalui penggunaan toilet yang sama, bak mandi, pakaian, peralatan makan, dan kolam renang atau jacuzzi.Setelah sembuh, Anda dapat kembali terkena raja singa lebih dari satu kali, bahkan jika Anda pernah dirawat karena itu. Penularan sifilis berulang biasanya disebabkan oleh kontak seksual dengan orang yang terinfeksi.Faktor risiko penularan sipilis adalah:
  • Berhubungan intim tidak menggunakan kondom.
  • Bergonta-ganti pasangan seksual.
  • Memiliki penyakit HIV.
  • Berhubungan intim sesama jenis secara oral atau anal.
Banyak penderita sifilis tidak menunjukkan atau mengalami gejala apa pun selama bertahun-tahun.Jadi, jika Anda berpikir ada kemungkinan Anda tertular sipilis, jangan tunggu sampai gejala semakin parah. Segera jalani tes penyakit kelamin.Pasalnya meski tidak bergejala, Anda tetap berisiko menularkan penyakit pada orang lain terutama pada tahap primer dan sekunder.Menjalani tes penyakit kelamin secara rutin untuk mendeteksi sipilis sedini mungkin dapat mencegah Anda masuk ke tahapan penyakit yang parah. Deteksi dini juga memungkinkan Anda sembuh secara total.Untuk menegakan diagnosis awal dari sifilis, dokter akan melakukan:
  • Pemeriksaan fisik secara menyeluruh: Dokter akan memeriksa area genital serta mulut dan tenggorokan Anda untuk memeriksa ruam atau pertumbuhan kutil.
  • Tes laboratorium darah: Sampel darah Anda akan diambil dan diperiksa adanya antibodi sifilis dalam tubuh Anda. Pemeriksaan yang akan dilakukan adalah tes rapid plasma regain (RPR) dan venereal disease research laboratory (VDRL).
  • Tes sampel luka: Jika Anda memiliki luka, sampel akan diambil sedikit untuk memeriksa ada tidaknya bakteri sipilis.
  • Spinal tap: Jika terdapat masalah sistem saraf, biasanya dokter akan melakukan spinal tap dengan mengambil cairan tulang belakang untuk memeriksa bakteri sifilis.
Pada ibu hamil, dokter juga akan memeriksa darah serta kandungan untuk mengetahui apakah terdapat bakteri sifilis. Bakteri ini dapat datang tanpa disadari dan menyebabkan masalah kesehatan pada bayi yang dapat berakibat fatal.Jika Anda positif mengidap sifilis, penting bagi Anda untuk memberi tahu pasangan seks saat ini atau yang baru karena mereka juga perlu menjalani tes. Anda pun juga harus menjalani tes terhadap penyakit menular seksual lainnya, terutama HIV.
Pengobatan sifilis yang paling utama adalah dengan obat-obatan antibiotik dari dokter.Sipilis yang berlangsung kurang dari 2 tahun biasanya dapat diobati dengan suntikan penisilin di bokong, atau konsumsi tablet antibiotik selama 10-14 hari jika tidak menggunakan penisilin.Pengobatan untuk penyakit sifilis yang sudah berjalan lebih dari dua tahun atau sudah menyerang otak biasanya juga sama, menggunakan suntikan penisilin atau dengan antibiotik selama 28 hari jika tidak dengan suntik penisilin.Kebanyakan orang hanya akan membutuhkan 1 dosis suntikan. Namun, pemberian 3 kali suntikan dapat diberikan dalam jangka waktu mingguan jika Anda sudah lama memiliki sifilis.Selama dan setelah kira-kira 2 minggu pengobatan, Anda harus menghindari semua aktivitas seksual. Hal ini untuk menghindari risiko terinfeksi kembali atau menularkan kepada orang lain.Dokter mungkin juga menyarankan:
  • Mengobati pasangan seksual yang terinfeksi sifilis.
  • Mengobati sifilis selama masa kehamilan.
Pengobatan teratur dapat memperlambat atau menghentikan infeksi yang disebabkan oleh bakteri sifilis. Akan tetapi, pengobatan tidak bisa menyembuhkan atau membatalkan kerusakan organ yang telah disebabkan oleh sifilis.
Pencegahan sifilis yang paling utama adalah dengan melakukan aktivitas seksual secara aman.Selalu gunakan kondom dengan benar saat berhubungan seks vaginal, anal, atau oral. Lapisan kondom harus menutupi keseluruhan batang penis atau kutil yang mungkin ada di area tersebut agar pencegahan efektif.Alternatifnya, Anda bisa gunakan dental dam pada saat berhubungan seksual oral.Selain itu, pencegahan sifilis lainnya yang bisa Anda terapkan mulai dari sekarang adalah:
  • Hindari saling pinjam mainan seks yang pernah dipakai dengan orang lain.
  • Jalani tes penyakit kelamin setiap 6 bulan sekali jika Anda aktif secara seksual. Ajak pasangan untuk tes bersama agar menghindari risiko penularan "ping-pong" (penularan penyakit bolak-balik)
  • Hindari bergonta-ganti pasangan seksual.
  • Jangan memakai jarum suntik bergantian dengan orang lain.
Konsultasi ke dokter untuk mendeteksi risiko sipilis jika Anda pernah berhubungan seks vaginal, anal, atau oral tanpa kondom baru-baru ini.Secara umum, Anda harus menjalani tes secara teratur untuk mendeteksi sifilis jika Anda aktif secara seksual dan/atau termasuk:
  • Pria yang berhubungan seks dengan pria.
  • Mengidap HIV.
  • Memiliki pasangan yang sudah terdeteksi positif sipilis.
  • Wanita hamil; Semua wanita hamil akan diminta untuk menjalani tes darah guna memeriksa sifilis dan infeksi lainnya, biasanya di sekitar 8-12 minggu kehamilan.
Berkonsultasilah dengan dokter jika terdapat kutil atau bisul di kelamin, bisul di area mulut yang mirip sariawan tapi muncul tanpa sebab, atau ruam kulit yang tidak biasa terutama pada daerah selangkangan.
Sebelum pemeriksaan ke dokter, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
 
Dokter umumnya akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Kapan gejala pertama kali Anda alami?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait sifilis
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis sifilis agar penanganan yang tepat bisa diberikan.
AVERT. https://www.avert.org/sex-stis/sexually-transmitted-infections/syphilis
Diakses pada 7 Juli 2020
CDC. https://www.cdc.gov/std/syphilis/stdfact-syphilis.htm
Diakses pada 7 Juli 2020
CDC. https://www.cdc.gov/std/syphilis/CTAproviders.htm
Ddiakses pada 7 Juli 2020
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/syphilis/symptoms-causes/syc-20351756
Diakses pada 28 November 2018
NHS. https://www.nhs.uk/conditions/syphilis/
Diakses pada 28 November 2018
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email

Artikel Terkait

Wanita Wajib Tahu, Ini Cara Tepat Cegah Kanker Leher Rahim

Kanker leher rahim sangat mudah dicegah jika Anda mengetahui penyebabnya. Mulai dari menerima vaksin HPV, memeriksakan kesehatan secara berkala, seria pada pasangan, hingga menerapkan pola makan yang sehat dan seimbang.
02 Sep 2019|Asni Harismi
Baca selengkapnya
Saat sel-sel kanker berkembang biak pada serviks, kanker leher rahim pun akan terjadi

Kista Kelenjar Bartholin: Ciri-Ciri, Penyebab, dan Cara Mencegahnya

Kista kelenjar Bartholin adalah benjolan yang berisi cairan akibat tersumbatnya kelenjar Bartholin. Kista Bartholin tergolong penyakit langka karena hanya 2% wanita yang pernah mengalami kista ini semasa hidupnya.
01 Aug 2019|Asni Harismi
Baca selengkapnya
Kelenjar Bartholin yang infeksi

Kesehatan Reproduksi Remaja, Ini 4 Cara Penting Menjaganya

Kesehatan reproduksi remaja perlu diperhatikan dan dijaga sejak dini untuk menghindari penyakit menular seksual dan HIV. Salah satu caranya adalah dengan menjaga kebersihan.
02 Dec 2019|Asni Harismi
Baca selengkapnya
Kesehatan reproduksi remaja dapat dijaga dengan konsultasi dokter