Penyakit sifilis ditularkan melalui hubungan seksual dan dapat diobati dengan antibiotik atau suntikan penicilin.
Penyakit sifilis ditularkan melalui hubungan seksual dan dapat diobati dengan antibiotik atau suntikan penicilin.

Sifilis merupakan infeksi yang disebabkan oleh bakteri yang ditularkan pada saat berhubungan seksual dengan orang yang terinfeksi. Penyakit ini dapat diobati dengan antibiotik atau suntikan penicilin. Peradangan dapat terjadi pada alat kelamin, rektum, atau mulut tanpa rasa sakit. Jika tidak diobati, penyakit ini akan merusak jantung, otak, dan organ lain. Sifilis dapat ditularkan dari ibu ke janin dan bahkan dapat mengancam nyawa.

Gejala yang ditimbulkan oleh sifilis biasanya tidak selalu jelas bahkan dapat hilang. Beberapa gejala-gejala sifilis, diantaranya:

  • Ruam merah bernoda yang terdapat di telapak tangan ataupun telapak kaki
  • Bercak putih yang terdapat di mulut
  • Terdapat luka kecil atau bisul yang tidak terasa sakit, biasanya terdapat di penis, vagina, atau sekitar anus, juga dapat timbul di tempat lain seperti mulut
  • Kelelahan, sakit kepala, nyeri sendi, demam, dan pembengkakan kelenjar di bagian leher, selangkangan, atau ketiak
  • Pertumbuhan kulit kecil seperti kutil kelamin yang berkembang di vulva pada wanita atau sekitar anus

Sifilis disebabkan oleh bakteri Treponema pallidum yang biasanya banyak ditularkan melalui kontak seksual. Bakteri akan masuk ke dalam tubuh melalui luka kecil atau selaput lendir. Sifilis menular selama tahap primer dan sekunder. Penyakit ini jarang disebabkan oleh kontak dekat seperti melalui ciuman dan bayi dalam masa kehamilan ataupun setelah lahir. Sifilis juga tidak dapat ditularkan melalui penggunaan toilet yang sama, bak mandi, pakaian, peralatan makan, dan kolam renang atau jacuzzi. Setelah sembuh dari sifilis, Anda tidak akan mengalami kekambuhan. Akan tetapi, Anda dapat kembali terkena sifilis jika terinfeksi melalui kontak seksual dengan orang yang terinfeksi.

Untuk mendiagnosis penyakit sifilis, dokter biasanya akan melakukan pemeriksaan fisik secara menyeluruh, tes darah, dan mengambil sampel dari bakteri sifilis. Jika terdapat masalah sistem saraf, biasanya dokter akan melakukan spinal tap dengan mengambil cairan tulang belakang untuk memeriksa bakteri sifilis. Pada ibu hamil, dokter akan memeriksa untuk mengetahui apakah terdapat bakteri sifilis karena bakteri ini dapat datang tanpa disadari dan dapat menyebabkan kerusakan parah pada bayi yang dapat berakibat fatal.

Sifilis dapat diobati dengan beberapa cara, seperti:

  • Obat-obatan antibiotik yang dapat diberikan oleh dokter. Sifilis yang berlangsung <2 tahun biasanya diobati dengan suntikan penisilin atau tablet antibiotik selama 10-14 hari jika tidak menggunakan penisilin. Sedangkan untuk sifilis ≥ 2 tahun atau yang mengenai otak dapat diterapi dengan suntikan penisilin atau menggunakan antibiotik selama 28 hari jika tidak dengan suntik penisilin.
  • Menghindari semua aktivitas seksual selama terapi setidaknya 2 minggu setelah selesai terapi karena dapat terinfeksi kembali atau menularkan kepada orang lain.
  • Mengobati pasangan seksual yang terinfeksi sifilis
  • Obati sifilis selama masa kehamilan

Sifilis dapat dicegah dengan melakukan aktivitas seksual yang aman, gunakan kondom pada saat berhubungan seksual. Selain itu, terdapat hal lain yang dapat dilakukan, seperti:

  • Hindari berbagi mainan seks yang pernah dipakai dengan orang lain
  • Melakukan pemeriksaan infeksi menular seksual dan bicarakan dengan pasangan mengenai hasilnya
  • Gunakan kondom selama melakukan seks oral

Berkonsultasilah dengan dokter jika terdapat cairan tubuh, luka, atau ruam kulit yang tidak biasa, terutama pada daerah selangkangan.

Healthline. https://www.healthline.com/health/std/syphilis
diakses pada 28 November 2018.

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/syphilis/symptoms-causes/syc-20351756
diakses pada 28 November 2018.

NHS. https://www.nhs.uk/conditions/syphilis/
diakses pada 28 November 2018.

Artikel Terkait