Kandungan

Servisitis

10 Mar 2021 | dr. Levina FeliciaDitinjau oleh dr. Reni Utari
image Servisitis
Servisitis merupakan peradangan pada leher rahim (serviks)
Servisitis adalah peradangan pada leher rahim (serviks). Serviks adalah bagian menyempit dari rahim yang terbuka menuju ke vagina.Servisitis merupakan kondisi yang umum terjadi. Seringkali, servisitis disebabkan oleh penyakit menular seksual (PMS), seperti klamidia atau gonorrhea. Trikomoniasis dan herpes genitalis juga bisa menjadi penyebab.Selain itu, servisitis juga dapat disebabkan oleh penyebab lain bukan infeksi seperti trauma, paparan zat kimia, atau membersihkan vagina dengan cara douching. Menentukan penyebab servisitis merupakan hal yang penting. Bila penyebabnya adalah infeksi, servisitis dapat menyebar dari serviks hingga ke rahim dan tuba fallopi, bahkan mencapai pinggang dan dinding perut lalu menyebabkan infeksi yang mengancam nyawa. Kondisi ini dapat memicu gangguan kesuburan dan masalah pada janin.Gejala servisitis dapat berupa pendarahan di antara periode menstruasi, sakit saat berhubungan seksual, dan cairan (sekret) vagina yang tidak normal. Namun servisitis juga dapat tanpa gejala.Penanganan kondisi ini dilakukan dengan mengatasi penyebab yang mendasari peradangan pada serviks. 
Servisitis
Dokter spesialis Kandungan
GejalaKeluarnya cairan dari vagina berwarna putih, nyeri berkemih, nyeri saat berhubungan seksual
Faktor risikoPerilaku seksual yang berisiko, mulai berhubungan seks saat usia muda, penyakit menular seksual
Metode diagnosisPemeriksaan panggul, pengambilan sampel cairan vagina
PengobatanObat-obatan
ObatAntibiotik, antivirus
KomplikasiPenyakit radang panggul
Kapan harus ke dokter?Keluarnya cairan yang tidak biasa dari vagina, pendarahan di luar siklus menstruasi, sakit saat berhubungan seksual
Seringkali, servisitis tidak menyebabkan gejala, dan kondisi ini baru diketahui setelah menjalani pemeriksaan panggul yang dilakukan oleh dokter karena alasan lain. Tanda dan gejalanya antara lain:
  • Cairan keluar dari vagina dalam jumlah banyak dapat berwarna putih atau kuning
  • Nyeri berkemih, sering berkemih
  • Sakit saat berhubungan seks
  • Pendarahan antara periode menstruasi
  • Pendarahan vagina setelah berhubungan seksual (bukan menstruasi)
  • Nyeri panggul dan perut
  • Demam
 
Servisitis dapat bersifat ringan atau berat. Penyebab servisitis antara lain:
  • Penyakit menular seksual

Seringkali, infeksi bakteri, parasit, dan virus yang menyebabkan servisitis yang ditularkan melalui kontak seksual, seperti gonorrhea, klamidia, trikomoniasis, dan herpes genital.
  • Reaksi alergi

Alergi yang dapat dipicu oleh pemakaian kontrasepsi atau kondom dapat menyebabkan servisitis. Reaksi terhadap produk kewanitaan seperti cairan pembilas vagina (douches) atau deodoran juga dapat menyebabkan servisitis.
  • Iritasi

Penggunaan tampon, pessary (cincin untuk menopang rahim), atau diafragma dapat mengiritasi atau mencederai dinding rahim. Servisitis juga dapat terjadi bila benda-benda ini tertinggal di dalam dinding rahim dalam waktu yang lebih lama dari yang dianjurkan.
  • Pertumbuhan bakteri

Pertumbuhan bakteri yang terdapat pada vagina secara berlebihan dapat menyebabkan servisitis. Kondisi ini dinamakan bacterial vaginosis.
  • Kehamilan

Kehamilan dapat mempengaruhi kadar hormon dan memicu terjadinya servisitis karena leher rahim menjadi lebih sensitif.
  • Kanker atau pengobatan kanker

Kanker serviks stadium lanjut atau pengobatannya dapat mempengaruhi jaringan serviks. Meskipun jarang, kondisi ini dapat menyebabkan servisitis. 

Faktor risiko servisitis

Faktor risiko servisitis antara lain:
  • Perilaku seksual yang berisiko, seperti berhubungan seksual yang tidak terlindungi, berganti pasangan, atau hubungan seksual yang berisiko tinggi
  • Mulai berhubungan seksual saat usia muda
  • Riwayat (pernah mengalami) infeksi yang menular melalui hubungan seksual
 
Untuk memastikan diagnosis servisitis, dokter akan melakukan sederet langkah pemeriksaan berikut:
  • Tanya jawab

Dokter akan menanyakan gejala yang dirasakan oleh pasien, dan riwayat medis serta kebiasaan pasien. Gejala servisitis juga dapat menandakan adanya gangguan pada vagina atau rahim.
  • Pemeriksaan fisik

Dokter mungkin menemukan tanda-tanda servisitis ketika sedang melakukan pemeriksaan rutin, bahkan ketika pasien tidak mengeluhkan gejala apapun.
  • Pemeriksaan panggul bimanual

Pada pemeriksaan ini, dokter memasukkan jari telunjuk ke dalam vagina sambil memberikan tekanan pada perut dan panggul dengan tangan lainnya. Tujuannya adalah mengevaluasi kondisi vagina serta leher rahim.Tanda dan gejala yang diperiksa di antaranya adalah adanya pembengkakan, nyeri, atau cairan vagina yang tidak normal.
  • Pap smear

Pada Pap smear, dokter mengambil sampel sel dari vagina dan serviks dengan kapas kecil atau sikat. Sel ini kemudian diperiksa lebih lanjut di laboratorium untuk mendeteksi adanya kelainan.
  • Biopsi serviks

Pemeriksaan ini dilakukan bila hasil pap smear tidak normal. Pada pemeriksaan yang dikenal juga dengan sebutan colposcopy ini, dokter memasukkan spekulum ke dalam vagina. Dokter lalu mengambil kapas dan membersihkan vagina dan serviks dari kotoran dan lendir.Dokter akan melihat bagian serviks dengan alat seperti mikroskop yang bernama kolposkop dan memeriksanya. Sampel jaringan akan diambil dari jaringan yang tampak tidak normal.
  • Kultur cairan serviks

Dokter akan mengambil sampel cairan dari serviks. Cairan diperiksa di bawah mikroskop untuk mendeteksi adanya infeksi seperti kandidiasis dan bacterial vaginosis. 
Cara mengobati servisitis tergantung pada jenis infeksi yang dialami oleh pasien. Apabila pasien memiliki faktor risiko penyakit menular seksual (seperti hubungan seksual tanpa kondom atau sering gonta-ganti pasangan) atau pemeriksaan fisik mengarah pada servisitis, obat antibiotik biasanya diberikan sebelum hasil tes keluar.

Pengobatan servisitis karena infeksi atau penyakit menular seksual

Jika servisitis disebabkan oleh infeksi menular seksual, terapi akan diberikan ke pasangan, tidak hanya untuk wanita yang mengalami servisitis. Berikut penjelasannya:
  • Gonore

Servisitis yang disebabkan gonore akan diobati dengan obat antibiotik suntik jenis ceftriaxone dan tablet azithromycin.
  • Klamidia

Servisitis yang disebabkan klamidia akan diobati dengan antibiotik jenis azithromycin, doxyxycline, ofloxacin, atau levofloxacin.
  • Trikomoniasis

Servisitis yang disebabkan trikomoniasis akan diobati dengan antibiotik metronidazole.
  • Herpes genitalis

Servisitis yang disebabkan virus herpes akan diobati dengan antivirus seperti acyclovir, valacyclovir, atau famciclovir. Obat ini perlu dikonsumsi hingga 10 hari paskagejala. Untuk herpes genitalis berulang, obat dapat dikonsumsi hingga 5 hari.Untuk menghindari iritasi lebih lanjut, hubungan seksual sebaiknya ditunda sampai pengobatan yang direkomendasikan oleh dokter selesai.

Pengobatan servisitis karena penyebab non-infeksi

Servisitis yang disebabkan oleh cedera akan diobati dengan antibiotik sesuai jenis bakterinya. Peradangan akan mereda dalam waktu beberapa hari hingga beberapa minggu.Sementara untuk servisitis yang disebabkan oleh reaksi alergi terhadap produk tertentu seperti spermisida (alat kontrasepsi berupa cairan atau gel yang berfungsi membunuh sperma) atau produk pembersih area kewanitaan, terapi ditujukan untuk mengurangi gejala.Selain itu pasien perlu menghindari penggunaan produk atau kontrasepsi penyebab alergi tersebut untuk mencegah reaksi alergi. 

Komplikasi servisitis

Bila tidak ditangani dengan benar, servisitis dapat menyebabkan komplikasi berupa:
  • Penyakit radang panggul atau pelvic inflammatory disease (PID)

PID adalah perluasan peradangan hingga ke dinding rahim dan tuba falopi. Kondisi ini dapat menyebabkan nyeri panggul, cairan dari vagina, dan demam.PID yang tidak diatasi secara saksama dapat memicu gangguan kesuburan.
  • Meningkatkan risiko terjadinya HIV

Kondisi ini bisa muncul bila pasangan seksual dari pasien mengalami penyakit tersebut. 
Cara mencegah servisitis dapat dilakukan dengan menurunkan risiko penyebaran penyakit menular seksual. Misalnya dengan cara:
  • Gunakan kondom dengan benar saat berhubungan seksual
  • Hindari berganti-ganti pasangan dalam melakukan hubungan seksual
  • Jangan berhubungan seks pada pasangan yang memiliki luka pada kelamin
  • Hindari produk-produk wanita yang dapat mengiritasi vagina dan leher rahim
  • Jika Anda menderita diabetes, jaga agar kadar gula darah tetap terkendali
 
Segera cari pertolongan medis jika timbul gejala berat berupa:
  • Keluar cairan yang tidak biasa dari vagina
  • Pendarahan di luar siklus menstruasi
  • Sakit saat berhubungan intim
Sebelum pemeriksaan, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
Anda juga dapat meminta keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi dengan dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter. 
Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait servisitis?
  • Apakah ada anggota keluarga atau orang di sekitar Anda dengan gejala yang sama?
  • Apakah Anda sudah mencari pertolongan medis sebelumnya? Jika iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang untuk memastikan diagnosis servisitis. Dengan ini, penanganan bisa diberikan secara tepat. 
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/cervicitis/diagnosis-treatment/drc-20370818
Diakses pada 2 November 2018
WebMD. https://www.webmd.com/women/qa/how-can-you-prevent-cervicitis
Diakses pada 5 Maret 2019
WebMD. https://www.webmd.com/women/guide/cervicitis
Diakses pada 10 Maret 2021
Harvard Health Publishing. https://www.health.harvard.edu/a_to_z/cervicitis-a-to-z
Diakses pada 10 Maret 2021
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/321573
Diakses pada 10 Maret 2021
Heathline. https://www.healthline.com/health/cervicitis
Diakses pada 10 Maret 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email