Servisitis

Ditulis oleh Maria Yuniar
Ditinjau dr. Reni Utari
Servisitis merupakan peradangan pada leher rahim
Adanya peradangan pada leher rahim (serviks)

Pengertian Servisitis

Servisitis adalah peradangan pada leher rahim (serviks). Serviks adalah bagian menyempit dari rahim yang terbuka menuju ke vagina. Gejala servisitis dapat berupa pendarahan di antara periode menstruasi, sakit saat berhubungan seksual, dan cairan (sekret) vagina yang tidak normal. Namun, servisitis juga dapat tanpa gejala. Seringkali, servisitis disebabkan oleh infeksi atau penyakit menular seksual (PMS), seperti klamidia atau gonorrhea. Servisitis dapat juga berkembang dari penyebab yang bukan infeksi.

Penjelasan Lebih Lanjut

Gejala

Seringkali, servisitis tidak menyebabkan gejala, dan kondisi ini baru diketahui setelah menjalani pemeriksaan panggul yang dilakukan oleh dokter karena alasan lain. Tanda dan gejalanya antara lain:

  • Cairan keluar dari vagina dalam jumlah banyak dapat berwarna putih atau kuning
  • Nyeri berkemih, sering berkemih
  • Sakit saat berhubungan seks
  • Pendarahan antara periode menstruasi
  • Pendarahan vagina setelah berhubungan seksual (bukan menstruasi)
  • Nyeri panggul dan perut
  • Demam

Penyebab

  • Infeksi atau penyakit menular seksual (PMS)
    Seringkali, infeksi bakteri, parasit, dan virus yang menyebabkan servisitis yang ditularkan melalui kontak seksual, seperti gonorrhea, klamidia, trikomoniasis, dan herpes genital.
  • Reaksi alergi
    Alergi yang dapat dipicu oleh pemakaian kontrasepsi atau kondom dapat menyebabkan servisitis. Reaksi terhadap produk kewanitaan seperti cairan pembilas vagina (douches) atau deodoran juga dapat menyebabkan servisitis.
  • Pertumbuhan bakteri
    Pertumbuhan bakteri yang terdapat pada vagina secara berlebihan dapat menyebabkan servisitis.

Faktor Risiko

  • Perilaku seksual yang berisiko, seperti berhubungan seksual yang tidak terlindungi, berganti pasangan, atau hubungan seksual yang berisiko tinggi
  • Mulai berhubungan seksual saat usia muda
  • Riwayat (pernah mengalami) infeksi yang menular melalui hubungan seksual

Komplikasi

Leher rahim berperan sebagai penghalang untuk menjaga bakteri dan virus dari memasuki rahim. Ketika leher rahim terinfeksi, terdapat risiko bahwa infeksi tersebut akan berjalan menuju ke rahim. Servisitis yang disebabkan oleh gonorrhea atau klamidia dapat menyebar ke dalam rahim dan tuba falopi, menghasilkan penyakit radang panggul, yaitu infeksi sistem reproduksi wanita yang dapat menyebabkan masalah pembuahan jika tidak diobati. Servisitis juga dapat meningkatkan risiko terkena HIV pada wanita dari pasangan seksual yang terinfeksi.

Diagnosis

  • Pemeriksaan panggul
    Pemeriksaan ini bertujuan untuk mengevaluasi kondisi vagina serta leher rahim. Tanda dan gejala yang diperiksa di antaranya adalah adanya pembengkakan, nyeri, atau cairan vagina yang tidak normal.
  • Pengambilan spesimen
    Spesimen atau sampel yang diambil adalah cairan vagina dan cairan di sekitar leher rahim. Metode pengambilannya mirip dengan tes Pap (Pap smear), yaitu menggunakan kapas kecil atau sikat untuk secara perlahan mengambil contoh cairan dari leher rahim dan vagina. Spesimen tersebut selanjutnya akan diperiksa di laboratorium. Tes laboratorium juga dapat dilakukan dengan mengambil sampel urine.

Pengobatan

Untuk servisitis yang disebabkan oleh reaksi alergi terhadap produk tertentu seperti spermisida (alat kontrasepsi berupa cairan atau gel yang berfungsi membunuh sperma) atau produk pembersih area kewanitaan, terapi ditujukan untuk mengurangi gejala. Selain itu juga menghindari penggunaan produk atau kontrasepsi penyebab alergi tersebut untuk mencegah reaksi alergi. Jika servisitis disebabkan oleh infeksi menular seksual, terapi akan diberikan ke pasangan, tidak hanya untuk wanita yang mengalami servisitis.

Antibiotik dapat direkomendasikan untuk penyakit menular seksual yang diakibatkan oleh bakteri seperti gonorrhea dan klamidia, termasuk vaginosis bakterialis (infeksi vagina akibat ketidakseimbangan bakteri yang merupakan flora normal dalam vagina). Obat antivirus dapat diberikan jika ada herpes genital. Dokter dapat merekomendasikan pemeriksaan ulang untuk servisitis yang disebabkan oleh gonorrhea atau klamidia. Untuk menghindari penularan infeksi bakteri dengan pasangan, hubungan seksual sebaiknya ditunda sampai perawatan yang direkomendasikan oleh dokter selesai.

Pencegahan

Untuk mencegah risiko servisitis dari penularan seksual yang dapat dilakukan adalah:

  • Gunakan kondom dengan benar saat berhubungan seksual. Kondom sangat efektif untuk mencegah penyebaran penyakit infeksi seksual, seperti gonorrhea dan klamidia yang dapat menyebabkan servisitis.
  • Hindari berganti-ganti pasangan dalam melakukan hubungan seksual.
  • Jangan berhubungan seks pada pasangan yang memiliki luka pada kelamin.
  • Hindari produk-produk wanita yang dapat mengiritasi vagina dan leher rahim.
  • Jika Anda menderita diabetes, jaga gula Anda agar tetap terkendali.

Informasi Dokter

Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?

Segera cari pertolongan jika timbul gejala berat, seperti:

  • Keluar cairan yang tidak biasa dari vagina
  • Pendarahan di luar siklus menstruasi
  • Sakit saat berhubungan intim

Apa yang Perlu Dipersiapkan Sebelum Berkonsultasi dengan Dokter?

Berikut ini adalah hal-hal yang bisa Anda persiapkan sebelum berkonsultasi dengan dokter:

  • Hindari menggunakan pembalut
  • Jangan membilas vagina dengan cairan pembersih
  • Tuliskan obat atau suplemen yang dikonsumsi
  • Mencoba mengenali penyebab alergi apabila memiliki reaksi alergi
  • Tuliskan pertanyaan yang ingin diajukan
  • Mencatat riwayat hubungan seksual

Apa yang Akan Dilakukan Dokter pada Saat Konsultasi?

Pada saat konsultasi, dokter dapat bertanya mengenai:

  • Apa gejala pada vagina yang Anda alami?
  • Apa yang Anda alami saat mengalami gangguan berkemih, seperti sakit saat buang air kecil?
  • Berapa lama Anda mengalami gejala?
  • Apakah Anda secara seksual aktif?
  • Apakah Anda dan pasangan Anda pernah menderita PMS?
  • Apakah anda mengalami sakit atau pendarahan saat berhubungan?

 

Referensi

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/cervicitis/diagnosis-treatment/drc-20370818
diakses pada 2 November 2018.

WebMD. https://www.webmd.com/women/qa/how-can-you-prevent-cervicitis
diakses pada 5 Maret 2019.

Back to Top