Perut

Sering Kentut

Diterbitkan: 03 Mar 2021 | Dedi IrawanDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Sering Kentut
Sering kentut terjadi ketika seseorang mengalami buang angin lebih dari normal. Adapun jumlah normal seseorang kentut adalah 14 hingga 23 kali setiap hari. Anda mungkin akan heran kenapa sering kentut dan bertanya-tanya apa sebenarnya yang terjadi. Salah satu pertanyaan yang mungkin terlontar apakah gejala sering kentut merupakan tanda sebuah penyakit atau bukan. Selain itu, saluran pencernaan sering dijadikan kambing hitam akan terjadinya kondisi ini. Beruntung, sering kentut biasanya disebabkan oleh hal yang tidak serius. Kentut sendiri secara medis digambarkan sebagai sistem pelepasan gas dari sistem pencernaan melalui anus. Hal ini terjadi ketika gas terkumpul di dalam sistem pencernaan. Kentut sendiri merupakan proses yang normal.Terkumpulnya gas sendiri bisa terjadi melalui dua cara. Cara pertama adalah melalui udara yang tertelan saat makan atau minum. Hal ini membuat oksigen dan nitrogen terkumpul di saluran pencernaan.Cara kedua adalah udara masuk saat Anda mencerna makanan. Gas pencernaan seperti hidrogen, metana, dan karbon dioksida terkumpul. Kedua metode di atas bisa menyebabkan perut mengalami kembung. 
Penyebab sering kentut sebagaimana disebutkan di atas yaitu akumulasi gas di dalam sistem pencernaan. Di bawah ini beberapa kondisi yang mungkin menyebabkan udara berkumpul di sistem pencernaan sehingga terjadi penumpukan gas.
  • Mengunyah permen karet
  • Merokok
  • Menghisap benda tertentu seperti tutup pena
  • Mengonsumsi minuman berkarbonasi
  • Makan terlalu cepat
  • Konsumsi kacang polong
  • Konsumsi kubis
  • Konsumsi kismis
  • Makan kacang-kacangan
  • Makan buah plum
  • Makan buah apel
  • Konsumsi makanan tinggi fruktosa atau sorbitol seperti jus buah
  • Sembelit
  • Gastroenteritis
  • Intoleransi makanan, seperti intoleransi laktosa
  • Sindrom iritasi usus besar (IBS)
  • Penyakit Crohn
  • Penyakit celiac
  • Diabetes
  • Gangguan makan
  • Kolitis ulseratif
  • Sindrom dumping
  • GERD
  • Pankreatitis autoimun
  • Tukak lambung
  • Konsumsi susu
  • Konsumsi keju
  • Konsumsi es krim
  • Konsumsi yogurt
  • Konsumsi tahu
  • Konsumsi tempe
  • Konsumsi susu kedelai
  • Konsumsi brokoli
  • Konsumsi kembang kol
  • Konsumsi lobak
  • Konsumsi asparagus
  • Konsumsi artichoke
  • Konsumsi bawang
  • Konsumsi jamur
  • Konsumsi taoge
  • Konsumsi mentimun
  • Minum alkohol
  • Penyakit perut, misal keracunan makanan
  • Pertumbuhan bakteri usus halus berlebih
  • Perlengketan perut
  • Hernia perut
  • Kanker usus besar
  • Kanker ovarium
  • Melahirkan
 
Untuk kebanyakan kasus, sering kentut adalah terlalu banyak makanan yang tidak diterima tubuh atau makan terlalu cepat. Jika kedua hal tersebut penyebabnya, maka tidak ada hal yang perlu dikhawatirkan.Hanya saja, beberapa orang mungkin ingin ke dokter ketika mengalami gejala pencernaan lainnya. Hal tersebut bisa dilakukan terutama ketika gangguan tersebut mengganggu aktivitas sehari-hari. Gejala yang ingin dikonsultasikan dengan dokter antara lain:
  • Sakit perut
  • Mual dan muntah
  • Terlalu banyak tekanan di perut
  • Diare atau sembelit biasa
  • Penurunan berat badan mendadak
Dokter juga harus dikunjungi jika Anda sering mengeluarkan gas yang berbau. Beberapa gejala tambahan di bawah ini juga bisa dijadikan penanda bahwa Anda harus pergi ke dokter.
  • Merasakan sakit perut terus menerus dan kembung
  • Sering kambuh diare atau sembelit
  • Mengalami penurunan berat badan tanpa sebab
  • Menderita inkontinensia usus
  • Terdapat darah di tinja
  • Merasakan tanda-tanda infeksi, seperti suhu tinggi, muntah, menggigil, nyeri sendi, dan nyeri otot
 
NHS Inform. https://www.nhsinform.scot/illnesses-and-conditions/stomach-liver-and-gastrointestinal-tract/flatulence
Diakses pada 3 Maret 2021
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/326332
Diakses pada 3 Maret 2021
Verywell Heath. https://www.verywellhealth.com/when-should-i-worry-about-passing-too-much-gas-796838
Diakses pada 3 Maret 2021
Healthline. https://www.healthline.com/health/gas-flatulence
Diakses pada 3 Maret 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email