Serangan Jantung

Ditinjau dr. Indra Wijaya
Merokok dan memiliki kadar kolestrol tinggi meningkatkan risiko terkena serangan jantung.
Memiliki kolestrol tinggi meningkatkan risiko terkena serangan jantung.

Pengertian Serangan Jantung

Penyakit jantung dan pembuluh darah adalah masalah kesehatan paling utama baik di negara maju ataupun berkembang. Serangan jantung kini tidak hanya pada populasi lanjut usia namun sudah mulai menyerang usia muda.

Serangan jantung merupakan kondisi serius dimana terjadi hambatan aliran darah ke jantung secara mendadak oleh pembekuan darah. Serangan jantung merupakan situasi yang serius dan harus segera dibawa ke unit gawat darurat karena hal ini dapat merusak otot jantung dan mengancam jiwa.

Penjelasan Lebih Lanjut

Gejala

Walaupun rasa sakit pada dada atau munculnya perasaan tertekan pada dada merupakan gejala yang paling umum dan sering terjadi pada serangan jantung, ada beberapa gejala umum untuk penyakit ini yaitu:

  • Dada terasa nyeri dengan sensasi seperti tertimpa beban berat atau tertindih
  • Sesak napas
  • Terasa nyeri pada rahang, sakit gigi, dan kepala
  • Sesak napas
  • Merasa mual
  • Mudah berkeringat
  • Gelisah dan cemas
  • Mulas 
  • Adanya gangguan pencernaan seperti mual, muntah dan nyeri perut
  • Terasa nyeri pada lengan, biasanya lengan kiri
  • Terasa nyeri pada punggung atas
  • Penurunan kesadaran

Serangan jantung dapat terjadi secara progresif atau bertahap dimana seseorang dapat merasakan nyeri dada beberapa hari hingga minggu sebelumnya. 

Penyebab

Penyakit jantung mempunyai beberapa kondisi jantung yang menjadi penyebab, salah satunya adalah penumpukan bekuan darah di arteri (aterosklerosis) yang mencegah darah masuk ke otot jantung. Selain itu pembekuan darah dan robeknya pembuluh darah juga dapat menyebabkan hal ini. Adapun penyebab yang dapat terjadi yaitu spasme pembuluh darah atau pembuluh darah mengecil. Faktor risiko yang dapat meningkatkan peluang terjadinya penyakit ini yaitu:

  • Usia lanjut >65 tahun lebih rentan mengalami pembesaran jantung
  • Jenis kelamin laki-laki
  • Riwayat keluarga yang memiliki riwayat penyakit jantung, darah tinggi dan diabetes
  • Merokok
  • Memiliki kolesterol tinggi
  • Memiliki berat badan yang berlebih
  • Tidak berolahraga secara teratur
  • Mengkonsumsi alkohol secara berlebihan
  • Penyalahgunaan NAPZA seperti amphetamine, methamphetamine dan cocaine
  • Stres

Diagnosis

Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menilai jantung dengan menggunakan stetoskop. Hal ini berfungsi untuk:

  • Mendengarkan suara abnormal pada paru-paru dan jantung
  • Mendengarkan detak jantung yang terlalu cepat atau tidak teratur
  • Menilai tekanan darah

Selain itu tes elektrokardiogram (EKG) dapat dilakukan untuk melihat kerusakan jantung yang apabila terdapat perubahan pada kelistrikan jantung, mungkin terdapat serangan jantung. Terkadang perubahan EKG tidak muncul walaupun tes lain mendeteksi adanya serangan jantung, yang dinamakan infark miokard non-ST (NSTEMI).

Melakukan tes darah dapat memperlihatkan kerusakan jaringan jantung dan tes ini dapat memastikan apakah terjadi serangan jantung. Kadangkala, tes ini harus diulang selama 6-12 jam pertama.

Angiografi koroner bisa dilakukan apabila kondisi stabil. Tes ini dilakukan dengan cara memasukkan cairan ke pembuluh darah dan menggunakan x-ray agar dapat melihat bagaimana proses aliran darah mengalir ke jantung. Adapun tes lainnya yang dapat menunjukkan kondisi jantung yaitu:

  • Pemeriksaan enzim jantung
    Kadar protein pada sampel darah yang meningkat dapat menjadi tanda adanya serangan jantung. 
  • Rontgen dada
    Pada rontgen dada dapat melihat kondisi jantung apakah ada pembesaran jantung, atau apakah ada cairan pada paru-paru.
  • Ekokardiografi dengan atau tanpa stress test
    Pemeriksaan ini memiliki istilah lain yaitu USG jantung, hal ini dilakukan untuk melihat lokasi kerusakan jantung
  • Treadmill test
    Pasien berlari atau berjalan sesuai instruksi dokter lalu akan diukur respon kerja jantung dan pembuluh darah saat aktivitas
  • Uji radionuklir
    Pemeriksaan ini mengukur aliran darah ke otot jantung
  • CT-scan jantung atau MRI jantung
    CT-scan dan MRI jantung dapat dilakukan bersamaan untuk melihat adakah kerusakan jantung

Pengobatan

Dokter akan menggunakan kateterisasi jantung untuk melihat dimana letak bekuan darah yang telah terbentuk. Selain itu, dokter juga dapat menyuntikkan zat kontras ke pembuluh darah agar dapat melihat proses aliran darah dan menemukan lokasi penyumbatan. Pengobatan dapat berupa pembedahan atau non-bedah untuk mengurangi rasa sakit serta mencegah serangan jantung terjadi.

Berikut beberapa jenis pembedahan yang dapat dilakukan yaitu:

  • Angioplasti. Berfungsi untuk melebarkan arteri yang mengalami penyumbatan dengan menggunakan balon.
  • Stent. Merupakan tabung wire mesh yang dimasukkan ke dalam arteri agar tetap terbuka setelah melakukan angioplasti.
  • Operasi bypass jantung
  • Operasi katup jantung. Pengobatan ini bertujuan untuk mengganti katup jantung yang rusak dengan katup yang sehat agar dapat memompa dengan baik.
  • Pacemaker. Pengobatan yang menggunakan alat pacu jantung yang diletakkan di bawah kulit untuk membantu menjaga detak jantung untuk tetap normal.
  • Transplantasi jantung. Pengobatan ini dilakukan untuk tingkat yang parah dimana penyakit ini telah membuat kerusakan pada jaringan jantung secara permanen.

Selain itu, dokter akan memberikan obat seperti:

  • Obat pengencer darah
  • Obat penghancur bekuan darah
  • Obat penghilang rasa sakit
  • Obat tekanan darah tinggi
  • Obat antiplatelet
  • Obat pelebar pembuluh darah
  • Nitrogliserin

Pencegahan

Pencegahan berupa menjaga kesehatan tubuh dengan mengurangi risiko seperti berhenti merokok dan jangan mencoba untuk merokok, mengkonsumsi makanan dengan gizi seimbang, tidak mengkonsumsi alkohol secara berlebihan, serta berolahraga secara teratur. Selain itu, apabila menderita diabetes maka usahakan untuk menjaga kadar gula dalam darah tetap stabil.

Jika Anda sebelumnya sudah pernah mengalami serangan jantung, maka pencegahan agar hal tersebut tidak terulang adalah dengan melakukan rehabilitasi. Program rehabilitasi yang tentunya dalam pengawasan dokter seperti melakukan beberapa olahraga ringan. Selain program rehabilitasi, kegiatan yang memicu kerja jantung seperti berhubungan intim, mengendarai kendaraan bermotor dan aktivitas pekerjaan lainnya harus dibatasi hingga kondisi Anda benar-benar pulih.

Informasi Dokter

Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?

Apabila Anda melihat seseorang mengalami serangan jantung, tiba-tiba pingsan maka segera bawa ke unit gawat darurat atau apabila Anda mengalami nyeri dada seperti tertindih beban berat dan menjalar hingga lengan dan rahang, disertai dengan sesak napas maka sebaiknya anda segera ke UGD

Apa yang Perlu Dipersiapkan Sebelum Berkonsultasi dengan Dokter?

Pastikan untuk menanyakan apakah ada yang perlu dilakukan terlebih dahulu termasuk apa saja yang mungkin tampak berhubungan dengan gejala yang dialami, jadi siapkan daftar pertanyaan dapat membuat kunjungan lebih efektif. Berikut hal yang dapat dilakukan ketika berkunjung ke dokter, yaitu:

  • Tes apa saja yang saya butuhkan?
  • Makanan apa yang harus saya hindari?
  • Olahraga apa yang tepat?
  • Haruskah saya melakukan pengobatan bersamaan jika punya kondisi medis lainnya?
  • Apakah kondisi ini dapat berulang?
  • Berapa lama saya harus mengonsumsi obat jantung?
  • Apa efek konsumsi obat dalam jangka waktu lama?

Apa yang Akan Dilakukan Dokter pada Saat Konsultasi?

Dokter mungkin akan memberikan beberapa pertanyaan dan sebaiknya memberikan informasi yang jelas agar dokter dapat mendiagnosis lebih baik. Berikut pertanyaan yang mungkin diajukan:

  • Seberapa parah gejalanya?
  • Apakah hal ini terjadi secara terus menerus?
  • Apa yang memperburuk kondisi?
  • Apa yang memperbaiki kondisi?
  • Apakah memiliki keturunan dengan penyakit jantung?
  • Pernahkah mengecek kadar kolesterol, kencing manis dan asam urat?
Referensi

Healthline. https://www.healthline.com/health/heart-attack
diakses pada 14 Desember 2018.

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/heart-attack/symptoms-causes/syc-20373106
diakses pada 14 Desember 2018.

Medicine Net. https://www.medicinenet.com/heart_attack/article.htm#what_is_new_in_heart_attack
diakses pada 14 Desember 2018.

Medline Plus. https://medlineplus.gov/ency/article/000195.htm
diakses pada 14 Desember 2018.

NHS. https://www.nhs.uk/conditions/heart-attack/
diakses pada 14 Desember 2018.

Back to Top