Penyakit Lainnya

Sepsis Neonatorum

16 Jun 2021 | Popy Hervi PutriDitinjau oleh dr. Anandika Pawitri
image Sepsis Neonatorum
Sepsis neonatrum terjadi pada bayi berusia di bawah 28 hari
Sepsis adalah kondisi yang membahayakan nyawa. Gangguan medis ini disebabkan oleh respons tubuh terhadap infeksi.Sistem imun berfungsi melindungi tubuh dari banyak penyakit dan infeksi. Sepsis terjadi ketika zat-zat kimia dalam sistem imun dilepaskan ke pembuluh darah untuk melawan infeksi, dan menyebabkan peradangan. Sepsis neonatorum adalah sepsis yang dialami oleh bayi baru lahir, di bawah usia 28 hari. Kemunculan gejala sepsis neonatorum umumnya dapat terlihat sebelum bayi berusia 72 jam.Pada kasus yang berat, sepsis neonatorum dapat mengakibatkan syok septik. Kondisi ini membutuhkan pertolongan medis secepatnya. 
Sepsis Neonatorum
Dokter spesialis Penyakit Dalam
GejalaPerubahan suhu tubuh bayi, sesak napas, bayi malas menyusu
Faktor risikoKelahiran prematur, infeksi pada jaringan plasenta
Metode diagnosisTes darah, spinal tap, tes urine
PengobatanInfus, obat-obatan
ObatAntibiotik intravena, antivirus
KomplikasiKerusakan organ tubuh, cacat, kematian
Kapan harus ke dokter?Mengalami gejala  sepsis neonatorum
Beberapa gejala sepsis neonatorum meliputi:
  • Perubahan suhu tubuh., misalnya demam di atas 38 derajat Celcius atau suhu tubuh di bawah 36 derajat Celcius
  • Sesak napas
  • Bayi menjadi kurang aktif
  • Bayi malas menyusu
  • Kejang
  • Muntah
  • Detak jantung yang lambat atau cepat
  • Kulit dan bagian putih mata yang tampak kuning
  • Diare atau konstipasi
  • Kadar gula darah yang rendah
 
Penyebab sepsis neonatorum adalah infeksi bakteri, khususnya bakteri streptococcus. Selain itu, bakteri-bakteri lain juga bisa memicu kondisi yang juga dikenal dengan istilah sepsis neonatal ini. Misalnya Escherichia coli (E. coli), dan Listeria.Selain bakteri, virus herpes simplex (HSV) juga dapat menyebabkan infeksi berat pada bayi yang baru lahir. Hal ini dapat terjadi karena sang ibu yang baru terinfeksi. Bayi kemudian akan terinfeksi dari sang ibu pada sebelum dan saat melahirkan.Beberapa faktor berikut ini dapat meningkatkan risiko bayi yang terinfeksi sepsis sebelum kelahiran:
Bayi yang menderita late onset (onset lambat) sepsis biasanya terinfeksi setelah dilahirkan. Risikonya bisa meningkat apabila bayi:
  • Diinfus dalam waktu yang lama
  • Menjalani rawat inap di rumah sakit untuk waktu yang lama
 
Diagnosis sepsis neonatorum dpat dipastikan melalui beberapa metode pemeriksaan berikut:

Pemeriksaan fisik

Dokter akan memeriksa tanda vital dan tekanan darah bayi.

Tes darah

Tes darah berguna untuk mengetahui beberapa kemungkinan komplikasi di bawah ini:
  • Infeksi
  • Masalah pembekuan
  • Fungsi hati atau ginjal yang tidak normal
  • Berkurangnya jumlah oksigen

Spinal tap

Jika dokter mencurigai bayi mengalami sepsis, dokter akan melakukan tes ini untuk mencari bakteri penyebab penyakit. Tes ini dilakukan dengan mengambil cairan tulang belakang.

Tes urine

Tes urine hanya bisa dilakukan setelah bayi berusia beberapa hari. Tes ini dilakukan untuk mencari bakteri dalam urine.

Rontgen dada

Rontgen dada dilakukan dengan bayi mengalami batuk atau gangguan pernapasan.

CT scan

CT scan dilakukan untuk melihat kemungkinan infeksi di usus buntu, pankreas, atau daerah usus

USG

Usg bertujuan melihat infeksi di kantong empedu atau ovarium

MRI

Prosedur MRI dapat mengidentifikasi infeksi jaringan lunak 
Cara mengobati sepsis neonatorum umumnya akan tergantung dari tingkat keparahan penyakit dan seberapa lama pasien sudah mengalami kondisi tersebut. Dokter biasanya memberikan obat ontibiotik melalui infus. Obat ini biasanya diberikan selama 24 sampai 72 jam, tergantung dari hasil tes laboratorium.Apabila ditemukan bakteri dalam darah atau cairan tulang belakangnya, bayi akan menerima infus antibiotik selama tiga minggu. Namun durasi pengobatan dapat dipersingkat jika tidak terdapat bakteri.Sementara pada dugaan sepsis yang disebabkan oleh infeksi virus herpes simplex, dokter akan memberikan obat antivirus seperti acyclovir. 

Komplikasi sepsis neonatorum

Jika tidak ditangani dengan optimal, dapat menyebabkan komplikasi sepsis neonatorum:
  • Cacat
  • Kematian
  • Kerusakan organ tubuh
 
Sebagai tindakan pencegahan sepsis neonatorum, Anda bisa menerapkan beberapa langkah di bawah ini:
  • Pemeriksaan kehamilan secara berkala dan sesuai anjuran dokter. Dengan ini, infeksi pada ibu hamil bisa terdeteksi dan ditangani dengan cepat.
  • Menjalani proses melahirkan di fasilitas kesehatan yang terjamin.
  • Proses kelahiran bayi harus dilakukan dalam waktu 12-24 jam setelah pecah ketuban.
 
Jika bayi Anda mengalami gejala sepsis neonatorum, konsultasikan dengan dokter. 
Sebelum pemeriksaan ke dokter, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang dirasakan oleh pasien.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang dialami oleh pasien. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin diajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
 
Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang dirasakan oleh pasien?
  • Kapan gejala pertama kali dialami oleh pasien?
  • Apakah pasien memiliki faktor risiko terkait sepsis neonatorum?
  • Apakah pasien rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah pasien pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah dicoba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis sepsis neonatorum agar penanganan yang tepat bisa diberikan. 
Healthline. https://www.healthline.com/health/sepsis#newborns
Diakses pada 4 Oktober 2019
Medline Plus. https://medlineplus.gov/ency/article/007303.htm
Diakses pada 4 Oktober 2019
Medscape. https://emedicine.medscape.com/article/978352-overview
Diakses pada 4 Oktober 2019
WHO. https://www.who.int/reproductivehealth/topics/maternal_perinatal/world-sepsis-day/en/ Diakses pada 16 Juni 2021NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2891980/
Diakses pada 16 Juni 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email