Sengatan lebah dapat terjadi tanpa sengaja, jika seseorang kontak dengan lebah pekerja (gigitan tunggal), atau jika disengat sekumpulan lebah akibat sarangnya terganggu (banyak gigitan dari beberapa serangga).

Orang-orang yang bekerja di luar ruangan dekat dengan habitat lebah adalah kelompok yang paling rentan terkena sengatan lebah. Pada umumnya lebah tidak agresif, kecuali dalam keadaan terancam.

Sengatan lebah biasanya menyebabkan reaksi lokal ringan yang akan sembuh dengan sendirinya dalam beberapa hari. Pada sebagian kecil kasus, reaksi yang ditimbulkan lebih berat dan membutuhkan pengobatan. Sedangkan reaksi sistemik (berat) sangat jarang, tetapi dapat berakibat fatal.

Toksin dikeluarkan oleh lebah melalui sengatannya. Di dalam tubuh, toksin memicu reaksi alergi, yang menyebabkan munculnya gejala peradangan.

Berat tidaknya gejala dapat bergantung pada jenis lebah yang menyengat, reaksi imun yang dipicu, dan banyaknya toksin yang masuk. Beberapa gejala sengatan lebah, di antaranya:

  • Nyeri
  • Bengkak
  • Gatal
  • Kemerahan di kulit.

Sisa sengat lebah masih mungkin ditemukan pada kulit. Gejala ini bertahan dari beberapa jam hingga beberapa hari.

Pada reaksi yang berat, daerah yang meradang lebih besar, lebih nyeri, dan dapat bertahan hingga 7-10 hari. Pembengkakan dapat terus terjadi hingga 2 hari setelah sengatan.

Reaksi berat akibat sengatan lebah menyerupai reaksi anafilaktik, dengan gejala yang cepat muncul:

Reaksi sistemik harus ditangani dengan cepat karena dapat berakibat fatal. Orang yang digigit oleh sekelompok lebah, dapat mengalami reaksi yang lebih berat akibat total toksin yang terakumulasi di dalam tubuhnya, dengan gejala:

  • Sakit kepala
  • Mual, muntah
  • Pucat
  • Wajah bengkak
  • Sesak napas
  • Sulit menelan
  • Kejang
  • Demam
  • Pingsan.

Toksin dari lebah disalurkan melalui sengatnya ke dalam aliran darah. Toksin ini memicu reaksi imun yang menyebabkan peradangan. Orang yang lebih sensitif atau alergi terhadap sengatan lebah, dapat mengalami reaksi sistemik yang lebih berat.

Diagnosis dokter dilakukan dengan wawancara dengan pasien, yaitu dengan menanyakan adanya riwayat disengat lebah yang kemudian menimbulkan reaksi.

Jika tidak diketahui adanya riwayat sengatan lebah atau tidak, dapat dilakukan tes kulit dan alergi untuk menentukan ada tidaknya reaksi alergi terhadap sengatan lebah.

Dalam menangani sengatan lebah, pertama-tama harus dipastikan tidak ada gangguan pada jalan napas, pernapasan, dan aliran darah. Baru kemudian penanganan lanjut dilakukan sesuai dengan berat-ringannya gejala.

Sengat lebah dapat tertinggal pada kulit dan harus segera dibersihkan. Hindari menarik, memencet, atau menjepit sengat saat mengeluarkannya. Cabut sengat lebah menggunakan kuku (setelah mencuci tangan).

Reaksi sengatan lebah yang ringan cukup dicuci bersih dengan air dan sabun, lalu diberi kompres dingin untuk mengurangi bengkak dan nyeri, atau jika perlu dapat diberikan obat antinyeri.

Obat antihistamin juga dapat diberikan untuk mengurangi reaksi alergi yang muncul. Hindari menggaruk daerah yang disengat. Jika reaksi lebih berat, pengobatan dapat ditambah dengan obat steroid.

Untuk reaksi sistemik, masalah ini harus ditangani segera di rumah sakit.

Berikut beberapa cara untuk menghindari sengatan lebah:

  • Tutup tempat makan atau tempat sampah dengan baik.

  • Hindari pakaian yang berwarna cerah atau bermotif bunga saat Anda berada di alam terbuka.

  • Hati-hati saat Anda memotong atau memangkas tanaman di kebun, terutama jika Anda melihat ada sarang lebah/serangga.
  • Hati-hati jika Anda minum minuman manis di alam terbuka. Perhatikan isi minuman dan sedotan sebelum minum, apakah ada serangga yang terperangkap atau tidak.

  • Jika ada lebah yang terbang di dekat Anda, tetap tenang dan perlahan jalan menjauh. Hindari menepis atau mengusir lebah.

  • Jika ada lebah yang terbang dekat Anda, tutupi telinga dan mulut, lalu tinggalkan area tersebut dan masuk ke ruangan tertutup. Saat lebah menyengat, lebah akan mengeluarkan zat kimia yang dapat menarik lebah lain untuk datang.

Sengatan lebah ringan dapat hilang dengan sendirinya dan tidak membutuhkan penanganan khusus dari dokter.

Segera berkonsultasi dengan dokter jika:

  • Anda digigit oleh sekawanan lebah
  • Gejala tidak hilang dalam 1-2 hari
  • Area yang disengat terus bertambah bengkak atau nyeri
  • Muncul gejala sistemik.

Berikut beberapa pertanyaan yang mungkin ditanyakan saat pemeriksaan:

  • Kapan dan bagaimana sengatan lebah terjadi
  • Gejala apa saja yang muncul setelah disengat lebah
  • Apakah sebelumnya Anda pernah disengat lebah, dan bagaimana gejalanya saat itu
  • Apakah Anda memiliki riwayat alergi
  • Obat atau suplemen apa saja yang rutin Anda konsumsi
  • Apakah Anda memiliki masalah kesehatan lain

Bicarakan dengan dokter Anda kemungkinan reaksi yang terjadi jika Anda disengat oleh lebah kembali

Dokter akan melakukan anamnesis dan pemeriksaan fisik, untuk menentukan berat-ringannya reaksi alergi akibat sengatan lebah. Jika ada reaksi sistemik, Anda akan segera dirujuk ke instalasi gawat darurat.

Jika sengat masih tertinggal pada kulit, dokter akan mencoba untuk membersihkannya.

Arif F, Williams M. Hymenoptera stings (bee, vespids, and ants). https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK518972/
Diakses 18 Oktober 2019

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/bee-stings/diagnosis-treatment/drc-20353874
Diakses 18 Oktober 2019

WebMD. https://www.webmd.com/first-aid/bee-and-wasp-stings-treatment#2
Diakses 18 Oktober 2019

Artikel Terkait