Gigi & Mulut

Sendawa Bau

Diterbitkan: 25 Apr 2021 | Nurul RafiquaDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Sendawa Bau
Sendawa bau dapat terjadi apabila udara yang dikeluarkan bercampur dengan gas lain seperti hidrogen sulfida. Sendawa itu sendiri sebenarnya adalah bagian yang normal dari proses pencernaan. manusia bersendawa rata-rata sebanyak 14 hingga 23 kali dalam seharinya.Sendawa dapat terjadi karena terdapat gas berlebih yang terperangkap dan menumpuk di saluran usus. Gas ini biasanya dihasilkan dari udara yang masuk melalui mulut atau merupakan produk sampingan dari bakteri pemecah makanan. Tubuh kemudian akan mengeluarkan gas tersebut melalui sendawa atau kentut.Sebelum dikeluarkan melalui sendawa, sebagian udara yang melewati kerongkongan menuju perut dapat bercampur dengan gas pencernaan. Umumnya, komponen gas yang dihasilkan oleh sistem pencernaan dapat berupa nitrogen, karbon dioksida, oksigen, hidrogen, dan terkadang sejumlah kecil metana. Sendawa dengan komponen umum ini biasanya tidak berbau.Namun, suatu senyawa yang disebut hidrogen sulfida terkadang dapat dihasilkan ketika tubuh mencerna makanan atau bereaksi dengan bakteri tertentu. Hidrogen sulfida memiliki karakteristik bau belerang yang mirip seperti bau telur busuk. Jika senyawa ini bercampur dengan gas lain maka akan tercipta sendawa yang berbau tidak sedap.Sendawa bau yang muncul sesekali biasanya bukan merupakan suatu kondisi yang berbahaya. Akan tetapi, apabila sendawa bau terjadi terlalu sering, Anda patut mewaspadainya. Pasalnya, penyebab sendawa yang berbau tidak enak dapat bervariasi tergantung pada pola makan, kebiasaan dan mungkin masalah kesehatan yang sedang dialami.
Terdapat sejumlah kondisi yang dapat menjadi penyebab sendawa berbau tidak enak, termasuk ke dalamnya adalah:1. Mengonsumsi makanan dengan kadar sulfur yang tinggiSendawa bau yang juga disebut dengan sulfur burps kebanyakan disebabkan oleh sesuatu yang Anda makan. Makanan tertentu lebih kaya sulfur daripada makanan yang lain. Ketika tubuh Anda memecah senyawa sulfur ini, gas yang dikeluarkan melalui sendawa akan berbau tidak sedap.Beberapa contoh makanan dan minuman yang tinggi kadar belerangnya adalah:
  • Protein tinggi seperti daging, makanan laut, telur, dan susu
  • Sayuran seperti brokoli, kangkung atau Brussel sprout
  • Bumbu dapur aromatik seperti bawang putih, bawang merah, dan daun bawang.
  • Makanan olahan
  • Minuman beralkohol seperti bir dan wine.
2. Terlalu banyak mengonsumsi serat atau minuman berkarbonasiBeberapa makanan kaya serat mungkin tidak terlalu tinggi kadar sulfurnya, tetapi jenis makanan ini dapat menghasilkan gas berlebih di saluran pencernaan.Beberapa contohnya adalah:
  • Biji-bijian seperti chia seed, kacang polong, kacang kedelai dan lainnya
  • Sayur sayuran seperti bayam, bit merah, kol atau brokoli
Selain itu, minuman berkarbonasi juga dapat menghasilkan gas berlebih di saluran pencernaan.3. Makanan tinggi lemakMakanan berlemak yang mengandung banyak mentega, minyak dan lemak lainnya dapat memicu sendawa bau. Hal ini dapat disebabkan karena makanan berlemak tinggi cenderung membutuhkan waktu yang lebih lama untuk dicerna. Saat proses tersebut berlangsung, zat-zat sisa pencernaan akan bereaksi dengan bakteri di usus besar dan menghasilkan gas berbau sebagai produk sampingan.4. Kebiasaan tertentuPenyebab sendawa bau dapat dikaitkan dengan perilaku tertentu yang menyebabkan masuknya udara secara berlebihan, seperti:
  • Makan terlalu cepat
  • Makan sambil berbicara
  • Makan berlebihan
  • Merokok
  • Sering minum dari sedotan
  • Sering mengunyah permen karet
  • Sering mengisap permen
  • Memiliki gigi palsu yang longgar
5. Alergi atau intoleransi makananJika sendawa bau sering disertai gejala lain seperti kembung, kram, diare, sembelit bahkan mual-mual, hal itu bisa disebabkan karena beberapa kondisi kesehatan terkait alergi atau intoleransi makanan.Misalnya, pada seseorang yang memiliki intoleransi laktosa, di mana tubuhnya tidak dapat memecah karbohidrat laktosa. Akibatnya, zat tersebut akan difermentasi oleh bakteri di usus dan melepaskan bau tidak sedap.Selain itu, intoleransi gluten, atau dalam bentuk yang lebih parah seperti penyakit celiac, juga dapat menyebabkan sendawa berbau busuk. Penyakit celiac adalah penyakit autoimun yang membuat respons imun bereaksi terhadap protein gluten. Kondisi ini dapat mengakibatkan peradangan dan cedera di usus, yang menimbulkan malabsorpsi.6. infeksi saluran pencernaanInfeksi saluran pencernaan akibat Helicobacter pylori adalah penyebab umum seseorang merasakan sakit perut dan mengeluarkan sendawa dengan bau tidak sedap. Selain itu, infeksi di usus kecil yang disebut giardiasis juga dapat menyebabkan gejala yang sama. Infeksi ini dapat terjadi akibat parasit mikroskopis yang disebut Giardia lamblia. 7. Ketidakseimbangan bakteri di ususSendawa bau dapat muncul akibat suatu kondisi yang disebut SIBO (Small intestinal bacterial overgrowth) di mana bakteri di usus kecil mengalami pertumbuhan secara berlebih. Peningkatan bakteri tersebut dapat membuat tubuh lebih sulit menyerap nutrisi saat ada makanan yang masuk.  SIBO dapat terjadi sebagai komplikasi dari gangguan pencernaan seperti penyakit Crohn, diabetes, atau kondisi defisiensi imun seperti AIDS.8. Gastroesophageal reflux disease (GERD)Apabila sendawa yang bau sering kali disertai dengan mulas yang menyerang lebih dari beberapa kali dalam seminggu, kemungkinan Anda menderita GERD. Penyakit ini dapat menyebabkan isi asam lambung naik kembali ke kerongkongan.Saat asam lambung naik ke kerongkongan, gas yang dilepaskan bakteri sebagai bagian dari proses pencernaan juga ikut masuk ke kerongkongan. Hal ini kemudian dapat membuat sendawa jadi berbau busuk.9. Gangguan pencernaan Gangguan pencernaan seperti IBS (Irritable bowel syndrome) dapat menyebabkan gejala berupa perut kram, kembung, sendawa bau, diare ataupun sembelit. Kondisi ini muncul karena adanya iritasi pada saluran pencernaan.Selain itu, gangguan pencernaan lain seperti gastroparesis juga dapat menjadi penyebab sendawa bau. Gangguan ini terjadi karena proses pengosongan lambung yang tertunda, di mana perut membutuhkan lebih banyak waktu daripada biasanya untuk mengalirkan makanan.10. Efek samping obat-obatanTerkadang, obat-obatan tertentu dapat menyebabkan sendawa yang berbau tidak enak. Misalnya omeprazole yang biasa diberikan untuk mengatasi penyakit pada saluran pencernaan.
Konsultasikanlah pada dokter apabila sendawa bau yang Anda alami disertai dengan kondisi berikut:
  • Terjadi terus-menerus
  • Tidak juga hilang meski sudah diobati (misalnya dengan obat golongan antasida)
  • Muncul gejala lain seperti:
    • Kesulitan menelan
    • Sakit atau kram perut yang parah
    • Terdapat darah pada tinja
    • Berat bada turun tanpa sebab
    • Mual
    • Muntah
    • Diare
Prevention. https://www.prevention.com/health/a32925734/why-do-my-burps-smell/
Diakses pada 16 April 2021
International Journal of Clinical and Experimental Medicine. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4724007/
Diakses pada 16 April 2021
Prevention. https://www.prevention.com/health/health-conditions/a25305010/what-is-sibo/
Diakses pada 16 April 2021
Healthline. https://www.healthline.com/health/giardiasis
Diakses pada 16 April 2021
Healthline. https://www.healthline.com/health/how-to-get-rid-of-sulfur-burps#home-remedies
Diakses pada 16 April 2021
Medicalnewstoday. https://www.medicalnewstoday.com/articles/319392
Diakses pada 16 April 2021
Verywellhealth. https://www.verywellhealth.com/what-causes-sulfur-burps-4587735#causes
Diakses pada 16 April 2021
Gastroenterology&Hepatology. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5350578/
Diakses pada 16 April 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email