Ada 50 subtipe dari jenis kanker sarkoma jaringan lunak yang ditandai dengan tumbuhnya benjolan.
Ada 50 subtipe dari jenis kanker sarkoma jaringan lunak yang ditandai dengan tumbuhnya benjolan.

Sarkoma jaringan lunak merupakan kanker yang jarang terjadi. Kanker ini menyerang jaringan yang menghubungkan, mendukung dan mengelilingi struktur dan organ tubuh lainnya. Kanker ini menyerang jaringan lemak, otot, pembuluh darah, jaringan kulit, tendon dan ligamen. Meski dapat terjadi pada seluruh tubuh, umumnya penyakit ini menyerang tangan, kaki, dan perut. Pengobatan yang paling umum dilakukan adalah pengangkatan melalui pembedahan, walaupun radiasi dan kemoterapi juga dimungkinkan.

Terdapat lebih dari 50 subtipe dari sarkoma jaringan lunak. Beberapa tipe lebih sering ditemui pada anak-anak. Sementara itu, tipe lainnya lebih sering ditemukan pada orang dewasa. Berikut ini beberapa contoh jenis sarkoma jaringan lunak yang dikategorikan berdasarkan lokasi perkembangannya.

  • Leiomyosarcoma:
    Kanker yang menyerang jaringan otot polos sekitar organ dalam
  • Liposarcoma:
    Tumor ganas yang menyerang jaringan lemak
  • Angiosarcoma:
    Tumor yang menyerang sel-sel darah (hemangiosarkoma) atau kelenjar getah bening (lymphangiosarcoma)
  • Tumor stroma gastrointestinal:
    Tumor yang menyerang jaringan ikat pada organ-organ penyokong sistem pencernaan
  • Rhabdomyosarcoma:
    Tumor ganas yang menyerang otot lurik, ditemukan terutama pada anak-anak dan remaja.

Selain daftar di atas, berikut ini daftar beberapa tipe sarkoma jaringan lunak. Beberapa di antaranya sangat jarang ditemukan, dan daftar ini tidak mencakup semua sarkoma yang ada.

  • Neurofibrosarkoma
  • Malignant schawannomas
  • Neurogenic sarcoma
  • Synovial sarcoma
  • Kaposi sarcoma
  • Fibrosarcoma
  • Malignant mesenchymoma
  • Alveolar soft part sarcomas
  • Epithelioid sarcomas
  • Clear cell sarcomas
  • Pleomorphic undifferentiated sarcomas
  • Desmoplastic small round cell tumor.
  • Fibromyxoid sarcoma (evan’s tumor)
  • Myxofibrosarcoma
  • Spindle cell tumors.

Berikut ini jenis-jenis tumor jaringan lunak level menengah, yang dapat tumbuh dan menyerang jaringan serta organ di sekitarnya. Biasanya tumor ini tidak menyebar jauh ke bagian tubuh lainnya. Tumor tersebut di antaranya:

  • Dermatofibrosarcoma protuberans
  • Fibromatosis
  • Hemangioendothelioma
  • Infantile fibrosarcoma
  • Solitary fibrous tumors

Sementara itu, tumor jaringan lunak yang jinak,dan tidak termasuk kanker adalah:

  • Elastofibroma
  • Fibroma
  • Fibrous histiocytoma
  • Glomus tumor
  • Granular cell tumor
  • Hemangioma
  • Hibernoma
  • Lipoma
  • Leiomyoma
  • Lipoblastoma
  • Lymphangioma
  • Myxoma
  • Neurofibroma (penyakit Von – Recklinghausen)
  • Neuroma
  • Angiolipoma
  • Lymphangioleiomyoma
  • Rhabdomyoma
  • Tenosynovial giant cell tumors (nodular tenosynovitis)

Pada stadium awal, sarkoma dapat tidak menunjukkan tanda atau gejala. Ketika tumor tersebut mulai bertumbuh, maka akan muncul:

  • Benjolan atau pembengkakan pada jaringan lunak yang dapat dilihat dengan kasat mata
  • Nyeri jika tumor menekan saraf atau otot. Masalah lain yang dapat muncul adalah kesulitan atau sakit ketika bernapas jika tumor menekan paru-paru, serta sumbatan pada usus halus ketika tumor bertumbuh besar pada rongga perut dan menekan usus halus.

Kanker dapat terjadi karena sel-sel yang ada, mengalami mutasi pada DNA sehingga menyebabkan pertumbuhan secara tidak teratur lalu menumpuk menjadi tumor. Belum jelas penyebab utama dari penyakit ini. Namun, ada beberapa hal yang dapat meningkatkan risiko terhadap penyakit ini yaitu:

  • Usia:
    Sarkoma jaringan lunak dapat menyerang segala umur, termasuk anak-anak. Namun, penyakit ini lebih umum ditemui pada orang dewasa paruh baya dan usia lanjut. Risikonya akan semakin tinggi seiring berjalannya usia.
  • Kondisi genetik tertentu:
    Sindrom Li-Fraumeni, familial adenomatous polyposis, tuberous sclerosis, sindrom Werner, sindrom Gardner, neurofibromatosis tipe 1 dan hereditary retinoblastoma dapat meningkatkan risiko untuk terkena penyakit ini.
  • Radioterapi:
    Orang yang pernah menjalani terapi untuk jenis kanker yang lain sebelumnya, akan mempunyai risiko yang meningkat terhadap penyakit ini.
  • Paparan bahan kimia tertentu:
    Seperti vinil klorida, arsenik, dioksin dan herbisida phenoxyacetic

Sarkoma Kaposi (Kaposi’s Sarcoma) mendapat pengecualian. Sarkoma ini sangat jarang ditemukan, dan disebabkan oleh Human Herpes Virus tipe 8 (HHV-8), yang mengakibatkan infeksi pada orang dengan sistem imunitas yang lemah (seperti orang dengan HIV).

Apabila mencurigai adanya kanker, dokter akan menanyakan riwayat penyakit yang lengkap, termasuk di dalamnya riwayat keluarga untuk melihat adanya anggota keluarga lainnya dengan jenis kanker yang jarang. Selain itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menyarankan Anda untuk melakukan pemeriksaan lainnya seperti:

  • Tes pencitraan:
    Umumnya digunakan untuk membantu mendiagnosis gejala sarkoma jaringan lunak. Misalnya, untuk melihat lokasi kanker, mengetahui penyebaran sel-sel kanker, dan untuk membantu memantau kinerja pengobatan. Beberapa tes pencitraan yang mungkin disarankan dokter adalah x-ray, computerized tomography (CT) Scan, magnetic resonance imaging (MRI) dan positron emission tomography (PET).
  • Biopsi atau mengambil sampel untuk di uji di laboratorium:
    Biopsi dilakukan untuk memastikan diagnosis, jika dokter mencurigai adanya sarkoma jaringan lunak, berdasarkan berbagai pemeriksaan, termasuk tes pencitraan. Dokter akan mengambil sampel jaringan tumor menggunakan jarum, lalu mengujinya di laboratorium khusus.

Penanganan dilakukan berdasarkan ukuran, tipe dan lokasi tumor. Sejumlah prosedur yang mungkin dilakukan dokter adalah pembedahan (operasi), terapi radiasi (radioterapi), kemoterapi, dan terapi yang ditargetkan untuk sarkoma jaringan lunak.

Pembedahan (operasi):

Metode ini merupakan pengobatan yang umum dilakukan untuk sarkoma jaringan lunak. Pengobatan ini dilakukan untuk mengangkat kanker seluruhnya dan sebagian jaringan sehat di sekitarnya melalui pembedahan. Hal ini dilakukan untuk memastikan tidak ada sel kanker yang tertinggal. Jika tumor terdapat pada tangan atau kaki, maka radiasi dan kemoterapi mungkin saja diberikan sebelum operasi, untuk mengecilkan ukuran tumor, sehingga amputasi dapat dihindari.

Terapi radiasi (radioterapi):

Prosedur ini dilakukan dengan menggunakan sinar X bertenaga tinggi untuk membunuh sel-sel kanker. Radioterapi dapat dilakukan sebelum operasi, yang bertujuan untuk memperkecil ukuran tumor sehingga memudahkan untuk diangkat saat operasi.

Sementara itu, radioterapi banyak dilakukan setelah operasi, untuk membunuh sel kanker yang tersisa atau tertinggal pada saat operasi. Terkadang, radioterapi juga dapat dilakukan sendiri jika operasi tidak dimungkinkan. Tujuannya, untuk meringankan gejala akibat sarkoma, dan memperlambat pertumbuhan tumor.

Kemoterapi:

Kemoterapi dilakukan dengan menggunakan obat yang disuntikan melalui vena atau dalam bentuk oral, untuk mematikan sel kanker. Obat ini akan memasuki pembuluh darah dan menyebar ke seluruh tubuh. Oleh karena itu, metode ini berguna untuk kanker yang telah menyebar ke organ lainnya. Kemoterapi dapat diberikan sendiri sebagai terapi utama, penunjang operasi, maupun digabungkan dengan terapi radiasi untuk sarkoma jaringan lunak yang tidak dapat dioperasi. Beberapa tipe sarkoma jaringan lunak mempunyai respons yang lebih baik terhadap kemoterapi, dibandingkan dengan tipe lainnya, Misalnya untuk penanganan rhabdomyosarcoma.

Terapi yang ditargetkan untuk sarkoma jaringan lunak:

Sarkoma jaringan lunak dapat ditangani menggunakan obat atau zat untuk mengenali dan menyerang sel sarkoma, dengan kerusakan minimum pada sel yang sehat. Obat ini bekerja lebih baik dari kemoterapi dan memiliki efek samping yang terbatas. Terapi ini menyerang bagian dari sel kanker, yang berbeda dari sel normal dan sehat. Setiap tipe dari terapi ini bekerja secara berbeda. Namun, semua tipe pengobatan ini memengaruhi cara pertumbuhan kanker, pembelahan diri, perbaikan diri dan interaksi sel kanker terhadap sel lainnya. Pengobatan ini sangat baik untuk melawan tumor stroma gastrointestinal (GISTs).

Cara terbaik untuk mencegah penyakit ini adalah dengan menjauhi pemicu yang dapat menyebabkannya. Meski demikian, belum ada cara pasti untuk mencegah kanker tersebut. Sebab, sebagian besar sarkoma jaringan lunak terjadi pada orang yang tidak memiliki faktor risiko. Selain itu, tidak banyak pilihan yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya sarkoma pada orang yang menjalani terapi radiasi.

Apabila menemukan benjolan yang bertambah besar atau terasa sakit, benjolan dengan semua ukuran yang berlokasi di dalam otot, dan kembalinya benjolan walaupun telah diangkat, Anda sebaiknya berkonsultasi dengan dokter.

Buat janji dengan dokter jika Anda memiliki gejala yang mengkhawatirkan. Apabila dokter mencurigai adanya sarkoma jaringan lunak, Anda juga dapat dirujuk ke dokter spesialis kanker. Siapkan daftar pertanyaan agar kunjungan Anda lebih efektif. Berikut ini daftar pertanyaan umum tentang sarkoma jaringan lunak yang bisa Anda ajukan kepada dokter.

  • Apakah saya menderita sarkoma jaringan lunak?
  • Sarkoma jaringan lunak tipe apa yang saya miliki?
  • Apakah sarkoma yang saya derita telah menyebar?
  • Sarkoma saya berada pada stadium berapa?
  • Apakah saya perlu menjalani pemeriksaan untuk memastikan diagnosis?
  • Apakah sarkoma jaringan lunak bisa diangkat?
  • Apakah ada pilihan pengobatan dan apa efek sampingnya?
  • Apa cara terbaik untuk menangani kondisi kesehatan lain yang saya alami bersamaan dengan sarkoma ini?
  • Apakah ada diet atau aktivitas tertentu yang harus dibatasi?
  • Bagaimana dengan harapan hidup saya ?

Dokter mungkin akan memberikan beberapa pertanyaan dan sebaiknya Anda memberikan informasi yang jelas agar dokter dapat mendiagnosis lebih baik. Berikut ini pertanyaan yang mungkin diajukan dokter.

  • Kapan Anda mengalami tanda dan gejala untuk pertama kalinya?
  • Hal apa yang memperbaiki dan memperburuk kondisi Anda?
  • Apakah Anda merasakan rasa sakit?
  • Apakah Anda memiliki keluarga dengan riwayat kanker? Jika ada, jenis kanker apa yang diderita?

Cancer.org. https://www.cancer.org/cancer/soft-tissue-sarcoma/causes-risks-prevention.html
Diakses pada 22 November 2018

Cancer.org. https://www.cancer.org/cancer/soft-tissue-sarcoma/detection-diagnosis-staging/how-diagnosed.html
Diakses pada 22 November 2018

Cancer.org. https://www.cancer.org/cancer/soft-tissue-sarcoma/treating/surgery.html
Diakses pada 22 November 2018

Cancer.org. https://www.cancer.org/cancer/soft-tissue-sarcoma/treating/radiation-therapy.html
Diakses pada 22 November 2018

Cancer.org. https://www.cancer.org/cancer/soft-tissue-sarcoma/treating/chemotherapy.html
Diakses pada 22 November 2018

Cancer.org. https://www.cancer.org/cancer/soft-tissue-sarcoma/treating/targeted-therapy.html
Diakses pada 22 November 2018

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/soft-tissue-sarcoma/symptoms-causes/syc-20377725
Diakses pada 22 November 2018

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/soft-tissue-sarcoma/diagnosis-treatment/drc-20377730
Diakses pada 22 November 2018

NHS. https://www.nhs.uk/conditions/soft-tissue-sarcoma/
Diakses pada 22 November 2018

Artikel Terkait