Sariawan biasanya terjadi di dalam mulut seperti pipi bagian dalam, lidah atau langit–langit mulut.
Sariawan juga dapat menyebabkan gejala seperti demam, kelelahan dan pembengkakan kelenjar getah bening.

Sariawan adalah luka kecil di dalam mulut yang dapat menimbulkan rasa sakit dan tidak nyaman ketika makan ataupun berbicara. Istilah medis sariawan adalah stomatitis aftosa (aphtous stomatitis) atau canker sore. 

Sariawan biasanya berbentuk oval atau bulat, dan dapat berwarna putih pucat, abu-abu atau kuning dengan warna merah di sekelilingnya yang disebabkan oleh peradangan. Sariawan biasanya terjadi di dalam mulut seperti pipi bagian dalam, lidah atau langit–langit mulut. 

 

  • Luka yang sakit di area mulut seperti lidah, langit–langit mulut, pipi bagian dalam.
  • Nyeri pada area mulut terutama ketika makan, minum dan menggosok gigi.
  • Luka di mulut yang berbentuk bulat atau oval, berwarna putih, kuning atau abu-abu, dengan tepian berwarna kemerahan.

Sedangkan sariawan yang lebih berat juga dapat menyebabkan gejala seperti dibawah ini:

  • Demam
  • Kelelahan berlebihan
  • Kelenjar getah bening yang membengkak

Faktor yang dapat menjadi pemicu sariawan diantaranya adalah:

  • Cedera ringan pada mulut karena kecelakaan saat berolahraga, menggigit pipi secara  tidak disengaja, tergigit gigi yang tajam, tergores makanan bertekstur keras dan memakai kawat gigi, atau menggosok gigi yang terlalu kasar
  • Menggunakan pasta gigi dan larutan kumur yang mengandung natrium lauryl sulfate
  • Sensitif terhadap makanan seperti cokelat, kopi, strawberry, telur, kacang, keju dan makanan pedas atau asam
  • Perubahan hormonal selama menstruasi
  • Kondisi psikologi seperti stres
  • Kondisi medis yang meliputi defisiensi vitamin B12, zinc, asam folat, zat besi, penyakit celiac, penyakit crohn, kolitis ulseratif, penyakit Behcet, sistem imunitas tubuh yang lemah (misalnya akibat dari HIV/AIDS ), infeksi virus dan bakteri.

Tidak ada tes tertentu yang diperlukan untuk mendiagnosis sariawan. Dokter atau dokter gigi dapat mengidentifikasi dengan pemeriksaan langsung dan peninjauan riwayat kesehatan pasien. 

Sariawan kecil biasanya akan hilang dengan sendirinya dalam satu atau dua minggu. Namun sariawan yang lebih besar memerlukan pengobatan, diantaranya adalah:

  • Obat kortikosteroid. Pada kasus sariawan berulang dan sariawan dengan gejala yang parah maka dokter akan memberikan obat golongan kortikosteroid dalam bentuk obat oral seperti prednison, dexamethasone atau dalam bentuk pasta gigi yang mengandung triamcinolon.
  • Obat antimikroba. Contoh obat ini adalah chlorhexidine, tetracycline. 
  • Obat pereda nyeri. Dokter akan meresepkan obat pereda nyeri berupa acetaminophen untuk diminum, namun obat pereda nyeri juga tersedia dalam bentuk obat semprot, obat kumur, dan gel seperti krim benzocaine dan lidocaine. 
  • Suplemen nutrisi. Dokter akan meresepkan suplemen gizi seperti asam folat, vitamin B6, vitamin B12 serta zinc.
  • Tindakan kauterisasi. Tindakan kauter ini menggunakan bahan kimia seperti perak nitrat (silver nitrate)  untuk membantu meredakan nyeri pada sariawan.

Jika ada kondisi medis lain yang menyebabkan sariawan, maka dokter akan memeriksa dan mengobati kondisi medis tersebut.

Sariawan sering kambuh, namun ada beberapa pencegahan yang dapat Anda lakukan diantaranya adalah:

  • Hindari mengonsumsi makanan yang mengiritasi mulut Anda seperti makanan yang pedas, asam, makanan yang terlalu keras seperti kacang–kacangan, minuman yang panas, atau makanan yang menyebabkan alergi.
  • Pilih makanan yang sehat
  • Jaga kebersihan mulut yang baik seperti rajin sikat gigi dan berkumur. Gunakan sikat gigi yang lembut dan gosoklah secara perlahan dan lembut supaya tidak menyebabkan iritasi dalam mulut serta gunakanlah pasta gigi atau larutan kumur yang tidak mengandung sodium lauryl sulfate.
  • Kurangi stres
  • Tidak menggigit bagian dalam pipi
  • Hati-hati pada pengguna gigi palsu, kawat gigi, atau tambalan gigi. Lakukan kontrol rutin ke dokter gigi Anda. 

Karena sariawan biasanya akan sembuh dengan sendirinya dalam waktu 1-2 minggu, maka pemeriksaan ke dokter diperlukan jika:

  • Sariawan terjadi berulang–ulang
  • Sariawan yang tidak kunjung sembuh dalam waktu 3 minggu
  • Sariawan yang bertambah sakit dan bertambah merah, bertambah banyak yang mengindikasikan adanya infeksi
  • Sulit makan dan minum
  • Disertai dengan demam tinggi
  • Ukuran sariawan luar biasa besar
  • Sariawan menjalar sampai ke bibir
  • Riwayat menggunakan jarum suntik bersamaan, dan seks bebas. 

Sebelum berkonsultasi dengan dokter pastikan Anda membuat daftar:

  • Gejala yang Anda alami
  • Semua obat yang Anda konsumsi
  • Kondisi medis lainnya yang Anda miliki
  • Pertanyaan yang ingin Anda ajukan kepada dokter atau dokter gigi Anda

Sebelum mendiagnosis keadaan Anda, dokter akan mengajukan beberapa pertanyaan seperti:

  • Apa gejala yang Anda rasakan?
  • Kapan pertama kali Anda mengalami gejala tersebut?
  • Seberapa sakitkah sariawan Anda?
  • Pernahkah Anda mengalami luka yang sama di masa lalu? Apakah Anda mengenali faktor apa saja yang menjadi pemicu?
  • Apakah Anda pernah mendapatkan perawatan untuk sariawan sebelumnya? Jika ya, apakah perawatan yang paling efektif?
  • Apakah Anda melakukan perawatan gigi baru-baru ini?
  • Pernahkah Anda didiagnosa dengan kondisi medis lainnya?
  • Obat apa yang sedang Anda konsumsi?
  • Apakah Anda memiliki riwayat keluarga akan sariawan?

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/canker-sore/diagnosis-treatment/drc-20370620
Diakses pada 12 Februari 2019

NHS. https://www.nhs.uk/conditions/mouth-ulcers/
Diakses pada 12 Februari 2019.

Web MD. https://www.webmd.com/oral-health/guide/canker-sores#1
Diakses pada 12 Februari 2019.

Artikel Terkait