Sakit Tenggorokan

Ditinjau dr. Widiastuti
Sakit tenggorokan disebabkan infeksi virus dan dapat terjadi bersama penyakit lain seperti batuk, pilek, dan flu.
Alergi dan infeksi virus dapat menyebabkan sakit tenggorokan.

Pengertian Sakit Tenggorokan

Sakit tenggorokan merupakan penyakit umum dan biasanya tidak perlu dikhawatirkan. Sakit tenggorokan umumnya disebabkan oleh infeksi virus, seperti pilek atau flu yang biasanya akan membaik dengan sendirinya.

Penjelasan Lebih Lanjut

Gejala

Gejala sakit tenggorokan bervariasi, tergantung penyebabnya. Gejala-gejala sakit tenggorokan di antaranya adalah:

  • Rasa sakit atau tenggorokan gatal
  • Nyeri yang memburuk saat menelan atau berbicara
  • Kesulitan menelan
  • Kelenjar yang sakit dan membengkak pada leher
  • Amandel bengkak dan merah
  • Timbul bercak putih, atau nanah pada amandel
  • Suara serak

Infeksi umum yang menyebabkan sakit tenggorokan dapat menimbulkan gejala lain, di antaranya:

  • Demam
  • Batuk
  • Hidung berlendir
  • Bersin
  • Pegal
  • Sakit kepala
  • Mual dan muntah

Penyebab

Sama seperti pilek atau flu, sakit tenggorokan biasanya disebabkan oleh virus atau karena merokok. Bakteri juga terkadang dapat menjadi penyebab sakit tenggorokan.

Beberapa infeksi virus yang dapat menyebabkan sakit tenggorokan, antara lain:

  • Common cold atau flu
  • Influenza
  • Mononucleosis
  • Campak
  • Cacar air

Bakteri yang paling sering menyebabkan sakit tenggorokan adalah kelompok bakteri streptococcus pyogenes atau streptococcus grup A.

Selain infeksi virus dan bakteri, terdapat beberapa penyebab lain yang bisa menyebabkan sakit tenggorokan, yaitu:

  • Alergi
    Alergi terhadap serbuk sari atau spora yang dikenal dengan Hay Fever, bulu hewan peliharaan, debu dan jamur dapat menyebabkan sakit tenggorokan.
  • Udara yang kering
    Udara dalam ruangan yang kering dapat menyebabkan tenggorokan terasa kering dan gatal, terutama ketika bangun tidur di pagi hari. Bernapas melalui mulut yang sering akibat hidung yang tersumbat dan berlangsung lama (kronis), dapat menyebabkan sakit tenggorokan
  • Iritasi
    Yang disebabkan oleh polusi udara, rokok, alkohol atau makan makanan pedas
  • Ketegangan otot
    Yang disebabkan oleh berteriak, atau berbicara dengan suara keras dalam jangka waktu lama.
  • Penyakit asam lambung akibat refluks (GERD)
    Naiknya asam lambung dari perut ke esofagus.
  • Tumor
    Tumor yang berbahaya pada tenggorokan, lidah atau laring.
  • HIV
    Sakit tenggorokan atau mengalami gejala yang mirip seperti flu biasanya muncul awal setelah terinfeksi HIV. Individu dengan HIV positif dapat mengalami sakit tenggorokan kronis dan berulang, yang disebabkan oleh infeksi sekunder seperti infeksi jamur yang dikenal sebagai oral thrush (kandidiasis didalam mulut) dan infeksi cytomegalovirus, yang merupakan infeksi virus biasa. Namun, kondisi ini dapat menjadi serius jika terjadi pada individu dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah.

Faktor Risiko

Sakit tenggorokan dapat terjadi pada semua orang. Meski demikian, ada beberapa faktor yang menyebabkan seseorang lebih rentan terhadap sakit tenggorokan. Anak-anak dan remaja lebih berisiko terkena sakit tenggorokan. Anak-anak biasanya mengalaminya karena bakteri. Sementara itu, ada faktor-faktor lain yang juga memicu sakit tenggorokan, yaitu: alergi, rendahnya imunitas, serta aktivitas merokok.

Diagnosis

Dokter akan mulai dengan pemeriksaan fisik yang mencakup:

  • Pemeriksaan tenggorokan, telinga, dan hidung dengan menggunakan senter kecil
  • Meraba leher dengan perlahan untuk memeriksa  pembengkakan kelenjar getah bening
  • Mendengarkan suara pernapasan melalui stetoskop

Setelah dilakukan pemeriksaan fisik, dokter mungkin akan menyarankan pasien menjalani pemeriksaan laboratorium yang mencakup tes apusan tenggorokan dan tes darah.

Tes darah dilakukan untuk mengetahui keberadaan virus maupun bakteri yang berpotensi menyebabkan sakit tenggorokan. Sementara itu, tes apusan tenggorokan adalah dilakukan dokter dengan mengambil sampel cairan di belakang tenggorokan. Sampel ini kemudian diperiksa di laboratorium untuk mencari adanya bakteri streptokokus.

Pengobatan

Sakit tenggorokan yang disebabkan oleh infeksi virus biasanya berlangsung selama 5-7 hari dan akan sembuh dengan sendirinya. Namun untuk meredakan rasa sakit dan demam, obat penghilang rasa sakit yang ringan seperti parasetamol dan ibuprofen dapat digunakan.

Penggunaan aspirin pada anak-anak dan remaja sebaiknya dilakukan dengan hati-hati. Sebab, pemakaiannya pada anak-anak dan remaja yang sedang dalam proses penyembuhan dari cacar air atau penyakit dengan gejala seperti flu, dapat menyebabkan sindrom Reye. Kondisi ini jarang terjadi, tapi berbahaya dan dapat mematikan.

Jika sakit tenggorokan disebabkan oleh infeksi bakteri, dokter akan meresepkan antibiotik. Pasien harus menghabiskan antibiotik, bahkan jika gejala sakit tenggorokan sudah membaik atau hilang. Hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya infeksi ke bagian tubuh lainnya yang dapat memperparah kondisi penderita.

Sementara itu, penggunaan antibiotik pada anak penderita sakit tenggorokan akibat bakteri streptokokus tanpa mengikuti petunjuk, bisa meningkatkan risiko terserang demam rematik maupun peradangan serius dari ginjal. 

Jika sakit tenggorokan yang diderita merupakan akibat kondisi medis lainnya, selain dari infeksi virus atau bakteri, maka pengobatan lain akan dipertimbangkan sesuai dengan diagnosis medis.

Beberapa hal dibawah ini dapat dilakukan di rumah untuk membantu meringankan sakit tenggorokan:

  • Istirahat yang cukup dan istirahatkan suara Anda.
  • Banyak minum, sehingga tenggorokan tetap lembap dan tidak terjadi dehidrasi. Hindari kafein dan alkohol, karena keduanya dapat menyebabkan dehidrasi.
  • Konsumsi makanan dan minuman yang hangat seperti sup, air hangat dengan madu, yang dapat meringankan sakit tenggorokan.
  • Berkumur dengan larutan air garam (¼ sampai ½ sendok teh garam meja dalam 125-250 ml air hangat).
  • Gunakan alat yang dapat melembapkan udara, supaya udara tidak kering dan tidak memperburuk iritasi tenggorokan lebih lanjut. Pilihan lainnya, duduk di dalam kamar mandi yang beruap.
  • Mengisap permen, namun tidak diperkenankan untuk diberikan kepada anak berusia di bawah 4 tahun karena berisiko tersedak.
  • Hindari penggunaan bahan yang mengiritasi (iritan) seperti asap rokok, maupun produk pembersih yang bisa membuat ternggorokan mengalami iritasi.

Pencegahan

Cara terbaik untuk mencegah sakit tenggorokan adalah menghindari kontak dengan kuman penyebab dan menjaga kebersihan, dengan cara:

  • Cuci tangan secara menyeluruh dan rutin, terutama setelah menggunakan toilet, sebelum makan, atau sesudah bersin atau batuk
  • Hindari berbagi makanan, minuman atau alat makan dengan orang lain
  • Menutup hidung dan mulut ketika batuk atau bersin
  • Menggunakan pembersih tangan berbahan dasar alkohol, jika tidak tersedia sabun dan air untuk cuci tangan
  • Bersihkan secara berkala alat-alat seperti telepon genggam, telepon rumah, remote tv, serta keyboard komputer
  • Hindari kontak dekat dengan orang sakit
  • Hindari paparan asap rokok
  • Hindari sumber alergi atau iritan lainnya seperti serbuk sari, bulu hewan, debu

Informasi Dokter

Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?

Segera bawa anak Anda ke dokter jika tenggorokannya sakit dan rasa sakitnya tidak hilang setelah minum di pagi hari, atau apabila mengalami gejala-gejala seperti:

  • Sulit bernapas
  • Susah menelan
  • Sering meneteskan air liur karena kesulitan menelan

Sementara itu, penderita dewasa disarankan menemui dokter jika mengalami:

  • Sakit tenggorokan yang berat atau berlangsung lebih lama dari seminggu
  • Kesulitan menelan
  • Sulit bernapas
  • Kesulitan membuka mulut
  • Nyeri pada sendi
  • Sakit pada telinga
  • Ruam
  • Demam lebih dari 38.3ºC
  • Terdapat darah pada dahak atau air liur
  • Sering mengalami sakit tenggorokan
  • Terdapat benjolan pada leher
  • Suara serak yang berlangsung lebih dari dua minggu

Apa yang Perlu Dipersiapkan Sebelum Berkonsultasi dengan Dokter?

Buatlah janji dengan dokter spesialis Telinga, Hidung, dan Tenggorokan (THT), atau dokter spesialis alergi. Anda juga dapat menuliskan beberapa informasi untuk membantu dokter mendiagnosis keadaan Anda atau anak anda, diantaranya adalah:

  • Gejala yang dialami dan lamanya gejala
  • Informasi pribadi, seperti kontak baru-baru ini dengan seseorang yang sakit
  • Semua obat, vitamin, atau suplemen lain yang sedang dikonsumsi, beserta dosisnya
  • Pertanyaan yang ingin Anda sampaikan kepada dokter

Apa yang Akan Dilakukan Dokter pada Saat Konsultasi?

Dokter akan bertanya tentang gejala yang dialami Anda dan anak Anda, seperti:

  • Adakah gejala lain selain sakit tenggorokan?
  • Apakah gejala-gejala tersebut termasuk demam? Seberapa tinggi demam tersebut?
  • Apakah Anda mengalami kesulitan bernapas?
  • Apakah ada yang memperburuk sakit tenggorokan Anda, seperti saat menelan?
  • Adakah yang tampaknya membuat gejala Anda lebih baik?
  • Apakah ada orang lain yang sakit di rumah?
  • Apakah sakit tenggorokan merupakan penyakit yang datang berulang?
  • Apakah Anda merokok? Apakah Anda atau anak Anda sering terpapar asap rokok orang lain?
Referensi

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/sore-throat/symptoms-causes/syc-20351635
Diakses pada 10 Desember 2018

NHS.  https://www.nhs.uk/conditions/sore-throat/
Diakses pada 10 Desember 2018

WebMD. https://www.webmd.com/cold-and-flu/sore-throat-directory
Diakses pada 10 Desember 

Back to Top