Kepala

Sakit Telinga

Diterbitkan: 22 Mar 2021 | Dedi IrawanDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Sakit Telinga
Sakit telinga bisa berupa primer atau sekunder
Sakit telinga adalah salah satu gejala umum dengan penyebab yang bervariasi. Jika berasal dari dalam telinga, maka kondisi ini akan disebut sakit telinga primer. Sementara jika nyeri berasal dari luar telinga akan dinamakan sakit telinga sekunder.Sakit telinga yang berasal dari dalam paling sering diderita oleh anak-anak. Sementara yang berasal dari luar lebih sering diderita oleh orang dewasa. Biasanya, penyebab yang menimpa orang dewasa lebih kompleks karena sering berasal dari sistem saraf yang berkaitan dengan kepala, leher, dada, dan perut.Kondisi ini bisa menyerang salah satu telinga atau bahkan keduanya. Rasa nyeri mungkin akan terasa terus meneror tanpa henti. Namun ada juga rasa nyeri yang datang dan pergi. Jenis sakit yang diderita bisa tajam, tumpul, atau seperti terbakar.Munculnya rasa sakit pada telinga umumnya akan pergi dengan sendirinya dalam beberapa hari. Hal tersebut terutama jika penyebabnya adalah infeksi ringan. Namun bisa juga gejala ini menandakan ada hal serius di baliknya. Tentu saja yang demikian mengkhawatirkan dan membutuhkan bantuan medis. 
Penyebab telinga sakit sangat bervariasi bahkan meski tidak terkena infeksi seseorang bisa menderita sakit di organ pendengaran ini. Demikian juga ketika organ ini tidak memiliki masalah apapun, nyeri tetap bisa muncul.Adapun penyebab paling umum terjadinya nyeri telinga antara lain:

Penyebab sakit telinga primer

  • Trauma akibat tekanan udara mendadak (barotrauma)
  • Disfungsi tuba eusthacius
  • Masuknya objek asing ke dalam telinga seperti serangga dan mainan
  • Otitis eksterna
  • Otitis media
  • Penumpukan kotoran telinga
  • Telinga perenang
  • Sampo terperangkap di telinga
  • Memakai kapas di telinga
  • Gendang telinga berlubang
  • Eksim di lubang telinga

Penyebab sakit telinga sekunder

  • Masalah pada gigi seperti karies, abses, atau pulpitis
  • Penyakit gastroesofageal refluks (GERD)
  • Tumor pada kepala atau leher
  • Idiopatik
  • Nyeri myofascial
  • Neuralgia seperti trigeminal, glossofaringeal, geniculate, sphenopalatine)
  • Ulkus aphthous oral
  • Faringitis
  • Tonsilitis
  • Depresi atau kecemasan
  • Gangguan kelenjar ludah
  • Sinusitis
  • Tiroiditis
  • Sindrom temporomandibular joint (TMJ) atau gangguan sendi rahang
  • Infark miokard
  • Arteritis termporal
  • Aneurisma toraks
  • Radang tenggorokan parah
  • Perubahan tekanan udara saat di pesawat

Penyebab lainnya

Kondisi lain yang mungkin menyebabkan nyeri pada telinga antara lain:
  • Selulitis pada daun telinga
  • Kolesteatoma
  • Granulomatosis dengan polyangiitis
  • Otitis eksterna ganas
  • Mastoiditis
  • Sindrom Ramsay Hunt (herpes zoster oticus)
  • Polikondritis
  • Trauma
  • Tumor atau kista yang mengalami infeksi
  • Virus myringitis
  • Hematoma subdural
  • Kanker paru-paru
  • Aneurisma arteri karotis
  • Bengkak tumor Pott
Jika anak atau Anda mengalami sakit telinga, bawalah ke dokter ketika nyeri disertai gejala berikut:
  • Demam tinggi
  • Muntah
  • Sakit tenggorokan yang parah
  • Gangguan pendengaran
  • Terjadi pembengkakan di sekitar telinga
  • Kecual cairan dari telinga
  • Ada sesuatu yang menempel di telinga
  • Sakit telinga tak kunjung membaik dalam beberapa hari
  • Sakit telinga makin parah
  • Pusing
  • Sakit kepala parah
  • Otot wajah terkulai
 
NHS Inform.https://www.nhsinform.scot/illnesses-and-conditions/ears-nose-and-throat/earache
Diakses pada 6 Januari 2021
WebMD https://www.webmd.com/cold-and-flu/ear-infection/why-does-ear-hurt#1
Diakses pada 6 Januari 2021
American Family Physician. https://www.aafp.org/afp/2018/0101/p20.html
Diakses pada 6 Januari 2021
Healthline.https://www.healthline.com/health/earache
Diakses pada 6 Januari 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email